Kisah Cilla : Cinta Dalam Pernikahan

Kisah Cilla : Cinta Dalam Pernikahan
Perasaan apa ini?


__ADS_3

Rasa lelah yang menderanya membuat tidur Reza menjadi tidak tenang hingga dia terus saja bergerak. Tak sengaja tangan Reza menyentuh dada Cilla yang sedang tertidur, tanpa sadar Reza terus menyentuhnya bahkan mulai merabanya.


Merasakan sesuatu yang bergerak menyentuhnya membuat Cilla terbangun dan dia pun berteriak ketika menyadari tangan besar Reza berada di dadanya. " Kkyyyaaaaa.... Apa yang kamu lakukan?"


Reza pun terbangun mendengar teriakan Cilla, ia mengerjapkan matanya yang masih mengantuk, setengah sadar dia mulai menggosok matanya dan melihat jam masih pukul 3 dini hari.


" Kamu kenapa teriak jam 3 pagi?" Reza bingung dan tak tahu kenapa Cilla berteriak.


" Apa yang kamu lakukan kepadaku?" Cilla menutup bagian dadanya dengan bantal.


" Aku? Melakukan apa?" Reza hendak kembali berbaring karena ngantuk yang teramat sangat.


" Kau!!! Kau sengaja yah menyentuhku?" teriak Cilla.


" Aku? Menyentuhmu? Kapan?" Reza benar-benar tak mengerti apa yang telah terjadi.


" Tadi, Tadi kamu menyentuh dadaku?"


" Apa? Yang benar? Sayang sekali aku tidak sadar, tapi apa untungnya menyentuh dada datar seperti itu. Hooaammm. Aku mengantuk aku mau tidur." Reza kembali berbaring karena ngantuk mulai menyerangnya kembali.


" Za, Reza.... Kamu gak sadar telah menyentuhku? Reza."


Cilla terus menggoyangkan tubuh Reza namun Reza tak bergeming, tiba-tiba Reza menarik tubuh Cilla ke dalam pelukannya.


" Sudah, jangan berisik malam-malam begitu, kita tidur lagi aku sangat mengantuk."


Cilla hanya diam, lagi-lagi perbuatan Reza membuat hatinya berdegup kencang sampai ingin melompat dari tempatnya.


_____________


" Ternyata reaksi Cilla hanya begitu saja setelah mendengar penjelasan dari aku, padahal aku ingin melihat respon yang lain. Apa dia benar sudah melupakan aku? Sampai dia tak berempati sedikit pun padaku! Aku kira perasaannya tak akan cepat berubah, tapi memang sulit untuk mempertahankan perasaan saat kita tersakiti. Cilla aku masih sangat mencintaimu, rasa frustasi aku waktu itu bukti bahwa perasaanku dulu dan saat ini masih sama."


Gumam Adrian, menatap kosong ke arah jendela yang terbuka di apartemennya.


Flashback ***


" Apa yang kau bilang? Aku lumpuh.. Aku... kenapa? Hah"


Adrian berteriak setelah menyadari kakinya tak bisa di gerakan sama sekali, untuk duduk saja dia membutuhkan penyangga.


" Tenanglah, ini tidak permanen, dengan rutin terapi dan minum obat mungkin anda bisa berjalan kembali." ujar Dokter yang menangani Adrian.


" Sabar ian, kamu baru saja menjalani operasi, tenang." mama Adrian mencoba menenangkan Adrian.


" Bang, jangan seperti ini, kita berusaha untuk kesembuhan Abang. Apapun kita lakukan demi kesembuhan Abang." Ujar Reza.


" Loe diem aja, loe tahu sendiri kan tinggal beberapa hari ini gue akan nikah, gue harus bagaimana jika keadaan gue seperti ini. Sial... kenapa gue harus menerima ini sementara gue bisa saja gagal menikah dan ditinggalkan oleh Cilla."


Adrian melemparkan gelas hingga pecah, ia terus melemparkan benda-benda yang bisa ia raih untuk meluapkan kekesalannya.


" Loe tahu sendiri kan kalau gue sangat menginginkan pernikahan ini, tapi jika keadaan gue seperti ini, gue harus gimana. Muncul dengan kursi roda di hadapan Cilla? Bagaimana responnya? Aku gak mau melihat dia meninggalkanku."


Adrian mulai merendahkan nada suaranya, ia tertunduk lalu airmatanya pun menetes membasahi selimut yang di pakainya.


