
Cilla mengambil kotak P3K di dalam laci lemari kecil samping tempat tidurnya, lalu ia membuka dan mengambil obat untuk mengobati memar serta luka di wajah Adrian.
" Aw... Sakit..." ucap Reza ketika Cilla mengoleskan salep di lukanya.
" Manja banget, tadi aja berantem gak bilang sakit." ucap Cilla sinis.
" Iya, tadi sih biasa saja mungkin karena terlanjur emosi tapi sekarang kan perih banget di obati begini." balas Reza yang terus meringis ketika Cilla obati.
" Selesai, udah sana jauh-jauh." ujar Cilla mengusir Reza yang malah terlihat sok manja.
Cilla ingin mengetahui hal yang sebenarnya, kenapa Reza sampai seemosi itu? Walaupun Cilla tahu awal mulanya pasti tentang rumor yang tersebar di kampus.
Reza duduk sedikit menjauh dari Cilla, ia pun menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya sampai Reza menjadi marah lalu berkelahi dengan Sam.
Saat Reza mendengar rumor tentang pernikahan dirinya dan Cilla, salah satu temannya bercerita jika yang menyebarkan rumor itu adalah Sam dari jurusan yang sama dengan Cilla. Mendengar itu Reza lalu menemui Sam untuk bicara agar tak menyebarkan fitnah namun Sam malah menjadi-jadi, karena rasa sakitnya yang di tolak oleh Cilla, dia pun menyebarkan jika Cilla cewek gampangan. Bisa dengan mudah mengajak dia untuk tidur bersama, pernikahan Reza dan Cilla di ceritakan jika Cilla terlanjur hamil lalu menggugurkannya dan yang lebih parah Sam sampai mengeluarkan kata-kata yang tak senonoh sampai Reza tak tahan lalu meluapkan emosinya hingga terjadilah baku hantam antara mereka berdua.
" Sekarang seluruh kampus sudah mengetahui hubungan kita jadi kamu jangan khawatir lagu." jelas Reza.
" Apa selama ini kamu senang menikah denganku?" tanya Cilla kepada Reza.
" Seharusnya pertanyaan itu yang aku tanyakan padamu bukan sebaliknya. Dari masa SMA rasa sayangku padamu tak berubah sampai saat ini, bahkan saat aku mendengar kamu akan menikah dengan Abang aku, hati aku sakit banget. Namun saat Bang Adrian memutuskan untuk menyuruhku menikahimu, aku sangat bahagia namun aku ragu bukan karena perasaanku tapi merasa tak enak hati dengan Bang Adrian." jelas Reza mengungkapkan isi hatinya yang selama ini ia simpan.
" Aku senang mendengarnya." Cilla tersenyum manis ke arah Reza.
" Bagaimana perasaan kamu padaku saat ini? Apa kamu masih membenciku?"
Reza sangat ingin menanyakan ini secara langsung dan ingin memastikan apakah Cilla sudah menerima pernikahan mereka.
" A, Aku... Dari awal aku tak pernah membencimu, bahkan saat kamu pindah sekolah, aku jadi sedih dan juga saat pertama kali bertemu Adrian hati aku masih belum sepenuhnya cinta dia karena masih memikirkan kamu. Namun setelah cintaku tumbuh lebih besar pada Adrian, aku akhirnya bisa melupakan kamu. Tapi saat aku mulai melupakanmu, kamu datang sebagai saudara dari Adrian, saat ini hatiku jadi bimbang namun cintaku tetap untuk Adrian. Saat kamu yang menjadi suamiku disana baru aku sangat terkejut, aku bahkan sampai memikirkan kenapa harus kamu yang menjadi suamiku karena saat itu, aku sudah tak menyayangimu lagi. Namun seiring berjalannya waktu, kamu yang perhatian padaku, candaanmu yang tidak pernah berubah dan perasaanmu yang selalu kamu buktikan, aku jadi luluh dan sekarang.... Aku.... Aku... menyukaimu."
Jelas Cilla, wajahnya merona setelah mengakui perasaannya kepada Reza. Mendengar itu, senyuman lebar mengembang di bibir Reza, ia sangat senang mendengarnya sampai langsung memeluk istrinya.
