Kisah Cilla : Cinta Dalam Pernikahan

Kisah Cilla : Cinta Dalam Pernikahan
Sesuatu yang di tunggu


__ADS_3

Reza memeluk Cilla lalu berbisik di telinganya, " Untuk malam ini, kamu sudah siap, kan!" Cilla lalu mendorong tubuh Reza agar menjauh.


" Duh anak muda, udah gak malu ya pelukan di depan orang tua." Perkataan Bundanya membuat mereka malu, lalu semuanya pun masuk kedalam rumah dan langsung ke kamar masing-masing.


Cilla duduk di sofa begitupun Reza duduk di sampingnya.


" Kamu capek?" Reza memijat pundak Cilla agar melemaskan ototnya selama bekerja.


" Hari ini lumayan banyak pekerjaan, mungkin memang perlu di pijat." Cilla merasa lebih baik setelah Reza terus memijat pundaknya.


" Sekarang kamu mandi sana biar segar dan kita....."


" Iya, aku mau mandi." Cilla langsung berdiri beranjak ke kamar mandi, Reza hanya tersenyum melihat kegugupan istrinya.


Cilla menatap kaca di dalam kamar mandi, dia terus memegang dadanya yang berdetak kencang. Cilla sudah menyiapkan baju yang lumayan terbuka untuk ia pakai malam ini.


Dia mempersiapkan semuanya sesuai yang Amel katakan, walaupun sedikit malu tapi ia ingin memperlihatkan hal yang berkesan untuk suaminya.


Sudah hampir 2 tahun dia bersabar menungguku dan selama itu hanya sekedar pelukan dan ciuman saja yang kami lakukan tak lebih.


Semoga penampilan Cilla malam ini akan membuat Reza terkesan, mungkin akan memberinya suasana yang lain dari biasanya.


Reza duduk di atas tempat tidur sambil gelisah, kadang memegang ponselnya, lalu beralih ke buku dan terkadang menggerakkan kakinya menunggu kedatangan Cilla.


Tak lama Cilla pun keluar dari kamar mandi, mata Reza langsung terpesona, ia terpaku menatap istrinya di depan mata yang terlihat sangat cantik dengan pakaian yang baru pertama kali dia lihat.


Dengan rambut yang terurai dan setengah basah, menggunakan lingerie yang cukup tipis memperlihatkan bentuk tubuhnya yang indah dan wewangian yang membuatnya tambah terbuai sehingga Reza tak mengalihkan pandangannya.


Cilla terus berjalan menghampiri suaminya dengan senyuman manis mengembang di bibir tipisnya. Cilla pun duduk di pangkuan Reza yang terus terpana menatapnya dengan sangat terpesona.


" Kamu cantik, lingerie yang kamu kenakan sangat indah di pandang. Aku suka kamu malam ini. Bagaimana kamu bisa tahu keinginan laki-laki seperti ini?" Reza mencium aroma yang sangat membuatnya bergairah.


" Aku sebenarnya malu tapi aku lakukan ini agar terlihat berkesan." Ucap Cilla dengan malu-malu dan wajahnya merona merah.


" Tak perlu malu, kita kan sudah menjadi suami istri." Reza menarik pinggang Cilla hingga mereka sangat lekat.


" Tolong jangan menatap aku seperti itu, aku tambah malu." Cilla memalingkan wajahnya yang semakin merona.


Reza menarik wajah Cilla lembut sehingga mereka saling berpandangan kembali, tanpa banyak menunggu lagi Reza langsung menciumnya, serangan tiba-tiba itu membuat Cilla terkejut namun dia mencoba mengimbanginya.


Cukup lama Reza mencium istrinya hingga Reza pun membaringkan tubuh Cilla dan kegiatan mereka pun berlanjut sampai pakaian mereka sudah tak ada lagi di tubuh mereka masing-masing.


Setelah cukup lama melakukan pemanasan akhirnya mereka akan melakukan hal intinya yang akan menjadi awal dari kehidupan mereka ke depannya.


" Sekarang?" Tanya Reza sebelum memulai aksinya dan Cilla pun mengangguk pertanda ia setuju.


" Tolong, pelan-pelan." Cilla merasa takut dengan apa yang akan terjadi.


" Aku akan melakukannya dengan lembut." Bisik lirih Reza di telinga Cilla agar tak terlalu khawatir.


