Kisah Cilla : Cinta Dalam Pernikahan

Kisah Cilla : Cinta Dalam Pernikahan
Tarik Ulur


__ADS_3

" Cilla, baru pulang?" Tanya Sarah ketika melihat Cilla hendak masuk ke kamarnya.


" Iya Bun, habis kerja kelompok di kampus." balas Cilla lalu masuk kedalam kamarnya.


" Aku pulang.." Cilla melihat Reza sedang berkutat dengan laptopnya.


" Sudah selesai kerja kelompoknya?" tanya Reza menghentikan kegiatannya.


" Iya, itu juga belum selesai, baru sebagian saja."


Cilla melempar Ringan tasnya di atas sofa lalu menjatuhkan tubuhnya yang terlihat lelah.


" Kamu capek?" Reza kembali melakukan kegiatannya.


" Iya, lumayan bikin pusing tapi kalau mandi kayaknya bakalan segar lagi." Cilla masih menyenderkan tubuhnya dengan nyaman di sofa.


" Yasudah, mandi sana, biar nanti tidurnya nyenyak."


" Iya... iya...." Cilla berjalan lunglai masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah cukup lama Cilla belum juga keluar kamar mandi, Reza bertanya-tanya sedang apa Cilla menghabiskan waktu lebih lama tak seperti biasanya, namun ia tetap mengerjakan pekerjaannya di laptopnya.


Di dalam kamar mandi Cilla melihat 2 baju yang ia gantung, yang satu piyama yang biasanya ia pakai dan yang satu lagi gaun tidur yang begitu ****.


" Apa aku coba pakai ini saja yah? Tapi apa ini tak terlalu terbuka? Aku melihatnya saja malu sendiri. Apa aku pakai piyama biasa saja? Tapi aku ingin coba pakai ini untuk terlihat cantik di mata Reza. Namun ini sungguh memalukan, Apakah tubuhku ini bagus jika di perlihatkan seperti ini?"


Cilla berbicara sendiri, ia bingung dengan apa yang akan ia kenakan. Dia juga tak tahu kenapa ada pikiran untuk mengenakan gaun tidur untuk Reza!


Cilla akhirnya memutuskan mengenakan gaun tidur berwarna hitam tersebut sangat kontras dengan kulitnya yang putih. Gaun tanpa lengan dengan belahan dada yang cukup rendah serta roknya yang sangat mini memperlihatkan lekuk tubuhnya yang indah.


Cilla keluar dari kamar mandi dengan rasa malu yang di tahan, ia berjalan perlahan dan duduk di tepi ranjang.


" Za, kamu gak tidur?" Cilla memancing Reza untuk melihatnya.


" Ya, sebentar lagi selesai."


Reza melihat pakaian yang di kenakan Cilla langsung terpana, ia tertegun sejenak menatap istrinya, jantungnya berdebar pikirannya tak karuan.


" Ka, kamu memakai baju itu apa gak kedinginan? Se, sekarang musim hujan loh." Reza tergagap dan mengalihkan pandangannya kembali ke laptopnya.


" Kenapa? Jelek yah." Cilla merasa jadi tak percaya diri mengenakannya.


" Ti, tidak, bagus kok. Hanya saja aku khawatir jika kamu kedinginan nantinya." Reza mencoba menahan jantungnya yang berdebar cepat.


' Ternyata respon Reza biasa saja, apa aku tak pantas mengenakan pakaian ini? Sepertinya tubuhku tak enak di lihat sampai Reza tak bereaksi apapun.' batin Cilla yang terlihat sangat kecewa.


Cilla beranjak dari duduknya lalu menuju wardrobe room untuk mengganti pakaiannya.


' Ya Ampun, ada angin apa sampai Cilla mengenakan pakaian seseksi itu? Benar-benar merusak iman, untung saja aku bisa kuat menahan untuk tak bereaksi berlebihan dan mencari alasan sekenanya. Tapi memang tubuhnya sangat cantik dengan menggunakan gaun tidur itu.' batin Reza.


" Kok kamu ganti pakaiannya?" tanya Reza ketika melihat Cilla keluar dari wardrobe room dengan telah mengenakan piyama tidur seperti biasanya.


