
Cilla mendapatkan undangan dari orangtua Reza, tak seperti biasanya, hari ini sepertinya ada hal penting yang akan di bicara oleh orangtua Reza.
Cilla sedang bersiap-siap merias wajahnya di depan cermin, dia ingin terlihat cantik walaupun hanya bertemu dengan mertuanya. Memang 2 bulan setelah mereka kembali ke Indonesia, ini pertama kalinya Cilla dan Reza mengunjungi keluarganya Reza.
" Udahlah sayang, gak perlu dandan berlebihan, kamu sudah cantik walaupun gak dandan." Reza menghampiri istrinya dan meletakkan tangannya di kedua bahu istrinya.
" Itu kan di mata kamu, aku ingin terlihat cantik juga di mata keluargamu." Ucap Cilla sambil mengoleskan lipstik ke bibir manisnya.
" Iya, iya... Tapi jangan terlalu cantik, nanti ada yang suka lagi sama kamu." Reza mendekatkan kepalanya sampai ke dekat telinga istrinya.
" Emangnya kenapa kalau banyak yang suka? Kamu cemburu yah?" Goda Cilla.
" Aku gak cemburu, hanya saja aku gak mau istri kesayangan aku di rebut orang lain, kapan lagi punya istri yang cantik, imut dan manja kayak kamu !."
Cup... sebuah kecupan mendarat di pipi Reza, " Terima kasih suamiku tercinta, ayo aku sudah selesai, kita berangkat."
Reza pun tersenyum mendapat kecupan dari istrinya, sedikit warna merah menempel di pipinya. Setelah di dalam mobil, Cilla melap bekas bibir di pipi suaminya tersebut.
" Kenapa di hapus?"
" Yah jelek kan, ada tanda bibir di pipi kamu."
" Gak apa-apa kali, berarti itu tanda aku udah ada yang punya. hehehe ".
" Gak Lucu." Cilla merasa candaan suaminya garing, namun dia tetap tersenyum tipis yang di tahan.
1 jam perjalanan, mereka akhirnya sampai di rumah orangtua Reza. Mereka bingung, ada 2 mobil yang tidak di kenal sudah parkir di depan rumah orangtua Reza. Dengan pertanyaan di kepala, mereka pun masuk dan terlihat di sana ada keluarga (Tante, Om dan keponakan) yang sudah berdandan Rapi. Mamanya Reza pun sudah siap dan berdandan Cantik, Adrian yang sudah terlihat Rapi dengan kemeja Batik resmi membuat Cilla dan Reza bingung.
" Sebenarnya ada acara apa ini? " Tanya Reza yang terlihat bingung.
" Oh iya mama lupa memberitahu kalian, mama menyuruh kalian ke sini itu karena kita akan pergi lamaran. "
" Apa? Kenapa gak ngasih tahu dari awal."
" Iya maaf, yasudah mumpung kalian sudah datang, ayo kita berangkat sekarang."
Mereka pun masuk kedalam mobil mereka masing-masing, total mobil yang berangkat ada 4 mobil.
Dalam perjalanan, " Za, untung saja kita memakai pakaian rapi, kalau gak, kita malu kan. "
" Iya, maaf yah sayang, mama aku suka gitu, selalu dadakan dan pelupanya itu gak bisa di ubah. "
" Aku udah cantik kan? "
" Kamu cantik, gak usah khawatir." Puji Reza.
__ADS_1
30 menit perjalanan.
" Sepertinya kita mau keluar kota."
" Iya yah, kita ikuti aja. Tapi sepertinya kita akan ke daerah Bandung."
" Oh iya, aku baru sadar. Elya kan keluarganya tinggal di Bandung, berarti Adrian akan melamar Elya !! "
" Elya teman kamu itu? Gak nyangka, Bang Adrian jadi juga sama dia. "
" Yah, dia kan cantik, tinggi dan tubuhnya bagus, pasti Adrian mau lah. "
" Kanapa? Kamu cemburu? "
" Apa? Yah gak lah, masa aku cemburu. Aku kan udah gak ada hubungannya lagi sama Adrian, aku kan sudah mendapatkan suami yang baik kayak kamu. "
" Kok baik doang sih ! Ganteng juga kan. " Ucap Reza dengan senyum penuh harap.
" eemmm.... Ganteng gak yah... "
" Ganteng kan, hayo bilang, aku ganteng kan." Ucap Reza sambil menggelitik Cilla dengan tangan kirinya.
" Hehehe geli, Za... hentikan, jangan bercanda ah. Fokus nyetirnya, biar gak kenapa-kenapa. "
" Iya... Tapi coba bilang, aku ganteng kan ! "
" Dasar, awas yah... Kalau udah pulang, aku hukum. "
" Enak aja hehehe."
Setelah menghabiskan beberapa jam akhirnya, mobil Reza dan keluarga berhenti di sebuah rumah yang tak begitu besar namun terlihat nyaman.
Di depan rumah, telah berdiri keluarga dari pihak Elya untuk menyambut kedatangan Adrian dan keluarganya.