" Aku gak mimpi kan? sebenarnya saat kamu mengucapkan cinta waktu itu aku kira kamu hanya terbawa suasana, namun sekarang kamu mengatakannya dengan sadar jadi aku percaya bahwa kita memiliki perasaan yang sama. Aku senang sekali."
Reza semakin mempererat pelukannya hingga Cilla pun merasakan sesak dan meminta untuk di lepaskan.
Lalu ponsel Reza berbunyi dan akhirnya Reza melepaskan pelukannya, Cilla merasa lega dan terbebas dari beban pelukan tubuh Reza yang besar.
Reza : Halo ma! Apa kabar nih? Maaf Reza belum sempat menelepon mama.
Mama : Alhamdulillah mama dan papa sehat-sehat saja, kamu sendiri bagaimana hubunganmu dengan istrimu? Kalian akur kan? Mama khawatir dengan pernikahan kalian yang terkesan mendadak.
Reza : Untuk saat ini kami mulai membaik semoga kedepannya bisa lebih baik lagi.
Mama : Syukurlah, Mama cuma minta kalian untuk bahagia. Bicara soal bahagia, kapan nih mama dan papa mendapatkan kabar bahagia dari kalian? Kalian masih muda dan masih suasana pengantin baru, pasti masih menggebu-gebu.
Reza : Tunggu saja ma, pasti ada kabar baik setelah kami melalui prosesnya bersama nanti. (Berbisik)
Mama : Nanti? Maksud kamu apa? Apa... Kalian belum pernah melakukan 'itu'?........... Apa kamu sakit? Apa kamu ada kelainan? Cerita pada mama.
Reza : Bu, bukan kayak gitu ma, aku sehat dan aku masih normal hanya saja butuh waktu untuk Cilla, mungkin dia khawatir akan hal itu karena baru pertama kali. (Berbisik)
Mama : Reza.. Reza... Setiap perempuan pasti akan khawatir tentang malam pertama tapi jika suaminya bisa membujuknya dengan kata-kata halus dan penuh kasih sayang pasti luluh. 6 lebih kalian menikah, ngapain aja?
Reza : Yah... Aku akan coba, nanti pasti secepatnya aku akan memberikan kabar baik untuk mama.
Mama : Ok Reza, nanti mama tunggu dan rayu terus istrimu sampai mau, masa mau di anggurin terus, bisa jamuran nanti. hehe yasudah, kalian harus hidup bahagia dan salam untuk keluarga Cilla.
Telpon pun di putus, Reza ingin mencoba melakukan saran yang mamanya katakan, semoga bisa berhasil.
" Telpon dari mama yah? Bagaimana kabar mereka?" tanya Cilla.
" Mereka sehat-sehat saja tadi hanya ingin tahu kabar dari kita." balas Reza.
" Aku dengar kamu bicara berbisik-bisik, memangnya ada pembicaraan rahasia sampai aku tak boleh dengar?" Cilla penasaran.
__ADS_1
" Oh, itu, aku, itu hanya pembicaraan antara ibu dan anak, pembicaraan biasa saja. Oh iya, kita kan saling sayang... habis itu kita bisa... ngapa-ngapain." balas Reza sedikit gugup.
" Ngapa-ngapain apa? Jangan mengharap yah, aku lagi pusing bikin skripsi jadi jangan mengkhayal." Cilla pergi begitu saja ke kamar mandi meninggalkan Reza yang kecewa.
' Apaan sih si Cilla? Katanya sayang aku tapi kelakuannya sama aja.' Reza merasa sebal.
__________
Setahun kemudian.
" Cilla, ini ada paket untukmu, sepertinya dari nenek." Sarah memanggil Cilla.
" Iya bun, kira-kira nenek ngasih apa sampai di paketin segala." Cilla pun mengambil paketnya, membawanya ke kamar lalu membukanya.
" Itu apaan?" tanya Reza yang baru saja selesai mandi.
" Aku gak tahu, makanya aku mau buka."
