Kisah Cilla : Cinta Dalam Pernikahan

Kisah Cilla : Cinta Dalam Pernikahan
Honeymoon 1


__ADS_3

Di mobil terlihat Cilla yang terkantuk-kantuk, namun Cilla mencoba untuk menahannya namun apalah daya rasa kantuknya mengalahkan kesadarannya. Kepala Cilla tertunduk-tunduk karena sudah tertidur, Reza yang melihatnya lalu meletakkan kepala Cilla kepundaknya agar Cilla bisa tidur dengan nyaman. Perjalanan memakan waktu lebih dari 1 jam, Reza yang berada di posisi yang sama semenjak sejam yang lalu merasa sangat pegal namun ia mencoba menahannya agar Cilla tak terbangun, namun tiba-tiba mobil melaju di jalan yang memiliki polisi tidur yang cukup tinggi hingga seisi mobil berguncang dengan keras, membuat Cilla yang tertidur di bahu Reza pun terbangun.


" Eh... Sudah berapa lama aku tertidur?" tanya Cilla yang terbangun karena terkejut dengan goncangan mobilnya.


" Sudah cukup buat basahin bajuku dengan ilermu." ucap Reza tersenyum geli.


" Eh... Sorry... Sorry..." Cilla melap bibirnya yang mungkin masih basah dan melihat baju di bagian pundak Reza yang memang ada sedikit basah.


" Sekarang aku tahu kalau kamu tidur suka ileran hehehehe."


" Enak aja, biasanya aku gak gitu kok. Mungkin karena aku tidur terduduk jadi ileran." sanggah Cilla karena malu sampai wajahnya pun memerah.


" Gak apa-apa, kamu tetap manis." goda Reza.


" Mulai lagi, ingat yah... Aku belum ada rasa sama sekali sama kamu."


" Belum! berarti bakalan punya rasa dong nanti." Lagi-lagi Reza menggoda Cilla.


" Gak, gak akan pernah." sanggah Cilla.


Supir yang berada di depan bersama tour guide itu hanya bisa menahan senyum dengan percakapan kedua pengantin baru tersebut. Tak berapa lama tibalah mereka di hotel yang sangat mewah, Cilla dan Reza pun turun di ikuti oleh tour guide yang bernama Tanaka san.


" Mari ikut saya." ujar Tanaka San.


Cilla dan Reza pun mengikuti Tanaka San, mereka menuju resepsionis dan Tanaka San berbicara dengan salah satu orang di sana lalu mendapatkan kunci kamar hotel untuk Cilla dan Reza yang memang sebelumnya sudah di reservasi oleh Hardi sehingga Tanaka San hanya tinggal mengambil kuncinya saja. Kemudian mereka naik Lift menuju lantai 19 dimana kamar mereka berada, Tanaka San menunjukan kamarnya yang bernomor 1809.


" Ini kamar nona dan tuan muda dan ini kuncinya, silahkan masuk dan nikmati waktu istirahatnya. Saya ada di kamar 1806, jika perlu apa-apa bisa hubungi saya di nomor ini. Kalau begitu saya permisi." Tanaka San memberikan kartu namanya dan Reza yang menerimanya.


Reza dan Cilla pun masuk ke kamarnya, ruangan yang sangat besar dengan interior yang sangat mewah membuat keduanya terpesona. Cilla menuju ke jendela kamarnya dan membuka gorden disana, terlihat pemandangan pantai yang sangat indah yang bisa memanjakan setiap mata yang melihatnya.


" Wah... Ayah ini niat banget yah ngasih kita kejutan." ujar Cilla.


" Cilla, kamu lihat ini." ujar Reza.


" Apaan sih....!" Lalu Cilla hanya terdiam menatap tempat tidur yang penuh dengan kelopak bunga yang di buat berbentuk hati dan tulisan yang terpampang cukup besar yang bertuliskan " Happy Honeymoon ".


" Ini apaan sih? Gak enak di pandang, bersihin sana." gerutu Cilla.


" Aku juga gak tahu, mungkin ini sudah di atur sama ayah kamu, agar kita bisa tidur disana dengan penuh bunga hehee" Reza mengangkat kedua bahunya.


" Enak aja, aku gak sudi yah tidur sama kamu, kamu tidur saja di sana." Cilla menunjuk sofa di samping tempat tidur.


