Kisah Cilla : Cinta Dalam Pernikahan

Kisah Cilla : Cinta Dalam Pernikahan
Rumor Fitnah


__ADS_3

Sepanjang perjalanan pulang Cilla diam saja, ia masih kesal dengan sikap Reza di taman tadi. Hingga sampai rumah pun mereka langsung masuk kedalam kamar dan menutup pintunya kencang.


" Kamu masih marah?" Reza duduk di samping Cilla yang sedang duduk di tepi tempat tidur.


" Gara-gara kamu, pernikahan kita terbongkar. Padahal kita berhasil merahasiakannya sampai sejauh ini tapi gara-gara tindakanmu yang gak jelas kemarin akhirnya jadi sia-sia. Aagggkkk... aku gak mau jadi bahan gosip di kampus."


Cilla terus merasa kesal, jengkel dan emosi kepada Reza.


" Maaf, aku kan sudah minta maaf." Reza menggenggam tangan Cilla.


" Jahat kamu za, kesal aku, sebal banget lihat kamu." Cilla memukuli dada Reza beberapa kali, Reza hanya diam saja karena merasa pantas mendapatkan pukulan ini.


Setelah merasa lelah karena terus memukuli Reza akhirnya Cilla pun berhenti.


" Sudah puas?" tanya Reza.


" Kamu jahat." ujar Cilla melemah.


Reza menarik tubuh Cilla kepelukannya, untuk menenangkan dan meredakan emosinya, itu berhasil membuat Cilla terdiam.


Setelah beberapa saat Reza melepaskan pelukannya, mereka saling pandang satu sama lain. Jantung mereka tiba-tiba berdebar-debar saling bersautan, wajah mereka jadi merona merasakan sesuatu gejolak dalam diri mereka masing-masing.


Wajah mereka saling mendekat hingga akhirnya bibir mereka saling bertemu, mereka pun akhirnya berciuman dengan mesranya.


Reza melepaskan Ciumannya lalu bertanya kepada Cilla tentang perasaannya, " Apa kau mencintaiku?"


Cilla langsung mengangguk, " Iya, aku mencintaimu."


Setelah mendengar itu Reza langsung kembali melahap bibir Cilla, lebih mesra dan lebih ganas.


" Cilla, bisakah sekarang kita....." tanya Reza gugup.


Cilla mendorong Reza hingga sedikit menjauh, " Ini masih sore Za."


" Terus kenapa? Apa ada peraturannya harus melakukannya kapan? Tak harus malam terus, kan!" balas Reza yang langsung menarik pinggang Cilla dan membaringkan tubuh istrinya.


" Aku takut." Cilla menatap ke arah Reza dengan tatapan menggemaskan.


" Tak perlu takut, aku akan melakukannya perlahan." Reza mengelus rambut Cilla.


" Orang bilang untuk pertama kalinya akan terasa sakit, aku khawatir." Cilla masih ragu dan takut untuk melakukannya.


" Tenang saja, aku akan pelan-pelan dan membuatmu panas terlebih dahulu." Reza mengecup kening Cilla.


Reza membuka kancing kemeja Cilla satu persatu hingga bagian depannya terbuka dan Reza pun segera membuka kaos hitam yang ia kenakan dan melemparnya ke sembarang arah.


Reza pun mulai mencumbu Cilla cukup lama, lalu terdengar ketukan pintu kamarnya membuat aktifitas mereka berdua akhirnya berhenti. Mereka saling menatap satu sama lain, lalu Cilla menyuruh Reza untuk membuka pintunya.


" Akhhh... Siapa sih yang mengganggu?" Kesal Reza.


Hanya dengan celana panjangnya yang masih ia kenakan tanpa baju, Reza membuka pintu kamarnya.


" Maaf Za, tadi ada telpon dari pak satpam taman depan, katanya soal motor yang sudah 3 hari belum di ambil." ucap Sarah, melihat Reza yang membuka pintu dengan bertelanjang dada.


Tak sengaja Sarah melihat ke dalam kamar dengan tempat tidur yang berantakan, di sana juga ada Cilla yang duduk membelakangi seperti tengah mengancingkan pakaiannya.


" Yasudah kalau begitu, cuma itu yang ingin bunda sampaikan. Maaf sudah mengganggu kalian." ucap Sarah sedikit canggung pada Reza.


Reza menutup pintu kamarnya dan kembali mendekati Cilla, " Ayo kita lanjutkan lagi kegiatan kita yang tadi tertunda."


