
" Cill, Cilla! bisa bicara sebentar."
Sam menarik lengan Cilla ketika Cilla hendak ke kelasnya.
" Sam? Kenapa?" Cilla heran di tarik begitu saja.
" Bisa ikut sebentar? Aku ingin bicara sesuatu, kita ke lorong dekat toilet." Ajak Sam.
" Kenapa gak ngomong di sini saja?"
" Gak bisa, disini terlalu rame, aku malu."
" Yaudah, ayo. Tapi lepasin dulu tangan aku." pinta Cilla.
Sam baru sadar dia belum melepaskan genggamannya pada tangan Cilla, lalu mereka pun pergi ke tempat yang di tuju.
" Begini! eemmm gimana yah ngomongnya!!!" Sam susah sekali bagaimana bicara pada Cilla.
" Ayo cepetan, soalnya sebentar lagi jam kelas di mulai."
" Iya..... Aku suka kamu.... " Sam langsung ke intinya namun dia terlihat sangat kaku.
" Kamu, suka aku?" Cilla terkejut mendengarnya.
" Iya, aku suka kamu dari pandangan pertama, ta, tapi kamu tak perlu menjawabnya sekarang. Ka, kamu bisa menjawabnya kapan saja, aku bisa menunggu. Ya sudah kita masuk kelas." Sam salah tingkah, dia meninggalkan Cilla yang masih terkejut begitu saja.
' Sam, kamu itu baik, saaaannggaattt baik, tapi kamu terlambat. Aku sudah menjadi milik orang lain.' batin Cilla.
Tanpa Cilla ketahui, Reza yang mengikuti Cilla mendengarnya. Lalu Reza datang menghampiri Cilla dengan hati yang cemburu, mendorong Cilla hingga terpojok di tembok lalu tanpa basa-basi langsung mencium Cilla dengan kasar, Cilla mencoba melepaskan diri dari Reza namun tenaganya kalah kuat dengan Reza.
Cilla pun akhirnya menampar Reza dengan kencang hingga Reza menghentikan ciumannya.
" Kamu kenapa? Kamu kerasukan apa, tiba-tiba bertindak seperti itu." Cilla marah kepada Reza yang bertindak kasar.
Reza yang mendapatkan tamparan dari Cilla akhirnya bisa mengendalikan dirinya.
" Maaf, aku... Aku tak bermaksud seperti itu, aku khilaf tadi karena melihat kamu di tembak orang lain." Cilla melepaskan genggamannya dan sedikit menjauh dari tubuh Cilla.
" Kamu lihat semuanya? Itu hanya pernyataan Cinta sepihak, kenapa kamu secemburu itu? Aku juga tahu diri, aku tak akan pernah menerima pria lain saat statusku masih istri orang." Cilla sangat emosi hingga dia meninggikan nada suaranya.
" Maaf, tapi apa yang akan kamu katakan padanya saat dia meminta jawaban darimu?" Reza sangat penasaran.
" Itu urusan aku, yang jelas kamu jangan berbuat seenaknya lagi seperti ini, apalagi ini di kampus. Lagi pula, tadi katanya kamu tak akan datang ke kampus." Cilla mulai melunak.
" Awalnya aku malas namun ada firasat yang membuatku ingin pergi dan ternyata memang benar, ada kejadian ini." jelas Reza, ia mengusap bibir Cilla yang sedikit bengkak karena ulahnya.
" Aku benci dengan sikapmu tadi, aku jadi berpikir ulang tentang perasaan aku padamu." Cilla pun pergi meninggalkan Reza yang hanya bisa terdiam mematung dan menyesali perbuatannya.
Sebelum masuk kelas, Cilla merapikan lipstiknya yang terhapus sekaligus sedikit menutupi bengkaknya.
Elya sudah duduk di tempatnya dan Cilla menghampiri Elya. Tak berselang lama mata kuliah pun di mulai, namun ia menatap Sam yang berada di beberapa kursi di sampingnya yang terus tersenyum kepadanya.
' Aku harus mencari alasan untuk menolaknya, aku tak ingin membuatnya terlalu sakit hati karena penolakanku. Apa aku katakan saja yang sejujurnya pada Sam jika aku sudah menikah?' batin Cilla.
