Kisah Cilla : Cinta Dalam Pernikahan

Kisah Cilla : Cinta Dalam Pernikahan
Episode spesial 1


__ADS_3

Reza dan Cilla memasuki kamar mereka, terlihat Cilla yang mulai menguap pertanda jika tubuhnya telah lelah. Sementara Reza masih terlihat bugar, walaupun waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam.


Selesai makan malam tadi, mereka tak langsung ke kamar. Mereka berbincang dahulu, terutama para lelaki yang malah asik bermain catur hingga tak terasa waktu berjalan begitu cepat.


" Huuaammm.... " Cilla tak bisa menahan rasa lelahnya.


" Kamu ngantuk yah !, sana tidur."


" Memangnya kamu gak ikut tidur? "


" Aku belum ngantuk, aku akan membaca buku sebentar. "


" Huh... Tapi aku mau tidurnya sama kamu." Keluh Cilla.


" Mulai nih, manjanya kumat. "


" Sini... " Cilla menepuk kasur di sampingnya.


Dengan senyum akhirnya Reza meletakkan buku yang tadi di pegangnya lalu menghampiri istrinya yang terlihat menggemaskan di matanya. Cilla segera memeluk suaminya, bersandar di bahu Reza yang cukup lebar hingga membuat Cilla nyaman. Reza mengelus rambut kepala Cilla dengan lembut, sementara Cilla mulai menutup matanya. Sesaat mereka masih saling berbincang namun tak berapa lama terdengar deru nafas teratur Cilla pertanda dia telah terlelap.


" Kamu pasti lelah, sampai cepat sekali tertidur. Padahal aku sangat sulit untuk tidur, bagaimana aku bisa tidur jika jantungku terus berdetak kencang seperti ini. Tadinya aku ingin melakukan sesuatu bersamamu yang selama ini tertunda. Tapi ya sudah, melihatmu tertidur seperti bayi begini, aku merasa senang." Gumam Reza dengan senyum tipis menghias bibirnya, Reza mengecup kening Cilla yang terlelap dalam dekapannya.


Pagi harinya...


" Sumpah, aku gak bisa tidur sama sekali. " Gerutu Reza pelan, lalu meregangkan bahunya yang terasa pegal karena semalaman Cilla tidur di pelukannya dan sebelumnya Reza telah memposisikan Cilla tidur di atas bantal.


Tak lama Cilla pun terbangun, melihat suaminya duduk di tepi ranjang dan sedang meregangnya bahunya yang pegal.

__ADS_1


" Kamu sudah bangun? " Ucap Cilla dengan suara parau sambil tersenyum.


" Iya, baru saja aku bangun. " Ucap Reza.


" Huaamm.... Malam ini aku tidur nyenyak banget, itu pasti karena tidur sambil peluk kamu. Terimakasih sayang. " Cilla memeluk pinggang Reza.


" Aku mandi dulu yah..." Reza beranjak dari duduknya begitu saja meninggalkan Cilla yang masih di atas tempat tidur.


" Huh... Dia kenapa sih?" Gerutu Cilla.


Reza selesai mandi lalu dia berganti pakaian dengan kaos putih polos serta celana pendek santainya. Memang Selama sebulan ini Reza belum kembali kerja, semua pekerjaan masih di handle sendiri oleh kakaknya Adrian. Mungkin di lihat dari fisik, Reza sudah membaik tapi keluarga takut jika mentalnya masih perlu waktu lebih lama untuk pulih. Di tambah lagi, untuk menggantikan waktu kebersamaan dengan istrinya yang terbuang selama insiden penculikan, keluarga membiarkan Cilla dan Reza untuk menikmati waktu kebersamaan mereka lebih lama sebelum kembali beraktivitas di dunia kerja.


" Ini aku siapkan Roti bakar dengan selai kacang dan kopi capuccino kesukaan kamu, makanlah ! " Cilla menyiapkan sarapan untuk suaminya.


" Iya terimakasih, tapi kok cuma satu piring, kamu gak sarapan?" Reza pun duduk di samping Cilla.


" Kamu sarapan saja dulu, aku mau mandi." Cilla beranjak dari duduknya hendak menuju ke kamar mandi namun tiba-tiba tangannya di tarik oleh Reza hingga dia terduduk di pangkuan suaminya.


Ccuuppp... Sebuah kecupan mendarat di pipi Cilla. " Kenapa tiba-tiba cium aku? ", Tanpa menjawab pertanyaan Cilla, Reza pun kembali mengecup pipi Cilla sebelah lagi sambil melingkarkan tangannya di pinggang Cilla.


