
" Adrian!" Cilla sangat terkejut dengan orang yang berada di hadapannya yang ternyata adalah Adrian, orang yang sangat ia benci dalam hidupnya karena membatalkan begitu saja pernikahan mereka tanpa alasan dan malah melimpahkannya kepada Reza, adiknya sendiri.
Cilla langsung pergi begitu saja, Reza hendak meraih tangannya namun terlambat lalu. " Cilla, tunggu! Dengarkan penjelasan aku dulu." Adrian hendak mengejar Cilla namun di tahan oleh Elya.
" Anda siapa? Apa anda mengenal Cilla?" tanya Elya.
" Saya mantan pacarnya." balas Adrian singkat dan hendak mengejar Cilla namun Elya kembali menahannya.
" Yasudah, lebih baik untuk sekarang anda jangan menemui Cilla dulu, biarkan dia tenang. Mungkin dia sedikit emosi hari ini setelah melihat ada, sepertinya kalian sudah lama tak bertemu."
" Iya, anda benar. Yasudah, ini kartu nama saya jika Cilla sudah tenang, tolong hubungi saya. Saya sangat ingin berbicara dengan Cilla, ini urusan yang sangat penting." Adrian memberikan kartu namanya pada Elya.
" Iya, kalau begitu saya susul Cilla." Elya pergu meninggalkan Adrian dan Adrian hanya bisa diam karena tak ingin membuatnya lebih rumit lagi.
' Cilla, aku tahu kamu pasti benci sekali padaku, namun aku hanya ingin menjelaskan semuanya padamu, aku hanya ingin kita berhubungan baik. Aku tak ingin ada dendam di antara kita karena kita adalah keluarga walaupun caranya berbeda.' batin Adrian.
Elya berhasil mengejar Cilla yang menuju ke parkiran untuk segera pulang.
" Cill, Cilla... Tunggu." teriak Elya.
" Elya... Maaf aku mau pulang." balas Cilla lalu masuk ke mobilnya.
" Yasudah, hati-hati di jalan." ujar Elya, Cilla hanya tersenyum lalu melajukan mobilnya meninggalkan Elya.
Didalam mobil Cilla bergumam, " Kenapa kamu datang di saat aku mulai ingin melupakanmu? Kenapa kamu hadir di saat aku ingin menata kembali hatiku? Kamu membuatku kecewa tapi kenapa hati ini tak menyimpan dendam terhadapmu."
Tiba-tiba ada motor menyalip dari belakang dengan sangat cepat, Cilla yang sedang tidak fokus akhirnya terkejut dia banting stir ke arah kanan hingga sebelah mobilnya naik ke trotoar, kepada Cilla terantuk ke stir mobil hingga terluka. " Aw.... Huh... sssss... " Cilla memegang kepalanya yang sakit, lalu warga sekitar menolong Cilla dan mengeluarkan Cilla dari mobilnya dan mendudukannya di trotoar samping mobilnya. Salah seorang warga menelpon ambulance untuk segera datang ke lokasi dimana kecelakaan terjadi.
Reza menerima telpon bahwa Cilla mendapatkan kecelakaan, Reza sangat terkejut dan khawatir mendengarnya hingga dia pun tanpa pikir panjang segera pergi ke rumah sakit dimana Cilla berada. Dia menggunakan mobil dan supir pribadi keluarga agar bisa cepat datang ke rumah sakit.
Reza berlari ke arah resepsionis untuk menanyakan dimana Cilla berada, lalu di tunjukan ke arah UGD. Reza segera berlari ke arah UGD lalu mencari Cilla, lalu menemukan Cilla yang sudah selesai di obati oleh dokter.
" Cilla, kamu gak apa-apa? Apa yang terluka? Kenapa kamu sampai kecelakaan? Bagian mana yang sakit." banyak pertanyaan Reza lontarkan karena cemas dan khawatir pada Cilla.
" Kamu tarik nafas dulu, yang tenang. Aku tak apa-apa hanya terbentur sedikit dan yang lainnya tak ada yang sakit." balas Cilla tersebut dengan kekhawatiran berlebihan Reza.
" Syukurlah, aku tadinya khawatir kamu kenapa-kenapa." Reza memeluk Cilla.
Cilla yang merasa malu karena di sana masih ada dokter dan perawat yang merawatnya tadi. Cilla meminta Reza melepaskan pelukannya karena tak enak dengan orang lain yang melihat mereka.
" Bagaimana keadaan istri saya dok? tanya Reza.
