
Di sebuah ruangan sedang di adakan diskusi anggota BEM, banyak sekali yang di bahas sampai semuanya terlihat sangat serius namun berbeda dengan Reza, dia terlihat kurang fokus bahkan tak memperhatikan apa yang di presentasikan anggota lainnya. Ia malah terlihat melamun dan hanya memainkan pena di tangannya, seorang anggota menyadarinya hingga dia mencoba menegur Reza.
" Za.. Reza... Za... " panggil anggota tersebut.
" Eh... Iya, ada apa Dra" Reza terkejut dengan panggilan temannya yang bernama Dendra.
" Ada apa? Sepertinya ada yang kamu pikirkan sampai gak fokus dengan materi yang kita bahas hari ini." ujar Dendra.
" Maaf... Maaf sekali, tadi aku hilang fokus. Maaf, silahkan lanjutkan." Ujar Reza dan mereka pun melanjutkan diskusinya.
' Huh... Kenapa aku kepikiran terus? Perasaanku campur aduk sampai tak bisa fokus. Seharusnya aku sadar jika pernikahan ini sulit untuk di jalani karena di awali dengan keterpaksaan, aku tak harus berharap lebih.' Batin Reza.
" Ok... Diskusi sekarang sudah selesai, sekarang sudah waktunya makan siang, ayo kita makan bersama! Mumpung dapat uang makan dari dosen, yuk kita makan di warung depan." ujar Dendra.
" Maaf nih, kayaknya aku gak bisa ikut." ucap Reza.
" Kenapa? Padahal gratisan."
" Gak apa-apa, soalnya aku masih ada urusan di luar."
" Ok lah, tapi kamu jangan lupa yah akhir pekan nanti ada seminar di Bogor, kamu harus ikut."
" Iya siap, tenang saja." Ujar Reza lalu meninggalkan ruangan tersebut.
' Sebenarnya aku mau kemana sih? Gara-gara banyak pikiran jadi ingin menyendiri. Aku pergi ke danau saja kali ya, semoga bisa lebih tenang." Batin Reza, ia pun segera memacu motornya ke tempat di mana danau itu berada.
___________
Cilla sedang duduk di sofa untuk menonton televisi dan menikmati segelas jus strawberry kesukaannya sambil membuka sosial media di ponselnya. Tak sengaja Cilla melihat foto yang di posting Reza beberapa menit yang lalu, terlihat sebuah danau berwarna hijau dengan di kelilingi pepohonan yang rimbun menambah keindahan namun tersirat rasa kesepian di dalam potret tersebut. Di sana bertuliskan Caption, " Jagalah alam ini seperti kau menjaga hatimu sendiri, jika sudah pergi semuanya jadi tak berarti."
' Ngapain juga si Reza ke danau? Sama siapa dia disana?" batin Cilla penuh tanya.
Sarah keluar kamarnya lalu melihat putrinya yang duduk di sofa, Sarah segera menghampirinya dan ikut duduk di sampingnya.
" Kamu gak kuliah?" tanya Sarah.
" Hari ini gak ada jam kuliah, Bun." Balas Cilla tanpa memalingkan pandangannya pada ponselnya.
" Suamimu kemana?"
" Reza katanya ada rapat di kampus, jadi dia harus berangkat, sepertinya sebentar lagi dia pulang."
" Oh.... Bunda penasaran, sudah 3 bulan menikah apa hubungannya kalian berjalan lancar? Bunda perhatikan kalian masih terlihat canggung satu sama lain."
" Emmmm.... itu... Yah, pasti berjalan lancar lah Bun. Kalau gak, kita gak bakal bertahan sampai sekarang." Balas Cilla sekenanya.
" Bagus deh, Bunda harap hubungan kalian berjalan selayaknya pasangan suami istri yang harmonis. Perlakukan suamimu dengan baik dan harus menuruti apa kata suami selama dalam kebaikan." ucap Sarah menasehati putrinya.
" Iya Bunda, aku akan ingat perkataan Bunda." ucap Cilla.
Sarah pun pergi ke dapur untuk memeriksa bahan makanan dan menyiapkan resep menu untuk makan malam. Mengarahkan asisten rumah tangganya untuk menyiapkan menu yang ia berikan untuk makan malam nanti.
