
setelah itu, aku juga melihat beruang putih yang di rantai di bagian bawah istana itu, ia mengamuk tak henti saat melihat aku dan kawan kawan aku, sampai sampai aku lihat, rantai beruang putih itu hampir lepas, tetapi rantai beruang itu katanya sangat kuat. aku juga melihat banyaknya menara menara yang mengelilingi menara utama Kerajaan itu, ada sekitar tiga lapis menara yang mengelilingi menara utama Kerajaan tersebut, saat itu aku berada di sebelah menara lapisan terluar, menara lapisan terluar ialah menara yang paling besar dan tinggi. Tanori yang berada di sebelahku menyuruhku dan kawan kawan aku untuk masuk ke dalam menara yang berada di sebelah kita. aku dan kawan kawan aku serta satu Tanori yang bersama kita pun masuk ke dalam menara itu.
di dalam menara itu hanya sebuah tangga yang mewah yang menuju puncak menara, anak tangga itu pun di lapisi keramik yang terlihat mewah, tangga itu membawa kita menuju puncak menara itu, puncak Kerajaan, dan bangunan tertinggi di negeri Kinata, aku lewati satuper satu anak tangga yang cantik itu, hingga akhirnya aku bersama kawan kawan aku serta satu Tanori yang bersamaku telah sampai di puncak menara itu. ternyata maksud Tanori itu tidak membawa aku dan kawan kawan ku mengelilingi negeri Kintat ialah, terlihat dari puncak menara itu kegiatan dan aktivitas masyarakat negeri Kinata, sangat terlihat sekali apa yang berada di bawah menara itu, terlihat dari atas menara itu bangunan lingkaran yang besar dan tinggi itu, terlihat juga isi dari bangunan yang tinggi dan besar itu, terlihat masyarakat sedang melakukan segala kegiatan dan aktivitas yang di lakukan. betapa indahnya negeri Kinata saat di lihat dari puncak menara itu, Kerajaan yang besar dan megah itu juga terlihat dari pulau-pulau di seberang pulau utama negeri Kinata, yang termasuk juga pulau itu ke dalam kekuasaan negeri Kinata. udara yang di rasakan di puncak menara itu sangat terasa sejuk dan enak saat di hirup.
__ADS_1
saat aku dan kawan kawan ku sedang menikmati pemandangan yang indah dan bagus itu, Tanori yang berada di sebelah kita mengatakan "baiklah sudah cukup waktu kalian menikmati pemandangan negeri yang cantik ini, sekarang saatnya kalian menuju pengadilan negeri Kinata, aku akan menghantarkan kalian ke pengadilan yang akan melakukan sidang terhadap kalian berempat. ayo sekarang kalian semua turun dari menara ini dengan hati-hati dan pelan." karena Tanori itu berkata kepada kita untuk menuju pengadilan, aku dan kawan-kawan ku tidak bisa membantah, kita pun turun dari menara itu untuk menuju pengadilan. pengadilan di negeri Kinata hanya ada satu saja, nama pengadilan tersebut ialah pengadilan Tewita, pengadilan tertinggi dan satu satunya di negeri Kinata.
sistem pengadilan tersebut ialah, di mana ada empat hakim di dalam nya, dan satu hakim utama dan tertinggi, lalu di lanjut di bawah derajatnya ialah pembela, pembela berada di derajat ke tiga dari susunan tertinggi, lalu di bawah pembela, ada penuntut, jumlah penuntut di pengadilan itu bukan hanya satu atau dua orang saja, melainkan paling sedikit dua puluh lima orang, lalu di bawah penuntut ada terdakwa, terdakwa ialah orang yang akan di hakimi atau di tentukan nasibnya oleh hakim utama setelah mendengar dan mempertimbangkan beberapa faktor.
__ADS_1
aku dan kawan kawan ku menuruni menara itu, dan sesampainya di bawah menara itu, aku berada dan kawan-kawan ku berada kembali di gerbang keluar masuk Kerajaan. lalu Tanori yang bersama aku dan kawan-kawan ku menunjukan dan mengarahkan kita ke tempat pengadilan tersebut. jarak pengadilan dari gerbang keluar masuk Kerajaan lumayan jauh, bisa di bayangkan, betapa besarnya Kerajaan itu, sampai jarak menuju pengadilan lumayan jauh. aku dan kawan-kawan ku memasuki Kerajaan itu, setelah memasuki, kita pun melewati banyak sekali ruangan ruangan yang berada di dalam nya, setelah memasuki ruangan-ruangan yang terdapat di Kerajaan itu, sampailah aku di pintu pengadilan tersebut. pintu pengadilan tersebut sangat tinggi dan cantik, warna pintu itu ialah putih dengan tekstur yang memperindah pintu itu. saat kita telah sampai di hadapan pintu pengadilan, di bukalah pintu pengadilan tersebut oleh dua Kureta yang bekerja di Kerajaan itu sebagai pelayan.
lalu tempat duduk aku berada di depan penuntut yang lumayan mewah. terdapat empat kursi terdakwa di hadapan hakim-hakim tersebut. keempat hakim yang sudah berada di ruangan itu terlihat mengenakan mahkota yang di maksud Lesi. keempat hakim tersebut juga mengenakan baju yang sama, yaitu pakaian berwarna biru yang memanjang sampai kakinya, di tengah-tengah baju nya itu terdapat gambar yang berbeda, jika dari golongan Kureta, maka pakaian tersebut bergambar makhluk Kureta di tengah nya. jika Tanori, maka terdapat gambar makhluk Tanori di tengah tengah bajunya, begitu juga dengan yang lain nya.
__ADS_1
aku, Asmira, Densi, dan Aliken duduk di kursi yang telah di sediakan di hadapan hakim, dan di depan penuntut. saat aku berada di ruangan tersebut, jantungku sangat berdebar kencang entah karena apa. aku di ruangan itu merasa panik dan takut, perasaan yang aku rasakan ternyata di rasakan oleh Aliken, Asmira, dan Densi. kita semua merasakan hal yang sama di tempat itu. setelah beberapa lama aku dan kawan-kawan ku duduk di kursi hadapan hakim, ratu Sabrina selaku hakim utama di pengadilan tersebut memasuki ruangan pengadilan tersebut.
dengan paras rupa cantiknya itu ia memasuki ruangan itu dengan gaya nya sendiri. pakaian yang dikenakan oleh ratu Sabrina sangat mewah dan cantik, di pakaian nya tersebut terdapat gambar keempat makhluk Negeri Kinata, dan makhluk-makhluk yang berada di pakaian ratu seperti sedang menyembah ratu Sabrina. dengan bibir merah nya itu ia mengecap ngecapkan bibirnya tersebut. seluruh makhluk hidup yang berada di ruangan tersebut seketika langsung berdiri tanpa ada perintah. saat ratu Sabrina melewati nya, orang yang berada di hadapan nya itu membukukan tubuhnya, itu menandakan sikap horamatnya kepada ratu. aku pun mengikuti apa yang di lakukan apa yang di lakukan semua makhluk di ruangan itu. aku bersama kawan-kawan aku berdiri dan saat ratu lewat di hadapan ku, aku membukukan badan ku layak nya menghormati seorang pemimpin. ratu Sabrina pun telah sampai di kursi yang paling tinggi dan ia duduk di kursi tersebut. meja di hadapan ratu itu terdapat tongkat yang terlihat cantik, tinggi tongkat itu ialah satu meter, tongkat tersebut di lapisi berlian putih yang sangat cantik.
__ADS_1