Ketika kelas selesai banyak sekali mahasiswi yang mencari perhatian Sam, namun ia hanya meresponnya dengan sopan tapi hanya menanggapinya sekilas.
Sam adalah salah satu pria terpopuler di kampus selain Reza, hingga banyak gadis yang berharap bisa menjadi pasangannya.
' Banyak sekali gadis yang mengantri untuk menjadi pacarnya, mungkin hanya di tolak olehku dia tidak akan sakit hati. Baiklah, akhir minggu ini setelah selesai presentasi aku akan memberikan jawaban kepada Sam.' batin Cilla.
" Huhff... Tak terasa udah tengah semester, siap-siap buat Uts nih." Elya menghela nafas.
" Kenapa? Hanya UTS, masa ngeluh." ucap Cilla.
" Iya... Iya... orang pinter mah santai, apalah daya aku hanya otak udang." keluh Elya.
__ADS_1
" Kamu mau langsung pulang atau kita nongkrong dulu?" tanya Cilla.
" Tumben ngajak nongkrong duluan! Ada angin apa nih?"
" Gak apa-apa, cuma bosan saja di rumah mumpung belum UTS."
" Enaknya kita kemana yah?" Elya memikirkan tempat yang akan mereka tuju.
" Bagaimana kalau kita main Ice Skating?" ujar Cilla.
" Iya, aku setuju. Lebih baik ngilangin penat dengan bersenang-senang, sekaligus cari cowok cakep hehehe." Elya sangat semangat.
Cilla dan Elya sedang memasang sepatu skating mereka masing-masing, lalu mereka pun berseluncur dengan senang. Tawa selalu menghiasi mereka ketika terkadang mereka terjatuh di atas es yang licin.
Elya tergelincir hingga terduduk dan dia mun meringis mengelus pinggulnya yang terasa sakit. Cilla tak bisa menahan tawanya, lalu mencoba membangunkan Elya namun sulit karena tubuh Elya cukup berat untuk Cilla.
Tiba-tiba sebuah uluran tangan siap membantu Elya berdiri kembali ternyata itu adalah Alan, teman kerja kelompok mereka.
" Terimakasih, kamu di sini juga!" Elya pun dapat berdiri dengan bantuan Alan.
" Iya, aku lagi suntuk aja di rumah jadi pergi kesini."
" Kamu sendirian?" dan Alan pun hanya mengangguk menjawab pertanyaan Elya.
Cilla menyadari tatapan Alan dan Elya melihat ang berbeda sehingga ia pun ingin menyudahi ice skating nya, pulang meninggalkan mereka berdua yang sedang kasmaran.
" Maaf Elya, aku dapat telpon dari rumah untuk segera pulang." Cilla berpura-pura untuk memberi mereka waktu untuk berduaan.
" Kok pulang sih? Gak seru ah." Keluh Elya.
" Kamu jalan sama Alan aja dulu, maaf banget soalnya ini mendesak." Cilla pun pergi meninggalkan Elya bersama Alan.
Elya dan Alan terlihat salah tingkah, mereka pun saling canggung satu sama lain.
Sementara Cilla terlihat senang jika Elya sudah mendapatkan pasangan.
Akhirnya Cilla memutuskan pergi ke taman saja dekat dengan lokasi rumahnya, ia menaiki ayunan yang ada di taman tersebut sambil menggoyangkannya. Ia hanya melakukan itu untuk menghabiskan waktu sampai menjelang larut.
Walaupun sudah malam masih ada beberapa orang yang sedang berada di taman kota tersebut, banyak yang menghabiskan waktu seperti dirinya. Terutama pasangan-pasangan yang menikmati malam bersama menatap langit yang penuh dengan bintang dan bulan purnama yang indah.
Reza di rumah gelisah, sudah larut malam namun Cilla belum pulang juga. Ia melihat GPSnya yang menunjukkan jika Cilla sedang berada di taman kota tak jauh dari sana.
Reza bergegas untuk menemui Cilla dan membawanya untuk pulang ke rumah, khawatir akan terjadi sesuatu jika terus di luar saat malam larut.
" Mau kemana?" tanya Sarah melihat Reza yang tergesa-gesa.
" Aku mau jemput Cilla, di taman kota." Reza memakai jaket kulit hitamnya.
