
King pulang ke rumah tengah malam. Suasana rumah pun sudah sepi, sebagian lampu telah di padamkan. Waktu menunjukkan pukul satu dini hari. Para pekerja sudah kembali ke paviliun belakang, menyisakan tiga orang yang berjaga di pos security.
King melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar. Dilihatnya Cilya sudah tertidur di atas sofa. Tidur meringkuk, untung saja tubuh Cilya begitu mungil jadi sofa panjang itu muat untuk menampungnya.
Ada rasa kasihan melihat Cilya tidur di sofa, tapi mau bagaimana lagi? King tidak mau tidur satu ranjang dengan Cilya.
Pernikahan mereka bukan keinginannya, tidak seperti kebanyakan pasangan suami-istri yang menikah atas dasar cinta.
King mengganti pakaiannya sebelum tidur. Namun, tenggorokannya terasa kering. Pria itu mendengus kesal tatkala tidak mendapatkan persediaan air minum di atas nakas. Dengan langkah yang sangat malas, King keluar kamar dan menuruni anak tangga untuk sampai ke dapur. Jika siang hari, pria itu pasti akan berteriak meminta tolong pada pelayan untuk membawakannya ke kamar, tidak perlu repot-repot pergi sendiri ke dapur.
Satu gelas air mineral telah ia tenggak hingga tandas. Tak lupa membawa dua botol air mineral dalam kemasan untuk persediaan di kamar.
Langkahnya terhenti ketika ingin menaiki satu anak tangga. Telinganya sangat peka sekali, mendengar suara dari arah ruang kerja daddy. Begitu meresahkan! karena penasaran, King mendekati sumber suara. Pintu itu tak tertutup rapat, hingga...
"Oh My God!" kedua mata King mendelik tak percaya, matanya sudah ternodai oleh adegan dewasa kedua orang tuanya. "Udah aki-aki masih aja mesum!" King di buat geleng-geleng kepala, daddy nya begitu buas memakan mangsanya. Untung saja mereka melakukannya dengan pakaian yang masih utuh hanya sedikit berantakan.
King bergegas pergi dari sana. Mendengar suara dessahan membuat otaknya berfikir kemana-mana! mengingat kembali kenangannya bersama Camelia, sang mantan kekasih.
Dan sialnya lagi, sahabat laknutnya itu mengirim pesan audio yang meresahkan. "Bagsatttt si bahlul!" seolah mendukung agar si mercusuar bangkit memberontak.
Pria itu menjadi gelisah sendiri. Menyesal telah melihat kegiatan orang tuanya dan mendengar kegilaan Ali bersama istrinya. Jika tahu begitu, King tidak akan membuka pesan dari Ali yang ia pikir penting.
King mengusap wajahnya dengan kasar. Pikirannya sudah melalangbuana dan ingin segera beraksi di atas ranjang, menunjukkan ketangguhannya. Tapi pada siapa????
Pria itu berjalan mondar-mandir seperti setrikaan. Kedua matanya melirik istrinya yang sedang tidur. Ingin meminta tapi tidak sudi bercinta dengan istri culunnya. Tapi bersolo karir pun akan mengurangi kenikmatan.
__ADS_1
"Sialan!" lagi-lagi Ali mengirim sebuah video blue film. Bukan Ali dan Novita, tapi aktor sungguhan.
"Cil.. Cil.." King mengguncang bahu Cilya, membangunnya. Tidak ada salahnya jika melakukannya dengan Cilya, istrinya. Yang penting si mercusuar kembali aktif bersirine. "Ck!" decaknya kesal karena Cilya tak kunjung bangun.
"Cil!" King meninggikan suaranya. Cilya pun mengerjapkan matanya. "Cil bangun!"
"Ada apa?" Cilya bangun, lalu duduk. Tangannya mencari-cari keberadaan kacamatanya.
"Gue pengin Cil."
"Hah?" Cilya tak mengerti apa maksud ucapan King.
"Ck! gue pengin nih." desaknya.
"Iya, pengin apa? minum? atau mau di ambilin apa?" Cilya yang sudah terbiasa dengan perlakuan King, menebak keinginan King.
"Apa?" Cilya mengulang, memastikan apa yang ia dengar.
"Gue pengin M L Cil, M L!" seru King tak sabaran.
"M L? maksudnya making love?" tanya Cilya dan King mengangguk dengan cepat.
"Gara-gara si bahlul nih, gue jadi On!" serunya agar dia tidak begitu malu dengan ucapnya tempo dulu, yang mengatakan tidak akan On pada Cilya.
"Memang bisa M L tanpa cinta?" tanya Cilya.
__ADS_1
"Yaelah.. gak perlu pake cinta, pakenya nafssu! ayookkk!" pria itu meminta bercinta tapi terdengar seperti bocah uyang meminta mainan. "Lu kan bini gue, jadi harus jadi partner ranjang gue.."
Cilya mencebik. "Ni orang aneh banget! maksa!"
"Buru Cilya...!!!???"
"Heh??"
"Ayolah Cil." ajaknya. Baru saja ingin bangkit dan memenuhi keinginan suaminya, King berucap kembali yang membuat hati Cilya sangat terluka.
"Tapi lu madep depan ya.. bair gue gak liat muka lu!" ucapnya tanpa rasa dosa sedikitpun. Tidak taukah dia? ucapannya itu sangat melukai hati istrinya? Walaupun belum ada rasa cinta untuk suaminya, tapi Cilya ingin sekali di hargai. Mulut suaminya itu selalu saja mengeluarkan kata-kata yang terdengar menyakitkan bagi Cilya.
Cilya tertunduk sembari membenarkan letak kecamatannya. "Sorry Key.. aku gak bisa. Aku lagi datang bulan." ucapnya berbohong.
"Whatttt!!!"
"Maaf Key.." jika saja King memintanya dengan cara yang baik. Tentu Cilya rela melayani suaminya itu, meski belum ada cinta di antara mereka.
"Ya ampun Cil!" King menggusar wajahnya dengan kasar. "Masa gue main ama tante Shinzui!" pria itu berjalan menuju kamar mandi dengan perasaan kesal.
Brakkk.. King membanting pintu kamar mandi dengan kencang.
"Sialan!!" umpatnya. Sudah menurunkan harga dirinya, tapi tidak mendapatkan apa yang ia mau. Sungguh memalukan!
Bersambung...
__ADS_1
...Si King bikin keselll ya🤣🤣🤣...