KINATA . Karena Darryl.

KINATA . Karena Darryl.
kekacauan yang usai.


__ADS_3

Asmira pun membuka pintu UKS itu dan dengan terkejut melihat semua murid SMAN 77 berada di lapangan. ia pun mendengar suara bapak bapak dengan suara berat nya dan berkata "anak anak, apakah ada yang tahu jelas tidak kejadian yang terjadi di sekolah ini" ternyata yang berbicara itu ialah seorang polisi yang gemuk dengan tinggi seratus tujuh puluh meter, ia berkumis dan mengenakan topi yang berlogo kepolisian jakarta pusat.


Asmira berfikir "siapa itu di depan sana?, mengapa semua orang tertuju kepadanya?, apa yang ia lakukan di sekolah ini ya"


setelah itu, polisi tersebut berkata "ada anak sekolah ini yang bernama Asmira tidak?. soalnya ia yang menelfon ku dan menyuru beberapa anggota ku untuk datang ke sekolah ini"


"bapak mencari yang anak yang bernama Asmira di sekolah ini?" tanya guru yang mengajari Asmira itu kepada polisi yang menanyakan tentang Asmira


"ia bu. kami datang ke sekolah ini atas panggilan warga, warga tersebut menyebutkan nama nya kepada saya yaitu Asmira. satu kali lagi ibu Asmira" jawab polisi itu kepada guru yang tadi menanggapi ucapannya.


''jika bapak mencari murid sekolah ini yang bernama Asmira, bapak tunggu di sini sebentar. aku akan mencari anak yang bapak maksu--" kata guru itu kepada polisi yang mencari Asmira dengan ucapan yang di potong seorang anak muridnya


"ibu tidak perlu mencari akan itu lagi. aku akan maju ke depan menuju samping polisi itu dan berkata yang sebenarnya tentang apa yang terjadi di sekolah ini. hanya saya yang mengetahui apa yang barusan terjadi" kata Asmira kepada guru yang akan mencari nya dan membawakan nya kepada polisi itu. semua murid pun terkejut dan langsung menghadap ke arah nya dan menatap nya dengan rasa heran. entah apa yang harus murid murid itu herankan. aku juga masih merasa bingung sedikit sih dengan tatapan murid murid itu kepada Asmira.


Asmira pun berjalan menuju polisi tersebut. satu demi langkah ia lalui lapangan itu dengan rasa gugup nya. ia bingung harus mengatakan apa yang terjadi. semua murid itu yang berkumpul dan yang Asmira anggap mereka mmenghalangi jalan nga, memberika jalan kepada nya. semua murid yang berada di hadapan nya mundur ke arah belakang, baik yang berada di kanannya dan kirinya. seolah olah mereka semua ingin mengetahui apa yang terjadi tadi dengan cepat.


hentakan kaki Asmira sangat pelan sekali menuju polisi itu sambil melihat teman dan murid lain di sebelah kiri dan kanan nya. seolah olah Asmira di situ seperti selebriti yang di minta tanda tangannya. setelah ia jalan dengan perlahan dan pelan nya. Asmira pun sampai di hadapan polisi itu. semua murid di belakang nya, yang memberikan jalan bagi nya, langsung maju dan menghadap ke polisi itu lagi. mereka seolah olah menutup jalan yang ia buat hanya untuk Asmira.


"baik Pak. aku sudah berada di hadapan bapak. apa yang bapak minta dariku?" tanya Asmira kepada polisi itu di hadapan nya yang berjarak kira-kira satu koma lima meter dari nya.

__ADS_1


"baik Asmira. bapak hanya ingin menanyakan satu pertanyaan dulu, untuk melanjutkan pertanyaan pertanyaan selanjutnya. kata polisi itu "apakah benar ini Asmira yang menelfon kantor kepolisian jakarta pusat?"


Asmira pun menjawab "ia pak, tadi saya yang menelfon bapak untuk datang ke sekolah ini"


"baik jika begitu. kamu aku bawa ke kantor kepolisian jakarta pusat, untuk di mintai keterangan dan pertanyaan selanjutnya" kata polisi itu kepada Asmira.


"bapak tidak bisa membawa Asmira ke kantor polisi begitu saja. ini sekolah, ini murid murid yang begitu banyak ini(seluruh murid yang belajar di sekolah itu sekitar seribu siswa) dan guru guru yang mengajar di sekolah ini. itu semua tanggung jawab saya jika ada kejadian seperti ini. saya, murid murid ini, dan guru guru sekolah ini berhak mengetahui kejadian apa dan penyebab nya mengapa sekolah ini terjadi hal yang tidak kami duga awalnya!" ucap Ibu Dewi kepada polisi itu dengan suara tegas dan kerasnya, seolah olah ibu Dewi tidak takut kepada polisi itu.


