KINATA . Karena Darryl.

KINATA . Karena Darryl.
hal bodoh.


__ADS_3

ternyata hal bodoh yang di pikirkan Aliken ialah ia akan meyakinkan Asmira untuk mau bunuh diri bersama dengan dia. memang terlihat agak aneh, tapi begitu, dia menggap dirinya itu sudah akan mati, dia memikirkan "dari pada aku dan Asmira di bunuh oleh geng Tarata, mending aku bunuh diri saja dengan Asmira. aku tidak mau mati karena di bunuh orang yang aku anggap ialah orang paling jahat dalam kehidupan ku, mending aku mati dengan oleh ku sendiri." entah bagaimana Aliken bisa memikirkan seperti itu. aku menganggap nya itu ialah berlebihan, bahkan bukan berlebihan, jika saja ada atasnya "Berlebihan" itulah yang di pikirkan Aliken. intinya aku sudah tidak ngerti lagi dengan pikiran Aliken itu. apakah karena dia anggap sudah tidak ada lagi harapan hidup, atau dia stress.


"ini Asmira nya, silakan bicara hal penting kepadanya. dan aku tidak berhak mengetahui pembicaraan kalian" kata ibunya Asmira kepada Aliken dan Darryl. Asmira pun sudah berada di hadapan Aliken. kedua orang tua Asmira sudah masuk ke dalam rumah nya itu. "ada apa malam menjelang pagi ini ke rumah ku. apa yang Aliken akan bicarakan dengan ku. lalu siapa orang itu yang berada di sebelah mu?. kata Asmira kepada Aliken dan Darryl. "apa bukan anak itu yang berada di kekacauan sekolah itu. anak itu bukan nya bagian dari sekelompok orang yang di pimpin Densi. mengapa ia di sini?"


"ia aku mengetahui hal itu. tetapi dia datang ke sini bukan di pihak Densi. dia datang ke rumahmu ini untuk memberikan info yang seharusnya kamu ketahui" kata Aliken kepada Asmira. "dan dia rela memghianati Densi demi kita. Asmira tenang saja dan santai." kata Aliken kepada Asmira. Asmira yang mengetahui bahwa Darryl ialah bagian dari kelompok Densi merasa kepanikan dan ketakutan. setelah semua itu sudah di ceritakan oleh Aliken ia merasa lega dan tidak panik.


"ok sekarang apa info penting yang akan kalian berikan kepada ku?" kata Asmira kepada Aliken dan Darryl mengenai apa info penting yang akan di berikan nya itu.


"tetapi sebelum kami berikan info ini. aku mau mendengar kamu berjanji bahwa kamu tidak akan panik dan melakukan hal yang seharusnya tidak di lakukan, contoh halnya ialah jangan membuat atau memancing mama kamu keluar dari rumah nya dan jangan membuat tetangga yang berada di sekeliling rumah mu ini mengetahui apa yang sedang di bicarakan ini" kata Aliken kepada Asmira untuk menepati janjinya itu. "aku berjanji untuk tidak melakukan hal yang tidak semestinya aku lakukan contoh halnya bla bla bla dan seterusnya, intinya aku berjanji untuk tidak membuat hal yang di larang itu" ucapan janji Asmira kepada Aliken dan Darryl.


Aliken mencoba Asmira untuk tidak melakukan hal yang di larang nya itu dengan kata-kata "info ini tentang keselamatan kita." Asmira yang mendengar itu langsung panik dan melakukan hal yang di larang oleh Aliken itu. dia berteriak dengan kencang dan membuat mamanya keluar dari rumah nya itu. "apa yang terjadi Asmira anak ku sayang" kata ibunya Asmira kepada Asmira. "tidak mah, aku tidak ada masalah sedikit pun. aku tadi hanya bercanda sedikit oleh Aliken" jawab Asmira kepada mamamya itu. ibu Asmira yang mengetahui itu hanya sebuah candaan ia hanya tersenyum dan masuk ke dalam rumah nya lagi.

__ADS_1


"tadi aku bilang apa Asmira?. jangan melanggar aturan yang baru aku buat tadi. belum seberapa dari poin info ini kamu sudah melanggarnya. aku tidak yakin jika kamu tidak akan melanggar aturan nya" ucap Aliken kepada Asmira. Asmira menjawab ucapan Aliken "baik kali ini aku benar-benar berjanji aku tidak akan melanggar aturan yang kamu buat tadi. tadi itu aku hanya kaget saja, kamu kan juga tau aku baru bangun dari tidur. jadi wajarlah aku shok seperti itu, nyawahku belum terkumpul dan sudah mendengar tentang itu. intinya sekarang aku berjanji untuk tidak melanggar aturan itu" jawab Asmira kepada Aliken.


Aliken mengajak Darryl dan Asmira ke tempat yang lumayan sepi dan tidak terdapat orang di sekitarnya. ia membawa Asmira dan Darryl ke taman yang berada di sekitar rumahnya itu. di taman itu hanya ada pepohonan yang tidak terlalu tinggi, sekitar empat meter tinggi pohon pohon itu. mereka masuk ke dalam pohon pohon itu untuk memastikan bahwa tidak ada yang mendengar infonya itu. walaupun tempat itu sangat gelap sekali mereka tetap memilih tempat itu. di tempat itu terlihat seperti tempat angker, karena banyaknya pohon di taman itu. mereka pun sudah berada di sekeliling pohon pohon taman itu.


