
Aliken mengizinkan Darryl masuk ke dalam rumah nya itu. mereka berdua telah masuk ke dalam rumah nya dan menuju kamar Aliken. Darryl tidak ingin ada yang mendengarkan obrolan Aliken dengan nya. maka itu Darryl tidak bicara di luar rumah nya Aliken, melainkan di dalam kamar nya Aliken. mamanya Aliken bangun dari tidurnya dan menanyakan kepada Aliken mengenai apa yang terjadi di luar rumah nya "Aliken, apa yang terjadi di luar sana. mengapa ada suara keributan? apakah kamu ikut dengan suara keributan itu?." mamah Aliken menanyakan hal itu dari dalam kamarnya yang masih tertutup pintu nya.
Aliken langsung menyuruh Darryl untuk bersembunyi di mana saja saat mereka melewati depan kamar mamanya itu. Aliken dan Darryl kaget saat mendengar suara mamanya itu. Darryl yang berada di depan kamar mamanya Aliken langsung bersembunyi karena di suruh Aliken. mamanya Aliken keluar dari kamar nya dan ingin memastikan bahwa di luar rumah nya itu tidak terjadi sesuatu. ibu Reni membuka pintu kamarnya dan dia melihat Aliken berada di luar rumah nya. "apa yang kamu lakukan di sini nak?. ini sudah malam bahkan hampir pagi, apakah Aliken tidak tidur?"
tanya ibu Reni kepada Aliken yang berada di luar kamarnya itu.
untung Aliken pintar mencari jawaban lain yang akan di jawabnya kepada ibu Reni dengan sangat cepat. ia mengatakan "tadi aku habis dari dapur untuk minum. karena saat aku tidur, aku terbangun dan merasa haus. maka dari itu aku memutuskan untuk pergi ke dapur untuk minum" kepada ibu Reni. "oh ternyata Aliken habis minum, karena kehausan. soalnya mama terbangun dari tidur mama karena mama mendengar ada keributan di luar rumah ini, mama pikir Aliken ikut ikutan dengan keributan di luar rumah ini yang mama dengar." jawab ibu Reni menanggapi ucapan Aliken tadi.
"saat adek minum, adek tidak melihat atau mendengar keributan di luar rumah ini. mamah kayaknya salah dengar deh?. Aliken tidak mendengarkan sedikitpun suara keributan di luar rumah ini" ucap Aliken kepada mamanya itu yang merasa mendengar suara keributan di luar rumah nya itu. "ok jika begitu. kayaknya mama salah dengar. ya sudah mamah mau lanjutkan tidur mama dan kamu Aliken tidur lagi di kamar mu. pasti kamu tidak menyangka apa yang terjadi besok nanti. mama akan memberikan kamu kejutan saat di sekolah nanti" jawab mamanya kepada Aliken.
lalu ibu Reni langsung masuk ke dalam kamarnya dan melanjutkan tidurnya itu. Aliken langsung memanggil Darryl yang sedang bersembunyi di rumah nya itu "Darryl" "Darryl" "Darryl kamu di mana, ayo keluar dari persembunyian mu dan ayo menuju ke kamarku" Aliken memanggil Darryl dengan sangat pelan. Aliken dapat memastikan bahwa suara omongan nya itu tidak terdengar oleh mamanya. Darryl yang sedang bersembunyi itu menampakan dirinya di hadapan Aliken yang memanggilnya "ia aku di sini. ayo kita langsung menuju kamar mu" ucap Darryl kepada Aliken yang memanggilnya itu.
Aliken dan Darryl berjalan menuju kamarnya Aliken untuk membicarakan hal penting kepada nya. mereka pun sudah berada di kamar Aliken. lalu Aliken mengunci kamarnya itu dan mulai berbicara mengenai keselamatan nya. "ok sekarang apa yang ingin kamu katakan kepada ku. apa yang kamu maksud mengenai keselamatan aku dan Asmira yang akan kamu tolong? memangnya apa yang akan terjadi dengan aku dan Asmira."