polisi itu mendengar perkataan kepala sekolah itu tadi dan berfikir apa yang harus ia lakukan. setelah berfikir panjang tentang itu ia memutuskan kepada ibu Dewi dan berkata "baik ibu, ini semua. semua yang terjadi di sekolah ini memang merupakan bagian tanggung jawab ibu dan dalam kondisi seperti apa yang tadi terjadi ini juga bagian dari tanggung jawab saya dan anggota saya, serta kepolisian jakarta pusat. aku mau bertanya kepada ibu. apa yang seharusnya aku dan ibu lakukan?" ucap polisi itu kepada ibu Dewi.


setelah mendengar hal itu. ibu Dewi langsung mengucapkan "yang harus kita lakukan ialah suruh Asmira berbicara di depan sini apa yang barusan terjadi dan penyebab nya. supaya aku, murid murid yang begitu banyak di hadapanmu dan guru guru serta anggota polisi yang berada di sekolah ini mengetahui apa yang terjadi tadi!" kepada polisi itu.


polisi itu menyetujui apa yang diminta oleh ibu Dewi itu padanya. ia pun menyetujui keputusan dan pendapat ibu Dewi selalu kepala sekolah itu "baik ibu Dewi. kami selalu kepolisian jakarta pusat. menyetujui apa yang ibu Dewi sarankan dan kehendaki" kata polisi itu kepada ibu Dewi.


Asmira yang berdiri di hadapan polisi itu merasa kebingungan dengan pendapat dua orang itu. ia pun di panggil oleh polisi itu dan di suruh di sebelah nya "Asmira aku minta kepada mu untuk maju ke segala bapak, supaya muridurid sekolah ini dan guru guru dapat melihat adek saat memberikan penjelasannya" kata polisi yang berada di hadapan nya kepada Asmira.


Asmira pun maju ke sebelah polisi itu dengan sangat percaya diri. ia pada sesaat langsung ada rasa percaya dirinya di dalam tubuh nya yang tiba tiba muncul. aku juga tidak mengetahui dari mana datangnya rasa percaya diri itu. tetapi yang Asmira ceritakan kepada ku, ia saat itu langsung timbul rasa percaya dirinya yang dia tidak ceritakan kepada, datangnya dari mana rasa percaya diri itu. intinya pada sesaat ada rasa percaya diri yang muncul dari hadapan nya. ia tersenyum kepada polisi itu dan maju ke sebelah polisi itu. pada saat itu perasaan itu tiba tiba berbalik seratus delapan puluh derajat dengan perasaan yang ia rasakan sebelum nya.


Asmira pun sampai di sebelah polisi itu dengan senyum yang manis dan seperti membawa keceriaan pada saat semua orang yang berada di sekolah itu merasa tidak ada keceriaan mana pun. murid murid yang menatapnya dari yang di lantai tiga sekolah itu, lantai dua sekolah itu, dan yang di lapangan merasa ikut tersenyum bahagia kepada Asmira pada saat ia di sebelah polisi itu. begitu juga dengan polisi dan guru guru itu. mereka merasa sangat ceria pada saat Asmira di sebelah polisi itu. suasana di sekolah itu berubah menjadi seperti sekolah yang penuh dengan sukacita, senyuman terlihat dari depan sekolah. jika kamu berada di sekolah itu pada saat itu. kamu aku rasa juga memiliki rasa sukacita dan ceria pada saat kamu masuk sekolah itu, kamu jadi percaya diri dengan kondisi mu, dan merasa semua murid itu menatap dengan senyum manisnya. karena raut wajah murid murid itu dan guru guru itu sangat ceria sekali.

__ADS_1


ternyata Asmira melakukan hal itu, karena ia yakin sekali jika semua orang tersenyum dan merasa bahagia kepada yang lain nya maka di situ muncullah percaya diri yang hilang dari dirinya. ia sudah memikirkan hal itu pada saat ibu Dewi dan polisi itu sedang berbincang bincang. pada saat itu ia langsung mendapatkan sebuah gambaran yang muncul di kepalanya. pikiran itu berkata "dengan senyuman menghasilkan percaya diri", Asmira berkata kepada ku awalnya ia tidak mengetahui maksud pikiran itu, tetapi setelah ia berfikir dengan sangat kritis ia menemukan maksud itu.


semua orang yang berada di sekolah itu termasuk anggota polisi yang berada di sekolah itu merasa bahwa Asmira membawa sukacita kepada sekolah itu. lalu polisi itu langsung menanyakan beberapa hal kepada nya "Asmira entah apa yang berada dalam tubuh mu itu pokoknya aku merasa ada keceriaan dalam diri bapak. ok pertanyaan pertama apa penyebab kejadian tadi terjadi?" tanya polisi itu kepada Asmira.