"ok aku membawa kalian ke tempat ini pasti ada maksud nya. aku membawa kalian berdua ke tempat ini karena aku sangat yakin sekali, bahwa jika kita berbicara di depan rumah itu, pasti akan ada yang mendengar hal ini. intinya aku membawa kalian ke tempat ini karena ada maksud" kata Aliken kepada Darryl dan Asmira. "info ini mengenai keselamatan aku dan kamu Asmira. waktu di sekolah itu, aku sudah memberitahu kepada kamu pada saat kamu ingin memberi info mengenai Densi dan anggotanya kepada polisi yang meminta info mengenai Densi dan anggota nya. aku kasih tau kepada mu untuk tidak memberikan info itu kepada polisi, tetapi kamu tetap memberikan info Densi dan anggotanya ke polisi. tentunya dengan semua itu Densi tidak Terima bahwa info nya dia dan anggota kelompoknya itu di berikan kepada polisi itu. dan polisi pasti akan terus mencari dia dan anggotanya itu, polisi mencari mereka itu karena perbuatan kamu Asmira dan aku. karena dia tidak Terima dengan semua ini pasti sesuka hatinya Densi akan dia lakukan kepada aku dan kamu, pasti dia akan lakukan termasuk membunuhnya. Densi mengetahui bahwa aku dan kamu yang memberikan info nya kepada polisi kerena anak ini, anak ini bernama Darryl. saat aku mendengar hal ini dari Darryl, aku sama dengan mu, aku langsung panik dan aku langsung ketakutan. percuma jika kita beritahu info ini kepada orang tua kita, yang ada situasi semakin buruk. mereka sudah merencanakan pembunuhan aku dan kamu secara matang dan terkendali, jadi jika kita beritahu info ini kepada orang lain termasuk orang tua kita, tidak ada gunanya. aku sampai sekarang masih memikirkan hal terbaik untuk semua ini, dan aku menemukan nya walau bukan yang terbaik" kata Aliken kepada Asmira "tetapi sebelum aku berikan hal terbaik ini kepada mu, aku minta Darryl untuk waktu sebentar menjauh dari aku dan Asmira. hal ini tidak boleh di ketahui oleh siapa pun termasuk Darryl teman baik ku"


Darryl di suruh Aiken untuk menjauh sementara dari sekitarnya. Darryl pun pergi dari hadapan Aliken mejahui Aliken dan Asmira, ia pergi ke depan rumah Asmira. meskipun malam itu sudah menjelang pagi, tetapi belum ada cahaya matahari sedikitpun yang muncul dari arah Timur. pada saat itu jam menunjukan pukul 03.00.


Asmira yang mendengar hal itu tiba tiba merasakan panik dan ketakutan dalam dirinya itu semakin kuat. apa yang di rasakan Asmira itu ialah hal yang sangat wajar sekali. kematian sudah berada sangat dekat ke arahnya, perasaan yang ada pasti ialah panik dan ketakutan. jika aku, kamu(pembaca) dan semua orang yang tidak menduga kapan kematian itu akan berada di kehidupan kita, pasti akan merasa aku, kita, dan semua merasa baik baik saja, karena kita tidak mengetahui kapan kita meninggalkan dunia ini. tetapi jika kita sudah mengetahui bahwa kematian itu berada sudah dekat dengan diri kita, pasti kita belum siap, belum siap untuk meninggalkan orang yang kita sayangi termasuk orang tua, belum siap meninggalkan apa yang kita miliki di dunia ini, belum siap untuk mengakui dosa dosa kita kepada Tuhan atau pencipta kita, intinya belum siap. karena belum siap itulah akan menimbulkan kepanikan, ketakutan, depresi, dan lain sebagainya. tentunya apa yang di rasakan Asmira dan Aliken sama dengan hal itu, dia merasakan ketakutan, kepanikan, depresi, dan berfikir sempit, cepat sekali memutuskan hal yang di anggap nya itu benar dan tepat (padahal tidak tepat dan benar).


"aku ingin tanya sedikit mengenai hal ini. apakah kamu rela hidup mu itu di bunuh oleh Densi dan anggotanya itu?. kalau aku sih tidak rela, ya memang besok ialah hari aku tidak berada di dunia tetap saja aku tidak rela Densi dan anggotanya itu menewaskan ku atau membunuh ku. jadi aku putuskan untuk membunuh diri ku sendiri saja, walau kedengaran nya seperti hal hal bodoh, tetapi hal ini sudah aku pertimbangkan sebaik mungkin. aku tidak ingin atau tidak mau melihat Densi berada di depan wajahku untuk membunuhku. inti dari semua ini ialah aku tidak ingin diriku ini di bunuh oleh Densi, tetapi akulah yang membunuh hidupku ini" kata Aliken kepada Asmira. "dan jika keputusanmu atau apa yang harus kamu lakukan besok pagi tidak sama seperti ku tidak masalah. tetapi jika keputusan atau yang ingin kamu lakukan besok pagi sama dengan ku, kamu Asmira bisa ke rumah ku, aku hanya bisa menunggu sampai jam 09.00.dan jika kamu tidak kamu tidak datang juga, jangan berharap aku akan berada di sebelahmu saat kamu di bunuh oleh Densi. mengerti?" ucap Aliken kepada Asmira.