" Enak aja, di jepang kan dingin. Aku gak mau tidur kedinginan." tolak Reza.


" Kamu itu kampungan banget, disini pasti udah pakai pemanas ruangan agar gak kedinginan. Ditambah selimut tebal, pasti kamu gak bakalan kedinginan."


" Aku mau di tempat tidur aja, toh kita udah nikah, gak akan ada yang melarang kita kan."


" Iya, gak akan ada yang melarang, tapi akunya yang ogah dekat-dekat sama kamu. Gerah banget, aku mau mandi dulu, terserah kamu mau ngapain." Cilla membuka kopernya memilih baju yang akan di pakai untuk tidur karena memang mereka datang sudah cukup malam.


Cilla membuka kopernya namun dia malah berteriak, " Kkkyyyyaaaa.... " membuat Reza yang sedang bermain dengan ponselnya langsung terperanjat karena teriakan Cilla.


" Kamu kenapa sih? Katanya mau mandi." Reza menghampiri Cilla.


" Masa baju tidur gue kayak gini semua." Keluh Cilla mengeluarkan baju tidur yang ada di dalam kopernya.


Reza mengambilnya dan mengangkatnya dengan kedua tangannya. " Hehehe ayah kamu tahu saja pakaian buat pengantin baru." Sebuah lingerie tembus pandang yang memang tak layak di sebut pakaian.


" Terus aku harus pakai baju apa buat tidur." Keluh Cilla dengan nada sedih.


" Yah gak apa, pakai aja yang ini kan ada 5 biji kamu bisa pilih salah satu hehehe." ujar Reza sedikit mengejek.


" Enak aja, itu sama aja aku gak pakai baju dan enak di kamu, buang aja sana." ujar Cilla yang sangat tidak suka.

__ADS_1


" Sayang banget kalau di buang, biar aku simpen aja buat jaga-jaga. Hehehe." Reza memasukan 5 buah lingerie itu kedalam laci lemari disana lalu Reza melemparkan baju dan celana pendek miliknya kepada Cilla.


" Nih pakai." ujar Reza.


" Ini apaan, kaos butut sama kolor butut." ogah Cilla.


" Itu barang baru, belum pernah aku pakai. Pakai saja daripada pakai lingerie kamu."


" Ok ok aku pakai." Cilla mengambil kaos dan celana pendek itu lalu masuk kedalam kamat mandi.


Cilla pun mandi dan Reza kembali berbaring di atas sofa melanjutkan bermain games di ponselnya. Setelah 30 menit berlalu barulah Cilla keluar dari kamar mandi dengan mengenakan kaos dan celana pendek Reza yang terlihat kebesaran dengan rambut basah yang di bungkus handuk kecil di kepalanya. Reza pun terus memandang Cilla, dia tak pernah melihat Cilla dengan pakaian santai begitu karena selama ini Cilla memang bergaya pakaian modis layaknya anak muda. Namun wajah polos Cilla yang tanpa makeup dengan pakaian seadanya membuat Reza terpesona, dia terpaku menatap Cilla sampai menelan ludahnya.


" Kamu gak mandi?" ucap Cilla menyadarkan Reza.


" Iya aku mau mandi." jawab Reza dan langsung berjalan menuju kamar mandi dengan canggung.


' Itu orang kenapa sih lihatin aku, apa ada yang salah? Kayaknya aku kelihatan jelek pakai pakaian ini.' gumam Cilla.


10 menit kemudian Reza keluar dengan hanya melilitkan handuk di pinggangnya sehingga memperlihatkan tubuhnya yang setengah telanjang.


" Kyyaaakkk... Kamu ngapain gak pakai baju?" teriak Cilla.


" Sorry... Sorry... Tadi aku lupa bawa baju, ini aku mau ngambil dulu." Reza menggaruk kepalanya yang tak gatal, namun tiba-tiba handuk yang melilit di pinggangnya jatuh begitu saja ke lantai membuat Cilla seketika menutup wajahnya.


" Kkkyyyyaaaa.... Itu, benerin. Makanya kalau pakai handuk yang bener." ujar Cilla sambil terus menutup wajahnya.


" Hehehe Sorry lagi, kamu lihat?" ujar Reza santai.


" Gak? Aku gak lihat, suer aku gak lihat apa-apa." Cilla masih menutup wajahnya.


" Kalau lihat juga gak apa-apa sih hehehe." Ujar Reza menggoda.