Ia menaiki motornya menuju tempat dimana Cilla berada, tak butuh waktu lama untuk tiba disana. Reza membuka helmnya lalu berlari mencari sekeliling taman memanggil nama Cilla.
Cukup lama Reza mencari istrinya hingga dia menemukan Cilla telah tidur dengan posisi duduk di ujung mainan perosotan.
" Ternyata kamu disini? Sudah larut malah tidak pulang dan malah tidur di tempat seperti ini. Kalau ada orang jahat kan bahaya, aku tak mau terjadi sesuatu padamu." Reza mengangkat tubuh Cilla dan mencari mobil Cilla.
Reza mendudukan Cilla di kursi depan dan memasangkan sabuk pengamannya. Sementara Reza berada di balik kemudi untuk segera pulang ke rumah.
Motor milik Reza, ia titipkan dejat di pos satpam taman tersebut karena disana memang banyak kendaraan yang dititipkan.
Setelah sampai di rumah, Reza kembali menggendong Cilla sampai ke kamarnya dan membaringkan Cilla di atas tempat tidur.
Reza mengambil tasnya yang menggantung di badan Cilla dan membuka sepatu yang Cilla kenakan. Lalu Reza menarik selimut untuk menyelimuti Cilla hingga ke pinggangnya.
' Maafkan aku Cilla, aku terlalu cemburu hingga mataku buta dan bertindak gegabah padamu, itu semua karena aku sangat mencintaimu."
Reza mengelus lembut rambut di kening Cilla dan membereskannya hingga ke samping telinganya.
__ADS_1
' Sebenarnya siapa pria itu! Berani sekali dia menyukai istri orang, apa aku harus mendatanginya dan bilang jika aku suaminya Cilla? Tapi jika Cilla menyangkal karena tak ingin di ketahui orang-orang nanti aku bisa di bilang orang gila.' batin Reza yang serba salah.
Reza membaringkan tubuhnya di sofa, ia ingin menghilangkan kegalauannya dengan bermain games online, itu bisa sedikit mengubah moodnya.
__________
Reza memperhatikan Sam dari kejauhan, ia juga mencari tahu latar belakangnya yang ternyata dia adalah anak pengusaha yang bergerak di bidang kuliner, banyak outletnya yang tersebar se-Indonesia dan banyak juga yang bekerjasama dengan Franchise.
Dia sangat populer di kampus terutama di bagian jurusannya, dengan wajah tampan dan berasal dari keluarga terpandang pasti banyak wanita yang mengejarnya.
Namun Sam memilih ramah sekaligus dingin namun akan terlihat hangat pada orang yang ia sukai. Itu yang Sam lalukan kepada Cilla, ia menunjukkan keramahan, kebaikan dan kehangatan hatinya sekaligus untuk mencari perhatian dari Cilla.
Reza melihat Cilla masih bertemu dengan Sam, mereka terlihat sangat akrab dan semua orang pasti akan salah menyangka jika mereka memiliki hubungan.
' Apa Cilla sudah memberikan jawabannya pada Sam? Tapi kenapa sikap mereka masih biasa saja, tak ada perubahan malahan semakin akrab.'
Hati Reza terasa bergejolak, wajahnya memerah menahan amarahnya yang mulai memuncak, namun ia tak ingin melakukan kesalahan kedua seperti itu yang ia lakukan beberapa hari yang lalu.
Reza akan berusaha menahan dirinya jika Cilla dan Sam masih di batas wajar dan tidak akan berbuat yang tidak-tidak.
___________
Cilla pergi ke taman dekat kampus bersama Elya, Ada tempat di sana yang cocok untuk bersantai dan menghabiskan waktu. Elya dan Cilla akan belajar untuk ujian tengah semester di taman itu karena memang suasananya nyaman.
Reza pun terus mengikuti Cilla seperti Stalker untuk mengetahui kegiatan apa saja yang di lakukan Cilla di luar sana.
Elya pergi ke toilet dulu meninggalkan Cilla yang sedang berkutat dengan bukunya, merangkum materi yang menurutnya penting dan mungkin akan keluar saat ujian nanti.