Dokter dan perawat hanya tersenyum melihat tingkah Reza, " Kondisi istri anda baik-baik saja hanya terdapat luka luar saja, jadi hari ini bisa langsung pulang. Anda hanya menunggu perawatan nanti memberikan obat-obatan untuk istri anda setelah itu bisa pulang." balas Dokter.
" Syukurlah, terimakasih dokter." ucap Reza lega.
Dokter dan perawat pun meninggalkan mereka berdua.
" Sebenarnya apa sih yang membuat kamu bisa kecelakaan seperti ini?" tanya Reza.
" Aku hanya kurang fokus saja, ketika motor menyalip mobil dengan cepat membuat aku kaget jadi aku banting stir sampai naik ke trotoar."
" Cilla... Cilla... Lain kali jika lelah atau kurang enak badan mintalah supir untuk mengantar, aku tak ingin kamu seperti ini."
" Iya maaf, lain kali aku akan lebih berhati-hati saat menyetir, terimakasih kamu sudah mau datang."
" Kamu bilang apa sih? Aku ini suamimu jadi sewajarnya aku datang ketika mendengar istriku mengalami kecelakaan."
Tak lama perawatan pun datang membawa obat-obatan untuk Cilla dan kuitansi biaya yang harus di bayar ke rumah sakit. Setelah semuanya beres akhirnya Reza dan Cilla pulang ke rumah menggunakan mobil pribadi, sedangkan mobil Cilla sudah di tarik ke bengkel untuk di perbaiki.
___________
Sesampainya di rumah Cilla bersandar di tepi tempat tidur dengan bantal menyanggah punggungnya. Reza sangat berhati-hati dan memperlakukan Cilla dengan baik, membuat Cilla merasa nyaman bersamanya.
" Sebenarnya kamu kenapa sampai melamun saat berkendara?" tanya Reza yang duduk di sampingnya.
" Tak ada apa-apa, mungkin kepikiran masalah kuah yang sebentar lagi selesai, nanti harus membuat skripsi juga." balas Cilla tak memberitahu hal sebenarnya.
" Benar hanya karna itu?" Reza tak sepenuhnya percaya.
__ADS_1
" Iya, hanya itu." ucap Cilla sambil mengangguk.
" Yasudah, kamu istirahat yah. Aku akan di sofa soalnya ada materi yang harus aku persiapkan untuk besok."
Cilla belum bisa memberitahukan hal sebenarnya kepada Reza, ia takut hubungannya yang sedikit membaik akan jadi renggang kembali jika ia mengatakan bahwa Adrian telah menemuinya siang tadi. Cilla hanya ingin menjaga hubungan antara kakak dan adik agar tak ada konflik yang tidak di inginkan. Tapi kenapa saat Adrian datang dan ada di hadapannya, hati Cilla merasa berdebar kembali, entah itu rasa bencinya atau rasa cintanya, Cilla juga merasa bingung akan perasaannya sendiri. Di satu sisi ia telah menjadi istri Reza namun entah dia menyukainya atau hanya perasaan nyaman dan di sisi lain hadirnya seseorang dimasa lalu yang sangat dia Cintai dan entah cinta itu masih ada atau tidak.
Walaupun luka Cilla tak seberapa namun Reza sangat protektif terhadapnya, dia melayani Cilla dalam segala hal sampai hal terkecil sekalipun. Perhatian Reza membuat Cilla semakin nyaman, bahkan ia seperti mengandalkan Reza untuk saat ini dan mungkin kedepannya juga demikian.
Setelah selesai Reza naik ke tempat tidur dan langsung berbaring lalu Reza memejamkan matanya karena melihat Cilla yang membelakanginya seperti sudah tertidur namun sebenarnya Cilla masih terjaga, dia berpikir apa akan memberitahu Reza atau tidak. Lama ia berpikir akhirnya ia memutuskan untuk memberitahu Reza tentang pertemuannya dengan Adrian.
" Za... Reza... Kamu sudah tidur ya!" panggil Cilla.
" Mmmm.... Ada apa?"
" Kamu masih bangun?"
" Tadinya aku sudah tidur tapi mendengar kamu memanggilku jadi aku terbangun. Ada apa Cilla?"
" Begini.... Anu.... Tadi Siang aku bertemu dengan Adrian, di... dia datang ke kampus aku." ucap Cilla ragu.