Reza pun memulainya perlahan tanpa menyakiti Cilla, namun setelah beberapa saat Cilla berteriak lirih, " S,Stop... berhenti dulu, sstopp.." Pinta Cilla dengan nafas tersengal.


" Kenapa? Kamu sakit?" tanya Cilla khawatir karena di suruh berhenti.


" Bukan itu, a.. aku hanya... maksudku, biarkan aku bernafas sebentar..."


Dadanya naik turun untuk mengatur nafasnya.


" Maaf, aku terlalu bersemangat."


Reza kembali memulainya dan suasana malam pun menjadi semakin panas, suara-suara kegiatan mereka pun menggema di seluruh ruang kamar yang hening.


Malam pun berlalu sangat panjang, seperti sesuatu yang sangat mereka dambakan hingga akhirnya bisa tersalurkan malam ini. Sekali, dua kali dan bahkan tak terhitung berapa banyak kegiatan itu mereka lakukan hingga pagi pun menjelang.


Cilla masih tertidur dengan lelapnya, terlihat tanda merah di setiap bagian tubuhnya dan itulah tanda cinta dari Reza.


Reza menatap istrinya yang terlelap dengan penuh kebahagiaan, ia merapikan rambut Cilla yang menutupi sedikit wajahnya.


" Terimakasih sayang, akhirnya kamu memberikan hatimu seutuhnya untukku, aku bahagia telah mendapatkan kamu seutuhnya." Gumam Reza, senyumannya tak pernah lepas dari bibirnya.


Cilla pun menggeliat lalu mulai membuka matanya dan melihat Reza yang menatapnya dengan lekat.


" Selamat pagi Sayang." Ucap Reza menatap Cilla.


" Selamat pagi juga suamiku." Balas Cilla dengan senyuman.


" Kamu pasti lelah? Maafkan aku yah, mungkin aku terlalu menggebu-gebu tadi malam." Ucap Reza lembut.


" Iya aku lelah dan itu membuat aku malas untuk bangun, gara-gara kamu badanku pegal semua dan itu juga terasa perih."


Balas Cilla lalu ia sedikit meringis ketika menggerakkan kakinya perlahan.


" Aku minta maaf, kamu tiduran saja, biar aku bawakan sarapan nanti."


" Za, aku mau ke kamar mandi, tolong bantu aku."

__ADS_1


Pinta Cilla, Reza lalu menggendong tubuh Cilla ke kamar mandi dan berakhir mereka mandi bersama.


Reza memakaikan pakaian pada Cilla dan dirinya juga lalu menyuruh Cilla untuk tetap berada di tempat tidur karena melihat Cilla sangat lelah dan susah untuk berjalan.


Reza pun keluar untuk mengambil sarapan untuk istrinya sementara Cilla mengambil cermin kecil yang berada di meja di sampingnya lalu melihat-lihat bagian leher dan bagian lain tubuhnya yang penuh dengan tanda kemerahan.


' Berapa tanda yang dia buat di tubuhku hingga sulit untuk di tutupi, ternyata dia terlalu beringas kalau soal itu. Lembut? Awalnya saja sudah itu semakin liar. Tapi... Aku malah menyukainya.' Batin Cilla dan senyum kembali mengembang di bibirnya.


Reza sedang berada di dapur menyiapkan segelas susu hangat dan beberapa lembar roti yang telah ia oleskan beberapa selai yang berbeda.


" Za, kamu bawa sarapan untuk Cilla? Cillanya mana?" Tanya Sarah melihat Reza yang sibuk di dapur.


" Ah itu, Cilla sedang kurang enak badan jadi aku bawa sarapan untuk dia." Balas Reza dan wajahnya terlihat berseri-seri.


Sarah merasa ada yang beda hari ini dengan Reza pasti ada sesuatu yang membuatnya sesenang itu. Reza pamit untuk kembali ke kamar kepada ibu mertuanya.


Sarah lalu menghampiri suaminya yang sedang membaca koran tak jauh dari sana.


" Mas, sepertinya kita akan segera dapat kabar baik." ucap Sarah senang.


" Maksud kamu?" Hardi bingung.


" Yah, mungkin saja nanti kita cepat dapat cucu, aku lihat tadi Reza senang banget dan wajahnya berseri-seri mirip kamu saat dapat dari aku waktu pertama kali." ujar Sarah dan Hardi sampai terbatuk-batuk ketika mendengar itu.


" Uhukk... uhukkk... Benarkah? Mereka menikah udah lama loh, masa seperti itu." Hardi tak percaya.