" Maaf Za, aku sudah gak mood, lain kali saja." Cilla pergi begitu saja meninggalkan Reza yang terlihat kecewa.


' Sialan, padahal ini momen yang udah lama aku tunggu, malah gagal.' gerutu Reza.


Cilla menghampiri Bundanya yang sedang berada di dapur, terlihat Sarah sedang memotong-motong sayuran bersama salah satu asisten rumah tangganya.


" Bunda, boleh aku bantu, sekarang mau masak apa untuk makan malam?"


" Ayahmu ingin bunda buatkan tumis cumi pakai sayuran, ayam rica-rica dan tempe mendoan."


" Sini Cilla bantu potong-potong tempenya." Cilla mengambil satu papan tempe lalu memotongnya tipis-tipis.


" Kenapa kamu kesini? Suamimu di tinggal di kamar sendirian." ucap Sarah, ia melihat di bagian leher Cilla ada tanda merah.

__ADS_1


" Biarin aja Bun, orang udah gede bukan bayi." Balas Cilla sekenanya.


" Bunda lihat, hubungan kalian mulai membaik, terutama kamu yang sepertinya sudah menerima pernikahan kalian." Sarah terlihat senang dengan keadaan saat ini.


" Yah Begitulah Bun, awalnya aku memang merasa terpaksa menjalani pernikahan ini namun aku juga sangat benci jika harus bercerai, jadinya aku berusaha untuk melakukan yang terbaik. Sebulan ini aku berpikir untuk menjadi istri seutuhnya yang peduli pada suaminya." jelas Cilla.


" Syukurlah Bunda senang, tinggal nunggu kabar baik nih." Goda Sarah membuat Cilla merona.


_________


" Kamu lagi apa?" tanya Reza melihat Cilla begitu lama di depan cermin meja riasnya.


" Ini semua gara-gara kamu." Cilla mengoleskan BB cream pada lehernya.


" Memangnya aku salah apa? Kok gara-gara aku!" jawab Reza yang heran mengapa Cilla menuduhnya.


" Iya, gara-gara kamu, aku jadi butuh waktu lebih lama untuk menutupi beberapa bekas kiss mark yang kamu buat." ujar Cilla yang terlihat kesal.


" Hehehe kirain apaan? Kenapa gak biarin aja terlihat, agar orang-orang tahu kalau kamu sudah ada yang punya."


" Ah, ogah... Ntar aku di jadi bahan gosip satu kampus." Cilla terus mengoleskan BB cream sampai kiss mark tersamarkan.


" Mau ke kampus bareng?" Reza mengajak Cilla berangkat bersama.


" Gak, aku berangkat sendiri saja." Cilla langsung pergi begitu saja tanpa menunggu Reza.


Reza merasa sangat sulit membaca isi hati Cilla yang berubah-ubah, ketika dia hampir saja bisa menaklukkannya malah kembali menjauh.


Reza berpikir bagaimana agar Cilla benar-benar menjadi miliknya seutuhnya tanpa dia mengubah pikirannya kembali.


Apakah jawaban Cilla bahwa dia mencintai Reza adalah tulus dari hatinya ataukah hanya sekedar terbawa suasana saat itu?


Reza harus memastikan perasaan Cilla terhadap dirinya, ia akan berusaha untuk mengetahui dan bertanya lagi secara langsung.


_________


Cilla menghampiri Elya yang sedang duduk sendirian di koridor kampusnya, lalu Cilla menyapanya namun Elya hanya acuh tak acuh. Cilla bingung dengan perubahan sikap Elya kepadanya, Apakah dirinya punya kesalahan pada Elya?


" Kamu kenapa? Apa aku ada salah? Kalau aku salah, aku minta maaf." Namun Elya tetap diam tak mau bicara pada Cilla.


Merasa tak nyaman dengan sikap Elya, Cilla pun hendak pergi namun langkahnya terhenti ketika akhirnya Elya membuka suaranya.


" Kamu menganggap aku apa? Kenapa hal penting yang harusnya seorang sahabat tahu tapi tak kamu ceritakan? Katanya kamu sahabat aku tapi aku malah tak tahu apapun soal kamu!. Elya terlihat kesal namun sekaligus sedih dengan perlakuan Cilla kepadanya.


" Maksudmu?" Cilla sangat bingung dengan perkataan Elya.


