
setelah beberapa lama Asmira bersembunyi, ia leleh dengan kelakuan yang ia lakukan. Asmira pun menyerahkan dirinya kepada dua orang yang mengejar nya.
"ok, aku sudah sangat lelah dengan semua yang kalian lakukan dan tentunya aku juga. aku akan kembali ke sekolah" kata Asmira kepada dua orang yang berada di sebelah nya.
"aduh dek. kenapa tidak dari tadi sih? kita berdua sudah sangat lelah mengejar adek, apa susah nya untuk kembali ke sekolah?" kata salah satu orang yang mengejar nya.
setelah berbicara panjang lebar, dengan dua orang yang mengejar Asmira. Asmira pun di bawa ke sekolah nya dengan di jaga ketat oleh kedua anggota geng Tarata supaya ia tidak lari kemana mana lagi.
sementara itu di sekolah keadaan sudah semakin genting dan tidak ada harapan lagi. polisi yang di telefon Asmira tadi lama datang nya menuju ke sekolah nya.
dua puluh murid SMAN 77 dengan guru laki laki yang akan mengusir anak anak yang dari tadi membuat kekacaun di sekolah nya, sudah sangat mendekati sudut sekolah nya, jika ia sampai sudut sekolah itu dan belok ke kiri, mereka sudah sampai ke gerbang sekolah dan menemukan orang orang yang mereka anggap membuat banyak sekali kekacauan di sekolah itu.
perlahan hentakan kaki kaki mereka menuju ke arah gerbang sekolah, "ok, kita sudah sampai sini(sepuluh meter untuk sampai sudut sekolah), sekarang jangan sampai ada yang terdengar sedikit pun" kata Alex yang ikut bersama dua puluh orang tersebut.
seketika sekitar mereka menjadi sangat hening, hanya ada suara melangkah yang nyaris tak terdengar sedikit pun, sangking pelan nya mereka berjalan. mereka melakukan itu karena beberapa hal yang mereka rencanakan bersama Aliken, salah satunya mengejutkan orang orang itu, hingga saat mereka terkejut mereka belum ada persiapan atau posisi menyerang.
mereka pun sampai pas di bagian sudut sekolah itu. mereka berbaris menjadi dua baris, satu baris sepuluh orang. "ok kita sudah sampai di sudut ini, ketika aku mengatakan tujuh tujuh, kalian semua langsung lemparkan batu yang berada di tangan kalian, hingga mereka hilang fokus, jika mereka semua sudah hilang fokus, kita semua langsung mengusir mereka secara paksa, jika mereka melawan nya, kita balik lawan, mengerti?" kata guru laki laki yang ikut bersama mereka.
Aliken yang sedang kebingungan ingin melakukan apa lagi, ia langsung mencari topik lain yang ia anggap Densi akan menanggapi nya.
"Densi, aku sungguh sangat minta maaf kepada mu Densi apa yang aku lakukan kepada mu, bahwa aku juga sangat bingung apa yang aku lakukan kepada mu, tetapi jika aku ada salah kepada mu. aku sungguh sangat sangat minta maaf kepada Densi yang ganteng dan cakep ini" kata Aliken untuk memperlambat mengalihkan pembicaraan Densi tadi, tentang bertarung di lapangan belakang warnet.
bagi yang tidak mengetahui mengenai warnet, aku akan memberikan gambaran sedikit tentang warnet, karena aku yakin yang membaca cerita bukan hanya orang yang sering bermain di warnet setelah sekolah.
warnet adalah singkatan dari warung internet. di mata pemilik warnet, warnet adalah salah satu jenis wirausaha yang menyewakan jasa internet kepada khalayak umum.tetapi di mata orang kayak kita atau orang yang membutuhkan hiburan, warnet adalah tempat mencari hiburan sehabis pulang sekolah. dan di mata pelajar, warnet ialah tempat ia kerjakan tugas, dikarenakan ia tidak memiliki fasilitas belajar elektronik seperti komputer atau laptop, alat print, dan lain sebagai nya. warnet menyediakan beberapa jasa internet. tetapi setiap warnet berbeda jasa internet yang di miliki nya. ada yang menyediakan hanya komputer dan alat print saja, tetapi ada juga yang menyediakan PlayStation(ps) dan komputer. dan biasanya warnet berada di tempat dekat sekolahan. kalau begitu kamu pasti sudah ada gambaran tentang warnet.