" Kamu benar, di luar sedang hujan jadi aku ganti dengan pakaian yang tak akan membuat aku kedinginan." ucap Cilla datar, ia segera naik ke tempat tidur lalu merebahkan tubuhnya membelakangi Reza.


Reza melihat Cilla sangat kecewa dan dia merasa tidak enak dengan apa yang ia lakukan sebelumnya.


' Aku ngapain sih melakukan itu? Bertingkah aneh dan berpakaian seksi seperti orang bodoh. Melihat Reza yang biasa saja, mungkin aku memang tak pantas memakainya.' Cilla memaki dirinya sendiri.


' Maaf Cilla, aku tahu maksud kamu berpakaian seperti itu. Tapi aku tak ingin melakukannya sebelum tahu perasaan kamu kepadaku dan sebelum kamu menyatakan perasaan cintamu kepadaku.' batin Reza.


____________


Di sebuah apartemen, Adrian mengepak semua pakaian yang tersisa, dia memutuskan untuk kembali ke Australia untuk waktu yang cukup lama. Mungkin bisa menetap selamanya disana, ia memutuskan demikian karena memang sudah tak ada lagi alasan untuknya berada di Indonesia.


Tujuan utamanya ke Indonesia adalah demi bertemu dengan Cilla dan menjelaskan semuanya, itu sudah ia lakukan. Berharap Cilla akan memberinya respon yang baik namun itu hanya sekedar harapan, Adrian melihat walaupun Cilla menangis itu bukan karena dia masih memiliki rasa untuknya namun hanya sekedar rasa iba dan rasa penasarannya terjawab.


Sekarang dia akan mengikhlaskan Cilla untuk Reza, tak ada lagi kesempatan baginya untuk bersama dengan Cilla. Ia akan menata hidupnya kembali, membuka lembaran baru yang mungkin bisa ia jalani bersama Suzan. Pengorbanan dan perhatian Suzan yang menerima dia apa adanya mungkin itu jalan terbaik baginya. Adrian akan mencoba menerima Suzan dan menjalani hidup bersamanya dan melupakan Cilla untuk selama-lamanya.


Adrian mencoba menelpon Cilla beberapa kali namun tak di angkat oleh Cilla, untuk yang ke 5 kalinya akhirnya Cilla pun mengangkatnya.

__ADS_1


Adrian : Halo! Akhirnya kamu menerima telponku.


Cilla : Iya, kenapa kamu menelponku? Kamu kan sudah janji tak akan menghubungiku jika bukan soal keluarga.


Adrian : Tak apa? Aku hanya ingin mengucapkan selamat tinggal padamu.


Cilla : Kamu akan kembali ke Australia?


Adrian : Iya, mungkin aku akan menentap disana.


Cilla : Iya, kalau begitu hati-hati di jalan, semoga kamu bisa menjalani hidup dengan bahagia dan mendapatkan pasangan yang sungguh mencintaimu.


Adrian : Terimakasih Cilla, semoga kamu juga bahagia dengan Reza. Mulai sekarang aku akan menghilangkan perasaanku padamu sebagai pria dan wanita namun kamu tetap adik iparku, kamu tetap keluargaku.


Cilla : Iya, terimakasih juga telah hadir dalam hidupku walaupun sekarang kita hanya sebagai kakak dan adik ipar. Selamat jalan, semoga selamat sampai tempat tujuan.


Telpon pun terputus, Adrian sudah merasa lega telah berpamitan kepada Cilla. Lalu Adrian mendapatkan telpon dari Reza.


Reza : Bang, loe mau balik ke Australia? Kenapa?


Adrian : Loe pasti tahu dari Cilla.


Reza : Iya, gue denger kalau dia telponan sama loe.


Adrian : Kamu jangan cemburu yah. Gue telpon Cilla hanya untuk mengucapkan selamat tinggal aja, gue mendoakan kalian langgeng selamanya.


Reza : Iya Bang, makasih banget. Semoga Abang juga bahagia, oh iya gue tahu dari mama kalau mbak Suzan masih suka sama Loe! Apa gak loe terima lagi saja dia, yang gue tahu dia baik banget waktu masih jadi pacar loe dulu.