Tak lama Sam dan Alan datang, mereka menghampiri Cilla yang duduk sendirian. Alan yang tadinya ingin ikut duduk malah beranjak pergi kembali untuk membeli beberapa minuman untuk mereka berempat.
Tersisa Sam dan Cilla, sekali lagi Cilla terlihat akrab berbincang, tiba-tiba angin sedikit kencang berhembus membuat mata Cilla kelilipan terkena debu. Cilla sedikit kesakitan, melihat itu Sam ingin membantu untuk meniup mata Cilla agar segera baikan.
Namun dari sudut pandang yang Reza lihat, posisi mereka seperti hendak berciuman, Reza langsung naik pitam. Ia menghampiri mereka dan langsung menonjok wajah Sam hingga membuat Sam tersungkur, sampai 2 kali Reza memukul Sam sampai ujung bibirnya sedikit berdarah.
Sam hanya diam tak melawan, Cilla yang saat itu langsung menarik Reza untuk memisahkan mereka berdua.
" B*jing*n Loe, berani cium istri gue. Loe jangan macam-macam sama istri gue! Beraninya loe deketin Cilla, laki-laki br*ngs*k. Gue udah tahan-tahan amarah gue tapi loe malah cari-cari kesempatan buat deketin istri gue. Sialan..."
Reza berteriak marah kepada Sam dengan terus hendak memukul namun Cilla menahannya.
" Dan kamu, Cilla. Ngapain kamu terus akrab dengan pria lain? Malah mau ciuman seperti tadi, apa aku tak berarti untukmu? Apa aku hanya pecundang yang ada di hidupmu?" Reza terlihat sangat emosi.
" Za, kamu salah Faham. Tolong jangan seperti ini." Cilla terus menahan Reza yang ingin menghajar Sam.
" Hei Bro, gue tadi gak mau Cium Cilla, cuma mau bantu dia karena kelilipan. Apa loe bilang tadi? 'Istri'? Apa benar Cilla istri loe? tolong jelasin aku gak mengerti." ucap Sam yang terlihat kebingungan.
Reza dan Cilla langsung terdiam, Reza tak sengaja menyebut Cilla sebagai istrinya. Pernikahan yang selama ini berhasil ia sembunyikan di area kampus, sekarang terbongkar.
" Begini! Sebenarnya aku ingin mengatakan ini kepadamu ketika kamu menyatakan rasa sukamu kepadaku. Aku tadinya ingin mencari waktu yang tepat untuk memberitahumu. Aku hanya menganggap kamu sebagai teman dekat, hanya itu, hingga aku nyaman bersamamu hanya sebatas teman. Benar .. Aku dan Reza adalah suami istri, kami menutupi hubungan kami karena kami tak ingin saling mengikat satu sama lain ketika di kampus dan agar tak ada rumor tentang kami. Jadi itu alasan aku untuk tak menerimamu, maaf Sam." jelas Cilla panjang lebar.
Emosi Reza sudah mulai mereda, ia meminta Cilla untuk melepaskannya.
" Hehehe jadi selama ini aku mencintai istri orang, hah..... Gue seperti orang bodoh mengejar-ngejar Cilla, menghabiskan waktu dengan dia, tapi semuanya sia-sia. Ok... Gue minta maaf, gue gak tahu kalau Cilla istri loe. Ok... gue pergi."
Sam terlihat menahan emosinya namun ia memutuskan pergi meninggalkan mereka berdua.
" Loe selalu bertindak gegabah, aku gak suka sikap kamu itu." Cilla kesal akan tindakan Reza.
" Maaf Cilla, aku tadi terpancing emosi jadi gak bisa memikirkan apa-apa." Reza menggenggam tangan Cilla.
" Sekarang Sam sudah tahu, tak butuh waktu lama pasti seisi kampus tahu tentang pernikahan kita." Cilla menghempaskan tangan Reza yang menggenggam tangannya.
Tanpa mereka sadari, Elya mendengar semuanya dan Elya terlihat sangat syok mendengar Reza dan Cilla adalah suami istri. Dia hanya bisa terdiam melihat pertengkaran suami istri yang ada di hadapannya.
Bersambung.....
__ADS_1
Terus selalu dukung Author dengan cara memberi Vote, Like, Hadiah dan Komen... Terimakasih ☺️