King Haidar

King Haidar
Pelatihan telah usai


__ADS_3

King dan Asep sudah duduk di kursi meja cafe. Mereka menunggu kedatangan Kevin dan Jelita. Dengan dua cangkir kopi yang sudah tersaji.


"Bos, saya benerankan ditraktir?" tanya Asep yang khawatir setelah melihat harga di menu. Hampir seratus ribu lebih hanya untuk secangkir kopi. Padahal di warung mbak Iyem cuma lima ribu perak.


"Iya, gue yang traktir. Gak usah panik!" seru King yang mengerti kecemasan Asep.


Asep mengangguk lega. "Temen bos masih lama datengnya?" tanya Asep.


"Paling bentar lagi."


Benar saja, tak lama kemudian Kevin dan Jelita datang. "Hai Key.." sapa Jelita dengan suara yang begitu lembut. Berharap menarik perhatian dari suami adik tirinya.


Nyatanya fakta jika King adalah suami dari Cilya tidak mengurungkan niat wanita itu untuk memikat seorang keturunan Haidar.


"Hai bro!" Kevin pun menyapa King, lalu tersenyum pada Asep yang duduk di samping King. Tapi tidak dengan Jelita, wanita itu memalingkan wajahnya.


"Hai.." balas King tersenyum pada Kevin.


Mereka berempat asik dalam obrolan. Hanya Asep yang paling diam.Tidak mengerti arah pembicaraan, yang terkadang berbicara dengan bahasa asing yang ia tak pahami. Sesekali King dan Kevin bertanya pada Asep, mengajaknya ikut berbincang.


"Key, besok bisa temani aku?" tanya Jelita. Berharap King akan menemaninya. Jelita tidak akan membuang kesempatan untuk memiliki waktu kebersamaan, hanya berdua saja dengan King.


"Kemana?" tanyanya.


"Menghadiri pesta ulang tahun temen ku." jawab Jelita. "Gimana? mau kan?"


"Gue pikirin dulu." jawab King yang tidak memberi kepastian.


"Aku harap kamu bisa Key." ucap Jelita.


"Jelita, Key itu orangnya sibuk. Mana punya waktu buat nemenin lu ke acara kayak gituan." sela Kevin. pria itu masih mengira jika King membantu daddynya mengurus perusahaan.

__ADS_1


Jelita mencibir. "Siapa tau Key mau meluangkan waktu untuk menemani ku."


Kevin terkekeh. "Iya..iya..terserah Key. Gue cuma ngingetin doang."


"Kalo gue sibuk, lu bisa minta temenin si Asep! dia asisten gue. Lumayan kan, ada yang nemenin dari pada dateng sendiri gak ada pasangan." kata King. Kevin tak tahan untuk tidak tertawa.


"Kok gue bos, gue juga sibuk." seru Asep yang keberatan jika harus, menemani wanita seperti Jelita. Sangat sombong dan galak.


Mendengar penolakan Asep, Kevin semakin tertawa terbahak-terbahak. Pria seperti Asep saja menolak, apalagi seorang King.


"Bisa diem gak!" sentak Jelita. Wanita itu kesal sekaligus malu.


"Udah ngapain ribut sih!" ucap King menengahi agar Jelita dan Kevin tidak adu mulut.


Dari awal Kevin memang tidak menyukai Jelita. Wanita itu mempunyai tatapan liar ketika melihat lawan jenis. Kevin tidak suka! apalagi dia sudah memiliki istri, dan harus menjaga perasaan istrinya. Jangan sampai istrinya tahu, pertemuan mereka melibatkan seorang wanita.


Awal rencana pertemuan mereka di cafe, Jelita tidak ikut dalam daftar. Hanya pertemuan antar lelaki. Tetapi entah kenapa wanita itu muncul di sana. Mungkin King yang mengundangnya, pikir Kevin.


***


"Nanda, tolong siapkan berkas yang semalam aku kerjakan." kata Cilya yang meminta tolong pada asistennya untuk menyiapkan keperluan yang akan ia bawa ke tempat pelatihan khusus.


"Baik kak." selama bekerja dengan Cilya, Nanda banyak membantu. Sama sekali tidak merepotkan. Meski pekerjaan ini adalah pengalaman pertamanya.


