King Haidar

King Haidar
Hamil


__ADS_3

Hari dimana pesta perayaan pernikahan dilangsungkan pun tiba. Cilya sangat cantik dengan gaun pengantin yang ia rancang sendiri. Berdiri berdampingan dengan King yang tak kalah gagah dan tampan di atas pelaminan.


Di depannya, para tamu undangan sudah memenuhi ballroom. Teman dan kerabat dekat, serta rekan bisnis keluarga besarnya turut datang.


"Ini calon suaminya Sora?" Clara bertanya pada Lisa ketika melihat sosok yang berdiri di samping Soraya.


"Iya Ra, dia pilihan Arsen." jawab Lisa.


Clara berbisik pada Lisa. "So Hot! Arsen bisa banget milih calon mantu."


"Inget umur Ra! kalo Bastian denger marah nanti." ujar Lisa. Clara hanya terkekeh mendengarnya.


Lain dengan Clara, Soraya sangat membenci calon suaminya itu yang di rasa kurang good looking untuk menjadi pendampingnya.


Sedangkan Kenzo dan Langit terlihat asik mengobrol berdua. Meski di antara mereka ada Benzema, tapi pria itu banyak diamnya.


"Boleh aku ikut bergabung?" Ali datang menghadiri pesta sahabatnya. Tidak mau kehilangan kesempatan, pria itu akan mendekatkan diri pada Benzema. Berniat bekerja dengan pria itu.


"Silahkan.." kata Langit menyambut Ali. Kebetulan mereka pernah bertemu dan sudah saling mengenal.


Sekedar membuka obrolan bagi Ali tidaklah sulit. Pria itu bisa mencairkan suasana. Benzema pun sesekali menimpalinya.


Tidak malu, Ali mengatakan langsung pada Benzema yang ingin belajar bisnis darinya. Berharap Benzema akan menerima Ali untuk bekerja dengannya.


"Nanti akan aku pikiran." begitulah jawaban dari Benzema. Ali harus sabar menunggu keputusan akan di terima atau Benzema sama sekali tidak berminat menampungnya sebagai karyawan.


Di rasa cukup, Ali berpamitan untuk memberikan ucapan selamat pada sang pemilik acara.


"Selamat ya bro!" kata Ali.


"Ck!" King berdecak. Tapi tetap menyambut kehadiran Ali di pestanya.


"Manten lawas, jadi gue gak usah ngamplop ya." Ali tergelak. Pria itu suka sekali bercanda.


"Gak butuh amplop lu!" seru King.


"Gak usah panik bro! gue cuma bercanda." Ali mengeluarkan dua lembar kertas. "Gue beliin tiket buat kalian, buat honeymoon ke Maldives.." katanya.


"Gak usah bulan madu, tiap malem juga gue lembur!"


"Ya.. ganti suasana lah, masa di kamar mulu. Siapa tau kalian pengin bercinta di pinggir pantai." Ali menyerahkan tiket itu pada King. "Gue abis duit banyak, jangan di buang!" serunya.


"Makasih.." Cilya bersuara.


"Ya ampun.. Cilya makin cantik aja.." Ali menatap kagum istri sahabatnya.


"Gue colok mata lu!" King meninju bahu Ali, memperingati agar tidak melihat kecantikan istrinya.

__ADS_1


Ali terkekeh. "Dasar posesif!" tidak bisa berlama-lama, karena banyak tamu undangan yang mengantri untuk bersalaman dan mengucapkan terimakasih pada sepasang pengantin itu. Ali pun undur diri dari pelaminan.


"Key.. kepala ku pusing.." keluh Cilya. Berjam-jam berdiri di atas pelaminan membuatnya kelelahan.


King melihat jam yang melingkar di lengannya. "Yaudah kita ke kamar aja, istirahat." King mengajak Cilya untuk beristirahat di salah satu kamar hotel yang sudah mereka pesan. Waktu sudah menunjukan pukul 10 lebih, para tamu undangan juga sudah mulai membubarkan diri.


King menuntun Cilya. "Sepatunya lepas aja Cil." memakai sepatu bertumit tinggi mengakibatkan kaki Cilya terasa pagal. "Aku gendong deh.." dengan sigap King menggendong Cilya ala bridal style.


"Aku bisa jalan sendiri Key." Cilya ingin menolak, tapi King tetap memaksa ingin menggendongnya.


"Kayak gini kan jadi keliatan pengantin baru." ucapnya.


"Tapi kenyataannya kita pengantin lawas Key.." Cilya ingat dengan ucapan Ali. Entah kenapa Cilya tidak suka saat mendengar itu. Wanita itu menjadi sensitif.


