King Haidar

King Haidar
Menggebu


__ADS_3

Ini bacanya malem ya! pas buka puasa.


Mendengar pintu apartemen terbuka, Cilya segera lari masuk ke dalam kamar sebelah. Jantungnya bergemuruh hebat. Nyalinya menyurut setelah tadi ia benar-benar yakin ingin menyambut kepulangan suaminya dengan menebar senyum manisnya.


"Apa aku batalkan saja?" wanita itu tidak yakin, bahkan sudah memegang piyama tidur panjang, ingin mengganti pakaiannya. Rasanya malu sekali, datang tiba-tiba dan merayu seorang pria, meski pria itu adalah suaminya sendiri.


Cilya menutup kedua matanya, meyakinkan diri. Ia harus bisa melakukannya. Sudah saatnya memberikan hak untuk suaminya atas jiwa raganya. Apalagi King sudah berubah lebih baik. Tidak ada lagi King yang mendapat julukan pria parasit. "Aku harus bisa."


Menggigit jari telunjuknya sembari berjalan mondar-mandir di depan pintu kamar, Cilya bingung harus memulainya darimana. "Aku harus gimana? keluar lalu say hi?" sudah tiga puluh menit Cilya bersembunyi di kamar itu. Rupanya King sama sekali tidak menyadari kedatangan seseorang di apartemennya.


Menarik nafas dalam lalu mengeluarkannya perlahan, Cilya membuka pintu kamar. Berjalan menuju kamar suaminya.


Ceklek.. pintu terbuka dengan mudah karena tidak di kunci dari dalam. Cilya masuk ke dalam bersamaan pintu kamar mandi terbuka. King keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit di pinggangnya. Titik-titik air masih terdapat di tumbuh kekarnya.


Cilya makin gugup mendapati King seperti itu. Bukan hanya Cilya saja, King pun terkejut, terjingkat nyaris jatuh jika tidak berpegangan pada pintu.


"Cilya.." binar-binar terlihat di kedua bola mata King. Tapi masih terpaku karena belum percaya jika itu nyata.


"Key.."


King membulatkan matanya, ternyata itu bukan khayalan. "Ini beneran kamu Cil?"


Cilya mengangguk, tersenyum malu-malu, menundukkan kepalanya.


King berjalan cepat, menubruk Cilya, memeluknya dengan erat. "Kok bisa di sini?" pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban, karena setelah itu King langsung menyambar bibir Cilya, melummatanya lembut.


Cilya memukuli dada suaminya, ia kesulitan bernafas. King segera melepaskan tautannya. "Aku gak bisa nafas!"


King terkekeh. "Abis aku gemes."


"Ish.. pake baju dulu sana."


"Ngapain pake baju, bentar lagi juga di buka!" benar saja, King menggendong Cilya menghempaskan pelan di atas ranjang.


"Key!" pekik Cilya.

__ADS_1


King menyeringai. "It's time to discoco.. skubidupapap!" pria itu buru-buru melompat, ikut bergabung dengan Cilya di atas ranjang.


"Key.." Cilya menahan tubuh King yang meninndihnya.


"Tau gak Cil?" wajah mereka begitu dekat, menyatukan hidung mereka.


"Gak!"


"Kamu cantik dan seksii pake baju ini. Gak salah aku pilihin, walo haraganya cuma satu juta delapan ratus enem ribu. Besok aku beliin Victoria's Secret yang asli." masih ingat dengan jelas ketika ia membelikan pakaian seksi untuk Cilya, hampir melenyapkan gaji satu bulannya.


"Ish.. pamer!"


"Aku udah kaya Cil." ucapnya, satu tangannya mulai nakal, menyelinap masuk dan meremmas salah satu dada Cilya.


Cilya memejamkan matanya, sentuhan yang membuatnya tergelitik. "Key.." lirihnya, suaranya terdengar syahdu di telinga King.


"Apa Cilya love? sayang ku, cinta ku, istri ku." ucapnya seiring bibirnya menyusuri bibir, leher hingga mendarat ke dua bulatan milik Cilya, terbenam di sana cukup lama. Bermain dengan indra perasannya.


Dengan terampil, King melucuti pakaian Cilya hingga tubuh itu polos. Memberi tanda kepemilikan sebanyak mungkin.