Selama mengikuti pelatihan khusus atau pendidikan non formal dalam jurusan tata busana bertaraf internasional, kemampuan Ciya semakin berkembang. Tak jarang Cilya selalu mendapatkan nilai yang memuaskan. Rancangannya selalu tampil berbeda, Cilya sudah mempunyai karakter tersendiri di setiap karyanya.


Bukan hanya kemampuan dalam merancang sebuah karya saja yang berkembang. Tetapi penampilannya kini sudah berubah drastis. Tidak ada lagi kacamata tebalnya yang bertengger di hidungnya, tidak ada lagi rambut panjang yang di kuncir kuda. Dan jerawat nya pun, kini sudah menghilang dari wajahnya. Rupanya Cilya cocok menggunakan skincare dari klinik kecantikan langganan adik iparnya, Soraya.


"Aku gak nyangka kalo kak Cilya secantik ini." kata Nanda yang memperhatikan penampilan Cilya saat ini. Sangat jauh berbeda dengan penampilannya dulu ketika awal mereka bertemu.


"Kamu bisa aja." Cilya menanggapinya dengan sebuah senyuman.

__ADS_1


"Pasti suami kakak nanti pangling liatnya." kata Nanda. Senyum Cilya memudar ketika mendengarnya. King sudah lama sekali tidak pernah menghubunginya. Bahkan nomornya telah di blokir oleh suaminya.


Cilya memang terlambat membalas pesan terakhir dari King. Mungkin itu yang membuat King kesal dan akhirnya memblokir nomornya, pikir Cilya. Wanita itu tidak membalas ataupun menjawab panggilan dari King dikarenakan sedang sibuk. Memegang ponsel pun tak sempat.


"Oiya kak, pria yang waktu itu ketemu kakak dimana? gak kelihatan lagi?" tidak ingin membuat suasana hati atasannya memburuk, Nanda mengalihkan pembicaraan. Sedikit banyaknya, Nanda tahu tentang hubungan Cilya dan King.


"Dia hanya sehari di sini dan udah pulang ke Indonesia. Mungkin kita akan bertemu lagi di Dubai." jawab Cilya.


"Ohh..." Nanda mengangguk mengerti.


Tidak terasa, waktu cepat berlalu. Masa pelatihan Cilya pun telah usai. Wanita itu kini seperti terlahir kembali ke dunia ini dengan wujud yang berbeda. Sosok Cilya yang dulu sudah terkubur, berganti dengan Ciulya yang baru. Wanita yang ketika melangkah akan di ikuti dengan tatapan kagum bagi siapa saja yang melihatnya. Wanita penuh karisma yang bisa memikat hati pria manapun.


"Kak, semuanya sudah aku packing." kata Nanda. Merka kini tengah bersiap, besok pagi Cilya dan Nanda akan pulang ke Indonesia.


"Terimakasih Nda." ucap Cilya.


"Sama-sama Kak." Nanda kembali membereskan pakaiannya miliknya. "Oiya kak, apa setelah pulang aku boleh ambil cuti dua hari? aku ingin pulang kampung." Nanda ingin menjenguk kedua orang tuanya di kampung.


"Boleh.. mending seminggu sekalian, jangan dia hari. Soalnya kedepannya kita akan sibuk, kemungkinan kamu gak bisa ambil cuti lagi sebelum show di Dubai selesai." kata Cilya memberitahu.


"Baik kak, nanti sekalian pamitan kalo mau pergi ke Dubai ikut kakak."


Cilya lalu mengeluarkan beberapa paper bag berlogo nama brand terkenal. "Ini buat adik-adik mu. Mereka masih sekolah kan?" Cilya memberikan dia pasangan sepatu dan tas untuk kedua adik Nanda.


"Ya ampun kak, ini berlebihan." ucap Nanda. "Biasanya mereka beli perlengkapan di pasar. Ini kebagusan kak." kata Nanda.


"Gak apa, itu hadiah dari ku. Dan ini buat kamu." Cilya memberikan tas merk terkenal yang mempunyai harga puluhan juta.


"Ini mahal banget kak. Maksih banyak kak."


Dari ujung kepala hingga kaki, kini Cilya memakai barang-barang branded. Wanita itu menggunakan uang pemberian ayah Radit dan juga ayah mertuanya. Cilya tak mau lagi berpenampilan buruk seperti dulu. Dia harus tampil glamour sebagai seorang desainer.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2