King Haidar

King Haidar
Tamu tak diinginkan


__ADS_3

Wajah tampan King sedari tadi terlihat sangat masam. Pagi hari di hari libur, biasanya King akan menunjukan wajah cerianya. Hari dimana dia bisa bersantai di rumah atau pergi ketempat tongkrongannya sekedar mencuci mata dan menyegarkan pikiran.


Tapi kejadian semalam membuat pria itu bermuram durja. Tinggal selangkah lagi untuk menuju nirwana tapi gagal ia lakukan, keberuntungan tidak berpihak padanya. Tuhan pun masih tidak mengijinkan mercusuar kebanggaannya aktif kembali.


"Ck!" decaknya kesal. Padahal hubungannya dengan Cilya sudah sah di mata agama dan negara. Tapi kenapa kegiatan yang mengenakkan itu sulit sekali ia dapatkan. Padahal dulu saat bersama Camelia, selalu lancar jaya tidak ada hambatan apapun.


Apa ini karma buatnya, karena telah melakukan perbuatan terlarang itu? sehingga sekarang saat akan menikmati haknya terasa sangat sulit?


King mengusap wajahnya dengan kasar, mencoba menghilangkan bayangan tubuh Cilya yang terlihat begitu menggoda. "Shittt!!!"


"Kamu kenapa?" Cilya muncul di balik pintu balkon. Susah payah menghindari Cilya dengan menyembunyikan diri dilantai paling atas, tepatnya di balkon dekat dengan ruang olahraga. Wanita itu dengan mudah menemukannya.


"Kenapa kesini?" tanya King.


"Tadi bibik yang ngasih tau kalo kamu di sini." kata Cilya. Wanita itu duduk di samping suaminya. Semenjak kejadian semalam, King masih mendiaminya. Padahal itu bukan salahnya, mana tau dia akan datang bulan di waktu yang tidak tepat. "Kamu masih marah sama aku Key?" tanya Cilya.


"Ck!" malas sekali membahasnya lagi. " Kamu seneng kan, gak jadi aku iya iyain! seneng banget pasti!" tuduhnya. Dari awal memang Cilya masih enggan memberikan haknya. Suatu kebetulan yang memang Cilya harapkan, pikir King.


"Key.. aku.. aku.. gak gitu kok." tidak di pungkiri, Cilya merasa lega karena kegiatan itu akhirnya tertunda lagi. Cilya memang belum siap melakukannya.


King mencibir. "Gak yakin aku." melengos, kesal melihat Cilya.


Cilya merasa tak enak hati. "Itu kan juga bukan salah ku Key, mana aku tau kalo aku dapet!" suara Cilya terdengar memelas, berharap suaminya itu mengerti. "Jangan ngambek dong."


"Kamu gak bakal ngerti gimana rasanya nahan itu! tersiksa tau!" sungut King. "Serasa duda aku tuh, padahal punya bini, di depan mata pula, tapi gak bisa ngapa-ngapain!" serunya panjang lebar.


"Tapi kan sesuai janji, kamu sukses dulu baru aku mau." kata Cilya mengingatkan jika mereka berdua telah sepakat melakukannya jika King sudah menjadi orang sukses, tidak malas-malasan lagi.


King mendengus. "Ya ampun Cil, aku juga janji bakal berubah. Cari duit yang banyak buat kamu. Biar kamu bebas pengin beli apa aja. Itu kan yang kamu mau?"


Cilya mengangguk dengan cepat. Mengiyakan perkataan suaminya.


"Tapi semua itu butuh proses Cil, gak bakal instan. Kamu mau, punya ku karatan? gak berfungsi lagi karena kelamaan nganggur?" celoteh King.


"Emang bisa gitu?" tanya Cilya begitu polos.


"Iya lah, kamu yang rugi juga kalo punya ku gak berfungsi lagi. Siapa yang mau bikin kamu enak kalo bukan aku!" cetusnya. Wajahnya masih berpaling, namun pria itu melirik, melihat Cilya dari ekor matanya. Berharap Cilya akan terpengaruh oleh ucapannya barusan.


Benar saja, Cilya terdiam. Memikirkan ucapan suaminya.

__ADS_1


"Baru sadar kan?" ucap King.


"Mau gimana lagi? yaudah kamu sabar, nunggu seminggu lagi." kata Cilya.


"I got you!" batinnya menyeringai. Dengan cepat King mengubah posisi duduknya, menghadap Cilya. "Ada cara lain kok." ucap King bersemangat. Berharap keinginannya segera terpenuhi.


Cilya menatap bingung. "Apa?"


"Sini.." King menepuk pahanya, menyuruh Cilya untuk duduk di pangkuannya.


"Mau apa?" Cilya bergeser mundur.


King tak membiarkan Cilya menjauh sejengkal pun, pria itu mendudukkan Cilya di pangkuannya. "Bisa pake cara lain Cil." kata King. Bibirnya sudah merambat ke leher Cilya, mengendus lalu menyessap penuh gairrah. Lalu naik untuk meraih bibir Cilya. Melummatnya dalam. Tangannya mengelus-elus punggung Cilya dari dalam kaos yang wanita itu kenakan.


