Kisah Cilla : Cinta Dalam Pernikahan

Kisah Cilla : Cinta Dalam Pernikahan
Hilang 2


__ADS_3

Cilla terlihat terpuruk setelah 1 bulan hilangnya Reza, suaminya. Ia masih tinggal dengan kedua orangtuanya di sebuah mansion yang mereka sewa, ayah Hardi terus menggali informasi dari detektif yang ia sewa. Bahkan ayah Hardi menyuruh anak buahnya untuk turun tangan, namun semuanya masih menemukan jalan buntu.


Seorang dokter datang bersama bunda Sarah, memasuki kamar Cilla dan terlihat Cilla sedang berbaring di atas tempat tidur dengan pandangan kosong, tubuhnya terlihat lemah dan tak ada semangat sama sekali.


" Cilla, bunda membawa dokter untuk kamu." Bunda Sarah duduk di sampingnya putrinya tersebut. Cilla hanya diam saja tak menjawab ucapan bundanya, hanya melirik sebentar lalu menatap kosong kembali.


Dokter memeriksa denyut nadi ditangannya yang terkesan lemah, melihat bibir yang mengering dan kulit terlihat kusam serta tubuh yang tak bertenaga.


" Sepertinya putri anda terkena malnutrisi, apa putri anda kurang makan dan minum?" tanya Dokter setelah memeriksa keadaan Cilla.


" Iya dokter, semenjak suaminya hilang, putri saya susah sekali untuk makan, bahkan minum saja hanya sedikit. Walaupun di paksa, dia pasti akan marah. Saya sangat khawatir melihatnya." Bunda Sarah terlihat sangat khawatir kepada Cilla.


" Baiklah, akan saya pasangkan infus vitamin yang mengandung sari makanan. Dan saya akan meresepkan obat penambah nafsu makan dan di usahakan untuk makan-makanan yang bergizi terutama buah dan sayuran. Perbanyak minum air putih, tolong di usahakan agar tak terjadi sesuatu pada kesehatan putri anda."


" Baik dokter."


Dokter pun memasangkan infus pada tangan Cilla, tak ada reaksi pada Cilla yang hanya diam saja. Setelah selesai dan memberikan selembar kertas resep obat, dokter pun pamit. Sarah pun mengantar sampai depan pintu kamar Cilla dan selanjutnya Rio, sekertarisnya Hardi yang mengantar hingga ke taxi.


" Sayang, minumlah. Bunda gak mau kamu kenapa-kenapa, Reza juga tak akan senang jika kamu sampai sakit seperti ini." Bunda Sarah membantu Cilla untuk minum.


" Kamu harus sehat, agar kamu bisa mencari suamimu.." Tambah Bunda Sarah.


" Tapi sampai kapan Reza akan ketemu? Aku kangen banget sama dia." Air mata keluar dari kedua belah matanya, Cilla kembali menangis dan Bunda Sarah pun memeluknya.


" Kita harus terus berdoa demi Reza, ayah juga terus berusaha tanpa henti untuk menemukan Reza. Jadi, kamu harus sehat dan makan dengan baik."


Cilla semakin erat memeluk bundanya, cukup lama mereka berpelukan. Lalu Bunda Sarah mengupas sebuah apel dan memotongnya hingga beberapa bagian kecil, Bunda Sarah memberikan sepotong kecil buah apel tersebut kepada Cilla. Walaupun dengan malas, Cilla pun akhirnya memakan apel tersebut dengan pelan. Bunda Sarah pun tersenyum karena akhirnya Cilla sudah mau makan walaupun hanya sedikit.


________


Adrian dan Elya sedang duduk di sebuah sofa yang terletak di ujung cafe tempat mereka bertemu.


" Maaf, belakangan ini aku mengabaikan kamu." Adrian memegang kedua telapak tangan Elya.


" Kenapa harus meminta maaf? Aku juga mengerti dengan keadaan kamu saat ini, aku tak apa-apa asalkan suatu saat Reza ketemu. Kamu fokus saja dalam pencarian Reza, jadi tak perlu meminta maaf seperti ini." Elya tersenyum tipis kepada Adrian.


" Terimakasih sayang... Aku janji, jika Reza sudah di temukan, aku akan mengajak kamu jalan-jalan, aku akan menghabiskan banyak waktu bersama kamu. Jadi aku harap kamu bisa mengerti untuk saat ini." Ujar Adrian dengan antusias.


" Iya, aku pasti akan terus berada di sampingmu, aku tunggu janji kamu." Balas Elya.


" Bagaimana perkembangan kasus Reza?" Tanya Elya dan Adrian hanya menggeleng.


" Aku belum tahu, apalagi sekarang kondisi papa kembali melemah setelah mendengar Reza menghilang! Aku tak tahu harus mencari dimana lagi." Adrian merasa menyerah.


" Tapi kan, keluarga Cilla juga itu mencari Reza, mungkin mereka lebih memiliki banyak koneksi karena kekuasaan om Hardi."


" Iya, kamu benar. Aku hanya berharap Reza segera di temukan."