" Kamu kenapa sih? Awas ah aku mau mandi." Cilla mendorong suaminya namun Reza berhasil menahan dan malah mempererat rangkulan tangannya di pinggang Istrinya.


Reza lagi-lagi tak menjawab perkataan Cilla, dia malah mulai mencium leher Cilla yang mana itu salah satu bagian paling sensitif pada tubuh Cilla.


Cilla merasa geli sekaligus membuatnya merasakan ada aliran yang terus menjalar hingga keseluruh tubuhnya. Dia hanya bisa memejamkan matanya untuk merasakan apa yang telah suaminya lakukan. Ketika Reza hendak mencium bibirnya yang sedikit terbuka, di sana Cilla baru sadar hingga dia membuka matanya dan beranjak dari pangkuan suaminya.


" Kamu kenapa? ", Reza terlihat bingung dengan tindakan istrinya.

__ADS_1


" Maaf Za, aku belum mandi. Aku kan bau, jadi gak nyaman juga buat kita melakukan 'Itu'. " Cilla merasa tak mau jika dia harus melakukan sesuatu ketika dirinya belum mandi.


" Kenapa? Aku aja tak masalah kok. Bau Khas dari tubuhmu malah membuat aku semakin bergairah. " Ujar Reza dengan senyuman nakalnya.


" Gak, aku mau mandi dulu. " Cilla pun pergi menuju kamar mandi dengan setengah berlari.


Reza hanya tersenyum geli melihat tingkah imut istrinya, " Sabar yah dede kecil, nanti kamu juga akan bersarang di tempatmu. Sabar sedikit dan tenang sedikit. " Gumam Reza pada dirinya sendiri.


Beberapa lama kemudian Cilla keluar dengan baju handuk yang ia kenakan, wangi sabun tercium saat Cilla keluar dari kamar mandi. Reza yang tengah sabar menunggu pun, tersenyum penuh arti untuk menyambut istrinya yang berjalan perlahan menghampirinya dengan malu-malu.


Reza merentangkan sebelah tangannya dan sebelah lagi menepuk pahanya sebagai pertanda kepada istrinya untuk duduk di pangkuannya. Cilla pun semakin mendekat dan berada di samping suaminya dan Cilla dengan sedikit ragu-ragu seolah meminta persetujuan suaminya untuk duduk di pangkuannya, Reza mengerti hingga dia menganggukan kepalanya sambil tersenyum.


Ketika Cilla hendak duduk, tiba-tiba pintu kamar mereka terbuka begitu saja, hingga membuat keduanya terkejut dan Cilla tak jadi duduk di pangkuan suaminya, ia malah mematung menatap orang yang membuka pintu kamarnya secara tiba-tiba.


" Eh... Maaf, bunda ganggu kalian yah? "


" Ah... Itu... g-gak ko-kok bunda." Balas keduanya dengan sedikit terbata-bata.


" Bunda hanya membawakan bubur untuk kalian sarapan. Oh kalian mau sarapan pakai roti?". Bunda Sarah menyuruh seorang pelayan yang telah membawa 2 mangkuk bubur di atas nampan serta 2 gelas air putih dan meletakkannya di atas meha.


" Roti hanya untuk ganjal saja, tapi kami akan makan buburnya kok bun. Terimakasih bunda, udah repot-repot bawakan kami bubur. " Ucap Reza yang terlihat canggung.


" Yasudah bunda keluar yah, lanjutkan saja kegiatan kalian.... Oh iya... Jangan lupa, pintunya di kunci. Biar kalian tak terganggu... hehee. " Sebenarnya bunda Sarah terlihat tak enak masuk begitu saja tapi dia juga sekalian saja menggoda anak dan menantunya yang terlihat menggemaskan di matanya.


" Huh... Untung saja kita belum ngapa-ngapain." Cilla mengelus dadanya yang merasa lega.


" Mau kita lanjutkan? " Tanya Reza dengan senyum nakalnya.

__ADS_1


Cilla pun mengangguk namun terdengar suara di perut mereka berdua. Kkrruuuyyyuukkkk... Mereka saling menatap sejenak lalu tertawa bersama, ternyata rasa lapar mengalahkan gejolak cinta yang mereka rasakan.


Tanpa melanjutkan kegiatan mereka yang tertunda, mereka pun memulai sarapan bersama. Mereka memutuskan untuk melakukan kegiatan yang tertunda tersebut pada malam harinya agar tidak ada gangguan yang berarti.


__ADS_2