KINATA . Karena Darryl.

KINATA . Karena Darryl.
selesai nya kekacauan tersebut.


__ADS_3

kekacauan yang terjadi di sekolah itu sudah selesai dengan datang nya polisi ke sekolah itu.


lalu Aliken yang berada di ruang UKS bersama Asmira, Asmira menunggu Aliken bangun dari kasur nya.


sebanyak sepuluh murid SMAN 77 pingsan tergeletak di lapangan dan di luar sekolah, dua guru perempuan juga pingsan di jalan karena kerasnya pukulan batu yang mengarah kepada nya. seorang guru laki laki yang ikut bersama dua puluh murid tersebut juga pingsan terbaring di jalanan luar sekolah karena tongkat bambu yang memukul lehernya.


kondisi sekolah pada saat itu sudah sangat tidak seperti sekolah lagi. suara mobil polisi masih berbunyi berkumandang di depan sekolah itu. lalu seorang polisi masuk ke dalam sekolah itu melewati pintu belakang sekolah itu , tempat Aliken di pukul bagian leher nya.


polisi itu terus berjalan melewati pintu itu dan menuju kantor kepala sekolah. ia pun sampai di depan kantor kepala sekolah. "tok" "tok" "tok" suara ketukan pintu kantor kepala sekolah yang di ketuk oleh polisi tersebut.


"masuk" kata kepala sekolah itu kepada polisi dari dalam ruangan nya. polisi tersebut masuk ke dalam kantor kepala sekolah itu dan duduk di kursi yang telah di siapkan untuk para tamu bertemu kepala sekolah.


"sebenarnya apa yang terjadi di sekolah ini bu?" tanya polisi kepada kepala sekolah itu.


kepala sekolah tersebut menanggapi polisi tersebut dan berkata "saya tidak mengetahui apa yang tadi terjadi di sekolah ini pak. saat saya sedang mengerjakan tugas saya sebagai kepala sekolah, saya mendengar dari ruangan ini. suara kaca yang sepertinya terjatuh dan pecah. lalu saya langsung memeriksa hal tersebut. saat saya membuka pintu ruangan ku, saya melihat ada banyak sekali orang yang berada di luar gerbang sekolah, saya pun berdiri menatap orang orang itu. saat saya menatap nya, saya di kejutkan oleh batu yang mengarah kepada saya. setelah terjadi semua itu saya tidak ingat lagi selanjutnya. saya pun terbangun dan kembali ke ruangan ku, tentunya saya kembali ke ruangan ku karena saya tidak ingin terkena batu itu lagi. saat saya sedang mau duduk. bapak mengetuk pintu ruangan saya dan bapak menanyakan apa yang terjadi, tentunya saya tidak mengetahui apa yang terjadi tadi." kata ibu kepala sekolah SMAN 77 itu kepada seorang polisi yang menanyakan apa yang terjadi di sekolah nya.


"jika ibu tidak mengetahui apa yang terjadi di sekolah ini, apa ibu tau? salah satu guru yang mengetahui kejadian ini" tanya polisi kepada ibu kepala sekolah.

__ADS_1


"jika bapak menanyakan seperti itu, aku akan mencari tau jawaban nya. aku akan mengumpulkan seluruh guru yang mengajar di sekolah ini dan tentunya seluruh murid yang juga berada di kejadian ini dan tentunya kamu(polosi) dan seluruh anggota mu yang berada di sekolah ini. aku akan mengumpulkan seluruh murid SMAN 77 dan guru guru di lapangan ini. pihak kepolisian yang berada di tempat ini akan berada di depan anak anak dan guru guru, untuk menanyakan apa yang semestinya di tanyakan. kapan hal ini bisa di lakukan?" kata ibu kepala sekolah kepada seorang polisi yang bersama nya.


"hari ini juga, secepatnya!" jawab polisi itu kepada ibu kepala sekolah tersebut.


ibu kepala sekolah itu bernama ibu Sarina sri putri dewi. biasa di panggil di sekolah nya ialah ibu Dewi.