__ADS_1


"ok jika begitu mau kamu, aku akan pergi ke kamar rumahku dan mempertimbangkan hal ini sampai jam 08.30. jika aku tidak datang juga, itu artinya aku tidak bisa mengikuti keputusan mu, tetapi jika aku datang ke rumahmu, itu artinya aku mengikuti apa yang akan kamu lakukan selanjutnya, walaupun itu kematian." jawab Asmira kepada Aliken mengenai pikiran bodoh nya Aliken.


"ok jika begitu. jika kamu hadir ke rumahku aku akan menyiapkan tali tambang untuk kamu gantung kepala mu itu di tali itu, dan tentunya aku akan menyiapkan tali gantung untuk diriku juga. yang harus kamu ingat, kamu jangan panik dan ketakutan dengan semua ini. santai saja dan tenang untuk menghadapi semua ini. aku yakin sekali akan ada jalan keluar untuk semua ini. tetapi jika tidak ada jalan keluar, aku telah siap untuk meninggalkan dunia ini. apakah kamu telah siap untuk meninggalkan dunia ini?" tanya Aliken kepada Asmira. "jawaban itu aku akan jawab jika aku datang ke rumah mu besok pagi" jawab Asmira kepada pertanyaan Aliken tadi.


aku rasa Asmira sudah terpengaruh oleh pikiran bodoh Aliken itu. terlihat Asmira mengikutinya. tetapi mudah mudahan Asmira tidak mengikuti dan tidak datang ke rumah nya Aliken saat besok pagi. nyatanya lebih baik kematian datang kepada diri kita, kamu dan semua yang berada di dunia ini, dari pada kitalah yang mengundang atau membawa kematian itu datang kepada diri kita, karena semua itu tidak ada artinya jika kita sendiri tidak tau kapan kita mati. bayak orang jika di tanya "hari apa kamu akan mati" pasti banyak orang yang mengatakan "saya tidak mengetahui kapan saya akan mati, karena itu semua Tuhan yang tau." tapi tidak sedikit orang yang mengetahui kapan ia harus mati karena beberapa hal.


lalu Asmira dan Aliken selesai berbicara banyak hal mengenai kematian nya itu. "ya sudah jika sudah mengerti aku dan Darryl akan pulang ke rumah masing masing. tetapi ingat ya, jika kamu tidak datang juga besok jam sembilan pagi, mungkin kamu akan melihat aku tergantung di tali tambang sebelah tali gantung yang aku siapkan untuk mu" kata Aliken kepada Asmira. "ya sudah, aku akan pulang ke rumah ku dan aku akan langsung menuliskan di buku beberapa pertimbangan yang aku akan jadikan sebuah keputusan akhir dalam hidup ku, aku berharap keputusan yang aku ambil ini akan menjadi keputusan terbaik dalam hidupku ini" jawab Asmira kepada Aliken


Asmira dan Aliken yang berada di pepohonan itu langsung pergi meninggalkan tempat itu dan menuju rumah nya masing masing. "Aliken aku masuk ke dalam rumah ku ya" izin Asmira kepada Aliken untuk ia masuk ke dalam rumah nya yang tidak jauh dari taman mereka berada. "ya sudah jika begitu. aku pulang ke rumah ku ya" jawab Aliken menanggapi izin Asmira itu.


Asmira menuju rumah nya itu dan Aliken menghampiri Darryl yang menunggu di bagian depan rumah nya Asmira. sesampainya Aliken di hadapan Darryl ia mengatakan "ayo sekarang pulang ke rumah" Darryl menjawab "ya sudah jika begitu. Asmira sudah mengetahui info ini dan tanggung jawab ku artinya sudah selesai.

__ADS_1


Aliken dan Darryl berjalan menuju rumah Aliken. tampak awan di langit masih gelap walau sudah terlihat sedikit cahaya matahari. mereka berjalan melewati jalur yang sama yang ia lewati sebelum nya, melewati jalan Darryl bertemu orang tuanya ia juga lewati. sesampainya di rumah Aliken Darryl mengatakan "Aliken aku mau bertemu dengan kedua orang tuaku yang kita temui saat di jalan tadi. aku sangat yakin jika saja aku tidak mengenalimu, mungkin aku juga tidak mengenali kedua orang tuaku hingga sampai tua nanti. intinya aku sangat bersyukur sekali bisa bertemu dengan mu. dan jika kamu membutuhkan bantuan ku, langsung saja menelfon nomorku ini. sekali lagi aku sangat berterima kasih kepada mu Aliken"


Aliken menjawabnya "ia, aku juga sangat berterima kasih kepada mu juga untuk semua yang telah kamu lakukan malam ini" kepada Darryl.


__ADS_2