King Haidar

King Haidar
Bukan lemon, tapi mangga!


__ADS_3

"Kalian darimana? kenapa gak ngajak aku?" Jelita menghadang langkah Cilya dan King ketika akan masuk ke dalam rumah.


"Abis lari pagi." jawab Cilya cuek. "Awas kak, aku mau masuk." Cilya menyingkirkan Jelita yang menghalangi pintu.


"Kenapa gak ngajak aku!" suaranya terdengar kesal.


"Kenapa mesti ngajak kamu!" seru King. "Lagian kamu baru bangun kan?" ucapan King terdengar seperti sindiran. Bagaimana mau mengajaknya lari pagi jika Jelita saja baru bagun tidur.


"Ehh.. aku udah bangun dari tadi kok." Jelita tergagap. Tidak mau terlihat pemalas di hadapan King, Jelita mengelak jika baru bangun tidur.


"Udah ah.. aku gerah, mau mandi!" Cilya menggeser tubuh Jelita dengan kasar.


"Ck! sopan banget sih." gerutu Jelita yang tidak suka dengan sikap Cilya.


"Abisnya kak Jelita ngehalangin aku masuk." ketus Cilya kemudian pergi berlalu di ikuti King. Sedangkan Jelita di buat jengkel dengan kelakuan Cilya yang makin berani padanya.


"Sayang, darimana?" tanya ayah Radit.


"Abis lari pagi yah."


"Yasudah, bersih bersih dulu. Kita tunggu di meja makan, sarapan bersama." kata ayah Radit, di sampingnya ada Sarah. Mereka berdua terlihat baru keluar dari kamarnya.


"Iya yah." King mengangguk lalu tersenyum sebelum mengikuti Cilya kembali.


Sampai di kamar. "Aku mandi duluan ya." kata Cilya.


"Mandi bareng aja, biar cepet selesai. Ayah kan nungguin kita." cengiran kas King begitu menyebalkan di mata Cilya. Pria itu sengaja mencari kesempatan dalam kesempitan. Waktu yang sangat King tunggu-tunggu, berduaan dengan Cilya dalam keadaan yang... uhhhh mengasikkan!

__ADS_1


Cilya mencibir. "Gak mau!" wanita itu melengos, lalu berjalan cepat menuju kamar mandi.


Pintu kamar mandi tertutup. King membiarkan Cilya mandi terlebih dahulu. Membuka celana training dan kaosnya yang basah oleh keringat. Menyisakan celana boxer-nya saja.


Pria itu menunggu Cilya selesai mandi dengan bermain ponsel, duduk di sofa dengan tenang. "Kasian banget si bahlul." King menerima pesan dari sahabatnya, Ali. Memberi kabar jika dia sedang patah hati. Istrinya ketahuan selingkuh dengan pria bule asal Rusia. Sudah tidak pulang selama sebulan lebih.


Walaupun kasihan, tapi King bersyukur Ali di buka mata hatinya dengan mengetahui sifat buruk Novita. Wanita gila yang ahli merayu laki-laki. 'Selamat menduda bro!' bukan kata simpatik yang King ucapkan. Melainkan kata penyemangat tapi menyakitkan bagi Ali.


King mengalihkan pandangan dari ponsel ke arah lain. Dimana Cilya baru saja keluar dari kamar mandi Dengan menggunakan handuk. Berulang kali King meneguk salivanya, jakunnya naik turun, pertanda jika pandangan di depan matanya begitu menarik dan memikat untuk di sentuh.


Melihat tatapan King yang menakutkan, Cilya buru-buru meraih dress rumahan, segera memakainya langsung, tanpa menggunakan dalaman apapun. Bodohnya dia lupa membawa pakaian ganti. King menyeringai, pria itu berjalan mendekat.


"Mm.. mau apa kamu!" ucap Cilya terbata. Terus melangkah mundur saat King terus maju.


