
POV Reza
Hari ini aku sangat bahagia, tubuhku sudah mulai bugar kembali dengan bobot badanku yang sekarang sudah kembali seperti semula. Saat ini aku benar-benar telah melupakan kejadian itu sepenuhnya. Kejadian yang paling kelam dalam hidupku, kejadian yang sangat ingin aku hilangkan dalam pikiranku. Penderitaan yang aku alami saat itu, semoga tak akan pernah terjadi lagi padaku. Memang yang aku alami tak seberapa di bandingkan rasa frustasinya Cilla yang menantiku, itu yang malah membuatku tambah menderita. Apalagi saat aku bertemu dengannya setelah lolos dari penderitaan itu, aku sangat terkejut dengan keadaan istriku yang berubah 180° dari sebelumnya. Yang biasanya manja dan cerewet menjadi pendiam dan murung, tubuhnya yang indah menjadi kurus seakan sisa tulang. Aku sangat sedih, amat sangat menyayat hatiku. Namun itu semua telah berlalu, dan Cilla sudah kembali seperti sebelumnya. Cilla yang ceria, manja dan cerewet, aku semakin jatuh cinta kepadanya sampai detik ini cintaku terus bertambah.
Air yang mengguyur tubuhku seakan menyegarkanku dan menyadarkanku bahwa malam ini kami akan berbagi kasih sayang. Aku sampai menyabuni tubuhku berkali-kali agar wangi tubuhku tercium harum oleh istriku. Aku ingin momen ini menjadi berkesan baginya seperti saat dimana kami melakukan malam pertama kami dulu.
Jujur, saat ini hatiku tak karuan, jantungku terasa berdetak lebih kencang tak seperti biasanya, pikiranku sudah sangat sulit aku kendalikan, bahkan adrenalinku seakan bertambah hingga membuatku sangat bersemangat.
Tanpa terasa aku menghabiskan terlalu banyak waktu di kamar mandi, aku harus segera keluar, aku tak ingin istriku terlalu lama menunggu aku. Lalu aku mengenakan baju handukku dan segera mengelap kepalaku yang basah dengan handuk kecil sambil keluar dari kamar mandi.
Aku menghela nafas panjang ketika melihat Cilla tengah duduk di sofa namun dia malah tertidur lelap. Dalam hati aku merasa kecewa namun apalah daya mungkin dia terlalu lelah. Waktu sudah menunjukkan pukul 18.00 WIB, benar, aku terlalu lama di kamar mandi sampai hampir sejam aku di sana. Pantas saja Cilla sampai ketiduran menunggu aku yang terlalu lama di dalam kamar mandi.
__ADS_1
Aku harus menggendongnya dan memindahkannya ke atas tempat tidur, aku tak ingin posisinya tidur saat ini malah membuatnya tidak nyaman. Aku menaruh ponsel yang ada dalam genggamannya ke atas meja dan mencopot kedua earphone yang ia pakai di telinganya. Aku menggendongnya, tubuh ramping dan tinggi istriku yang sangat ringan menurutku. Akhirnya Cilla telah berbaring dan aku menarik selimut menutupi tubuhnya sampai dadanya. Aku pun hendak pergi namun aku merasa sebuah tangan meraih tanganku hingga aku pun berbalik, dan ternyata istriku telah menarik tanganku dan menatapku dengan senyuman manis menghiasi bibirnya yang merah membuatku kembali berdebar.
POV Cilla
Aku menunggu suamiku mandi sambil duduk di sofa, aku mengambil ponselku, memasang earphone di telingaku dan mulai menyalakan musik favorit aku, setelah 15 menit berlalu tanpa aku sadari aku mulai mengantuk. Entah apa yang terjadi, yang jelas aku sudah tak mengingat apapun lagi. Mungkin rasa lelah dan alunan musik yang aku dengar membuatku cepat sekali tertidur.