" Iya, aku juga berharap demikian. Aku tak tega melihat Cilla yang sangat terpuruk, apalagi terakhir kali aku menemui Cilla. Dia tampak kurus dan kurang sehat, mungkin tekanan batin yang ia terima akan kehilangan suaminya."


" Kamu temui dia lagi, hibur dia, aku juga tak mau adik iparku jadi sakit."


" Tentu saja, besok aku memang berencana menemui Cilla. Yasudah kita makan, kamu juga harus banyak makan yah. Aku tak ingin kamu sakit." Ujar Elya.


Mereka pun akhirnya memakan makan siang mereka, terlihat Adrian memang tak terlalu nafsu dan makan hanya sedikit demi sedikit, itu yang membuat Elya sangat khawatir terhadap kekasihnya tersebut.


____________

__ADS_1


Seorang laki-laki sedang duduk di sebuah kursi sambil memegang sebuah gelas yang berisi minuman. Lalu seorang wanita menghampirinya dan duduk di pangkuan pria tersebut. Wanita itu mengecup pipi pria yang dia duduki dan tersenyum manis penuh cinta, wanita tersebut meraih gelas yang si pria pegang dan meletakkannya di atas meja yang berada di depannya. Setelah itu dia merangkul pria tersebut dan mengecup bibirnya perlahan, kembali senyum manisnya menghiasi bibirnya yang ranum.


" Kamu selalu manja seperti ini!" Ucap si Pria.


" Aku merindukan kamu." Wanita tersebut kembali memeluk si pria.


" Padahal kita tinggal satu atap dan hampir setiap waktu bertemu, namun kamu tetap seperti ini." Si pria melingkarkan tangan kirinya di pinggang si wanita.


" Karena aku mencintaimu, apa kamu tak suka?"


" Husssttt.... Jangan bicara seperti itu, aku sangat suka dengan sikap manja kamu." Si pria meletakkan telunjuknya pada bibir si wanita dan si wanita membuka mulutnya lalu menggigit pelan jari si pria.


" Kamu?" Ujar si pria dengan nada tinggi karena terkejut.


Si wanita hanya tersenyum nakal lalu ia beranjak dari pangkuan si pria dan mengambil tasnya.


" Kamu mau kemana?" Tanya si Pria.


" Aku harus ke kantor, Dady aku udah menunggu." Si Wanita langsung meninggalkan si pria yang tak berhenti menatapnya.


Sebelum keluar, si wanita memberikan kiss bye dan kedipan mata genit, si pria hanya tersenyum melihat tingkah si wanita.


_________


Ponsel Ayah Hardi berdering ternyata panggilan dari detektif yang ia bayar.


( Percakapan dalam bahasa Inggris. )


Hardi : Iya, Mr. Apa ada kabar baru?


Hardi mendapatkan kiriman Videonya lalu dia melihat video tersebut tanpa mematikan panggilan ponselnya.


Hardi : Benar? Itu Reza, apa kalian sudah melacaknya? Seperti kemana mereka pergi setelah itu dan mobil yang mereka gunakan?


Detektif : Kami sudah dapat nomor kendaraannya lalu kami langsung melacaknya namun itu kendaraan sewaan dengan plat nomor kendaraan palsu. Namun kami akan tetap berusaha semaksimal mungkin untuk terus menyelidiki kasus ini.


Hardi : ( Dia menghela nafas dengan kecewa) Baiklah, tolong cari tahu lagi, kita sudah menghabiskan waktu satu bulan. Tolong segera beri kami kabar baik.


Detektif : Baiklah, Mr. Nanti saya kabari jika ada kabar terbaru.


Setelah itu ponsel Ayah Hardi kembali berdering, itu panggilan dari sekertarisnya, Rio.


Hardi : Halo Rio! Apa ada informasi yang kamu dapatkan? Apa kamu juga menemukan keberadaan Reza?


Rio : Maaf pak, kalau soal Reza, saya belum mendapatkan informasi kembali. Namun salah orang suruhan kita melihat Tiffany berada di Club malam di daerah XX di kota Melbourne. Mungkin jika mengikutinya, akan mendapatkan petunjuk.


Hardi : Terus ikuti, semoga dia mengarahkan kita ke tempat dimana Reza berada.


Rio : Baik pak! Mereka saat ini sedang mengikutinya dan Tiffany juga tak sendiri, ia bersama seorang pria yang mengenakan topi dan pakaian hitam sehingga tak jelas wajahnya.


Hardi : Bagus, saya tunggu kabar baiknya.


Rio : Baik pak! Saya akan hubungi anda kembali sesegera mungkin.


Bunda Sarah membawa secangkir kopi untuk suaminya dan melihat tingkah gelisah suaminya.


" Ada apa ayah? Apa ada kabar dari Rio?" Bunda Sarah duduk di sofa lalu meletakkan gelas kopinya di atas meja.

__ADS_1


" Semoga saja, sekarang anak buah kita sedang mengikuti Tiffany dan mereka bilang dengan seorang pria yang tak di ketahui wajahnya." Ayah Hardi pun duduk di samping istrinya.