" Apa? Bang Adrian ada di Indonesia? Kok dia tak memberitahuku? Kamu ngobrol sama dia?" Ujar Reza yang langsung tak merasakan kantuk lagi.
" Iya, tapi aku langsung pergi begitu dia menghampiriku." jawab Cilla jujur.
" Kamu masih mencintainya?"
" Aku tidak tahu."
" Apa kamu mencintaiku?"
" Gak tahu, aku benar-benar tidak tahu. Hatiku sangat rumit dan pikiranku semerawut makanya aku sampai tidak fokus menyetir tadi dan terjadi kecelakaan. Maaf... Tadi aku tak berkata jujur." ucap Cilla terlihat menyesal.
" Bolehkah aku memelukmu?" tanya Reza tiba-tiba membuat Cilla terkejut.
" I, iya..." balasnya ragu.
' Ke,kenapa jantungku berdetak lebih cepat? Bahkan seperti sulit untuk bernafas namun terasa sangat nyaman. Jika suaranya bisa terdengar kencang seberapa cepatnya jantungku berdetak, mungkin ruangan ini akan ramai dengan suara jantung kami karena aku pun mendengar suara jantung Reza yang berdetak sangat kencang.' batin Cilla.
Mereka terus berpelukan sampai mereka pun terlelap tanpa melepaskan pelukan mereka.
__________
Terdengar kicauan burung yang sangat ramai pertanda pagi telah tiba, Reza bangun pertama kali masih dalam posisi yang sama. Terasa tangannya sangat kebas tak berasa karena menjadi bantal Cilla, Reza mencoba menggerakkan tangannya namun tak ingin membangunkan Cilla. Namun akibat pergerakan dari tangan Reza akhirnya Cilla pun terbangun dan mendapati Reza yang sedikit meringis.
" Kamu kenapa?" Cilla segera bangun dari lengan Reza.
" Aw... tanganku susah digerakkan."
" Kamu sih, malah menyuruh aku tiduran di lengan kamu jadi begini kan jadinya."
" Gak apa berkorban sedikit, yang penting aku bisa memelukmu semalaman. hehehe."
" Kamu tuh lagi begini aja masih bisa bercanda, sini biar aku pijat." Cilla pun mulai memijat lengan Reza, lama kelamaan lengannya sudah terasa enakan dan akhirnya bisa mudah di gerakan kembali.
" Terimakasih istriku sayang."
" Jangan gombal, aku tak akan termakan gombalan kamu." Cilla pun hendak pergi ke kamar mandi lalu Reza segera meraih tangannya.
" Mau mandi bareng?" senyum nakal Reza terselip di bibirnya.
" Ogah... Aku mau di peluk olehmu semalam bukan karena aku sudah luluh yah. Aku hanya merasa tidak enak padamu."
" Jangan bohong."
" Iya, aku serius, lepaskan tanganku, aku mau mandi." ujar Cilla dan Reza pun akhirnya melepaskan genggaman tangannya.
' Aku tahu Cilla, hatimu sedikit demi sedikit mulai terbuka untukku, hanya saja masih perlu banyak waktu untukmu menyadarinya.' batin Reza dan senyuman menghiasi bibirnya.
_________
__ADS_1
Seharian ini ponsel Cilla sering sekali berdering bukan hanya panggilan telpon namun beberapa pesan pun masuk kedalam ponselnya. Cilla hanya mengabaikannya karena ia tahu bahwa telpon dan pesan tersebut di kirim oleh Adrian.
Dari Adrian :
" Cilla bisakah kita bertemu?"
" Cilla aku mohon"
" Apa kau sebenci itu padaku?"
" Aku ingin menjelaskan semuanya padamu, kadi ku harap kita bisa bertemu."
" Setelah aku jelaskan semuanya, aku akan terima apapun respon dari kamu. Mau semakin benci atau sebaliknya aku tak peduli, aku hanya ingin kamu menemuiku dan mendengarkan penjelasanku."
" Cilla, aku mohon."
Banyak sekali pesan yang Adrian kirimkan untuk Cilla namun tak sekalipun pesan tersebut di balas hanya sekedar di baca lalu di abaikan.
Berhari-hari pun berlalu, hampir setiap hari Villa mendapatkan pesan dan panggilan telpon dari Adrian padahal ia sudah mengabaikannya namun Adrian tak pantang menyerah. Sampai Cilla merasa muak dan marah dengan pesan dan panggilan telpon dari Adrian yang mengganggunya.