Cilla mengambil gunting lalu membuka bungkusannya lalu dusnya, disana ada sebuah surat yang bertuliskan :
' Apa kabar cucu nenek? Sudah lama kita tidak bertemu. Semenjak kalian menikah kan nenek langsung kembali ke Jawa, jika kalian sempat mainlah kesini, nenek kangen. Nenek ada hadiah untuk kalian, yang kantung hitam untuk Reza dan yang kantung merah untuk Cilla, awas jangan tertukar. Semoga kabar baik, nanti nenek dengar saat nenek masih berada bersama kalian.'
Cilla segera membuka kantung warna merah dan di sana ada beberapa kotak jamu yang ia baca ternyata untuk kesuburan wanita, itu membuat Cilla tercengang.
" Coba kamu buka punya kamu, Za." pinta Cilla dan Reza pun segera membukanya.
Kantung warna hitam milik Reza pun tak jauh beda dengan milik Cilla yang isinya jamu hanya saja itu jamu khusus untuk pria.
" Nenek kamu ngapain sih? Dia meragukan kekuatan aku yah? Tapi aku minum sesekali kalau lagi butuh tambahan energi hehe." ujar Reza bersemangat.
" Terus kamu mau pakai dimana? Sama siapa?"
" Yah sama kamu lah, sama siapa lagi! Kalau masalah tempat dimana saja aku mah tak masalah. Memangnya kalau aku sama cewek lain kamu rela!" ujar Reza lalu mulai menggoda Cilla.
" Hahahahahahhaha." Reza tertawa terbahak-bahak.
" Kenapa kamu ketawa?" tanya Cilla kesal.
" Yah lucu aja, ternyata kamu gak rela kalau aku di rebut cewek lain." ujar Reza yang akhirnya bisa menahan tawanya.
" Ya, pasti lah. Siapa juga yang yang Rela." ujar Cilla.
" Kita nikah kan sudah setahun 6 bulan, tapi tetap tak ada perubahan. Apa kamu masih akan seperti ini terus? Awalnya sih aku tak masalah, asal kamu tetap ada di sisiku tapi apa aku tak berhak mendapatkan hak aku yang selama ini tertunda." Akhirnya setelah sekian lama Reza mengungkapkan keluhannya.
Cilla terdiam untuk berpikir sejenak, kemudian akhirnya dia memutuskan untuk menjadi istri seutuhnya. Cilla hanya mengangguk sambil tersenyum ke arah Reza yang malah membuat Reza bingung.
" Maksudnya apa?"
" Maksudku, kamu boleh meminta hakmu." balas Cilla dengan malu-malu.
" Benarkah, awas jangan bohong lagi yah! Jangan berhenti di tengah-tengah juga." Reza mendekati Cilla dan hendak menerkam Cilla.
" Jangan sekarang, aku butuh persiapan lagi pula ini masih pagi, aku kan harus berangkat kerja. Nanti malam saja yah." Cilla pun beranjak dari duduknya untuk berganti pakaian.
" Apa kamu akan menggunakan obat dari nenek?" tanya Cilla pada Reza.
" Untuk sekarang gak lah, aku masih sanggup sendiri tanpa jamu itu, kalau di tambah jamu nanti kamu kewalahan lagi hehehehe." Reza sangat percaya diri.
Cilla pergi ke perusahaan ayahnya, dimana dia menjabat sebagai manajer personalia disana sementara Reza sekarang sudah menjadi dosen dan mengajar mata kuliah manajemen. Hari ini Reza hanya di rumah karena baru saja selesai ujian semester para mahasiswanya.
" Aku harus olahraga untuk persiapan nanti, semoga benar aku akan memilikinya seutuhnya malam ini." gumam Reza, lalu ia pun pergi ke taman belakang untuk joging dan menggerakkan tubuhnya.
Setelah di kantor, Cilla menghubungi Amel, ia basa-basi menanyakan kabar keluarganya dan anaknya Amel. Lalu setelah itu Cilla dengan menguatkan diri dan malu-malu menanyakan sesuatu kepada Amel.
Cilla : Mel, aku mau nanya sesuatu.... soal...
__ADS_1
Amel : Tanya aja, kalau aku bisa bantu, aku jawab. Kenapa ragu begitu?
Cilla : Begini.. A,anu... Mel, apa yang di persiapkan wanita saat akan melakukan hal untuk pertama kalinya?