Entah berapa lama aku tertidur, namun aku merasakan saat tubuhku terasa di gendong oleh seseorang, saat aku dalam gendongannya sebenarnya aku sudah terbangun namun aku pura-pura masih tertidur saat aku tahu bahwa suamikulah yang menggendongku sampai membaringkanku di atas tempat tidur. Reza membaringkan aku, memposisikan tubuhku agar aku merasa nyaman, lalu dia menarik selimut untuk menutupi tubuhku. Ketika ia hendak pergi, aku seakan tak rela, aku ingin berdekatan dengannya. Akhirnya aku memberanikan diri meraih tangannya, hingga dia pun berbalik kepadaku. Aku menatapnya dalam, jantungku berdebar sangat kencang, pikiranku sudah tak bisa aku kendalikan. Aku menarik tangannya hingga membuatnya terduduk di sampingku. Apakah dia menyadari seberapa merahnya wajahku? Aku melihat dia sangat terkejut dengan apa yang aku lakukan. Dia tersenyum kepadaku dan aku pun membalas senyumannya. Dia mengecup keningku dengan lembut, pandanganku malah mengarah pada tubuhnya yang sedikit terlihat di balik baju mandinya yang terbuka.
Tubuhnya sudah kembali seperti semula walaupun ototnya belum sepenuhnya terbentuk seperti sebelumnya. Namun aku merasa senang karena dia sudah kembali sehat di bandingkan saat kami kembali bertemu setelah kejadian mengerikan itu. Kami saling memandang satu sama lain, jantungku semakin berdetak kencang bahkan seakan darahku mengalir deras, aku tak bisa lagi menahan gejolak yang ada dalam diriku yang sangat menggebu-gebu.
Gejolak rasa seakan meledak di pikiranku dan semuanya berkumpul di dalam hatiku. Kami berciuman sangat intens, hingga tanganku beralih meraih tengkuknya dan melingkar di sana, menarik untuk lebih dalam hingga tubuh Reza pun sekarang berada di atas tubuhku.
__ADS_1
Kami menghentikan ciuman kami dan Reza beralih pada bagian leherku yang sangat sensitif. Entah apa lagi yang aku rasakan, hanya saja aku sangat menyukai apa yang Reza lakukan kepadaku. Reza terus menyusuri seluruh bagian tubuhku tanpa ada yang terlewat sedikitpun. Aku bahkan tak bisa berkata-kata, hanya bisa menikmati setiap sentuhannya pada tubuhku.
Entah sejak kapan, pakai yang aku kenakan sudah tak lagi menutupi tubuhku dan Reza pun melempar pakaian yang ia kenakan sembarang arah. Kami pun sudah tak mengenakan apa-apa, kami berdua menatap ke tubuh di depan kami masing-masing.
Aku sangat malu dengan tatapan suamiku itu, hingga aku refleks menutup bagian depan tubuhku. Reza tersenyum melihat ulahku, perlahan dia menarik lembut tanganku yang menutupi tubuhku. Lalu apa yang dia lalukan membuatku terkejut dan rasa geli menjalar ke sekujur tubuhku. Hingga akhirnya Reza pun melakukan apa yang sudah lama kami inginkan. Reza mengambil kendali akan diriku hingga aku hanya bisa menyerahkan dengan pasrah kepadanya. Aku hanya mengikuti arahan dan permainannya tanpa menolak sedikitpun. Aku hanya bisa mengeluarkan suara yang malah membuatnya tambah bersemangat. Aku harus apa, aku hanya diam dengan ulahnya, aku ingin sekali mengimbanginya namun dia terlalu bersemangat hingga membuatku menyerah dan pasrah.
Cukup lama kami berpacu hingga akhirnya pertahannya pun runtuh dan kami pun tumbang secara bersamaan. Hanya deruan nafas kami yang terdengar serta keringat yang bercucuran pada tubuh kami yang tanpa sehelai benangpun. Rasa panas di tubuhku, rasa lelah yang menyerangku, membuatku hanya bisa menutup mata dan membayangkan kembali kegiatan yang telah kami lakukan tadi.
Aku melihat Reza yang sepertinya lebih lelah di banding aku, hingga kau melihat perutnya kembang kempis dan dadanya yang turun naik dengan nafas yang belum teratur. Matanya terpejam dengan keringat yang masih bercucuran.
" Terimakasih sayang." Ucapnya dengan mulai mengatur nafasnya.
__ADS_1
" Sama-sama. " Aku memeluknya sambil kami berbaring bersama.
Kami menarik selimut hingga menutupi tubuh kami berdua karena udara malam sudah mulai menusuk tubuh kami yang masih polos. Kami pun akhirnya terlelap karena rasa lelah dan ngantuk yang terus menyerang kami hingga kami pun tertidur bersama.