" Beneran Mas, aku yakin itu pertama kali untuk mereka dan sekarang Cilla juga sedang tak enak badan katanya, mungkin saja karena perlakuan Reza semalam." Sarah bersemangat dengan asumsinya yang ternyata benar.


" Udah jangan berasumsi, kalau memang benar yah hebat banget Reza bisa menahannya selama ini, harus beri aku hadiah hehehe."


Kedua orang tua Cilla memang unik, sikap mereka tak bisa di tebak namun karena itu mereka bisa bersama selama ini.


__________


Reza sudah berangkat mengajar sementara Cilla memutuskan untuk tak masuk kerja hari ini, Cilla mendapatkan telpon dari Amel, Cilla segera mengangkatnya.


Cilla : Hallo! Kenapa nih nelpon pagi-pagi?


Amel : Cill, gimana semalam? Loe mengikuti saran gue? Gue kepo banget nih.


Cilla : Ya gitu deh, gue ikuti semua saran dari loe tapi malah gue sendiri yang kena kaya bumerang.


Amel : Maksud Loe?


Cilla : Gara-gara itu, dia malah jadi liar, gue kewalahan sampai sekarang gak bisa masuk kerja.


Cilla : Jangan lihat orang dari sampulnya, tapu gak apa-apa sih hehehe.


Amel : Kayaknya bakalan ketagihan yah. hehehe


Cilla : Bisa jadi hehehe.


Amel : Gue bakalan cepat dapat keponakan nih, bisalah gak jauh umurnya dari anak gue.


Cilla : Yah, masih jauh sih mikir ke sana, baru juga mulai.


Amel : Siapa tahu baru sekali langsung jadi, kan bisa saja.


Cilla : Emangnya bisa gitu? Lah gue harus gimana dong.


Amel : Yah, gak gimana-gimana, kalian udah nikah juga kalau punya anak itu wajar.


Cilla : Tapi gue belum siap.


Amel : Yah, loe pakai KB aja kalau belum mau punya anak, atau bisa dengan cara Alami juga.


Cilla : Gimana caranya?


Amel : Loe minta ke Reza untuk gak di dalam.


Cilla : Apanya?


Amel : Yaelah masa gak ngerti sih, udah bilang aja kayak gitu ke Reza pasti dia ngerti.


Cilla : Ok deh, gue akan coba ngomong.


Amel : Tapi gak semua suami mau kayak gitu, katanya beda.


Cilla : Yah, gue coba ngomong aja semoga dia mau.


Amel : Yaudah, anak gue bangun nih. Selamat mencoba hehehe


Telpon pun terputus


Cilla kembali merebahkan tubuhnya, untuk bergerak saja dia sangat malas. Apa semua perempuan merasakan seperti apa yang aku rasakan? pikirnya penuh tanya.

__ADS_1


___________


Usia 25 tahun, Reza sudah menjadi dosen magang di kampusnya, walaupun begitu banyak mahasiswa yang suka dengan cara pengajarannya. Namun banyak juga yang suka karena wajahnya yang tampan dan di tunjang dengan bentuk tubuh yang sempura terutama para mahasiswi yang mengidolakannya.


Hari ini Reza terlihat senang, senyuman selalu menghiasi wajahnya sampai rekan-rekan kerjanya pun merasa aneh dengan perubahan sikap Reza saat ini. Yang biasanya tak mudah mengekpresikan dirinya namun hari ini dengan melihat senyumannya saja semua orang tahu jika dia sedang bahagia.


" Pak Reza hari ini kelihatan senang sekali, kayak yang baru menang lotre saja." ujar Dosen 1.


" Bisa di bilang begitu sih pak, lotre yang saya harapkan menang dari dulu." jawab Reza tetap tersenyum.


" Beneran pak? Dapat berapa nih?"


" Yah, banyak banget..." balas Reza sekenanya.


Terkadang dia masih terbayang kejadian semalam dimana Cilla dan dirinya merasa telah bersatu seutuhnya bahkan ia selalu mengingat ekspresi Cilla yang baru dia lihat selama mereka bersama.


' Bagaimana keadaan Cilla sekarang yah? Apa tubuhnya sudah pulih, aku kasihan juga meninggalkan dia sendiri. Aku harus menghubunginya sebentar.' Reza beranjak dari duduknya menjauh dari rekan kerjanya agar tak terdengar.