Adrian : Iya, selama gue sakit dia selalu ada di sisi gue dan dia juga menerima gue apa adanya. Gue akan berusaha menata perasaan gue dulu sebelum gue menerima Suzan masuk kembali ke kehidupan gue.


Reza : Yah semoga loe bisa memilih pilihan terbaik dalam hidup loe bang. Sekali lagi hati-hati di jalan dan salam buat mama papa.


Reza sepertinya tak perlu khawatirkan lagi tentang Adrian karena dia sudah merelakan Cilla untuk bersamanya. Reza hanya tinggal menunggu ungkapan perasaan dari Cilla saja.


_________


Cilla menghampiri Reza yang sedang asik memainkan games di ponselnya.


" Maaf Cill, aku ada janji sama teman-teman, katanya mau main basket malam." balas Reza masih asik dengan ponselnya.


" Oh... Gitu! Sayang banget yah! Maunya sih ikut tapi kan teman-teman kamu belum tahu kalau kita sudah menikah." keluh Cilla.


" Yasudah, kita kasih tahu mereka saja bagaimana? Biar kamu bebas." ucap Reza bersemangat.


" Jangan dulu, aku masih belum siap." Tolak Cilla lalu ia pergi dari hadapan Reza, keluar dari kamarnya.


' Cilla, sampai kapan kamu akan merahasiakan pernikahan kita dari teman-teman? Padahal aku sangat berharap hubungan kita di ketahui publik.' batin Reza penuh harap.


Reza sudah mengenakan pakaian casual namun trendi, dia pamit kepada Cilla yang cemberut di atas tempat tidur.


Setelah Reza berangkat, terdengar suara di ponsel Cilla sebuah pesan yang berisi ajakan kumpul bersama anggota kelompok belajar mereka. Cilla segera berdandan dengan cantik, pakaiannya di sesuaikan dengan waktu yang sudah malam, ia mengenakan outfit kaos berwarna peach dengan gambar di bagian tengahnya, celana jeans berwarna hitam, jaket denim dan sepatu kets putih kesukaannya.


Seperti biasanya, Cilla memutuskan pergi seorang diri mengendarai mobil merah miliknya sendiri tanpa seorang supir yang mengantarnya.


Cilla sampai terlebih dahulu di cafe tersebut hanya ada Sam yang sedang duduk sendirian.


" Hai Cill! Sini duduk." Ajak Sam menepuk kursi di sampingnya namun Cilla malah duduk di seberang Sam.


" Yang lain mana? Pada belum datang!" tanya Cilla.


" Alan tadi telpon aku, katanya agak telat soalnya harus jemput adiknya dulu di sekolah." balas Sam.


" Oh... Elya malah gak ada kabar, aku chat juga belum di balas." Cilla membuka ponselnya dan masih belum ada balasan dari Elya.


" Yasudah gak apa-apa, biar kita pesan minum dulu sambil nunggu mereka." Sam memanggil waiter untuk memesan minum.


Cilla memilih jus strawberry dengan extra cream sebab hari ini moodnya sedang kurang bagus sehingga perlu makanan manis, sedangkan Sam memesan es mocca latte.


" Tujuan kumpul ini sebenarnya untuk apa? Kalau kerja kelompok kan hari Sabtu nanti, kan!" Tanya Cilla.

__ADS_1


" Iya, kita hanya kumpulan biasa saja, hanya untuk refreshing dari tugas kampus. Yang rencanain ini dari awal sih sebenarnya Elya." Sam terus saja memperhatikan Cilla yang berada tepat di hadapannya.


" Iya, mana sih Elya. Suruh kita kumpul malah dia yang telat." Cilla memainkan sedotan minumannya.


Reza tertawa bersama teman-temannya sambil masuk ie cafe yang sama dengan Cilla. Untuk yang ke dua kalinya kebetulan Reza lagi-lagi melihat Cilla di sana, ia melihat Cilla bersama pria lain hingga membuat hatinya panas.


" Brow kita pindah yuk, gue kurang suka suasana cafe ini, kita cari tempat lain untuk nongkrong yuk." Ajak Reza membuat ketiga temanya merasa bingung.


" Apa sih? Ini cafe udah keren banget buat kita nongkrong kok, masa kita harus pindah lagi."


" Iya Za, cafe ini lumayan nyaman kok."