__ADS_1
"ok tenang. tenang dulu. tanya nya satu satu. yang harus kamu ketahui aku tidak bisa menolong kamu dan aku datang ke rumah ini hanya untuk memberikan beberapa info mengenai rencana Densi yang ia bicarakan di rumah nya itu. Densi membicarakan beberapa hal di rumah nya. tetapi supaya adil aku tidak aka memberikan info mengenai rumah dan letak di mana Densi sekarang berada. info yang aku akan berikan ialah mengenai kematian kamu dan Asmira. Densi sudah merencanakan sebuah rencana pembunuhan untuk membunuh kamu dan Asmira. aku tidak tau pasti rencana yang ia rencanakan. mengapa aku tidak mengetahui. karena saat Densi berbicara mengenai pembunuhan kamu dan Asmira, aku langsung pergi ke luar rumah nya kerena aku menyesali perbuatan ku ini. intinya yang membuat Densi berfikir akan membunuhmu itu karena aku. aku sangat menyesali perbuatan ku itu. saat aku masuk ke rumah itu menuju ruang tamu rumahnya itu, pembicaraan atau perencanaan pembunuhan sepertinya sudah selesai. mereka aku lihat sedang berbahagia, tertawa tertawa dan tersenyum, aku tidak tau mengapa mereka semua seperti itu. tetapi yang aku dapat pastikan rencana yang mereka buat untuk membunuh kamu dan Asmira itu sudah terpikirkan dan selesai di rencanakan. aku datang ke rumahmu ini untuk memberikan info mengenai ini. jadi pasti kamu mengetahui apa yang harus kamu lakukan dari sekarang. kamu dan Asmira harus berjaga jaga dengan semua ini." kata Darryl kepada Aliken "selanjutnya aku ingin menanyakan kepada mu. di mana letak rumah Asmira?. aku akan memberikan info ini kepada Asmira juga"
Aliken yang mendengar kata katanya Darryl tadi langsung merasa ketakutan akan kematian yang sedang berjalan menuju kepada nya. Aliken langsung tambah panik dari sebelumnya. ia mendengar info dari Darryl juga merasakan merinding dalam tubuh nya "lalu apa yang harus aku lakukan besok hari?" tanya Aliken kepada Darryl. "yah kamu harus berjaga jaga, jangan keluar rumah, dekat dengan orang tuamu, sementara kamu jangan sekolah dulu. oh ia dimana letak rumah Asmira?" ucap Darryl kepada Aliken.
"aku boleh ikut dengan mu tidak ke rumah Asmira. lagi pula jika Asmira melihat mu dan mengenalimu, dia akan melakukan hal yang sama dengan apa yang aku lakukan di luar rumah tadi kepadamu" kata Aliken kepada Asmira. "ok jika begitu, kamu boleh ikut dengan ku. tapi kamu harus tetap waspada dan hati hati saat kita sedang di jalan" jawab Darryl kepada ucapan Aliken.
Aliken dan Darryl pun bersiap siap menuju rumah Asmira. "ya sudah kita siap siap menuju rumah Asmira. sebelum itu kamu telfon dulu Asmira bahwa kita akan ke rumah nya. nanti jika belum ada info kita ke rumah nya dia tidak tau dan tak akan membukakan pintu malam malam gini" kata Darryl kepada Aliken. Aliken yang berada di sebelah Darryl langsung menelfon Asmira yang berada di rumah nya. pertanyaan nya mengapa mereka tidak memberi tahu info ini kepada Asmira lewat telfon saja. jika Aliken dapat menelfon Asmira bahwa ia akan ke rumah nya, mengapa tidak info itu di berikan lewat telfon saja. ternyata semua ini ada alasan nya. ada rencana bodoh yang Aliken pikirkan di kepalanya itu. ada sesuatu hal yang akan Aliken lakukan kepada Asmira yang tidak dapat melewati telefon. lantas apa rencana bodoh Aliken yang berada di kepanya itu.