Tak lama terdengar suara motor yang berarti Reza telah pulang, Cilla yang mendengarnya pun mematikan ponselnya. Dalam hatinya hendak menyambut suaminya namun rasa egonya lebih tinggi mengalahkan kata hatinya.
Terdengar Reza berjalan masuk lalu melewati Cilla, dengan segera Cilla menanyakan basa-basi kepada Reza.
" Sudah pulang?"
" Iya." jawab Reza singkat.
" Mau aku siapkan sesuatu untuk makan siang?"
" Tak apa, aku sudah makan. Aku mau langsung ke kamar saja, mau mandi lalu tidur soalnya aku sangat lelah hari ini." balas Reza lalu memasuki kamarnya.
__ADS_1
Melihat respon Reza, Cilla merasa kesal, gak seperti biasanya Reza bersikap dingin kepadanya. ' Kenapa sih tuh orang? Salah makan kali yah! Orang di baikin malahan kayak gitu.' gerutu Cilla dalam hatinya.
30 menit berlalu dan Cilla masuk ke dalam kamarnya, terlihat Reza telah terbaring di sofa dengan mata terpejam. Tanpa Sadar Cilla menghampirinya, lalu membungkukkan badannya untuk melihat Reza lebih dekat.
' Jika di lihat-lihat, wajah Reza cukup tampan juga. Matanya yang bulat dengan bulu mata yang lentik.... Hidungnya yang mancung... Bibirnya yang pas dengan bentuk wajahnya.... Sempurna. Eh.... apa sih yang aku pikirkan?' batin Cilla lalu Cilla menjauh dari Reza dan duduk di tepi ranjang.
' Andai kamu datang di waktu yang tepat, mungkin perasaanku tak akan seperti ini. Namun sekarang hatiku masih tak karuan, dengan apa yang Adrian lalukan terhadapku harusnya aku membenci Adrian tapi entah mengapa, aku masih berharap dia kembali. Padahal aku sadar, ada Reza yang mencintaiku dengan tulus.' batin Cilla, masih menatap Reza yang terlelap.
_____________
Akhir Minggu
Cilla mulai membuka matanya karena matahari sudah muncul menyeruak di balik gorden kamarnya, hari sudah mulai hangat sehingga Cilla terbangun dari tidurnya. Dia duduk sambil mengucek kedua matanya dengan kedua tangannya setelah itu dia melihat Sofa yang telah rapi tanpa Reza di sana. Cilla menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya dan menggosok giginya, lalu ia pun keluar dari kamar menuju meja makan dimana sudah ada Sarah disana.
" Yang lain pada kemana Bun?" tanya Cilla lalu duduk di meja makan.
" Ayah pergi bermain golf sekaligus meeting dengan klien sementara Arka dan Arsa katanya ada pertandingan futsal dengan teman-teman sekolahnya."
" Kalau Reza?" tanya Cilla sambil melahap roti yang telah di olesi selai kacang di tangannya.
" Reza tadi pamit pagi-pagi sekali, katanya dia ada seminar di luar kota kalau gak salah. Memangnya dia tidak bilang padamu?" Sarah kembali bertanya.
" Oh... Iya.. Kayaknya Reza udah bilang, tapi sepertinya aku yang lupa." ujar Cilla meluruskan agar Sarah tak curiga apa-apa.
' Kenapa Reza gak ngasih tahu aku kalau dia mau pergi seminar sih? Dan sikapnya kemarin juga aneh. Dia kenapa sebenarnya?' batin Cilla penuh tanya.
Cilla bersiap-siap untuk ke kampus, memang kelas hari ini dia masuk siang. Seperti biasanya Cilla berangkat dengan menyetir mobilnya sendiri, dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Mobilnya berhenti karena adanya lampu merah, ' Hari ini dia pergi tanpa pamit, bahkan sekarang pun ia sama sekali tak menghubungiku. Sebenarnya aku sih tak begitu peduli hanya saja dia bersikap tak seperti biasanya.' gumam Cilla. Lalu terdengar bunyi klakson di belakangnya ' Tttiiiddd Tttiiiddd ', Cilla tersadar dari lamunannya dan terlihat lampu sudah berubah hijau. Segera Cilla kembali melajukan mobilnya, ia tak habis pikir dengan dirinya sendiri sampai bisa melamun saat di lampu merah tadi.
