
" Keni, jangan kabur, nanti bibi yang salah, membiarkan Keni keluar dari rumah ini", mohon pembantu Keni sambil menangis, karena ia mengetahui Keni akan kabur.
ia mengetahui Keni akan pergi dari rumah, karena Keni membawa tas yang besar seperti ada baju di dalam nya.
"gak bisa Bi, Keni harus pergi, karena Keni sudah sangat muak dengan peraturan yang papah buat, maaf ya Bi" ucap Keni untuk terakhir kalinya dengan Bibinya, sambil meloncat dari jendela kamarnya yang tidak terlalu tinggi.
"jangan Keni, Keni jangan pergi dari rumah ini,
"Keni", "Keni", "Keni", teriak Bibi Keni dengan air mata yang keluar banyak dari matanya.
Keni pun kencang berlari meninggalkan rumah tersebut dengan hati yang lega dan ekspresi bahagia.
" tok", "tok" , "tok" , suara orang mengetuk pintu rumah Keni. "ia bentar, ini lagi mau membuka pintu" ucap Bibi Keni, sambil mengusap bekas ai mata sehabis menangis.
Bibi Keni pun membuka pintu yang di ketoknya.
" Bibi, Keni sudah pulang dari sekolah belum?" , tanya Bapak Agung kepada Bibi sehabis di buka pintunya .
" Keni tadi sudah balik pak , tapi--" jawab Bibi Keni dengan berbelit belit .
"Tapi apa Bibi, tapi apa?" , tanya pak Agung kepada Bibi dengan ekspresi penasaran.
" tapi Keni kabur dari rumah ini pak", jawab Bibi Keni dengan pasrah.
" apa, kenapa bisa Keni kabur dari rumah ini, pintu rumah kan di kunci, dia lewat mana Bi?",
tanya pak Agung kepada Bibi dengan rasa heran.
" Keni keluar dari jendela kamar pak" jawab Bibi Keni .
lalu pak Agung berlari, ke kamar Keni dan mengecek jendela kamarnya, untuk memastikan perkataan Bibi Keni benar.
"oh ia betul, kenapa Keni kabur dari rumah ini ya, apa yang terjadi dengan Keni?", tanya Pak Agung dengan diri sendiri sambil melihat jendela yang terbuka lebar di depan matanya.
"maaf Pak, tadi Keni bicara kepada Bibi, ia mengatakan "sudah sangat muak dengan peraturan yang bapak berikan", bicara Bibi, menjelaskan mengapa Keni pergi dari rumah ini.
" oh, ternyata Keni tidak suka dengan peraturan yang aku buat, aku membuat semua peraturan itu demi kebaikan Keni juga" , ucap pak Agung dengan diri sendiri.
Keni pun kelelahan, karena berlari meninggalkan rumah tersebut dengan sangat kencang.
"itu, ada warung di depan, beli minum yang mengandung istonic ah, supaya tubuhku tambah energi, untuk berjalan mencari tempat, untuk aku tinggal sementara" ucap Keni dengan diri sendiri.
Keni pun mendekati warung yang ia lihat dari kejauhan.
"bu, aku beli minuman ini ya bu, berapaan bu satu minuman ini?", tanya Keni kepada ibu penjaga warung yang sedang berjualan.
" minuman itu tiga ribu rupiah dek" jawab penjual tersebut.
__ADS_1
" aku beli satu ya bu, uang nya pas ya bu" ucap Keni kepada ibu penjual minum tersebut dengan memberi uang yang ada di tangannya.
Keni pun melanjutkan perjalanan nya ,ia tidak tau harus kemana lagi.
perut Keni berbunyi yang menandakan ia membutuhkan makanan sebagai energi yang di gunakan untuk seluruh aktivitas yang ia lakukan.
"nah, di situ ada warteg, aku makan di warteg dulu ah, laper sekali tubuhku ini" ucap Keni kepada diri sendiri karena ia lapar .
Keni pun berjalan memasuki warteg yang ia lihat.
"ibu, aku pesan nasi, tempe dan kentang ya bu, minumnya es jeruk saja bu" ucap Keni memesan makanan di warteg tersebut.
"ok dek, tunggu sebentar ya, ibu siapin dulu makanan nya" jawab ibu warteg tersebut.
" aku habis dari warteg ini, aku kemana ya?" ucap Keni dalam hatinya.
"ini dek makanan nya dan minuman adek"
kata ibu warteg tersebut dengan meletakan makanan dan minumannya ke atas meja yang Keni gunakan.
"ia bu, maksih ya bu" jawab Keni kepada ibu warteg tersebut.