setelah Aliken menelfon Asmira. ia dan Darryl keluar dari rumahnya itu dan menuju ke rumah Asmira. sesampainya Aliken dan Darryl di luar rumahnya ia langsung menuju rumah Asmira. mereka melewati jalanan yang gelap itu. Aliken dan Darryl berjalan di bawah awan yang tak bersinar. dengan kegelapan itu mereka berjalan. memang betul di jalan itu ada lampu jalan yang menerangi malam yang gelap itu. tetapi lampu yang berada di daerah itu hanya sedikit. di setiap sembilan puluh meter hanya ada satu lampu yang menyala. sisanya lampu rumah warga yang menyala. di saat itu sudah jelas belum ada gedung gedung tinggi yang menyala lampunya seperti sekarang ini. hanya terang bulan lah yang dapat menerangi malam itu.
orang yang mengemudi mobil itu keluar dari mobilnya dan menegur Aliken dan Darryl yang hampir di tabrak mobilnya itu. "Hai anak anak, jika kalian ingin menyebrangi jalanan ini, lihat lihatlah di sekitar kalian. jika di jalan ini tidak ada mobil dan motor yang melewatinya barulah kalian boleh melewatinya" kata pengemudi mobil mewah itu kepada Aliken dan Darryl. terlihat di wajah pengemudi itu seperti serius dan ingin menggampar Aliken dan Darryl. dia berbicara kepada Aliken dan Darryl dengan suara berat dan kencangnya.
orang yang berada di belakang mobil nya itu langsung keluar dari mobilnya dan menghampiri Aliken, Darryl, dan pengemudinya. rupanya orang yang berada di belakang mobilnya itu ialah pemilik mobilnya. dia seorang pengacara dan pengusaha. ia mengenakan jas hitam dan celana hitam, ia juga mengenakan dasi di tengah tengah bajunya. dan ia mengenakan kacamata di wajahnya, ia seorang laki laki sekitar umur empat puluh dua tahun, masih bisa di bilang muda pada saat itu. orang itu menuju Aliken dan Darryl. "apa yang sedang terjadi di depan mobil ku?" kata orang itu kepada Darryl, Aliken dan pengemudi. "ini bos. ini anak berdua menyebrangi jalan tidak melihat ke kanan dan ke kiri jalanan ini. aku hanya ingin memberikan pelajaran kepada dia supaya mereka berdua tidak melakukan hal yang sama di jalan lain" ucap pengemudi itu kepada bosnya. bos pengemudi itu bernama bapak Albern.
__ADS_1
bapak Albern tiba tiba memperhatikan Darryl yang berada di sebelah Aliken. bapak Albern rupanya mengenali anak itu dari lehernya yang berada seperti garis besar yang berwarna krem. garis besar itu seperti tanda lahir yang dia lihat di rumah sakit bersama istrinya. tetapi anak di rumah sakit itu hilang pada keesokan hari bapak Albern dan istrinya ke rumah sakit tersebut. bapak Albern terus memperhatikan Darryl. bapak Albern menuju ke hadapan Darryl. ia mengatakan kepada Darryl "apakah aku boleh menyentuh garis besar itu yang berada di lehermu?" kepada Darryl.
"apa yang akan bapak lakukan kepada saya, saya tidak mengenali bapak. dan bapak ingin menyentuh leher saya. ohh pasti bapak ingin melukai saya ya pak?" jawab Darryl kepada bapak Albern. "ya sudah jika begitu aku ingin bertanya kepada mu. siapa nama kamu?" tanya bapak Albern kepada Darryl. "nama saya Darryl christian" Jawab Darryl.
"dari mana kamu mendapatkan nama itu?. siapa yang memberi nama itu kepada mu?, apakah saya boleh bertemu kedua orang tuamu" ucap bapak Albern kepada Darryl. lalu Darryl menjawab ucapan bapak Albern "nama ini saya dapatkan dari orang yang sudah membesarkan aku. tetapi orang itu meninggalkan aku pada saat aku berumur sembilan tahun di sebuah taman. dan pada saat itu aku tinggal sendiri, semampuku, dan sebisaku di sekitar taman itu, singkat cerita aku di usia empat belas tahun, aku bertemu orang yang baik dan dialah yang memberi makan kepada ku sampai sekarang. orang itu bernama Densi."