" Kenapa kamu menyembunyikan pernikahan kamu?" ujar Elya dengan nada suara yang terkesan kesal.


" Oh, itu.... Apa rumor itu sudah tersebar? Apa Sam menyebarkan bahwa aku sudah menikah?" Cilla terkejut bahwa Elya telah tahu bahwa dia telah menikah, yang dia ingat hanya Sam yang tahu tentang pernikahannya.


" Itu gak penting, yang paling penting itu kamu menganggap aku sahabat kamu atau gak?"


" Maaf Elya, bukan maksud aku menyembunyikan itu padamu. Aku hanya tak ingin siapapun tahu tentang pernikahanku, aku hanya ingin hidup normal seperti mahasiswa lainnya. Aku tak ingin ada batasan dalam pergaulan jika mereka tahu aku sudah terikat pernikahan. Kamu sahabatku dan selamanya tetap sahabatku, mulai sekarang aku tak akan pernah menyembunyikan rahasia lagi, kecuali yang terlalu private. hehehe." Jelas Cilla, diakhiri dengan senyumannya.


Elya pun mengerti dengan apa yang Cilla jelasnya, jika dia berada di posisi Cilla mungkin dia juga akan melakukan hal yang sama.


Elya pun segera memeluk Cilla, rasa sedihnya berubah seketika dan senyuman di bibirnya pun mulai mengembang. Mereka berpelukan penuh haru seperti dalam drama, layaknya para gadis di masa mudanya.


" Sebenarnya kalian menikah sudah berapa lama?" tanya Elya mengusap air matanya yang tersisa di sudut matanya.


" Kami menikah sebulan sebelum wisuda S1." balas Cilla.


" Kalian hebat bisa menyembunyikannya selama ini dari aku, tapi di kampus kalian seperti tak begitu kenal satu sama lain, apa itu acting?" tanya Elya.


" Emm... Bisa di bilang begitu, kami hanya gak mau ada rumor yang tak mengenakan tentang kami."


" Iya sih, dari pada ada rumor yang aneh-aneh mending di tutupi. Jangan bilang waktu itu yang kamu bersikap aneh senyum-senyum sendiri apa karena kamu jatuh Cinta? Tapi itu kan sebulan yang lalu, masa kamu baru jatuh Cinta." ingat Elya tentang Cilla 3 minggu yang lau, Cilla hanya tersenyum.


" Tapi aneh, kalian sudah menikah hampir 7 bulan tapi kamu baru jatuh Cinta 3 minggu yang lalu. Aku malah bingung jadinya, apa kamu jatuh cinta pada orang lain atau kamu baru jatuh cinta pada suamimu?" Elya sangat kebingungan.


" Jujur, aku baru jatuh cinta pada sumiku setelah lama menikah." balas Cilla yang tersenyum malu ke arah Elya.


" Jadi kenapa kalian menikah kalau tidak saling cinta?" Elya semakin penasaran.

__ADS_1


" Yang jelas, Reza dari awal sudah mencintaiku tapi aku belum mencintainya waktu itu, aku mulai mencintainya ketika sudah lama bersama. Sisanya ceritanya panjang jadi lain kali aku ceritakan." jelas Cilla sudah yakin dengan perasaannya.


" Cie...Cie.... Aku jadi berkhayal bagaimana bahagianya jika menikah nanti terutama dengan orang yang aku Cintai."


" Semoga kamu dapat jodoh yang sesuai keinginanmu. Tapi kan kamu sedang dekat dengan Alan!" Harap Cilla.


" Alan hanya gebetan, aku mau mencari yang lainnya agar bisa membandingkan satu sama lain. Apa kamu ada rekomendasi cowok baik dan tampan?"


" Emm... Siapa yah? Nanti deh kalau ada aku kenalkan denganmu." Mereka pun pergi ke kantin hanya untuk menunggu waktu kelas kuliah selanjutnya dimulai.


Terlihat sepanjang perjalanan orang-orang yang berada di kampus menjadi aneh, sehabis Cilla dan Elya lewat orang-orang yang ada di sana seperti saling berbisik membicarakan sesuatu.


" Lihat tuh, dia kan mahasiswi jurusan manajemen bisnis, katanya dia itu udah nikah karena kecelakaan dan mengaborsi kandungannya."


" Benarkah, luar biasa. Kenapa mahasiswi seperti itu bisa masuk ke universitas kita yah.