" Cepetan pakai lagi."


Setelah beberapa lama...


" Udah belum?" tanya Cilla yang masih menutup wajahnya.


" Belum... Eh udah, udah kamu lepaskan tangan kamu, dari tadi nutupin terus. Jangan jangan kamu ngintip lagi."


" Enggak lah, ngapain aku ngintip. Orang gak ada yang istimewa juga."


" Masa! kamu gak tahu aja punyaku ini spesial." Reza sangat senang menggoda Cilla.


" Udah ah, kamu udah pakai lagi kan."


" Iya kamu buka aja."


" Beneran."


" Iya beneran."


Cilla pun membuka kedua tangannya yang menutupi wajahnya, terlihat Reza sudah berpakaian santai. Cilla pun bisa bernafas lega, Cilla naik ke tempat tidur yang sebelumnya dia duduk di tepi tempat tidur sekian lama. Cilla menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya. Reza kembali ke sofa setelah sebelumnya mengambil bantal dan selimut dalam lemari. Namun mereka berdua tak langsung tidur, mereka sibuk dengan pikirannya masing masing.


' Aku gak lihat, beneran gak lihat. Tapi apa yang mau di lihat sih! Tapi kenapa aku lihat itu? Duh, kenapa dipikirin terus sih.' batin Cilla menggerutu.


' Kenapa sikap dia manis banget sih? Jadi gemas aku lihatnya. Cantik, aku suka wajah polosnya, ternyata Cilla memang sangat cantik aslinya.' batin Reza dan ia pun tersenyum.


Setelah beberapa saat tak terdengar lagi, malam yang dingin dan sepi hanya suara nafas yang teratur yang terdengar.


__________


Reza masih terlelap, ia merasa ada suara bisikan kecil di telinganya hingga membuatnya terbangun. Reza melihat Cilla di sampingnya yang tersenyum manis menatap lekat kepadanya. Yang membuat Reza terkejut ialah bahwa Cilla mengenakan lingerie berwarna pink yang sangat cocok dengan kulitnya yang putih bersih. Cilla terkesan genit, ia duduk di lantai sementara Reza masih berbaring di atas sofa, tiba-tiba Cilla mendekatkan wajahnya ke arah Reza, dari dekat semakin dekat dan semakin dekat hingga bibir mereka saling bersentuhan. Ciuman tak dapat terelakkan lagi, Cilla yang terlihat mahir membuat Reza tambah bersemangat hingga ia meraih belakang kepala Cilla untuk semakin lekat dan semakin mendalam. Mereka saling bertukar kasih sayang sampai tangan Reza mulai berani menjelajahi tubuh Cilla yang tertutup lingerie tipis, membuatnya tambah merasa panas di cuaca yang cukup dingin ini. Cilla pun tak kalah berani, ia mulai meraba bagian perut hingga dada bidang Reza membuat Reza semakin tak karuan. Reza merasakan selimut yang menutupi tubuhnya Cilla sibakkan hingga tak menutupi tubuhnya lagi. Tiba-tiba terdengar suara teriakan yang cukup keras.

__ADS_1


" Kkkyyyyaaaa...... " Cilla berteriak sangat kencang hingga membuat Reza terperanjat saking terkejutnya terbangun dari tidurnya, menatap Cilla yang bergidik.


" Kamu kenapa teriak?" tanya Reza sambil mengucek matanya untuk menyadarkan dirinya. Namun Cilla tak menjawab tapi tatapan mata Cilla mengarah ke area bawah milik Reza.


" Oh.... hehehe kamu tak usah kaget begitu, ini wajar untuk pria normal jika di pagi hari seperti ini." ujar Reza sambil tertawa.


" Udah cepetan bangun, aku bangunin gak bangun-bangun jadi aku tarik selimut kamu, malah....... Udahlah cepat bangun, aku gak suka lihat tidur kamu sampai memonyongkan bibir kayak tadi, aneh."


" Ok... Ok ... nyonya." Reza beranjak dari sofa menuju ke kamar mandi, ia melihat Cilla yang sudah terlihat cantik dengan pakaian yang selalu cocok dengannya.


Reza menatap Cermin di kamar mandi lalu menyalakan keran dan membasuh wajahnya beberapa kali dengan air seperti ingin menyadarkan dirinya dari sesuatu.