Ketika ponsel Cilla kembali berbunyi dan terlihat nomor yang sama terpampang di layar ponselnya yang dia kenal pasti itu nomor Adrian, akhirnya Cilla menjawab panggilan tersebut karena sudah muak setiap waktu selalu di hubungi.
Adrian : Akhirnya kamu menjawab teleponku, kamu masih memakai nomor ponsel yang lama.
Cilla : Jangan basa-basi, to the point saja, apa maumu?
Adrian : Ayo kita bertemu! Aku akan menjelaskan semuanya padamu, aku mohon.
Cilla : Apa lagi yang ingin kamu jelaskan? Semuanya sudah jelas, tak ada yang harus di bicarakan lagi, antara kita sudah selesai.
Adrian : Tunggu tunggu Cilla! Aku mohon kita bertemu sekali saja, setelah itu aku akan menghilang dalam hidupmu.
Cilla : ........................
Adrian : Cilla, aku mohon! Aku akan menghilang setelah menjelaskan semuanya padamu.
Cilla : Baiklah, tapi hanya sekali ini saja, jika kita bertemu kamu harus berhenti menghubungiku.
Adrian : Iya... Terimakasih, aku akan menepati janjiku. Kita bertemu dimana?
Cilla : Di Cafe dekat kampus jam 3 sore.
Adrian : Iya, aku akan menunggu kamu disana.
Cilla menghela nafas panjang saat telpon terputus, dia merasa muak dengan Adrian namun dia juga penasaran alasan kenapa Adrian tak menikahinya waktu itu. Setelah Adrian menjelaskan semuanya, apapun itu tidak akan mengubah keadaan dalam hidupnya.
Sore pun tiba, Cilla sedikit datang terlambat ke cafe dimana dia janji bertemu dengan Adrian karena jadwal kuliahnya yang molor. Ketika Cilla masuk kedalam cafe, Adrian sudah menunggunya disana, Ada 2 gelas di atas meja, satu kosong dan satu sudah kosong. Sepertinya Adrian sudah menunggu Cilla lebih lama dari waktu janjiannya.
" Selamat datang Cilla, aku sudah pesankan jus strawberry dengan cream kesukaanmu, aku masih ingat karena cafe ini seringkali kita kunjungi saat kita pacaran dulu." Ucap Adrian dengan senyuman.
" Sudahlah jangan mengingatkan aku pada masa lalu yang ingin aku lupakan. Sekarang bicaralah sesuai apa yang akan kamu jelaskan kepadaku, jangan banyak basa-basi." ucap Cilla sinis.
" Sebentar, kamu jangan emosi seperti itu, aku akan menjelaskan kebenaran kenapa aku menyuruh Reza untuk menggantikan aku menikahimu. Bahkan pak Hardi pun bisa memaklumi masalah yang aku hadapi saat itu, aku harap kamu juga bisa memahaminya dan tak lagi membenciku seperti sekarang ini." ujar Adrian.
" Semakin lama kamu malah semakin ngelunjak, aku datang menemuimu karena kamu ingin menjelaskan semuanya padaku, entah itu seperti apa. Cepat ceritakan, aku tak ingin terlalu banyak menghabiskan waktu dengan pria lain sementara suamiku menunggu aku di rumah." ucap Cilla yang semakin jengkel.
" Hehehe Aku jadi menyesal telah merelakan kamu pada Reza jika perhatianmu begitu besar seperti ini, aku jadi cemburu. Beruntung sekali Reza telah memilikimu, walaupun dulunya kamu akan menjadi miliku." lagi-lagi Adrian malah bicara hal lain.
" Yasudah, kalau kamu terus seperti ini, aku akan pergi, anggap saja kita tidak pernah bertemu." Cilla pun mengambil tasnya dan hendak pergi namun Reza menahannya.
" Baiklah, aku minta maaf mengulur waktu terus, aku akan menjelaskan semuanya." ujar Adrian memegang tangan Cilla.
Tanpa mereka ketahui tak jauh dari mereka duduk, Reza melihat Cilla bersama Adrian. Dia tak mendengar apapun yang mereka katakan namun hatinya seperti merasakan panas ketika Adrian menggenggam tangan Cilla. Namun Reza tak bisa berbuat apa-apa atau menghampiri mereka karena dia sedang bersama beberapa teman kampusnya.
Bersambung.....
Selalu dung Author yah dengan cara mengirim saran ataupun kritik yang membangun serta berikan Vote, hadiah, dan like jika para pembaca menyukainya.
Terimakasih ☺️
__ADS_1