Reza : Halo sayang! Bagaimana keadaanmu?


Cilla : Aku lapar, aku bahkan tak bisa turun hanya untuk mengambil makanan.


Reza : Separah itu?


Cilla : Bukan, aku hanya malu dengan tanda yang banyak di leherku, kalau di bagian lain kan bisa di tutupi.


Reza : Biasanya bisa di tutupi oleh BB cream!


Cilla : Gak gitu, ini banyak banget dan bekasnya merah banget, gara-gara kamu nih. (Rengek Cilla di balik telpon)


Reza : Kamu bisa suruh asisten buat ngambil makanan kan!


Cilla : Oh iya aku lupa, aku jadi gak bisa mikirin hal lain selain coba hilangin tanda ini, ok aku akan telpon dapur agar mereka mengantar makanan untuk aku.


Reza : Aku juga akan segera pulang dan aku mau kamu siap-siap.


Cilla : Siap-siap untuk apa?


Reza : Gara-gara kamu aku jadi ketagihan, jadi malam ini aku ingin memakanmu lagi...


Cilla : Apa? ( Terdengar panik.)


Cilla langsung mematikan teleponnya, Reza hanya tersenyum senang mendengar Cilla yang sedang panik.


Disisi lain Cilla menggerutu pada suaminya, ia akan bekerja keras lagi untuk malam ini, sepertinya Cilla harus memakan vitamin agar tubuhnya bisa mengimbangi suaminya yang pasti akan bersemangat kembali.


Cilla meminta dibuatkan wedang jahe kepada asistennya yang kebetulan berasal dari Jawa, mungkin dengan itu tubuhnya bisa bugar dan lelahnya hilang.


Untuk saat ini dia tak akan lagi menolak keinginan suaminya, karena dia memutuskan untuk menjadi istri yang baik, berbakti seutuhnya kepada suaminya.


________


Reza sampai di rumah pukul 4 sore, dia langsung ke kamarnya dan melihat Cilla sedang memakan cemilan sambil menyaksikan drama kesukaannya di laptopnya.


" Aku pulang! serius banget lagi nonton apa?" Reza mengecup kening Cilla.


" Biasa nonton lanjutan drama, mandi dulu jangan seperti ini." ujar Cilla ketika Reza memeluknya dari belakang.


" Aku kangen." bisik Reza manja tepat di telinga Cilla hingga membuat Cilla merasa geli, apalagi sekarang dagunya Reza di letakkan di pundak istrinya hingga Cilla merasa geli.


" Mandi sana gih, bau keringat tahu." padahal Cilla tak mencium bau keringat hanya wangi parfum di padu wangi alami tubuh Reza.


" Iya iya...." Reza melepaskan pelukannya, lalu membuka kemejanya di depan Cilla dan melemparnya ke keranjang, melihat itu wajah Cilla langsung merona, matanya tertuju pada tubuh Reza yang berotot.


' Ih.... apaan sih nih mata, kok malah jelalatan.' Cilla menepis pikirannya sendiri.


Malam pun tiba, Reza memakai pakaian rapi dan wewangian pun di bubuhkan ke tubuhnya, Cilla merasa heran kenapa Reza berpakaian seperti itu?


" Kamu gak ganti pakaian?"


" Memangnya mau kemana?" Cilla terlihat bingung.


" Tadi siang aku bilang, kita akan makan malam jadi kamu juga harus ganti baju masa pakai piyama kayak gitu." ujar Reza terkekeh.


" Kapan kamu bilang? Aku kira....."


" Memangnya kamu kira apa?" sekali lagi Reza terkekeh karena berhasil menggodanya.


" Gak ada, lain kali jangan bicara ambigu begitu hingga aku jadi salah mengartikan. Yasudah aku mau ganti baju dulu." Cilla geram dengan pikirannya sendiri.


' Padahal aku kira Reza meminta jatahnya lagi ternyata dia hanya ingin mengajakku makan malam. Kenapa pikiranku malah mesum sih? malah aku minum vitamin dan wedang jahe biar gak lemah. Sudah lah, jangan berpikiran yang aneh-aneh lagi mulai sekarang.' Gerutu Cilla dalam batinnya kepada dirinya sendiri.


Bersambung.....


Terus lanjut?

__ADS_1


Jangan lupa untuk selalu mendukung author yah, tinggalkan jejak setelah membaca.


Terimakasih ☺️


__ADS_2