KINATA . Karena Darryl.

KINATA . Karena Darryl.
eps. 2


__ADS_3

Aku di bawa ke tempat di mana orang misterius tersebut bersama anggota gengnya yaitu di pondok nongkrong nya.


"Aduh kasian sekali remaja perempuan yang malang ini, kenapa bisa ia malam-malam ini berada di sekeliling preman itu?, apa yang ia cari di pasar terbuka ini, saat malam hari?," ucap seorang misterius itu kepada Aku, saat ia sedang pingsan sambil membawa Aku ke tempat ia nongkrong bersama anggota gengnya. Orang misterius itu sampai di mana ia bersama anggota geng nya nongkrong, yaitu di sebuah pondok kayu dengan lebar 4×4 meter dan tinggi 3 meter atau muat sekitar 7 orang, untuk ngopi dan bersantai. Dengan membawa Aku bersamanya.


"Bos itu siapa yang bos bawa?, cantik juga perempuan yang bos bawa, bos dapat dari mana, lalu ia bos apain, kenapa bisa ia pingsan bos?." Tanya seorang anggota geng itu kepada orang misterius yang membawa Keni, orang misterius tersebut ialah pemimpin gengnya. "ini-- aku bertemu perempuan ini saat ia sedang di goda preman depan pasar, lalu aku lihat, preman-preman itu memukul bagian belakang leher perempuan ini, sehabis di pukul bagian leher belakang perempuan ini oleh preman- preman yang tak berpendidikan itu, aku lawan preman nya dan aku bawa perempuan ini, untuk ia beristirahat samapai pagi tiba" jawab pemimpin geng kepada seorang anggota geng yang bertanya dengan meletakan aku di pondok.


"Ohh, jadi begitu cerita nya bos, sampai bisa bos bawa perempuan itu ke pondok nongkrong kita," ucap seorang anggota geng itu menanggapi ucapan pemimpin nya. "Sekarang kita biarkan perempuan ini untuk tidur di sini sampai pagi, dan kita jaga ia dengan aman" perintah pemimpin geng kepada anggotanya. "Ok bos, kita akan menjaga ia dengan aman selama semalaman di pondok ini, kita jadikan ia untuk malam ini sebagai cinderela yang di incar oleh nenek-nenek jahat." jawab seorang anggota geng kepada pemimpin nya. Pemimpin geng itu senyum ketika mendengar ucapan seorang anggotanya yang berlebihan omongannya.


"Ok, sekarang kalian semua boleh tidur dan sebagian menjaganya, dan bergantian" ucap pemimpin geng itu kepada seluruh anggotanya untuk menjaga Keni. Mereka semua tidur dengan nyenyak di pondok itu.

__ADS_1


"kukuruyuk" "kukuruyuk" "kukuruyuk," suara ayam bernyanyi menyambut pagi hari yang cerah. Matahari menyinari mata Aku yang tertutup. Kedepan kulit yang menutupi mata Aku karena cahaya matahari yang tertuju di matanya membuat ia berkedip perlahan menyadarkan dari pingsan nya kemarin malam. Aku menarik nafas segar dan menghembuskan nya dengan tangan ke atas dan perlahan duduk di kayu pondok yang Aku tiduri.


"Aku sekarang di mana ini?, mengapa banyak orang yang tidur di sebelah ku," tanya aku kepada diri sendiri, karena aku terkejut banyak orang yang tidur bersamaku. "sekarang kamu berada di pondok kayu, tempat aku berkumpul dengan anggota-anggota geng yang aku pimpin" jawab seorang pemimpin geng kepada Aku. "Kemarin aku lihat kamu di ganggu oleh preman-preman pasar, lalu kamu di pukul bagian belakang leher nya dan kamu pingsan, lalu Aku dan anggota geng aku melawan preman itu, dan membawa kamu ke pondok ini untuk istirahat sampai pagi." ucap keterangan pemimpin geng itu mengenai Keni yang bisa berada di pondok geng nya.


"cakwe" "cakwe" "cakwe," suara orang berjualan cakwe di dekat pondok itu.