Asmira menarik nafas sedalam mungkin dan menghembuskan nya ke udara, ia melakukan hal itu sebanyak dua kali setelah menarik nafas Asmira tersenyum dan mengatakan apa yang ia ketahui kepada polisi itu "ok aku akan perkenalkan bapak dengan salah satu murid sekolah ini yang menyebabkan kejadian ini terjadi. nama anak itu ialah Aliken, tetapi tidak sepenuhnya kejadian ini terjadi karena Aliken. kejadian ini terjadi karena salah satu orang yang waktu dulu bersekolah di sekolah ini, anak itu bernama Densi ana--" ucapan Densi di potong oleh ibu Dewi yang terkejut karena mendengar bahwa Densi terlibat dalam kejadian ini.


"maaf aku memotong pembicaraan mu Asmira, apa tadi yang kamu bilang itu. Densi terlibat dalam situasi seperti ini?" tanya ibu Dewi kepada Asmira dengan memotong pembicaraan Asmira.


"ia bu, Densi terlibat dalam situasi saat tadi terjadi. masalah ini terjadi karena Aliken dengan Densi bu" jawab Asmira kepada ibu Dewi.


"ok Pak polisi. aku akan bercerita tentang Densi sedikit mengenai anak itu. memang dulu Densi dan Aliken memiliki hubungan yang sangat buruk sekali. bahkan aku mendengar dari orang tuanya saat mengajukan surat pengunduran diri. orang tuanya bercerita Densi keluar dari sekolah ini dan tidak mau melanjutkan sekolahnya karena Aliken. saya sendiri tidak mengetahui penyebab itu terjadi. tetapi yang saya tau, Densi pernah tidak sengaja mendorong Aliken ke got yang berada di sisi lapangan ini. Densi bercerita kepada saya selaku kepala sekolah ini, bahwa ia mendorong Aliken ke got itu karena hal yang tidak di sengaja, tetapi penyebab Densi tidak mau sekolah di sekolah ini karena Aliken belum saya ketahui hingga saat ini Pak. mungkin kejadian ini jawaban mengenai mengapa Densi tidak mau bersekolah di sekolah ini karena Aliken" kata ibu Dewi kepada polisi itu.


"ok saya semakin mengerti apa penyebab ini terjadi. sekarang saya minta Asmira melanjutkan penjelasan tadi yang kamu ingin sampaikan" kata polisi itu kepada Asmira.


pada saat itu keadaan Aliken masih tidak menyadarkan diri. saat beberapa lama di ruangan UKS itu mata Aliken mulai berkedip dengan sangat lambat. kulit matanya terlihat ada pergerakan. tampak nya Aliken tidak lama lagi akan sadar dari pingsan nya. Aliken melihat di sekitarnya terlihat sangat buram dan tidak terlihat jelas. ia menutup matanya lagi dan membukanya lagi dengan sangat perlahan, kedipan kedua sudah lebih baik dari kedipan pertama, tetapi masih tidak terlihat tidak jelas. Aliken pun menutup matanya lagi, ia bisa membuka matanya dengan cepat dan penglihatan nya sudah sangat jelas walaupun masih ada rasa sakit pada bagian kepala nya. Aliken pun menyadari bahwa ia berada di atas kasur dan berada di dalam ruangan yang tidak terlalu besar.


Aliken merasakan tubuhnya belum merasa baik. ia merasakan bagian punggung belakang nya masih sakit untuk ia gerakan. Aliken mencoba untuk berdiri dari kasurnya. ia pun perlahan mulai bisa duduk di kasur itu, dan ia mulai mencoba untuk berdiri dan keluar dari ruangan itu, ia mendengar suara yang sepertinya berada di luar ruangan itu. ia ingin mengetahui apa yang terjadi di luar ruangan itu. Aliken pun mencoba untuk berjalan menuju sumber suara itu. ia pun perlahan berjalan dengan kondisi yang belum memungkinkan untuk ia bisa berjalan. tetapi Aliken memaksa kakinya itu untuk berjalan keluar ruang itu. ia pun berjalan dengan tidak seimbang, sesampainya di dekat pintu, ia tersandung dan menabarak meja besi di sekitar itu. meja itu mengarah ke pintu itu. tertabaraklah meja itu ke pintunya dan Aliken terjatuh.


Asmira yang sedang ingin berbicara mengenai penyebab terjadinya kejadian tadi pagi itu kepada polisi dan semua orang yang berada di sekolah itu, mendengar suara yang lumayan kencang dari arah UKS itu. semua murid pun kaget mendengar nya, karena kencang nya suara itu. Asmira pun kepanikan dan ia tidak jadi berbicara, ia langsung berlari menuju UKS itu melewati murid murid yang berkumpul di lapangan. ia berlari menuju ruang UKS itu dengan perasaan yang panik. sesampainya di depan pintu ruangan itu Asmira langsung membuka pintunya dan melihat keadaan Aliken yang terjatuh dan tidak berdaya itu. Asmira pun langsung mengangkat Aliken dari lantai ruangan UKS itu, dan membawanya ke kasur yang berada di sebelahnya.

__ADS_1


Asmira langsung memberikan minum saat Aliken sudah sampai di kasur itu dan Aliken terduduk di kasur itu.


__ADS_2