Keni pun memakan makanan dan minumannya dengan pelan pelan sambil memikirkan, sehabis ia di warteg ,ia mau berjalan ke mana lagi.
"sudah bu saya makannya, semua jadi berapa duit bu?" tanya Keni kepada ibu warteg tersebut.
"semua jadi dua puluh ribu rupiah dek", jawab tukang warteg tersebut.
"terimakasih ya dek sudah makan di sini", ucap terimaksih ibu warteg kepada Keni.
warteg ialah kepanjangan dari warung tegal, tetapi berjalan nya waktu, warteg bukan hanya berada di tegal saja, melainkan sudah berada di seluruh Indonesia.
warteg ialah tempat makan yang sederhana dan pastinya murah. di warteg terdapat banyak jenis makanan(tergantung dengan warteg nya).
"sama sama bu" jawab Keni dengan ucapan terimakasih ibu tersebut.
"sekarang, aku harus kemanan lagi ya?" tanya Keni kepada diri sendiri.
Keni pun berjalan terus ke depan dengan berharap ada pertolongan dari Tuhan.
" aduh capek bangat, aku istirahat dulu ah", ucap Keni kepada diri sendiri.
Keni pun beristirahat dengan duduk di trotoar jalanan dan memikirkan harus berjalan kemana lagi.
saat Keni sedang duduk ia melihat ada barang unik di sebelahnya.
" ini apa ya, penasaran aku, aku ambil aja ah"
__ADS_1
ucap Keni kepada kotak tersebut.
lalu Keni membuka kotak yang berwarna coklat tersebut.
"wahh, ternyata cuman sebuah kunci" kata Keni.
lalu Keni membawa kunci tersebut dan meneruskan jalan yang tak tau mau mengarah kemana ia berjalan.
awan pun berganti warna menjadi hitam yang menandakan malam hari pun tiba.
Keni melihat dari kejauhan ada sebuah pasar terbuka di gang besar, lalu Keni berjalan menuju pasar tersebut, berharap ada orang yang ingin memberikan tumpangan untuk ia tidur saat tengah malam.
saat Keni sedang berjalan ia di goda oleh segerombolan bapak bapak preman pasar.
" neng mau kemana, malam malam gini"
tanya seorang preman kepada Keni.
"ini mau nyari teman saya yang berada di tempat ini" , jawab Keni kepada preman tersebut dengan rasa takut dan cemas.
"rumah teman neng di mana, jalan mana, RW mana, RT mana, mau abang antarin gak?" tanya preman tersebut mengenai rumah temannya.
" ini saya tidak tau pasti alamat rumah teman saya, tapi dia bilang masuk ke dalam gang besar dan terdapat orang orang sedang berjualan" jawab Keni dengan mengarang kepada preman preman tersebut.
"boleh abang antarkan tidak menuju rumah teman neng?" tanya preman tersebut untuk mengantar nya ke rumah temannya.
"tidak usah bang, saya bisa jalan sendiri menuju rumah teman saya bang" jawab Keni untuk tidak di antaranya menuju rumah temannya.
preman tersebut mengelilingi Keni dengan memegang rambut Keni dan meraba tubuh Keni.
" bang ngapain bang megang megang saya bang?" tanya Keni kepada preman tersebut karena mereka memegang tubuh Keni.
"jangan khawatir, saya tidak ngapa ngapain eneng ko, cuman abang bagi jatah kepada neng untuk malam ini saja" ucap preman tersebut kepada Keni.
" maksud abang apa, saya tidak mengerti ucapan abang", tanya Keni kepada preman tersebut dengan rasa bingungnya.
Lalu Keni di pukul bagian leher belakang hingga pingsan.
"lepaskan dia atau kita habisi kalian" , perintah seorang pemimpin geng yang cukup di takuti oleh masyarakat di daerah tersebut.
"mending kamu, tidak usah ikut campur urusan gua deh" ucap preman kepada seorang pemimpin geng tersebut dengan nada menantang.
"sekarang lepaskan perempuan itu sekarang juga!" perintah pemimpin geng tersebut kedua kalinya.
"habisi mereka, cepat!" perintah pemimpin preman tersebut kepada teman teman nya.
"kami gak berani bos, karena kami waktu itu berkelahi dengan mereka dan kami kalah" jawab seorang preman kepada pemimpinnya.
__ADS_1
"oh, ya sudah kalau begitu, kita kali ini kita menyatakan bahwa kita kalah" ucap pemimpin preman pasar tersebut.
lalu preman tersebut melepaskan perempuan tersebut dari ikatannya dan ia pergi meninggalkannya.