Mereka pun turun dari mobil, mereka di sambut dengan baik dan ramah, khas orang Bandung. Mereka di persilahkan masuk dan di sana telah tergelar karpet besar untuk kami duduk bersama. Suasana sederhana terlihat jelas namun rasa kekeluargaan di sana sangat terasa, lalu berdatangan makanan-makanan khas yang mereka sediakan untuk tamu spesial mereka.
Acara pun di mulai, bermula sambutan dari keluarga Elya, lalu di lanjutkan dengan niatan dari keluarga Adrian untuk meminang Elya. Semuanya terlihat bahagia, keluarga Adrian di terima dengan sangat baik dan mereka akhirnya bertukar cincin sekaligus menentukan tanggal pernikahan mereka. Sengaja, mereka tak menunda lama untuk segera meresmikan hubungannya, 3 bulan dari sekarang akan di adakan acara pernikahannya.
Sekarang waktunya makan-makan, Cilla sengaja meminta Elya untuk berbincang dengannya. Elya mengajak Cilla ke kamarnya dan mereka pun duduk di kursi yang ada di kamar Elya.
" Elya, kamu sebenarnya masih anggap aku sahabatmu gak sih? Masa acara penting kayak gini aja kamu gak ngasih tahu aku !" Cilla berlagak ngambek pada sahabatnya tersebut.
" Iya maaf, bukannya aku gak mau ngasih tahu. Aku cuma mau ngasih kamu kejutan. hehe "
" Iya, kamu berhasil buat aku terkejut. Tapi sebagai sahabat, aku ucapkan selamat yah. Akhirnya aku gak khawatir, kalau punya kakak ipar kayak kamu. " Cilla memeluk Elya.
__ADS_1
" Makasih yah, aku gak janji akan jadi kaka ipar yang baik. hehehe " Canda Elya.
" Hehehe iya... Sekali lagi selamat yah, gak nyangka aku akan iparan dengan sahabatku sendiri. Tapi kamu tahu kan kondisi Adrian? "
" Iya, aku sudah tahu. Tapi sekarang teknologi sudah canggih, pasti ada banyak cara untuk mendapatkan keturunan. Kalau tidak juga, aku bisa mengadopsi anak kan! "
" Emm... Kayaknya sahabatku ini benar-benar jatuh cinta. "
" Iya donga." Mereka pun kembali berpelukan, sebagai sahabat, mereka saling mendukung satu sama lain.
Karena acara berjalan sampai sore hari, keluarga Adrian pun pamit kepada keluarga Elya. Keluarga Elya memberikan beberapa bingkisan oleh-oleh yang telah mereka siapkan, keluarga Adrian pun menerimanya dengan senang hati.
Akhirnya mereka pun pulang, namun Reza dan Cilla memutuskan untuk tetap di bantung sementara yang lainnya kembali ke jakarta.
Cilla dan Reza telah memesan kamar hotel untuk mereka tinggali malam ini karena besoknya mereka berencana untuk sekalian liburan di kota kembang tersebut.
Sebuah hotel mewah yang mereka pesan, untuk kenyamanan menghabiskan waktu berdua mereka walaupun hanya untuk satu malam.
Reza dan Cilla menuju lantai 7 tempat kamar mereka di pesan, sesampainya di depan pintu kamar, mereka pun segera masuk. Terlihatlah ruangan yang cukup luas dengan tempat tidur king bed, nuansa serba putih menambah elegannya kamar tersebut.
Cilla langsung menjatuhkannya dirinya hingga terlentang di atas tempat tidur.
" Ah ... Nyamannya."
" Jangan tidur dulu, mandi dulu sana. Pasti gak nyaman kan dari pagi. "
" Iya sebentar, aku mau rebahan dulu." Cilla terlihat sangat nyaman dan memejamkan matanya.
Tiba-tiba Reza melompat ke samping Cilla hingga mengejutkan istrinya tersebut.
" Apaan sih? Bikin kaget aja."
" Mandi gih, biar wangi. " Telunjuk Reza menyentuh ujung hidung Cilla.
" Kamu saja dulu, aku masih mau rebahan. "
" Ok... Atau... kita mandi bareng aja. "
" Gak ah, pasti kalau mandi bareng, kamu gak cuma mandi aja. Dulu kan suka gitu. " Tolak Cilla.
" Apa salahnya? Kita kan sudah jadi suami istri. "
" Iya, tapi hari ini aku capek banget. Kamu aja yang mandi duluan, aku istirahat dulu. Lagian sekarang masih sore."
" Ok aku mandi, tapi nanti malam aku akan hukum kamu, sesuai janji aku tadi pagi. Lagian kita kan sudah lama gak... Setelah kejadian waktu itu, kita belum ngapa-ngapain. Bisa-bisa tambah kental aja nih. "
__ADS_1
" Iya... " Cilla tersenyum penuh arti kepada Reza.
" Yes, Thanks sayang. Aku mandi dulu. " Reza mengecup kening Cilla, dia beranjak menuju kamar mandi dengan sangat bahagia