"Kamu seksi." kata King melihat tubuh Cilya meliuk-liuk di bawahnya, karena mendapatkan sentuhan darinya yang begitu memabukkan. Pria itu sangat mahir menunaikan tugasnya dalam menggagahi seorang wanita.


Errangan keduanya terdengar ketika penyatuan itu terjadi. Akhirnya rasa itu kembali ia nikmati. Kali ini sangat berbeda, lebih nikmat dan lebih menggairrahkan.


Cilya meremat punggung suaminya yang sedang bergerak liar di atasnya. Saling bertukar saliva dan peluh, King dan Cilya benar-benar hanyut dalam percintaan panas itu. Mereka begitu menggelora, bahkan Cilya tak sungkan lagi, bergerak sesuai keinginannya.


Nafas keduanya terengah seusai mendapatkan pelepasan mereka. King masih membiarkan penyatuan itu, menatap dalam wajah istrinya. "Terimakasih, I love you.." mengecp bibirnya, kemudian mengusap titik-titik keringat yang memenuhi kening Cilya.


Cilya tersenyum dan mengangguk. "I love you too." balasnya.


"Istirahat dulu." King menggulingkan tubuhnya di samping Cilya, memeluk erat. "Nanti aku pengin lagi"


"Ishh.. aku capek."


"Tapi aku gak. Kamu tinggal diem aja, biar aku yang bergerak." katanya. Kedua tangannya asik meremmas remmas da-da Cilya, mengecupi leher Cilya. Rasanya tidak mau berhenti!

__ADS_1


"Mana bisa begitu."


"Bisalah.. ya ampun Cil, gak usah nunggu entar, dia udah tegang lagi." King menempelkan miliknya yang sudah kembali tegak di bokoong Cilya.


"Key!" pekik Cilya. Terasa begitu aneh karena belum terbiasa.


King tergelak. "Ronde kedua otewe!" ucapnya sembari membalikkan tubuh Cilya, lalu dirinya sudah bersiap menunjukkan ketangguhannya.


"Key!" teriaknya lagi, saat King menyuruhnya memunggungi.


"Ini lebih nikmat sayang." setelah itu, King dengan perlahan melesakan diri kembali. Berpacu dengan pelan dan cepat untuk meraih kenikmatan surga dunia.


Malam ini King dan Cilya mulai mengarungi sebuah hubungan yang di dasari atas dasar cinta. Sebuah rasa yang hadir dengan sendirinya, tanpa paksaan apapun.


"Pagi Cilya love.." sapa King yang sudah terlihat segar, pria itu baru saja membersihkan diri. Tidak lupa memberikan kecupan di pipi istrinya.


"Pagi Key.." balas Cilya. Wanita itu sedang menyiapkan sarapan pagi untuk mereka. "Gak ada bahan makanan lain, aku cuma buatin sandwich untuk mu."


"It's ok."


"Ini." Cilya memberikan sandwich pada King, segelas susu full cream sudah tersedia di meja makan. "Susunya udah aku siapin di meja makan."


King mendekat untuk meraihnya. Namun, tangannya bukan mengambil sandwich pemberian Cilya. Tangannya terus maju lalu menangkap dan meremmas da-da Cilya yang terlihat jelas tidak menggunakan bra. "Aku mau yang ini aja." seringainya.


"Aww! Key jangan nakal!" Cilya menepisnya.


"Kamu yang godain aku duluan Cil, gak pake dalemman, apa maksudnya coba? kalo bukan ngasih sinyal buat di iya-iyain aku."


"Ish.. gak gitu.. Aku baru aja mandi. langsung bikinin kamu sarapan. Udah cepetan di makan."


"Aku maunya makan kamu aja." King mengangkat tubuh Cilya, mendudukkannya di atas meja. "Ini baru sarapan paling lezat." katanya. Dengan cepat King membuka handuk kimono yang Cilya kenakan.


"Key! semalem kan udah."


"Itukan semalem. Ini kan udah pagi."

__ADS_1


"Ya ampun Key!!!" teriak Cilya, King sudah menikmatinya dengan begitu buas.


Dan terjadilah hal yang mengenakan untuk mencapai nirwana pagi itu, di meja makan, di saksikan oleh dua sandwich yang tergeletak di sana.


__ADS_2