" Aku yakin kau pasti sembuh Bang! Cilla bukan orang yang akan meninggalkanmu begitu saja, percayalah."


Reza meraih pundak kakaknya untuk mencoba menenangkannya dan memberinya pikiran positif.


" Apa yang harus aku lakukan Ma? Pernikahanku bagaimana?"


Adrian memeluk Mamanya dengan tangisan yang samakin menjadi.


" Kamu sekarang istirahat saja dulu, kita pikirkan nanti. Kita nanti bicara pada keluarga Cilla bagaimana solusinya dan kamu jangan pesimis ataupun terbawa emosi, kita pikirkan saat kamu sudah tenang."


Mamanya membaringkan kembali Adrian yang sudah tenang karena sebelumnya dokter sudah menyuntikkan obat agar Adrian bisa tertidur.


Flashback End ***


_________


Cilla terbangun lebih dulu, ia menatap suaminya yang masih terlelap. Wajahnya begitu dekat dengan Reza membuat jantungnya berdetak kencang.


' Hatiku tolonglah tenang sedikit, aku takut akan kedengaran.' Cilla memegang dadanya berharap hatinya bisa tenang.


' Jika di perhatikan, Reza tampan juga tak kalah dengan Adrian walaupun sifat keduanya sangat berbeda.' Cilla mencolek hidung Reza yang mancung.


Cilla bergegas bangun menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya, ia berpakaian santai dengan hanya memakai kaus putih dengan celana pendek di atas lutut.


" Pagi Bunda, Ayah dan adik-adikku."

__ADS_1


Cilla duduk menyapa keluarganya sambil tersenyum cerah, duduk di dekat Ayahnya.


" Kamu sarapan sendiri, suamimu kemana?" tanya Bunda.


" Dia masih tidur, aku tak membangunkannya, biar saja dia tidur lebih lama." Cilla melahap nasi gorengnya.


" Mungkin kecapekan karena semalaman habis...." sebuah sentilan mendarat di kening Arka, Arsa yang melihatnya hanya tertawa.


" Jangan asal ngomong, ntar di lempar gelas baru nyaho." ancam Cilla.


" Loe tuh ya, udah tahu punya kakak killer masih aja di ejekin." ucap Arsa.


" Emang beneran kalian semalam...." Hardi memberikan isyarat dengan kedua telapak tangannya yang di satukan.


" iiihhh.... Ayah, jangan terpengaruh omongan si Arka, orang semalam gak ngapa-ngapain." kesal Cilla pada keluarganya.


" Kapan kalian rencana punta punya anak? Sebentar lagi kalian lulus kuliah."


Pertanyaan Ayah membuat Cilla tersedak hingga minumannya sedikit tersembur.


" Udah ah jangan ngomongin anak terus, umur aku baru 23, aku mau nikmati masa muda aku dulu." wajah Cilla memerah.


' Gimana mau punya anak kita hanya tidur bukan 'tidur'.' batin Cilla.


Cilla kembali ke kamar, Reza sudah tidak ada di tempat tidur, suara air terdengar di dalam kamar mandi. Cilla pun merapikan tempat tidurnya yang berantakan, ketika hendak berbalik ia menabrak badan Reza yang telanjang dada hanya menyisakan handuk yang menutupi bagian bawahnya saja.


" Reza, kenapa kamu berdiri di belakang aku?" pandangan Cilla gagal fokus pada badan Reza yang berotot.


" Sorry, aku hanya ingin melihat kamu membereskan tempat tidur, siapa tahu perlu bantuan." Reza begitu dekat dengan Cilla.


" Tapi tak sedekat ini juga, apalagi kamu tak memakai baju?" wajah Cilla merona dan terlihat gugup.


" Memangnya kenapa? Aku tadi lupa bawa baju." Reza duduk di atas tempat tidur.


" Za, awas... Kenapa kamu malah duduk disitu? Aku kan lagi membereskannya." Cilla kesal dengan tingkah aneh Reza.


Reza menarik tubuh Cilla dan mendudukannya di atas pangkuannya. Cilla pun terkejut dengan ulah suaminya tersebut, hingga wajahnya semakin memerah.


' OMG, aku menduduki apa? Rasanya sangat aneh.' pikir Cilla.


" Wajahmu kenapa merah begitu? Apa kamu merasakan sesuatu?" Senyum nakal Reza terlihat di bibirnya.


' Dia manis sekali, tingkahnya membuat aku gemas.' batin Reza, senyuman terus di perlihatkan olehnya.


