
Di baca malem ya!
Beberapa bulan kemudian, Cilya yang sudah berhasil menjalankan show di Dubai akan kembali ke Indonesia. Sebelumnya, ia keliling beberapa negara lebih dulu untuk melakukan promosi karyanya, yang ternyata di terima dengan baik oleh brand terkemuka di dunia. Salah satu karyanya di minta pihak brand tersebut untuk berkolaborasi. Hal itu membuat nama Cilya semakin melejit.
Cilya juga sudah mendengar kesuksesan yang telah di raih oleh King. Suaminya itu ternyata berhasil mengembangkan bisnis property nya. Bahkan segera memperluasnya, membangun sebuah resort yang letaknya di tepi pantai.
Mendengar kabar istrinya akan pulang ke tanah air, King meminta Cilya datang langsung ke Kalimantan. Agar mereka segera bertemu. Rasa rindu sudah membuncah, King ingin memeluk istri cantiknya itu.
Cilya bingung harus menuruti permintaan King atau tidak. Dengan berat hati, Cilya menolak permintaan King. Meski sebenarnya ia ingin sekali menemuinya. Tapi, Cilya masih ragu dengan perasaan suaminya. Apa King sudah mencintainya? atau masih ada nama Camelia di hatinya?
Cilya butuh kepastian, bukan kata-kata manis yang bisa saja hanya bualan semata.
Menerima penolakan dari istrinya, King segera pulang, melakukan penerbangan malam ini juga. Padahal besok siang dia akan ada meeting bersama klien dari Australia.
"Bagaimana kabar mu nak?" Lisa menyambut kepulangan menantunya. "Mommy senang mendengar kesuksesan mu." kata Lisa yang ikut berbahagia dengan pencapaian Cilya.
"Aku baik mom, semua berkat doa dari mommy." kata Cilya. "Dimana daddy dan Sora?"
"Daddy sudah tidur dan Sora ada di kamarnya." semenjak perjodohan itu, Soraya lebih banyak berdiam diri di kamar.
"Oh.. bagaimana kabar mommy?" Cilya bertanya balik mengenai kabar ibu mertuanya.
"Mommy sehat nak, hanya beberapa hari yang lalu pinggang mommy terasa linu." kata Lisa.
"Mommy harus banyak istirahat."
"Iya, umur mommy tidak muda lagi. Jadi bergerak sedikit sudah encok." ucapnya sembari tertawa. "Oiya.. kamu mau makan? mommy siapin."
"Gak usah mom, Cilya mau langsung istirahat aja." tubuhnya terasa lelah, butuh istirahat agar esok kembali bugar.
"Yasudah, istirahatlah.." Lisa membiarkan Cilya masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.
Di dalam kamar, Cilya langsung membersihkan diri agar tidur dengan nyenyak.
Pukul dua dini hari ketika Cilya tertidur nyenyak, sebuah lengan kekar memeluk pinggangnya, melingkar di perutnya. "Aku kangen kamu." ucapnya seraya mengecupi pipi dan tengkuk Cilya. Niat hati ingin melepas rindu dengan sang istri, King tertidur karena kelelahan. Seharian bekerja, lalu harus melakukan penerbangan di malam hari, tubuhnya benar-benar kelelahan.
__ADS_1
Pagi harinya, Cilya dikejutkan oleh keberadaan King. Nyaris menjerit tatkala mendapati sebuah lengan kelar merengkuhnya, namun suaranya teredam ketika melihat wajah King.
"Kapan dia pulang? kapan datangnya? bukannya dia ada di Kalimantan?" batinnya bertanya-tanya. Jantungnya berdebar serta gugup melandanya. Di cubit pipinya, tapi terasa sakit. "Ini bukan mimpi." Cilya merubah posisinya menjadi duduk, meraih segelas air di atas nakas untuk menetralkan jantungnya yang berdebar kencang. Berdekatan dengan King setelah lama tak bertemu membuatnya sangat gugup, meski pria itu masih terpejam.
"Sudah bangun?" sura serak khas bangun tidur terdengar. Cilya terkesiap. King menarik Cilya untuk kembali berbaring. Ia peluk erat. "Aku kangen." ucapnya seraya memberikan kecupan di kening Cilya. "Kamu gak kangen sama aku?" kedua matanya sudah terbuka lebar. Mengamati wajah Cilya yang bertambah cantik.
"Emm.." ingin sekali mengatakan jika ia pun sangat merindukannya. Tapi Cilya tahan, tidak mau mengatakannya sebelum kata Cinta keluar dari mulut suaminya itu.
"Aku tau, kamu kangen juga kan sama aku." ucapnya sembari mengeratkan pelukannya.