"Ya ampun Cil, kamu sengaja kan mancing aku?" tuduhnya. Mendapati pemandangan yang menyegarkan mata, tentu saja si mercusuar mendesak ingin keluar dari sangkarnya.


"Key!" Cilya mendelik, memperingati King agar menghentikan langkahnya. Namun sayangnya King tidak peduli. Berjalan mendekat lalu memerangkap tubuh mungil Cilya di antara kedua tangannya.


"Apa sayang.." senyum smirk begitu menakutkan bagi Cilya.


"Jangan macam-macam Key!" Cilya memalingkan wajahnya ketika King dengan berani mengendus aroma tubuhnya di bagian leher.


"Cuma satu macem kok." ucap King. Hembusan nafas King menerpa kulit Cilya, membuat wanita itu berdesir.


"Key--" ucapan Cilya menggantung. King lebih dulu melabuhkan ciumannya di bibir Cilya.


Kedua tangan Cilya meremat bahu sang suami. Ciuman yang begitu memabukkan bagi Cilya, begitu lembut dan meresahkan. Tangan King dengan sigap merengkuh tubuh Cilya lebih dekat, satu tangannya lagi ia gunakan untuk berselancar sesuka hati.

__ADS_1


King lebih bersemangat lagi ketika merasa Cilya mulai membalas ciumannya. Keduanya menikmati kegiatan saling berebut saliva.


Tangan King mulai nakal, berani menelusupkannya ke dalam pakaian Cilya. Bergerak di sana dengan perlahan namun pasti, menuju sesuatu yang membuatnya penasaran sejak tadi. Sementara kegiatan di atas masih berlangsung.


Tanpa adanya kain penghalang di dalam sana, King dengan mudah menggapai dua benda ranum yang menggantung bebas. Begitu bahagia, berhasil menggapainya. Tak sungkan lagi, pria itu meremmasanya.


Cilya melebarkan kedua matanya, sinyal mawas diri segera datang ketika merasakan sentuhan aneh di tubuhnya. "Key!" Cilya melepaskan tautan, lalu mendorong King agar menjauh.


"Kenapa?" nadanya terdengar kecewa, kegiatan yang belum usai di hentikan secara paksa.


"Jangan sentuh aku." Cilya langsung menyilangkan kedua tangannya di depan dada.


King terkekeh. "Udah di sentuh, baru protes! tapi enak kan Cil?" ucap King, kedua alisnya pun naik turun menggoda sang istri. "Lanjut yuk.." suaranya terdengar seperti rayuan, ingin melanjutkan hal yang belum tuntas.


"Mandi sana!" Cilya beringsut, mengambil pakaian dalam yang belum sempat dikenakkan, hendak pergi ke kamar sebelah untuk memakainya.


"Bego banget! aturan gue pegang yang bawah aja." hatinya menyesal karena sentuhannya tidak tepat sasaran. Jika menyentuh bagian bawahannya, pasti Cilya akan lebih terlena dan tidak bisa menghindar lagi.


"Cil, aku pikir lemon, ternyata mangga.. lebih mantap!" King tergelak, senang sekali menggoda Cilya. Ternyata ukuran dada Cilya lebih dari perkiraannya. Sampai tumpah dari genggaman tangannya. Sungguh menggiurkan untuk ia mainkan dengan indra perasanya.


"Key!!!!!!!" teriak Cilya.


King memandangi telapak tangannya yang berhasil menangkup benda itu. "Cuci gak ya?" King tersenyum-senyum sendiri seperti orang tidak waras.


"Ya ampun, kenapa gue gak inget waktu itu." King menyesali ingatannya yang buruk. Kenapa malam dimana ia merenggut kesucian Cilya tidak mengingat apapun. Kalau ingat, pasti tubuh polos Cilya sudah terekam jelas di otaknya. Bisa di putar berulang kali saat menginginkannya.


"Sial!" pria itu semakin penasaran dengan Cilya. Ingin segera menikmati kegiatan berbagi peluh dengan nya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2