" Cepat pakai baju, nanti kamu bisa kedinginan."


Cilla keluar dari kamar dengan jantung yang berdegup kencang, ia bersandar di pintu kamarnya sambil memegang dadanya.


' Perasaan apa sih ini? Jantungku kenapa tak mau berhenti berdebar. Reza kenapa sikapnya aneh dari kemarin, apa karena aku bertemu Adrian? Bicara soal Adrian, kok aku merasa biasa saja setelah semuanya jelas, padahal dulu aku sangat mencintainya. Tapi setelah pembicaraan kemarin dan menghabiskan waktu dengan mengis, hatiku sudah tenang kembali.' batin Cilla.


Reza mengancingkan bajunya sambil menatap cermin, ia membayangkan pertemuan kemarin antara Adrian dan Cilla. Saat itu hatinya terasa sakit dan ingin marah namun akal sehatnya membuatnya bisa mengendalikan dirinya.


' Apakah aku boleh lebih serakah? Dulu aku tak ingin memaksakan tapi sekarang aku ingin Cilla terus berada di sisiku, aku ingin Cilla menjadi milikku selamanya. Aku sangat cemburu pada Bang Adrian, aku tak ingin melepaskan Cilla untuk Bang Adrian. Apa aku salah jika aku menjadi serakah?'


____________


" Hari ini kok kamu terlihat beda ya?"


Elya melihat Cilla lebih ceria dan segar di bandingkan sebelumnya.


" Maksudnya beda bagaimana? Aku berpenampilan seperti biasanya."


Cilla memperhatikan baju yang di pakainya dan makeup tipis natural yang biasanya ia pakai.


" Maksud aku hari ini aura kamu berbeda banget, lebih ceria seperti orang yang sedang jatuh Cinta."


" Masa sih?" Cilla menepuk pipinya yang memang terlihat merona.


" Cie...cie... Apa tebakan aku benar? Siapa? Apa masih orang kampus kita? Kasih tahu dong."


Elya sangat penasaran, siapa gebetan atau pacar Cilla! Hingga dia memaksa Cilla untuk memberitahunya.


" Sudahlah ayo cepat ke kelas, sebentar lagi kelas di mulai."


Elak Cilla, dia menarik Elya untuk jalan bersamanya, dengan rasa penasarannya Elya terus saja bertanya sepanjang jalan mereka menuju kelas namun Cilla hanya membalas dengan senyuman tanpa berkata apa-apa.


' Apa benar kata Elya, sekarang aku sedang jatuh cinta? Aku belum yakin apa ini cinta namun aku merasa nyaman jika sedang bersama Reza.' batin Cilla.


Ketika mereka berjalan, mereka berpapasan dengan Reza beserta 3 temannya, Cilla dan Reza saling melirik dan tersenyum satu sama lain namun sayang teman-temannya tak menyadarinya hingga mereka saling berlalu begitu saja.

__ADS_1


Cilla duduk di tengah bersama Elya, tak jauh dari sana terlihat seorang mahasiswa selalu memandang Cilla dengan senyuman. Wajahnya tampan dengan memakai Hoodie berwarna hitam sangat kontras dengan kulitnya yang putih, tubuhnya tinggi dan perawakan yang ideal bagi seorang laki-laki.


" Cil, Cilla... Tuh lihat deh ke sebelah kiri belang kamu, kayaknya Sam lihatin kamu deh, sambil senyum-senyum segala lagi."


Elya melirik ke arah Sam berada begitupun Cilla dan dia membalas senyuman Sam.


" Kok kamu balas senyumin dia? Jangan... Jangan...."


Elya curiga bahwa gebetan Cilla adalah Sam, namun tebakan Elya salah total. Cilla membalas senyuman Sam bukan karena ia menyukainya tapi hanya sekedar sopan santun semata.


" Baiklah semuanya, kalian harus mengerjakan tugas kelompok dan per kelompok hanya 4 orang agar tak mengandalkan satu sama lain, kalian harus bekerja sama dengan baik. Terimakasih." Ujar Dosen mengakhiri kelasnya.


Sam mendekati mereka bersama seorang temannya yang bernama Alan, Sam menyapa kembali Cilla dan juga Elya.


" Hai Cilla! Boleh aku gabung di kelompok kalian bareng Alan. Pas kan kita jadi berempat."


Sam sengaja ingin berkelompok dengan Cilla agar semakin dekat dengan Cilla.


" Boleh, kebetulan belum ada anggota lain." balas Cilla menyetujuinya.