"Ishhh.." desissnya.
King mengelus wajah Cilya yang sekarang ada di hadapannya. Menatap manik hitam pekat milik Cilya. Satu jarinya turun, mengelus bibir Cilya. Perlahan King mendekatkan wajahnya, mengecup lalu melummat lembut bibir istrinya.
Cilya segera memejamkan kedua matanya, menikmati ciuman itu. Perlahan namun pasti, Cilya ikut membalasnya. Permainan bibir berlangsung sangat lama. Cilya semakin pandai membalas ciumannya. Terhanyut oleh sentuhan itu. Cilya tak kuasa menolak, padahal ia ingin melakukannya ketika sudah sama-sama saling mencintai. Tapi karena tidak mau membuat King kecewa, Cilya membiarkannya saja, meski berat di hati.
King merubah posisi, meninndih tubuh Cilya. Ciuman semakin buas. Lalu berpindah ke leher serta dada Cilya. Hasrratnya semakin menggebu. King memainkan perannya dengan begitu lihai. Sudah sangat berpengalaman.
Ketika tangan King merambat di bawah sana, Cilya mencegahnya. "Kenapa?" tanya King heran.
"Ada yang mengetuk pintu." kata Cilya. Cilya merasa terselamatkan kembali. Sebelum King benar-benar mencintainya, Cilya enggan memberikan haknya.
"Itu suara mommy." ucap Cilya. Terdengar suara Lisa memanggil namanya.
"Gak usah dengerin!"
"Tapi.."
"Aku harus kembali pagi ini juga. Siang nanti ada meeting." kata King yang tidak mau melewatkan kesempatan.
"Cilya... Key!!!!!" teriak Lisa memanggil anak dan menantunya. Lisa mendengar dari security yang semalam membukakan pintu untuk King. Wanita itu ingin segera bertemu dengan putra tersayangnya.
"Shittt!!" umpat King. Suara Mommy nya tak kunjung hilang. Terus berteriak dan menggedor pintunya. "Mommy!! tunggu sebentar!" sautnya dengan kesal. Ada saja gangguan ketika ingin bercinta dengan sang istri.
"Key.. kita tunda dulu. Mommy mencari mu." kata Cilya.
__ADS_1
King meraup wajahnya dengan kasar, lalu berguling di samping istrinya. Cilya segera membenahi rambut serta pakaiannya. Lalu membuka pintu kamar.
"Key sudah pulang?" tanya Lisa sembari masuk ke dalam, mencari keberadaan King.
"Key.." peliknya girang. "Mommy kangen nak."
"Ck!? mom, Key bukan anak kecil lagi!" mencoba menghindari kecupan dari Lisa.
"Tapi kamu tetap putra mommy."
"Tapi mommy udah gagalin Key bikin cucu buat mommy!" dengusnya kesal.
Lisa terpaku. Sadar jika ia telah menganggu kebersamaan putra dan menantunya. "Ups.. sorry!"
"Key! ngomong apa kamu." Cilya malu sekali, King tidak bisa menjaga privasi. "Jangan dengerin Key mom."
"Mommy keluar deh.. Kalian lanjut aja." bergegas Lisa pergi dari sana.
"Key! kamu malu-maluin!" King menghela nafas dalam. Cilya malah marah padanya.
Seusai sarapan pagi. King bersiap akan pergi ke bandara. Sebenarnya King ingin tetap tinggal, berduaan dengan Cilya, melepas rindu. Tapi Pekerjaan sedang menantinya di sana.
"Kamu gak ikut Cil?" berharap Cilya akan ikut dengan nya, menemaninya di sana.
"Gak bisa, ada pekerjaan yang harus aku selesaikan."
Pasrah, hanya itu yang bisa King lakukan. "Yasudah, aku berangkat ya. Tunggu aku pulang lagi." jika ada waktu yang tepat, King akan kembali pulang meski harus bolak balik Kalimantan-Jakarta.
Cilya hanya mengangguk. Kemudian King memelul erat Cilya. Rasanya sangat berat meninggalkan istrinya. King mengecup kening, lalu kedua mata Cilya, terakhir beralih ke bibir. Bukan sekedar kecupan, lummatam lembut King berikan. "Jaga diri baik-baik. Sampai bertemu lagi."
"Iya. Kamu juga." balas Cilya.
"Aku pergi." kata King.
"Iya."
__ADS_1
Cup. King kembali mendaratkan kecupan di kening Cilya. "Aku mencintaimu." setelah mengucapkan itu, King berlalu pergi meninggalkan Cilya yang terpaku di tempat.
Apa tidak salah dengar? King baru saja mengatakan kalimat yang selama ini ia tunggu-tunggu. Cilya masih tak percaya.