Sentuhan itu cukup membuat Cilya terbuai, ia pu membalas ciuman King. Merasakan nikmat bertukar saliva.


Nafas King terengah, ia menyatukan kening mereka. "Kamu membuat ku gila Cil." bersentuhan dengan Cilya membuatnya sungguh menggila, menginginkan sesuatu yang lebih.


King menggenggam jemari Cilya, merematnya kuat, lalu menuntun jemari lentik itu ke bagian tengah pahanya. "Puaskan aku dengan tangan mu." ucapnya lirih. Jika belum bisa menyatu, bukan berarti tidak bisa melakukan sesuatu yang juga akan membuatnya nikmat.


"Key.. aku gak bisa." bagaimanapun Cilya belum berpengalaman. Wanita itu bingung sendiri, bagaimana cara melakukannya.


"Aku ajari." tangan King menuntut pergerakan tangan Cilya, mengelus, memijit. "Iya kayak gitu Cil. " King memejamkan matanya menikmati sentuhan Cilya di bawah sana.


"Ish.. mana bisa! di rumah banyak orang!" seru Cilya. Tangannya masih aktif memberikan kenikmatan pada suaminya. Perlahan Cilya mulai mengerti cara memberikan sentuhan yang membuat King mendessah.


"Aww! jangan di gigit Key!" pekik Cilya. King mengigit gemas pucuknya.


"Ini nikmat." kepalanya terus tenggelam di kedua belahan itu. Sesekali mendongak mengeramm nikmat.


"Kakak! kalian lagi ngapain?" Tiba-tiba Soraya datang mengacaukan semuanya.


Cilya panik, dengan cepat menurunkan kaosnya. Tangannya pun melepaskan benda panjang nan besar di bawah sana. Menutup dan memasukkan kembali ke dalam sangkarnya.


Untung saja pemandangan mereka tak sepenuhnya terlihat oleh Soraya, karena terhalang oleh sandaran sofa yang lumayan tinggi.


"Sorraaaaaa!!!!"


Soraya terkesiap mendengar teriakan King. Gadis itu belum mencerna dengan kegiatan apa yang telah ia ganggu.

__ADS_1


Cilya tertunduk malu, wajahnya pun memerah, lalu bersembunyi di dada sang suami.


"Kakak! kalian messumm!!!!" teriak Soraya setelah mengerti apa yang baru saja terjadi antara King dan Cilya.


Soraya berlari keluar, tidak mau lagi melihat mereka. Otak sucinya terbang kemana-mana, berfikir liar. "Kakak, ada tamu!" teriak Soraya. Kedatangannya mencari King untuk memberitahu jika ada temannya yang bertamu, sudah menunggu.


"Kamu sih, bukan di kamar tapi masih messum!" keluh Cilya, menyalahkan sang suami karena mengajaknya bermesraan di luar kamar.


"Aww.. sakit Cil." King mengusap perutnya yang di cubit oleh Cilya. "Yaudah pindah ke kamar aja yuk. Kita lanjut." dengan semangat empat lima King meraih tangan Cilya, mengajaknya masuk ke dalam kamar mereka, melanjutkan kegiatan yang tadi.


"Tapi kata Sora ada tamu, temen kamu Key." ucap Cilya.


"Ck! biarin aja!" King tak perduli. Pria itu lebih mementingkan yang sudah tegak menantang sedari tadi, harus segera ia ledakkan. Bisa-bisa ia pusing lagi.


"Siapa tau penting Key, kita bisa lanjut ntar. Masih banyak waktu." kata Cilya.


King menghela pasrah. "Yaudah deh, kamu tunggu di kamar dulu."


"Oke." Cilya kembali ke kamar. Sedangkan King berjalan menuju ruang tamu.


"Ngapain lu kesini?" kedua mata King melebar, mendapati sahabat laknutnya bertandang ke rumah.


Ali mengerutkan keningnya. "Loh emang kenapa?" bukannya senang melihat temannya datang berkunjung, King malah sebaliknya. Ali menatap curiga.


King berjalan cepat sembari menggelengkan kepalanya. "Gue gak terima tamu, apalagi tamunya elu!" King mendorong Ali menuju pintu rumah. Berniat mengusirnya.


"Bangkee lu! gue baru dateng, lu usir!" sungut Ali. Datang bukannya di jamu dengan baik, malah langsung di usir.


"Kita ketemuan di luar aja! lu sekarang pergi!" King terus mendorong Ali.


"Lu apaan sih! gue makin curiga ama elu!"


"Gak usah banyak bacott! lu pegi gak!"


"Lu tega ama gue? gue baru patah hati, baru jadi duda. Lu ngusir gue!" Ali balik mendorong King. Tak terima jika di perlakuan King dengan buruk. "Wah.. wah.. ada apa ini? mencurigakan!"


"Ck! gue harus waspada! apalagi elu udah duda!" kata King.


"Lu jadi poligami? bini lu udah dua?" celetuk Ali. Mengingat dulu King pernah berkata ingin mempunyai istri dua, karena Cilya bukan termasuk istri idamannya.

__ADS_1


"Siapa yang mau poligami?" King dan Ali serempak menoleh ke sumber suara tersebut.


Bersambung...


__ADS_2