' Kenapa aku mimpi begitu semalam? Apa otakku udah mulai kotor? Tapi.... kenapa mimpi itu terasa nyata? Sampai masih terasa sentuhan bibirnya di bibirku ( Reza menyentuh bibirnya), Aakkkzzz sudahlah, aku mau berendam air dingin. Semoga pikiran kotorku bisa hilang." Gumam Reza lalu masuk ke dalam bathtub setelah sebelumnya ia isi air dingin.


Walaupun terasa dingin namun Reza tetap memaksakan dirinya agar sesuatu yang di bawah sana dapat kembali tenang dan bayangan mimpi semalam bisa hilang dalam pikirannya.


30 menit kemudian terdengar suara teriakan Cilla memanggil Reza yang tak kunjung keluar dari kamar mandi.


" Za ... Reza... kamu mati yah? biasanya kalau mandi tak sampai 10 menit tapi sekarang sudah lebih setengah jam belum keluar juga. Za cepetan, nanti kita sarapan. Aku udah pesan nih, cepetan." teriak Cilla sambil terus mengetuk pintu kamar mandi.


" Iya sebentar, aku akan keluar." tak lama Reza pun keluar dengan telah berpakaian lengkap, namun ia terlihat menggigil karena kedinginan.


" Kamu kenapa? Mandi lama-lama sampai kedinginan begitu?"


" Aku berendam biar adem." jawab Reza sambil terus melingkarkan tangannya di tubuhnya yang kedinginan.


" Ntar aku ambilkan minyak kayu putih biar agak mendingan, walau aku tak menyukaimu tapi aku juga masih punya rasa manusiawi buat nolong orang." Cilla mengambil minyak kayu putih lalu di usapkannya ke punggung dan leher Reza.


" Lagian di cuaca dingin begini malah berendam segala, mana pakai air dingin lagi, emangnya kamu kenapa?"


" Aku cuma ingin menormalkan sesuatu, biar kamu gak teriak lihatnya."


" Maksudmu?" Cilla menatap ke arah bawah dan memang sudah tak terlihat lagi sementara reza hanya senyum-senyum melihat tingkah Cilla.


" Udah... Nih makan sup hangat, biar enakan." Cilla menyodorkan semangkuk sup kepada Reza dan Reza menerimanya dengan senang hati.


Hidangan di atas meja telah habis tak bersisa, memang sesampainya di Jepang, mereka belum makan sama sekali karena langsung tertidur saking lelahnya. Suhu tubuh Reza pun kembali normal setelah sarapan dan memakai kayu putih yang Cilla oleskan di tubuhnya.


" Sekarang musim dingin, jadi malas keluar kamar." Ujar Cilla yang duduk di balkon dengan menikmati secangkir coklat panas.


" Ayahmu hebat, mengatur tanggal pernikahan dan memberi kita bulan madu ke jepang, biar kita terus di kamar dan gak keluar-keluar."


" Tapi BT juga sih di kamar terus."


" Bakal gak BT kalau kita melakukan sesuatu."


" Melakukan apa?"


" Jangan sok polos deh, kamu pikir deh. Seorang lelaki dan perempuan yang sudah menikah berada di satu ruangan yang sangat indah dalam cuaca yang cukup dingin seperti ini. Apa yang akan terjadi?"


" Emm.... Itu... Gak bakalan ada kejadian seperti itu tahu, jangan mengharapkan." tegas Cilla.


" Kamu sebencinya itu padaku?"


" Aku tak membencimu namun karena aku tak menyukaimu. Aku hanya ingin melakukan itu dengan orang yang aku sukai, Andai saja aku menikah dengannya...... Ah, ngapain aku mikirin orang br*ngs*k seperti dia yang malah menyuruh adiknya untuk menggantikannya menikahiku." wajah Cilla berubah jadi cemberut karena terpikirkan kembali tentang Adrian.


Reza pun hanya terdiam, sebenarnya dia ingin sekali menjelaskan semuanya namun masih menunggu waktu yang tepat. Ditambah lagi sekarang dia sudah menjadi suami Cilla yang sangat ia cintai, ia tak mau melewatkan kesempatan ini yang mungkin tidak akan datang untuk kedua kalinya. Ia akan menceritakan semuanya ketika Cilla sudah bisa melupakan Adrian dan mulai menyukai dirinya.


Bersambung....


Masih mau lanjut?


Terus selalu dukung Author dengan meninggalkan jejak...

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2