"pak beli pak, cakwenya pak," panggil pemimpin geng itu kepada tukang cakwe yang berjualan di dekat pondok nya. "Oh ia dek, tunggu sebentar ya dek, bapak langsung ke sana ya" jawab tukang cakwe kepada yang manggilnya. "Beli berapa dek cakwenya?" tanya tukang cakwe kepada pemimpin geng. "beli lima puluh cakwe pak, aku beli banyak untuk teman-temanku juga pak" jawab pemimpin geng. "Ok dek, sebentar ya, bapak siapkan dulu ya," kata tukang cakwe kepada pembelinya. "ia pak, aku tunggu pak" jawab pemimpin geng.


tanya Aku kepada pemimpin geng. "yap, karena kita di sini bertugas untuk menolong masyarakat sekitar, yang membutuhkan pertolongan, sebisa apa yang Aku dan anggota ku bisa lakukan," jawab pemimpin geng kepada aku.

__ADS_1


"Ini dek cakwenya sudah jadi, semuanya jadi lima puluh ribu dek" ucap tukang cakwe kepada pemimpin geng. "Ok pak, ini uangnya pas ya pak" jawab pemimpin geng kepada tukang cakwe sambil memberikan uang. "Terimakasih banyak ya dek" ucapan terimakasih tukang cakwe kepada pemimpin geng. "oh ia pak, Sama-sama pak" jawab pemimpin geng kepada tukang cakwe.


"Oh ia aku boleh kenalan tidak dengan kamu tidak?" tanya aku kepada orang baik itu. "Boleh, perkenalkan nama ku Densi, aku yang mendirikan pondok ini dan mengumpulkan anak anak jalanan ini untuk tinggal bersamaku, serta menjadikan anggota geng ini bagian dari keluarga ku yang tak akan aku lupakan." jawab Densi kepada Aku mengenai nama nya. "Oh kalau begitu, aku juga mau memperkenalkan nama ku dan mengapa aku bisa berada di pasar tadi malam. namaku Keni, Aku bisa berada di pasar saat kemarin, karena aku kabur dari rumahku," kata Aku kepada Densi.


"Mengapa kamu bisa kabur dari rumah mu?" tanya Densi kepada Aku. "karena aku benci yang namanya PERATURAN, aku ingin hidup tanpa sebuah peraturan, dan Aku pikir hidup tanpa peraturan yaitu di jalanan, maka aku putuskan untuk keluar dan kabur dari rumahku," jawab Aku kepada pertanyaan Densi.


"Oh jadi kamu tidak menyukai yang namanya peraturan, kalau begitu apakah kamu mau bergabung dengan geng ini yang tidak memiliki aturan sama sekali?" tanya Densi kepada Aku, untuk bergabung dengan geng yang ia buat. "Mau, aku mau bergabung dengan geng ini, karena aku bingung harus kemana lagi" jawab Aku mengenai tawaran yang Densi berikan. "Ok kalau begitu kamu mulai hari ini menjadi anggota bagian dari geng ini, geng ini bernama geng Tarata," ucap Densi kepada Keni. "Kalau boleh tau, mengapa kamu mendirikan pondok ini dan mengapa kamu bisa di sini?" tanya Aku kepada Densi mengenai pondok yang ia dirikan. "Ok aku akan menceritakan mengapa aku bisa di sini dan mendirikan sebuah pondok" jawab Densi kepada Keni.


Waktu itu aku bersekolah di SMAN 77, aku saat itu sangat rajin dan lumayan pintar di kelas, saat itu aku bertemu dengan seseorang dan orang itu bersekolah di SMAN 77, ia kelas 10 SMA, sama dengan ku.Tetapi ia beda kelas, aku kelas 10a dan ia kelas 10c, orang itu bernama Aliken, Aliken adalah orang yang pintar dan rajin. Pada suatu hari di sekolah ada pelajaran olah raga, anak-anak seluruh SMA 10 dari A sampai D di suruh kumpul di lapangan untuk mengikuti pelajaran olah raga.

__ADS_1


Saat itu aku tidak sengaja mendorong Aliken hingga terjatuh, ia terjatuh ke dalam saluran air yang berada di sisi sekolah itu, yang terdapat di pinggir lapangan, lalu ia berdiri dari jatuhnya dengan wajah penuh dengan darah. Aliken pun menjerit kesakitan, karena wajahnya yang terluka parah, ia pun langsung di larikan ke rumah sakit terdekat untuk di tangani. Orang tuaku di panggil ke sekolah untuk di berikan surat peringatan karena aku. Saat itu aku sangat merasa bersalah sekali dengan apa yang aku buat. Aku mengakui kesalahan dengan memberikan seluruh uang yang aku miliki kepada kedua orang tua Aliken. Saat pulang sekolah, aku menuju rumah Aliken untuk bertemu kedua orang tuanya dan memberikan seluruh uangku kepadanya untuk biaya pengobatannya.


__ADS_2