Aliken terus berfikir pembicaraan yang akan membelokan ucapan Densi, yang di bicara awal tadi tadi tidak membuat Densi terkesan.
lalu sesaat waktu Densi menanggapi ucapan Aliken tadi "ohh, kamu tidak membuat kesalahan sedikit pun kepada ku?" tanya Densi kepada Aliken.
sementara itu dua puluh orang yang sudah sangat bersiap mengusir orang orang itu. setelah semua di tanya oleh seorang guru laki laki "apakah kalian siap" semua murid menjawab nya dengan serempak dengan sangat pelan"siappp."
"tujuh tujuh" ucap seorang guru dengan sangat suara berat nya itu. lalu yang pertama melemparkan batu ialah guru itu ke seseorang yang ia anggap sebagai salah satu orang membuat kekacauan. batu itu mengenai kepala orang yang di tujuh guru itu, dan seketika langsung pingsan karena keras nya pukulan tersebut.
__ADS_1
perbuatan yang di lakukan guru tersebut langsung di ikuti oleh sembilan belas murid yang berada di belakang nya. "yaaaa" kata seorang murid SMAN 77 sambil melempar batu tak henti ke seseorang yang ia sudah amati sebelum persiapan tadi.
baku hantam antara kedua kelompok pun terjadi. rencana yang di buat Aliken dengan guru itu tampak nya sedikit berhasil, tetapi tidak berjalan sesempurna mungkin.
lalu aku(keni) mendengar suara batu yang melset ke tiang listrik di sebelah ku yang tidak hanya satu saja, melainkan banyak sekali batu yang mengenai tiang listrik tersebut.
aku di situ belum banyak mengetahui tentang menyerang menggunakan batu karena, ya memang aku belum pernah berlatih sedikit pun.
aku pindah dari sebelah tiang listrik itu. karena aku anggap di tempat itu sangat berbahaya sekali. saat aku sedang pindah dari tempat itu, ada batu yang meleset pas di depan muka ku, seperti nya aku beruntung sekali tidak terkena batu itu, karena aku yakin sekali batu yang meleset di hadapan ku itu jika mengenai ku akan terasa sakit sekali, bahkan aku akan pingsan dan dari wajahku akan banyak sekali mengeluarkan darah yang mengalir. di situ aku tanpa pikir panjang aku langsung berlari dari tempat itu dengan sangat berhati hati.
setelah aku sudah berada yang aku anggap tempat yang paling aman bagiku, aku melihat pas berada di depan ku, teman teman ku semua itu sudah tidak ada harapan untuk menahan serangan murid murid SMAN 77.dan di situ jiwa pemberani ku dan rela berkorban ku keluar, sesaat setelah aku melihat teman teman ku itu. aku langsung mengambil tongkat yang panjang nya sekitar satu meter di sebelah ku itu, tongkat itu seperti bambu cokelat yang kuat dan bambu tersebut terlihat kurus.
aku langsung berlari dengan membawa tongkat dan batu itu ke arah yang aku anggap sebagai musuh geng Tarata. saat aku sedang berlari ke hadapan mereka, aku langsung berkata kepada teman teman ku itu yang tidak memiliki harapan untuk menang "ayo cepat segera ikut dengan ku." aku mengajak mereka sekitar sepuluh orang untuk memutari sekolah itu.