Amel : Persiapan hal pertama kali, maksudnya hal apa?.......... Jangan bilang... Kalian..... ( Amel baru menyadari apa yang Cilla maksud )
Cilla : Iya, tolong beri saran.
Amel : Ampun deh Cilla, kalian udah nikah hampir 2 tahun tapi belum ngapa-ngapain, aku salut banget sama si Reza bisa sabar sama kamu.
Cilla : Udah udah jangan ngomel-ngomel, jawab aja apa saja yang perlu di persiapkan.
Amel : Sebenarnya cowok sih kita buka baju sampai polos aja udah langsung nyerang.
Cilla : Yang serius dong jawabnya.
Amel : Hehehe iya iya, yah kalau menurut pengalaman sih, cewek itu harus berpakaian yang cantik salah satunya pakai gaun tidur yang cantik dan ****, harus wangi juga dan memakai makeup yang ringan namun menambah kecantikan kita dan yang terakhir harus bersih terutama bagian tertentu. Kamu cukuran aja hehehehe.
Cilla : Itu seriusan?
Amel : Beneran, coba aja saran aku. Pasti Reza klepek-klepek sama kamu.
Cilla : Ok, makasih yah Mel, salam buat si kecil. ( Telpon terputus)
' Apa aku harus melakukan apa yang Amel sarankan? Belum apa-apa aku kok merasa malu ya! Bagaimana nanti malam?' Wajah Cilla merah padam membayangkan apa yang akan terjadi nanti.
Waktu pun terus berlalu, tanpa terasa waktu pulang kerja pun tiba, namun Cilla hanya diam saja duduk bersandar sambil menatap langit-langit.
Dia ragu untuk pulang karena perkataannya tadi pagi kepada Reza seperti bumerang baginya. Rasa khawatir, takut dan cemas menyelimuti dirinya, baginya hal tersebut sangat membuatnya bimbang.
Namun ia tak bisa berdiam diri terus di kantornya sementara pekerjaannya sudah selesai, lalu terdengar pintu di buka dan ternyata itu adalah Hardi, Ayahnya Cilla.
" Kamu belum pulang? Apa masih banyak pekerjaan?" Hardi melihat Cilla masih duduk di kursinya.
" Ah... Gak Ayah, ini udah beres, aku juga mau pulang." balas Cilla lalu membereskan barang ke dalam tasnya.
" Yasudah, ayo kita pulang bareng sekaligus mau ngambil pesanan makan malam di restoran dekat rumah untuk makan malam."
" Memangnya di rumah gak masak?" Cilla berjalan ke arah Ayahnya.
" Hari ini Bunda ingin makanan dari restoran, walaupun tak ada hal yang spesial sih."
' Iya, aku juga belum tahu apakah malam ini akan menjadi malam yang spesial untuk kami berdua.' batin Cilla.
Ayah dan anak tersebut akhirnya pulang bersama, mobil Cilla di simpan di parkiran kantor saja sementara mereka naik mobil Hardi yang biasanya.
" Oh iya, ayah dengar dari bunda, tadi pagi kamu dapat paket dari nenek, memangnya paket apa?" tanya Hardi penasaran.
" ah... Itu, itu cuma cemilan biasa aja dan surat yang berisi rasa kangen nenek pada cucunya saja." jelas Cilla sedikit berbohong.
" Hehehe padahal sekarang sudah mudah bisa lewat ponsel, masih saja pakai surat."
" Yah mungkin biar lebih privat saja kali." balas Cilla sekenanya.
Ketika perjalanan semakin dekat dengan rumah, jantung Cilla langsung berdebar kencang, nafasnya sedikit sesak hingga dia sering kali menarik nafas panjang dan membuangnya.
Hardi yang menyadari itu menanyakan apakah Cilla sakit? Namun Cilla bilang hanya merasa kecapekan. Cilla terus saja memegang dadanya agar bisa meredakan jantungnya yang berdebar-debar.
Mobil melaju masuk ke dalam rumah, tak seperti biasanya Sarah dan menantunya, Reza, berdiri di depan pintu menyambut pasangan masing-masing.
Cilla merasa merinding ketika Reza tersenyum padanya dengan penuh arti hingga Cilla malah semakin gugup.
Bersambung....
Masih lanjut? tinggalkan jejak setelah membaca ☺️
__ADS_1