" Ayo lah, kita pindah aja, kali ini gue traktir lagi asalkan jangan di cafe ini." Reza kekeh untuk pindah ke tempat lain bersama teman-temannya.


" Ok gue setuju deh kalau di traktir, aman deh duit gue hari ini."


Mereka pun kembali keluar cafe tersebut dengan tetap bercanda tawa satu sama lain.


Tak lama setelah Reza dan teman-temannya keluar, Elya dan Alan datang bersamaan menghampiri Cilla dan Sam yang telah menunggunya cukup lama.


" Kalian kok datang bareng?" Tanya Cilla karena melihat mereka berdua datang bersamaan.


" Itu gue berpapasan sama Alan di depan, kalian nunggu lama?" Elya duduk di samping Cilla dan Alan duduk di samping Sam.


" Iya, kita nunggu sampai berakar nih." ujar Sam.


Mereka pun menghabiskan waktu untuk berbincang-bincang, sesekali membahas tentang tugas yang sedikit lagi beres karena tinggal 5 hari lagi mereka harus melakukan presentasi di depan kelas.


__________


' Baru jam segini dia sudah tidur!' batin Cilla.


Cilla melempar tasnya lalu berganti pakaian dengan piyamanya, dia naik ke tempat tidur lalu ponselnya berdering tanda chat masuk. Cilla terdengar tertawa pelan, seperti ada sesuatu yang lucu dan itu di dengar oleh Reza yang merasa curiga dengan siapa Cilla berkirim pesan. Sekitar 30 menit akhirnya Cilla membaringkan tubuhnya, menarik selimutnya hingga sebatas pinggang. Reza yang sedari tadi tidur membelakangi Cilla lalu menoleh dan melihat Cilla sudah terlelap.


' Sebenarnya siapa sih yang bersama kamu tadi pas makan malam? Kamu bertemu lelaki lain di belakang aku itu membuat darahku mendidih dan hatiku terasa panas. Apa aku harus menanyakan padanya besok?' batin Reza.


Reza kembali tidur membelakangi Cilla namun ia sulit untuk terlelap, hatinya sesak ketika melihat senyuman Cilla yang di tunjukan kepada pria lain.


Sampai pagi Reza tak bisa memejamkan matanya namun Cilla terbangun dengan segar karena tidur sangat nyenyak.


" Za, kok masih malas-malasan di tempat tidur? Kamu gak kuliah?"


" Aku malas kuliah hari ini, kamu pergi sendiri saja." Reza menarik selimutnya hingga ke lehernya.


" Matamu terlihat ada lingkaran panda, apa semalam kamu gak tidur? Apa kamu sakit?" Cilla terlihat khawatir, dia menaruh telapak tangannya ke kening Reza untuk memeriksa suhunya namun Reza menepisnya.


" Kamu....? Yasudah aku pergi dulu." kesal Cilla.


' Dia kenapa sih? Aku bersikap baik malah di kayak gituin.' gerutu Cilla tanpa menolah lagi ke arah Reza.


Reza merasa menyesal telah menepis tangan Cilla secara refleks, bukan di sengaja.


' Maaf Cilla, aku tak sengaja." sesal Reza.


Cilla terus saja mengerucutkan bibirnya, karena dia sangat sebal dengan sikap suaminya.


" Kamu gak sarapan?" tanya Sarah melihat Cilla pergi begitu saja.


" Aku gak sarapan bun, ada kelas pagi, aku sudah telat. Nanti saja Sarapan di kampus." Cilla pergi begitu saja dengan tetap menggerutu saking kesalnya.


Hari ini mood Cilla hilang sehingga dia menyuruh supir untuk mengantar dan menjemputnya nanti. Dia tak ingin mengambil resiko mengendarai mobil sendiri di saat banyak pikiran, teringat dengan kenangan saat mengalami kecelakaan pada saat memikirkan Adrian.


Di dalam mobil Cilla terus saja menekuk wajahnya dan melingkarkan kedua tangannya di depan, ia memutuskan sebelum Reza meminta maaf dia tak akan berbicara kepada Reza.


Bersambung....


Tetap beri dukungan kepada Author agar Author tambah semangat dan sering Up .


.

__ADS_1


Terimakasih ☺️


__ADS_2