aku mengajak hanya sepuluh orang saja karena supaya murid murid SMAN 77 yang ikut baku hantam tidak mengetahui bahwa aku akan pergi ke belakang mereka dengan memutari sekolah itu dan mengejutkan mereka semua dengan langsung melempari batu ke arah mereka, tentunya dari belakang mereka.
murid murid yang berada di lorong sekolah tepat nya berada di lantai dua dan tiga, mereka menyaksikan semua apa yang terjadi saat itu, mereka berfikir bahwa apa yang terjadi di bawah itu hal pertama yang mereka lihat. mereka tidak berani sedikit pun untuk ke bawah. mereka hanya bisa berharap apa yang terjadi di bawah sana selesai dengan hal yang sewajarnya nya.
Aliken yang berada tepat di depan gerbang langsung berlari ke arah pintu keluar belakang sekolah untuk membantu murid murid SMAN 77 yang ia anggap juga tidak akan berhasil mengusir orang orang di depan sana, karena ia melihat Densi yang tadi yang berada di depan nya, tidak ada, ia berfikir "aku pergi saja lah ke pintu keluar belakang sekolah, dengan begitu aku melewati pintu itu dan aku bisa membantu teman teman ku."
Asmira yang dulunya suka berlatih pencak silat dan mendapatkan sabuk merah, ia jadi teringat bahwa pencak silat yang ia sudah berlatih selama mungkin akan berguna di tempat seperti ini.
tanpa berfikir panjang ia langsung mengarah kepada seorang yang berada di samping kirinya, ia langsung mengangkat satu kaki nya dan satu kaki nya berada di bawah, kaki yang ia angkat sebanyak seratus tujuh pulih derajat ke arah wajah lawan, setelah kaki yang sudah berada di depan wajah lawan, ia langsung mengarahkannya ke arah wajah tersebut dengan sekuat mungkin, dengan sangat cepat nya ia langsung menendang bagian belakang kaki lawan tersebut, orang tersebut langsung terjatuh dan merasa kesakitan wajah nya.
orang yang tadi nya berada di samping kirinya itu mencoba untuk menendang tubuh Asmira saat Asmira membelakangi nya, Asmira pun terjatuh ke jalanan tersebut karena bagian tubuh belakang Asmira tertendang oleh orang tersebut.
Asmira pun menyadari orang yang menendang nya tadi akan segera mendekatinya. ia pun langsung mengahadap ke orang tersebut dengan posisi terduduk di jalanan dengan tangan di belakang.
jika kalian di posisi Asmira, apa yang kalian akan lakukan. menangiskah, menyerahkan dirimu ke orang tersebut, atau melawan nya.
yang Asmira lakukan saat di situ ialah mencoba untuk melawan nya.
orang tersebut sudah sangat dekat menuju Asmira sekitar dua meter dari Asmira. Asmira pun mundur ke belakang nya dengan kedua tangan nya yang berada di belakang tubuhnya dan kaki yang terus mengarah ke belakang nya.
__ADS_1
saat Asmira sedang menghindari orang tersebut dengan mengarah ke belakang nya. ia sudah mentok dan tubuh nya merasakan ada tiang listrik di belakang nya.
ia pun bingung apa yang harus ia lakukan. ia pun teringat satu pelajaran latihan pencak silat yang di ajarkan oleh guru nya kepada nya. pelajaran tersebut ialah mendorong dirinya menggunakan tangan nya hingga di atas permukaan tanah dan menendang bagian wajah lawan.
Asmira pun sebenarnya belum pernah memeragakan hal tersebut. karena itu ia agak sedikit gugup untuk melakukan nya. tetapi gak lama dari itu. ia ada sebuah pikiran yang berada di kepalanya dan berkata "ini waktunya kamu memeragakan hal tersebut." hanya sedikit orang yang bisa memeragakan hal seperti itu.