"ok jika begitu mau nya, aku akan mengumpulkan murid murid, guru guru, dan semua orang yang berada di sekolah ini" kata ibu Dewi kepada polisi itu.


ibu Dewi pun meninggalkan ruangan itu dan polisi tersebut menuju ruang guru.


hentakan kaki ibu Dewi berjalan seperti buru buru dan cepat dan setelah sekian lama ibu Dewi pun sampai di ruangan guru beristirahat.


"tok" "tok" "tok" tentunya suara ketukan pintu. lalu di bukanya pintu ruangan guru itu oleh seorang guru yang mendengar nya. setelah di bukanya "oh ternyata kepala sekolah yang mengetuk pintu nya" kata seorang guru yang membukanya.


"silakan masuk bu" kata guru itu. "yah terimakasih sebelum nya sudah menyambutku dengan ramah, tetapi aku datang ke sini untuk mengatakan sesuatu hal yang penting" kata ibu Dewi kepada guru itu.


setelah berbincang bincang ibu Dewi pun masuk ke ruangan itu dan betapa kaget nya dan terkejut melihat tiga guru yang tertidur di lantai dengan karpet dan sedang di obati oleh dokter yang di panggil langsung dari rumah sakit.

__ADS_1


"apa ya g terjadi oleh tiga guru tersebut?" tanya ibu Dewi kepada seorang guru yang berada di sebelah nya.


lalu di jawab nya pertanyaan ibu Dewi oleh seorang guru yang di tanya nya "ini bu, tadi tiga guru tersebut terkena batu yang di lempar oleh orang orang di luar sana"


"ohh bukan cuma aku saja yang terkena, tetapi tiga guru ini juga terkena" kata ibu Dewi menanggapi ucapan seorang guru tadi.


"ok aku tidak mempunyai waktu banyak untuk berbicara di sini, mungkin lain hari aku punya waktu untuk berbicara dengan kalian semua. sekarang para guru guru terhormat, kumpulkan murid murid sekolah ini dan suruh nya berkumpul di lapangan!" kata ibu Dewi kepada semua guru yang berada di depan nya.


"ada apa ya? ibu Dewi, mengenai anak anak yang akan di kumpulkan di lapangan" tanya seorang guru kepada ibu Dewi.


"ok aku hanya bisa menjelaskan sedikit saja kepada kalian. anak anak di kumpulkan di lapangan karena akan di minta keterangan oleh kepolisian jakarta pusat karena hal hal yang tadi terjadi menimpa sekolah kita, jika masih ada yang belum jelas, akan lebih jelas kumpulkan anak anak di lapangan, nanti akan jelas" ucap ibu Dewi kepada guru yang menanyakan tadi.


"ok jika kalau begitu, kita semua akan mengumpulkan anak anak yang berada di sekolah ini menuju lapangan sekolah" jawab seorang guru kepada ibu Dewi.


lalu seluruh guru tadi yang berada di ruangan itu, menuju ke kelas masing masing yang merek ajar, untuk mengumpulkan murid murid nya.


sementara itu Asmira yang berada di UKS, sedang bersedih karena melihat kondisi Aliken yang tampak tidak terlihat tanda tanda pergerakan dalam tubuh nya, ia menghawatirkan sesuatu akan menimpa Aliken, entah kematian atau sejenisnya.

__ADS_1


Asmira terus menatap nya dan berdoa kepada Tuhan nya supaya memberi harapan kepadanya. air matanya membasahi kasur yang di tidur Aliken, tangisan yang tak henti henti terus terdengar di ruangan itu. sudah hampir satu jam Aliken tidak sadar juga, ia terus menatap nya dan berdoa kembali kepada Tuhan nya. tetapi hal yang sama terus terjadi, Aliken terus tidak sadar.


Asmira mendengar suara orang banyak yang sedang berbicara satu dengan yang lain nya. ia mendengar suara itu dari arah luar pintu UKS tersebut. ia langsung mengusap wajah nya yang basah itu karena air mata nya, dan keluar meninggalkan Aliken menuju sumber suara yang di dengar nya.


__ADS_2