"Wajahnya memang terlihat cantik dan tampilannya yang casual namun elegan sepertinya dia orang kayak, lihat saja dari ujung kepala sampai ujung kaki memakai barang branded semua."


" Katanya suaminya si asisten dosen kan! Dia kan tampangnya plus tapi akhlaknya minus."


" Tapi kalau dia mau, aku rela jadi istri ke dua, hehehe."


" Memangnya beneran, dia tekdung duluan?"


" Mana aku tahu, katanya mereka nikah terpaksa. Mungkin karena terlanjur kebobolan."


Sebenarnya Cilla mendengar semua orang membicarakannya namun Cilla terkesan mengacuhkannya namun Elya yang malah naik pitam mendengar gosip jika Sahabatnya melakukan hal tak senonoh sebelum menikah.


" Hei... Kalau mau ngomong tanya langsung ke orangtuanya, jangan bisik-bisik di belakang dan memfitnah orang begitu." Teriak Elya kepada orang-orang yang membicarakan Cilla.


" Siapa yang menyebarkan rumor tak mendasar seperti ini, hah." Elya sangat kesal.


" Sudah... Sudah... biarkan saja, seiring jalannya waktu juga semuanya akan hilang." Pinta Cilla kepada Elya.


Mereka pun akhirnya mengacuhkan omongan orang-orang, Cilla melarang Elya untuk tak marah-marah namun hatinya terasa sesak mendengar rumor yang malah memfitnahnya. Apakah ini ulah Sam yang di tolaknya dan menjadi sakit hati hingga tega menyebarkan fitnah?


Apa dia harus memberitahu Reza soal rumor ini? Sebelum itu sepertinya Cilla akan mencari tahu siapa sebenarnya yang menyebarkan rumor ini setelah itu dia akan memberitahukannya kepada Reza.


_______


Ketika jam mata kuliah selesai, Cilla mendengar ada suara ribut-ribut diluar tepatnya di taman kampus. Cilla dan Elya segera menuju tempat keributan, Cilla menembus kerumunan untuk melihat apa yang terjadi disana.


Betapa terkejutnya Cilla ketika melihat yang berkelahi di depan matanya adalah Reza dan Sam. Reza terlihat sudah banyak memar di wajahnya terutama bagian tulang pipi kanan dan bibir kanannya yang sedikit berdarah.


Terlihat Reza duduk di atas tubuh Sam dan Reza terus memukuli wajah Sam hingga babak belur dan banyak mengeluarkan darah di bagian bibirnya.


Cilla yang melihat itu langsung berlari dan menarik Reza untuk menjauh dari Sam yang sudah tak berdaya, terkulai lemas berbaring di atas rumput.


" Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu memukuli Sam?" teriak Cilla kepada Reza.


Reza mengusap darah yang terasa mengalir di bibirnya, " B*jing*n sialan, kamu tahu! Dia menyebarkan rumor tentang kita kalau kita menikah karena kecelakaan dan kamu hamil lalu menggugurkannya. Dasar kau B*ngs*k." Reza kembali menendang tubuh Sam dan Cilla mencoba menghentikannya.


" hahaha... Memang itu kenyataannya kan?" seringai Sam walaupun tubuhnya terlihat lemah kesakitan.


Ketika Sam hendak duduk, Reza kembali menendang perutnya hingga Sam kembali tersungkur.


" Reza, Sudah! Aku bilang sudah!" Cilla berteriak untuk menghentikan Reza yang terlihat masih emosi.


Lalu beberapa orang datang membantu Sam untuk di bawa ke UKS agar luka Sam bisa di obati terlebih dahulu dan menjauh dari Reza agar tak di hajar kembali oleh Reza.


" Za, kamu tak apa-apa?" tanya Cilla yang terlihat khawatir.


" Aku tak apa-apa, kamu bagaimana?" Reza kembali bertanya karena juga mengkhawatirkan Cilla.


" Aku juga gak apa, ayo kita pulang." Ajak Cilla pada Reza.


" Elya, maaf aku pulang duluan yah." tambah Cilla kepada Elya.


Sesampainya di depan mobil Reza bersikeras untuk menyetir namun Cilla melarangnya dan Cilla yang akan menyetir mobilnya sementara Reza istirahat saja selama perjalanan.


Bersambung....


Masih mau lanjut?

__ADS_1


Selalu dukung Author dengan cara memberi Vote, Like, Hadiah, dan Komen... terimakasih


__ADS_2