Asmira tidak bisa memikirkan hal seperti itu terlalu lama, karena orang tersebut sudah berada di hadapan nya dan siap memukul nya dengan tongkat yang berada di tangan nya. Asmira pun langsung mendorong dirinya dengan tangan di belakang dan tubuhnya berhasil berada di atas permukaan tanah, lalu kakinya mengarah ke orang tersebut, sekencang mungkin ia tendang wajah tersebut.
gak lama setelah menendang wajah nya, ia langsung menendang bagian kaki orang itu, hingga ia terjatuh ke jalanan tersebut. Asmira melihat dari kejauhan di tempat sampah ada sebuah tali yang berwarna hitam di dalam nya. Asmira pun mengambil tali tersebut untuk di gunakan mengikat tangan dan kaki kedua orang tersebut. gak lama kemudian ia mengikat tangan dan kaki kedua orang tersebut, dan ia pun meninggalkan nya.
sementara itu kejadian yang terjadi di sekolah semakin sangat genting. Aliken sudah sampai di pintu belakang sekolah tersebut. gak lama kemudian Aliken melihat aku dan teman teman ku di belakang ku. Aliken merasa sangat ketakutan dan bingung dengan hal apa yang harus ia lakukan selanjutnya. tanpa berfikir lama, aku menyuruh salah satu teman ku untuk menghadapi Aliken "kamu hadapi orang ini,karena ia bukan tandinganku" karena aku yakin, jika Aliken bertarung dengan ku, ia akan mati pada saat itu.
setelah aku menyuruh salah satu orang temanku untuk melawan Aliken, aku bersama sembilan temanku langsung menuju ke gerbang sekolah untuk menghabisi murid murid SMAN 77 yang ikut bertarung.
Aliken yang bingung harus melakukan apa yang akan ia lakukan. ia mengajak ngobrol orang itu untuk menghindari yang nama nya pukul pukulan.
"Hai perkenalkan namaku Aliken christian" kata Aliken kepada salah satu anggota geng Tarata.
"siapa namamu?"
orang tersebut tidak menanggapi ucapan Aliken dan ia langsung mengarahkan tongkat nya ke Aliken. saat tongkat itu mengarah ke wajah Aliken. Aliken langsung berkata dengan sangat cepat "aku mohon kepada mu, siapa namamu, sebelum aku mati di tempat ini"
lalu orang tersebut tidak jadi memukul bagian wajah Aliken. ia berkata "nama ku ialah Arden sumatrio"
"ohh, namamu bagus juga" kata Aliken sambil mengarahkan tongkat yang ia pegang ke arah wajah Arden. gak lama kemudian Arden langsung memukul bagian leher Aliken dan Aliken pun pingsan.
leher Arden pun langsung di pukul juga oleh Asmira yang masuk ke sekolah itu dengan melewati pintu belakang sekolah.
Arden yang di pukul oleh Asmira bagian leher belakang nya langsung pingsan dan terjatuh ke tanah. saat Arden sudah jatuh ke tanah, Asmira melihat Aliken yang tergeletak di tanah juga dan pingsan di sebelah Arden.
lalu Asmira membawa Aliken ke ruangan UKS(usaha kesehatan sekolah) untuk di obati bagian yang sakit di leher nya.
saat aku sedang menyerang murid murid SMAN 77,aku mendengar suara yang tidak asing di telingaku, suara tersebut adalah suara mobil polisi yang mengarah ke sekolah itu.
__ADS_1
aku langsung memanggil semua teman teman ku untuk langsung pergi dari sekolah itu "polisi datang ke sekolah ini, kita harus pergi dari sini, dan gotonglah teman teman mu yang pingsan itu menuju pondok" kata aku kepada teman teman ku yang tidak pingsan, untuk menggotong teman teman ku ke pondok geng Tarata.
aku pun bersama teman teman ku langsung pergi dari sekolah itu, dan aku bersama teman ku menggotong salah satu teman ku yang pingsan menuju pondok geng Tarata.