" Benarkah? Semoga saja mereka menemukannya, Bunda sudah tak tega dengan keadaan Cilla." Bunda Sarah terlihat sangat khawatir akan keadaan putrinya.


" Iya, semoga ini membuahkan hasil, kita berdoa saja. Oh iya, mulai besok kita harus pindah ke Melbourne, karena sudah ada titik terang keberadaan dan petunjuk disana. Kita harus lebih dekat dengan tempat mereka."


" Baiklah, bunda ikuti apa yang ayah rencakan."


Sementara Cilla di kamarnya selalu berdiam diri dan sesekali air matanya mengalir begitu saja di kedua pipinya.


Za, sebenarnya kamu dimana? Aku kangen banget sama kamu.


Cilla terlihat masih sangat sedih dan terlihat pula tubuhnya yang lemah, terpuruk tak berdaya. Terdengar suara ketukan pintu dan Bunda Sarah membawa makanan untuk putrinya tersebut.


" Makanlah sayang, Bunda bawakan makanan kesukaan kamu." Bunda Sarah meletakkannya di samping Cilla.


" Tadi kan sudah, Bun." Cilla sedikit menolak.


" Itu tadi siang sayang, sekarang kamu harus makan malam. Lagi pula kamu hanya makan sedikit, tolonglah jaga kesehatanmu demi Reza." Bujuk bunda Sarah.


Cilla pun bangun dan duduk di tepi tempat tidur, ia mengambil nampan yang berisi makanan dan di meletakkannya di atas pahanya. Sedikit demi sedikit Cilla menyantap kentang goreng kesukaannya, namun baru beberapa suap Cilla merasa mual. Dengan meletakkan nampan begitu saja, Cilla berlari ke kamar mandi dan kembali memuntahkan makanan yang baru saja ia makan.


Melihat itu, Bunda Sarah semakin khawatir dan sebagai ibu, dia pun sangat sedih hingga matanya berkaca-kaca.


_______


Di Melbourne, keluarga Hardi kembali menyewa mension mewah, untuk mereka tinggal selama masa pencarian Reza. Kondisi tubuh Cilla semakin kurang baik karena kondisi mentalnya yang masih terguncang.


Setiap makanan yang ia makan selalu saja di muntahkan kembali, hanya sari makanan yang bisa membantunya sehat melalui cairan infus yang terpasang di lengan kirinya.


Aku gak tega melihat Cilla seperti ini terus, Ya Allah... Saya mohon, secepatnya Cilla dipertemukan kembali dengan suaminya.


Butiran air mata tergenang di sudut kedua mata Bunda Sarah. Bunda Sarah mengusap kepala anaknya dengan lembut, walaupun Cilla hanya anak sambungnya namun kasih sayangnya sangat besar ia curahkan seutuhnya untuk Cilla.


Terlihat Cilla tengah terlelap namun dahinya mengerut seakan dia telah bermimpi akan sesuatu yang tidak menyenangkan. Bunda Sarah kembali mengusap kening Cilla hingga putrinya tersebut kembali tenang.


Tak lama, Ayah Hardi membuka pintu kamar Cilla, lalu duduk di sofa tak jauh dari ranjang putrinya tersebut dan memanggil Bunda Sarah untuk mendekatinya yang saat itu sedang duduk di samping Cilla.


Bunda Sarah duduk di samping suaminya dan mereka mulai berbincang.


" Bagaimana keadaan Cilla?" Tanya ayah Hardi yang terlihat khawatir.


" Semakin hari, keadaan Cilla semakin memburuk. Dia sama sekali tak bisa menelan makanan, hanya bisa melalui cairan infus saja." Bunda Sarah terlihat sangat sedih.


" Semoga Reza segera ketemu, agar kondisi Cilla dapat kembali seperti semula." Tambah Bunda Sarah.


" Iya, semoga secepatnya Reza dapat di temukan, sekarang sudah banyak petunjuk soal keberadaan Reza dan semoga petunjuk-petunjuk itu bisa mengarahkan kita ke tempat di mana Reza berada." Ayah Hardi mulai terlihat optimis.


" Kamu bantu berdoa agar pencarian ini lancar." Tambahnya.


Bunda pun mengangguk dan selalu berharap hal baik akan terjadi. Ayah Hardi menghampiri Cilla, duduk di kursi kecil di samping tempat tidur putrinya tersebut, lalu ia menggenggam erat tangan putrinya yang masih tertidur.


" Ayah janji, ayah akan segera menemukan suamimu secepatnya. Ayah minta kamu harus kuat, kamu harus jaga kesehatanmu, jangan sampai ketika Reza di temukan, kamu dalam keadaan sakit seperti ini. Kamu tak ingin, kan ! kalau Reza melihat kamu seperti ini, pasti kamu ingin terlihat cantik di hadapan suamimu, kan ! Jadi Ayah mohon, kamu harus tetap semangat demi suamimu dan demi kita semua." Ucap Ayah Hardi lalu mengecup kening putrinya.


Cilla tetap dalam tidurnya namun terlihat air mata menetes di setiap sudut matanya, pertanda dia seperti mendengar apa yang ayahnya bicarakan.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2