Sampailah ia di depan kampus lalu ia memarkirkan mobilnya disana dengan mulus, dari jauh seorang temannya menghampirinya. Namanya Elya, sahabat satu-satunya Cilla saat ini, Elya anaknya sangat mudah bergaul bahkan saat pertama kenal, Elya yang menghampiri Cilla terlebih dahulu. Banyak sekali yang kenal Elya tapi memang Elya lebih dekat dengan Cilla.
" Hei Cill, kamu telat datang. Untung saja kelasnya di batalin, Dosennya gak bisa hadir." ujar Elya.
" Lah... Sia-sia aku datang ke kampus dong." Keluh Cilla.
" Gimana yah...... Ok deh, ayo." mereka berdua pun masuk ke dalam mobil Cilla dan sekarang Elya yang menyetir di suruh oleh Cilla yang katanya capek menyetir.
" Terus mobil kamu gimana, El?"
" Aku gak bawa mobil hari ini soalnya harus di service, tadi aku di anter supir papah."
" Ok deh, ayo cabut."
___________
Malam hari, Hardi masih sibuk dengan laptopnya dan Sarah duduk di sampingnya setelah membuatkan suaminya kopi susu kesukaannya.
" Mas, hubungan Cilla dan Reza sepertinya tak ada perkembangan! aku lihat mereka bersikap biasa saja tak seperti pasangan suami istri, salah satunya dalam hal komunikasi, sepertinya mereka saling menutup diri."
" Benarkah? Menurut mas sih yang penting mereka gak bertengkar, pastinya lama kelamaan akan datang rasa jika mereka terus bersama." Hardi menyeruput kopi di tangannya.
" Aku hanya khawatir saja dengan pernikahan mereka. Sudah lebih dari 3 bulan pernikahan mereka."
" Santai saja sayang, kita doakan saja semoga pernikahan mereka langgeng." ujar Hardi santai.
" Iya sih mas, semoga saja ada perkembangan antara mereka berdua. Atau kita pancing dengan bilang ingin segera mendapat cucu?"
" Kamu ini bercanda? Cilla masih muda, baru mau masuk 22 tahun, jangan terburu-buru biar mereka menikmati masa muda mereka."
" Mas ini, kita hanya pancing mereka saja, aku hanya ingin tahu bagaimana reaksi mereka berdua."
" Emmm.... Ok, kalau cuma untuk itu, tapi kalau benar-benar nanti mereka merencanakan punya anak bagaimana?" ucap Hardi ragu.
" Yah... Gak apa-apa, itu bonus hehehe."
__ADS_1
Sebenarnya Hardi sama sekali kurang setuju dengan rencana Sarah namun dia juga mesti mencoba untuk mengetahui apakah Cilla dan Reza berhubungan baik atau tidak.
_________
Malam pun tiba namun tak ada kabar sekali dari Reza, Cilla terlihat gelisah sesekali dia menatap ponselnya dan meletakkannya kembali.
' Apa Reza bicara sama Bunda, dia akan pulang kapan! Aku tanya Bunda dulu.' batin Cilla lalu langsung menuju ke kamar orangtuanya lalu mengetuk pintunya.
" Iya, ada apa Cilla?" tanya Sarah yang membukakan pintu kamarnya.
" Reza sampai jam segini belum pulang juga, apa Bunda tahu Reza pulangnya kapan?" tanya Cilla berharap dapat jawaban seperti yang ia inginkan.
" Enggg.... Sepertinya Reza gak bilang deh, yang Bunda tahu dia hanya pamit saja mau ke luar kota, tapi gak bilang pulangnya kapan. Kayaknya kamu khawatir?"
" Gak.. Gak juga Bunda, cuma mau tahu saja. Yasudah, aku balik lagi ke kamar." Cilla pun beranjak kembali ke kamarnya, setelah itu ia langsung menjatuhkan dirinya di atas tempat tidur.
' Tuh orang kapan mau pulangnya sih? Aku jadi kepikiran.' Batin Cilla.