"Ck! jangan dengerin omongan si bahlul! walau bukan pengantin baru, tapi kita pengantin yang hot terus Cil. Tiap malem kerja rodi.." King tergelak saat mengatakan itu.


"Tapi malem ini libur dulu ya, aku pusing, lemes, pengin cepet cepet istirahat."


"Yahhhh.." gagal sudah malam pertama di pesta perayaan pernikahan mereka. "Yaudah malem ini kita libur." dengan berat hati King menurut. Kasihan juga jika memaksa sang istri untuk memenuhi nafssu birahhinya yang tak pernah padam.


***


"Cil, kamu kenapa? kita periksa yuk ke dokter." kondisi Cilya tak juga membaik dari semalam. Istrinya masih terlihat pucat serta lemas.


"Aku pengin tiduran aja, gak mau di periksa, gak mau kemana-mana." kata Cilya sembari mengeratkan selimutnya untuk menutupi seluruh tubuhnya. Rasanya malas sekali untuk bangun, ia nyaman berlama-lama tidur di bawah selimut.


"Yaudah sarapan dulu, biar cepet baikan." King sudah memesankan sarapan. "Aku suapin ya." Cilya hanya mengangguk, tapi tidak mau merubah posisinya untuk duduk.


"Isshhh.. aku gak mau makan bubur! gak suka!" Cilya menolak.


"Loh.. biasanya kamu suka sarapan pake bubur."


"Iya, tapi sekarang aku gak suka! gak mau bubur!"


"Terus mau sarapan pake apa?" tanya King.


"Beliin nasi uduk aja."


"Aku pesen dulu." King bersiap menghubungi layanan hotel.


"Gak mau nasi uduk yang di hotel ini, pasti kurang enak. Beli aja di pinggir jalan, pasti lebih enak. Aku generasi micin Key.." sungut Cilya.


"Nasi uduk pinggir jalan?" ulangnya. Cilya mengangguk cepat. "Yaudah aku cariin, tunggu ya.."


King bergegas turun ke loby. Ia akan mencari penjual nasi uduk di sekitar hotel. "Mudah-mudahan ada." harapnya.


Tidak terlalu jauh, King menemukan pedagang nasi uduk. Ia pun segera membeli sesuai pesanan sang istri.

__ADS_1


"Key.. darimana?" tidak sengaja King berpapasan dengan kedua orang tuanya.


"Loh.. mommy masih di sini? nginep juga?" tanya King. Ia pikir kedua orang tuanya sudah pulang ketika acara selesai.


Lisa tersenyum. "Iya, mommy sama daddy nginap di sini."


"Ck!" King berdecak kesal. Sudah tahu jika kedua orang tuanya itu sudah bersenang-senang layaknya pengantin.


"Kamu darimana?"


"Beli nasi uduk. Cilya yang minta." jawabnya. "Cilya aneh, biasanya doyan bubur ayam tapi mendadak jadi gak suka."


"Coba beli tespek Key.. siapa tau itu bawaan bayi. Mommy bentar lagi dapet cucu." saran mommy Lisa.


King membulatkan matanya. "Cilya hamil?"


"Siapa tau Key.. coba di tes dulu. Mommy beliin ya di apotik."


"Gak usah, Key aja yang beliin." King berputar balik, kembali keluar hotel untuk mencari apotek terdekat.


"Cil.. Cil.." King tak sabar untuk mengetahui hasilnya. "Cil, bangun bentar. Kamu periksa dulu."


"Periksa apa Key, aku gak mau ke dokter."


"Kata mommy, kamu hamil.. coba tes dulu." King memberikan beberapa tespek dengan berbeda merk pada Cilya.


"Hamil?"


King mengangguk cepat." Iya.. coba."


Cilya pun menurut. Ia beranjak, lalu melangkah menuju kamar mandi.


Beberapa menit kemudian..


"Gimana Cil, hasilnya?"


Cilya keluar dari kamar mandi dengan wajah haru. "Key.. aku.. aku hamil Key.." di tunjukkan nya benda pipih itu yang memperlihatkan garis dua.


King menghamburkan pelukan pada istrinya. "Akhirnya.. terimakasih Cilya... istriku, cintaku." King menghujani kecupan di wajah Cilya. Terlihat kebahagiaan di wajah sepasang suami-istri itu.


- TAMAT -


***


...Selamat Hari Raya Idul Fitri 1443 H...


...Mohon Maaf Lahir Dan Batin๐Ÿ™๐Ÿ™...

__ADS_1


...Terimakasih untuk semuanya yang sudah mengikuti kisah King dan Cilya. Sampai bertemu lagi di karya berikutnya.....


Follow IG Author : srt_tika92 biar bisa tau update karya selanjutnya. Kisah Benzema dan Soraya tunggu pengumuman di IG ya..


__ADS_2