Aliken yang berada di sebelahnya terkejut dan kaget mendengar bahwa yang memberi makan dan mengurusi Darryl dari usia empat belas tahun hingga sekarang ialah Densi. "apa.ternyata yang mengurusi dan memberi makan Darryl ialah Densi. dan Darryl rela mengecewakan Densi demi keselamatan aku dan Asmira. betapa baiknya anak ini kepada ku" Aliken yang mendengar itu merasa sangat bersalah karena dia memukuli Darryl di depan rumah nya tadi.
"izinkan aku untuk menyentuh garis besar yang berada di leher kamu itu untuk kali ini saja. jika kamu mengizinkan aku menyentuh lehermu itu, apa yang kamu minta kepada bapak, bapak akan berikan. bapak hanya ingin menyentuh lehermu itu. setelah itu bapak akan pergi dari tempat ini" kata bapak Albern kepada Darryl.
Darryl yang saat itu tidak bisa berlama lama di tempat itu mengizinkan bapak Albern untuk menyentuh lehernya itu supaya dia dan Aliken dapat pergi dari jalanan itu. "ok saya mengizinkan bapak untuk menyentuh leherku ini. saya mengizinkan karena saya dan temanku ini yang bernama Aliken ingin cepat sekali pergi dari tempat ini" kata Darryl kepada bapak Albern itu.
"terimakasih banyak karena kamu mengizinkan aku menyentuh lehermu" ucapan terimakasih bapak Albern kepada Darryl. setelah itu bapak Albern menyentuh garis besar yang berada di lehernya Darryl. saat bapak Albern menyentuh lehernya itu, entah ke ajaiban atau perasaan seorang Ayah kepada anaknya. bapak Albern dapat merasakan bahwa Darryl itu ialah anaknya. sebuah ingatan melewati kepala Darryl dan bapak Albern. ingatan itu ialah, pada suatu hari di sebuah rumah sakit, ada seorang bayi yang di culik oleh seorang perempuan berusia enam puluh empat tahun. perempuan itu menculik anak yang berada di ruangan tempat bayi bayi berada. di ranjang bayi yang hendak di culik perempuan itu tertulis nama bayi yang akan di culik nya, nama bayi itu bertuliskan Darryl Christian. lalu perempuan membawanya bayi itu keluar rumah sakit nya dan membawanya pergi jauh ke sebuah daerah yang bernama daerah rambutan. bayi itu di besarkan dan di urus oleh perempuan itu. sembilan tahun kemudian perempuan itu mersa bahwa ia akan meninggal. dia merasakan sakit sakitan, perempuan itu tidak memiliki biaya untuk pengobatan penyakitnya itu. lalu anak itu di bawa ke sebuah taman yang berada di daerah rambutan. dan perempuan tua itu meninggalkan anak itu. yang aku masih bingungkan dan pikiran ialah, apa motif atau tujuan perempuan tua itu menculik bayi yang berada di rumah sakit itu.
__ADS_1
Bapak Albern selesai menyentuh leher Darryl. dan Darryl mengetahui bahwa bapak Albern ialah orang tuanya. secara bersamaan Darryl dan bapak Albern langsung berpelukan bersamaan. kebahagiaan dapat di rasakan oleh Aliken yang berada di sebelahnya dan pengemudi yang berada di sebelah bapak Albern. Aliken yang berada di sebelah Darryl turut bahagia atas yang terjadi dengan bapak Albern dan Darryl. bapak Albern tidak dapat menghentikan air mata yang keluar itu. dia terus memeluk Darryl karena kerinduan nya. begitu juga dengan Darryl, dia terus memeluk bapak Albern dengan sangat erat. "ayah sangat merindukan kamu anak ku" kata bapak Albern kepada Darryl. "aku juga ayah. aku sangat merindukan kedua orang tuaku" jawab Darryl kepada bapak Albern. tempat yang gelap itu seketika seperti tidak gelap lagi (walau masih gelap) karena ada kebahagiaan di tempat itu.