Di tempat lain terlihat Reza dan beberapa temannya sudah tertidur, seperti di ruangan yang cukup untuk beberapa orang berbaring. Mereka mungkin merasa lelah dengan kegiatan yang mereka lakukan seharian tadi.
Tengah malam Reza pun terbangun, lalu dia duduk bersandar dari lemari sedikit menjauhi teman-temannya yang masih tidur. Reza merogoh ponsel di sakunya lalu membukanya, mengklik galeri di ponselnya dan di sana ada cukup banyak foto pernikahannya dengan Cilla. Di lihatnya satu persatu foto itu sampai bibirnya tersenyum, dia pun berhenti di foto Cilla yang tengah tersenyum manis. ' Cantik, di mataku kamu cantik sekali. Kira-kira dia lagi apa yah sekarang?.' batin Reza.
Reza mengetik beberapa kalimat untuk ia kirim ke pada Cilla namun waktu tinggal klik tombol kirim, dia ragu sampai dia kembali menghapus kalimatnya, ia lakukan itu secara berulang sampai akhirnya ia tak jadi mengirim pesan kepada Cilla. Reza kembali ke tempat tidurnya, ia kembali membaringkan tubuhnya di samping temannya, namun matanya tidak bisa terpejam dengan banyaknya pikiran di kepalanya.
Pagi pun tiba, terlihat Reza tengah berlari-lari kecil di lapangan depan ruangan. Temannya yang baru bangun pun keluar dari ruangan melihat Reza yang berolahraga pagi-pagi sekali karena waktu masih menunjukkan pukul 6 pagi.
" Hei... Za..." panggil teman Reza yang baru bangun sambil melambaikan tangannya ke arah Reza.
Reza pun menghampirinya, " Iya, ada apa bro.." balas Reza terengah-engah setelah sampai di depan temannya.
" Jam segini kamu udah lari-lari, jam berapa kamu bangun?"
" Oh itu... Aku bangun jam 2 malam, terus gak bisa tidur lagi dan jam 5 baru aku jogging." Balas Reza lalu meminum sebotol kecil air mineral.
" Kenapa? Apa ada yang di pikirkan." tanya temannya namun Reza hanya menjawabnya dengan senyuman.
Tiba-tiba ponselnya terdengar berbunyi, Reza meraihnya dan melihat ada pesan dari Cilla. ' Kamu dimana? Kapan pulang.' isi pesan Cilla, Reza hanya membacanya tanpa berniat untuk membalasnya. Reza bersama temannya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri mereka bergantian.
_________
Cilla merasa kesal karena pesan yang dia kirimkan untuk Reza namun hanya di baca tanpa di balas. Cilla menggerutu saking kesalnya, ' Kenapa sih tuh orang? Udah bela-belain aku kirim pesan tapi gak di balas, ada masalah apa sih dia sama aku.'
" Kenapa?" tanya Sarah yang mendengar gumaman Cilla.
" Gak, cuma aku kesal saja Reza gak ngasih kabar." balas Cilla dengan wajah yang di tekuk.
" Mungkin dia sibuk, kamu positif thinking saja."
" Iya sih, tapi...."
" Udah, kita ke salon yuk nanti siang, dari pada uring-uringan terus." Ajak Sarah dan Cilla pun menyetujuinya.
Kembali pada Reza yang telah membaca ulang lagi pesan dari Cilla bahkan bisa di bilang ini sudah ke sekian kalinya Reza membaca pesan dari Cilla. ' Apakah dia benar peduli padaku? atau hanya sekedar rasa penasaran saja? Andai aku bisa membaca isi hati Cilla agar aku tahu semuanya.' batin Reza yang tengah merapikan pakaiannya karena sore ini mereka akan pulang, seminar telah selesai. Tak banyak yang Reza bawah hanya sepasang kaos dan celana serta setelan pakaian resmi yang ia gunakan saat seminar, tak lupa almamater jurusannya.
" Udah beres semua?"
" Udah."
Mereka pun tinggal menunggu bus datang sebagai tumpangan mereka saat pulang nanti.
Bersambung....
Selalu dukung Author yah... Dengan meninggalkan jejak.. Terimakasih ☺️
__ADS_1