King Haidar

King Haidar
King dan Ali


__ADS_3

"Key, itu bini kedua elu?" celetuk Ali dengan mata terkagum melihat wanita cantik di depan matanya. "Lu pinter bener milihnya, terus si culun lu kemanain?" Ali bertanya tanpa menoleh ke arah King. Matanya terus tertuju pada wanita cantik di depannya. "Awww!" pekiknya kesakitan. Kepala serta bibirnya mendapat sebuah tepukan kerasa dari King.


"Diem bacott lu!" suaranya lirih namun sangat terdengar penuh ancaman.


"Jadi kamu bener mau poligami?" tanya Cilya, menatap King lalu bergantian ke Ali. Dia mengurungkan niatnya yang ingin pergi ke kamar sesuai arahan suaminya, menunggu disana. Namun Cilya merasa penasaran dengan tamu yang datang. Alhasil dia di kejutkan dengan kedatangan Ali, teman King yang Cilya pun sudah mengenalnya.


"Kamu salah denger Cil." King mendekat, suaranya begitu lembut di pendengaran Ali.


"Cil?" Ali membeo, lalu menatap heran pada King. Kenapa King memanggilnya dengan sebutan itu?


Cilya menggeleng tak percaya, jelas-jelas tadi ia mendengar dua laki-laki itu berbicara tentang poligami. Cilya sudah pernah mendengar jika King akan menikah lagi untuk memenuhi kebutuhan biologisnya, tapi ia pikir King hanya berbicara omong kosong. Cilya kecewa jika ternyata King benar-benar memiliki niat itu sedari awal pernikahannya.


Membuka luka yang belum sempat kering. Perlakuan buruk King padanya terkenang kembali. Kesedihan pun melanda lagi. King memang tidak pernah tulus padanya. Cilya merasa ragu dengan perasaan King padanya. Jika di pikir dan di ingat-ingat King tidak pernah sekalipun mengatakan cinta padanya. Pria itu hanya bisa merayu terus menerus, lalu meminta haknya.


Mendadak hati Cilya menjadi panas. Apa suaminya masih mencintai cinta pertamanya? Camelia?


Tanpa banyak bicara, Cilya pergi meninggalkan King dan Ali.


"Cil.. Cil.." King panik, takut Cilya akan salah paham. King menatap bengis pada temannya. "Bangsaattt! semua gara-gara lu!"


"Loh.. kok gue?" Ali yang tidak tahu menau enggan di salahkan. "Gue gak ngerti! jelasin dulu tadi itu siapa?"

__ADS_1


King menghembuskan nafasnya kasar. "Dia itu Cilya?"


"Maksud ente apa???" tidak percaya jika gadis cantik yang baru saja ia lihat adalah Cilya. Bukannya Cilya itu gadis yang berpenampilan sangat sederhana, bahkan nyaris culun.


King mengabaikan pertanyaan Ali, pria itu mendekat lalu meninju kuat bahu temannya. "Bangsaattt! lu dateng malah bikin rusuh!" satu pukulan mendarat di bahu sebelahnya. "Gue mau enak enak malah gagal gara-gara elu!" mengingat kegiatan mengasikkannya terusik karena kedatangan Ali. Ditambah Cilya yang marah padanya, sudah bisa di pastikan nanti malam dan malam malam seterusnya dia tidak akan mendapatkan jatah vitamin SCN.


"Eh.. gila lu! apaan sih!" pukulan ketiga kalinya, Ali bisa menghindar. "Ah resek nih! gue dateng malah apes!" kesalnya.


Keributan King dan Ali tak kunjung selesai, dua laki-laki itu saling adu mulut. Berdebat, berbincang, memaki, menjadi warna tersendiri dipertemuan mereka. Meskipun tidak terlihat akur, satu dari mereka tidak ada yang berniat untuk pergi. Bahkan keduanya kini telah berpindah tempat di halaman belakang rumah.


King tidak ada niatan untuk menyusul Cilya, membujuk dan merayunya agar tidak marah padanya. Berfikir jika Cilya masih bisa diatasi dengan baik nantinya. Wanita itu akan mudah luluh padanya, pikir King. Lagipula semua tentang poligami itu tidaklah benar. King hanya basal bicara saja.


Sedangkan di dalam kamar, Cilya menyentuh dadanya yang terasa perih. Memikirkan perasaan aneh pada dirinya. Kalaupun King masih mencintai Camelia, lalu kenapa dia begitu sedih? apa ini yang dinamakan cemburu? apa dia sudah mencintai suaminya?


"Tapi dia suami ku!" tidak ada salahnya jika mencintai suaminya sendiri. "Jangan pernah menuruti kemauannya sebelum Key benar-benar mencintai ku. Iya, aku harus lebih pintar. Aku harus menghindar dari si perayu ulung itu. Bisa-bisa aku luluh padanya." Cilya bertekad akan membangun benteng pada King.


***


"Gue mau cari yang perawan! pokoknya yang lebih segalanya dari si Novita!" tanpa ditanya, Ali berceloteh mengenai kehidupannya. Pria yang sedang patah hati kerena diselingkuhi oleh istrinya itu menggebu-gebu ketika berbicara.


King hanya bisa diam, menjadi pendengar yang baik.

__ADS_1


"Lu enak udah ngrasain perawan! gue belum!" serunya.


"Ck! kenapa lu bawa-bawa gue. Lu kan lagi meratapi nasih elu sendiri." ketus King.


"Iya, tapi gue iri ama elu!" jawabnya. "Gimana rasanya perawan?" sakit hati membuat jalan pikiran Ali semakin membengkok.


King terdiam, lalu melirik Ali. "Iya gitu deh.." sulit untuk di jelaskan dengan kata-kata.


"Pasti lebih mantap sih!" Ali mengangguk anggukan kepalanya, tekadnya semakin bulat untuk mendapatkan pengganti Novita yang lebih oke. "Ehh.. lu kok inget? bukannya dulu lu mabok ya? pas garap si Cilya!"


"Siapa bilang Cilya?" kata King. Pria itu memang tidak mengingat rasa dari Cilya kala itu, karena pengaruh dari alkohol membuatnya tidak sadar.


Kedua mata Ali membulat. "Terus? Camelia?" tebaknya tak percaya. King mengangguk. Kemudian Ali bertepuk tangan. "Wah.. wah.. hebat lu Key, bisa merawani dua cewek sekaligus!"


"Bacott lu!" sangat di sayangkan, Camelia berubah menjadi liar ketika sudah dewasa, tidak puas hanya bermain dengan satu laki-laki. "Gak usah sebut nama itu lagi! bikin badmood aja!"


Ali terkekeh. "Gue curiga, bisa-bisanya Camelia selingkuh." Ali memicingkan sebelah matanya. "Jangan jangan elu kurang hot pas di ranjang." pria itu tergelak, meledek sahabatnya.


"Brengsekkk! bukannya lu ya, yang di tinggal si mak lampir demi pisang import dari Rusia!" King mencibir, membalikkan fakta. Novita meninggalkan Ali demi pria bule asal Rusia.


Skakmat! Ali terdiam. Hatinya menjadi galau kembali. "Padahal punya gue juga made in Arab Saudi! dasar dia aja yang kegatelan!" umpatnya kesal.

__ADS_1


"Baru sadar?" ejeknya. Kenapa baru sekarang sahabatnya membuka matanya? dari dulu memang Novita bukan tipe wanita setia.


__ADS_2