" Ok, thanks yah. Kalau begitu kapan kita mulai belajar kelompoknya?" Sam duduk di kursi dekat Cilla.


" Bagaimana kalau hari sabtu saja di perpustakaan kampus!" Usul Elya.


" Ok, aku setuju, kalian sepakat?" tanya Sam.


Semuanya setuju dengan saran Elya, untuk hari pertama mereka mengerjakan di perpustakaan kampus, Sam dan Alan pergi begitu saja dengan sebelumnya saling bertukar kontak telpon dengan Cilla dan Elya.


____________


" Kamu mau kemana? Hari sabtu udah dandan rapi?" Tanya Reza.


" Aku mau ke perpustakaan kampus, ada kerja kelompok disana." Cilla mengoleskan lipstik di bibir tipisnya.


" Sama cowok?" wajah Reza mulai berubah.


" Iya, ini kan hanya tugas kelompok. Kenapa? Kamu Cemburu?" Cilla mengambil tasnya dan siap-siap untuk pergi.


" Tolong jangan dandan secantik itu." Reza merasa Cilla berdandan terlalu berlebihan hingga terlihat sangat cantik.


" Sudahlah, aku berangkat dulu, nanti telat lagi kalau terus meladeni kecemburuanmu ...... Oh iya, aku juga masih tahu diri kalau aku istri kamu jadi kamu tak perlu khawatirkan itu."


Cilla keluar kamarnya meninggalkan Reza yang terdiam, kata-kata terakhir yang di ucapkan Cilla membuatnya merasa senang dan lega, senyum tipis tersungging di bibirnya.


" Hai! Kalian sudah datang? Maaf, aku terlambat." Sapa Cilla ketika semua temannya sudah berkumpul.


" Duduklah disini." Sam menarik kursi di sampingnya dan Cilla pun duduk disana.


"Terimakasih " Cilla meletakkan beberapa buku di atas meja, buku yang mencakup materi yang akan di kerjakan dan di bahas dalam presentasi.


Sam meletakkan sekaleng minuman bersoda di depan Cilla, " Ini untukmu."


" Eehhmmm.... Kok cuma Cilla doang, kita mana." Alan meledek temannya yang cari perhatian.


" Tenang, aku bawa banyak." Sam mengeluarkan 6 kaleng soda yang ada di dalam tasnya namun hanya 1 rasa yang khusus ia berikan kepada Cilla.


Mereka sangat serius membahas materi yang akan mereka presentasikan 2 minggu lagi, buku referensi yang Cilla bawa sangat cowok dengan tema yang akan di bahas. Banyak materi yang dapat di ambil dari buku-buku itu hingga mereka tidak terlalu kesulitan untuk menyalinnya.


" Taman-taman, sudah Jam 8 malam, tak terasa karena keasikan berdiskusi jadi lupa waktu." Cilla melihat jam di tangannya yang memang sudah malam.


" Yasudah kita lanjutkan lain kali, Cilla mau aku antar?" Sam merapikan tasnya dan memasukan kaleng-kaleng soda dan bungkus cemilan yang dia bawa.


" Tak perlu, aku bawa mobil sendiri." tolak Cilla.


" Kok aku gak di tanyain?" Elya faham kenapa Sam lebih perhatian kepada Cilla, Sam tidak menjawab pertanyaan Elya.


" ..... Eh, Elya biar aku yang anterin. Ayo El, biar aku antar sampai rumah." ajak Elya yang terlihat di acuhkan Sam.


" Aku hanya bercanda tadi, tolong jaga Cilla , kalian kan pulang se arah, kawal saja dari belakang yah."


Elya langsung pergi dengan Alan menggunakan motor sport alan yang berwarna merah.


" Yasudah, kita juga pulang biar gak kemalaman." Keduanya menaiki kendaraan masing-masing namun sesuai perkataan Elya, Sam mengikuti Cilla dari belakang namun tak terlalu dekat sehingga Cilla tak mengetahui jika dirinya di ikuti.


Cilla memasuki gerbang rumahnya sedangkan Sam berhenti tak jauh dari rumah Cilla.


" Ternyata Cilla tinggal disini, tak terlalu jauh dari kampus sih. Rumahnya cukup besar dan luas sepertinya dia bukan orang biasa." Gumam Sam lalu mengendarai motornya untuk pulang kerumahnya.


Bersambung.....

__ADS_1


Selalu dukung Author dengan cara memberi Vote, Like, Hadiah dan Komen terimakasih ☺️


__ADS_2