
" Cil, Cilla.. Bangun, bangun sayang." Terdengar sayup-sayup suara yang memanggil nama Cilla.
Perlahan Cilla membuka kedua matanya, betapa terkejutnya ketika dia melihat Reza tengah tersenyum di hadapannya. Dengan senyum lebar dan penuh kebahagiaan, Cilla memeluk suaminya sangat erat dan penuh kerinduan. Reza membalas pelukkan istrinya, sesekali mencium pucuk kepala istrinya dengan senyum kebahagiaan.
" Reza, kapan kamu kembali? Aku.. Aku sangat merindukanmu. Selama ini kamu kemana saja? Kamu jahat, kenapa kamu meninggalkanku !" Tetes air mata membasahi kedua belah pipi manis Cilla.
Reza hanya tersenyum, " Aku tidak pergi kemanapun. Selama ini aku selalu berada di dekatmu, mana mungkin aku meninggalkan istri yang sangat aku cintai."
" Bohong kamu, 2 bulan ini kamu menghilang. Semua orang sibuk mencarimu termasuk aku. Aku bahkan selalu memikirkanmu sampai aku tak sanggup hidup jika tak bersamamu." Air mata Cilla kembali tumpah.
" Kamu jangan terlalu mengkhawatirkan aku, lihatlah, aku baik-baik saja kan. Lihat dirimu sekarang! Kamu terlihat lemah dan lesu, tak seperti dulu yang selalu ceria dan imut." Reza mencubit sayang kedua pipi Cilla yang sekarang tidak Chubby seperti sebelumnya.
" Makanlah, agar kamu tetap sehat. Kita akan segera bertemu kembali dan akan bersama seperti dulu. Ketika kita bertemu nanti, aku ingin melihatmu ceria seperti semula, kamu harus semangat dan kuat. Tunggu aku sayang, jangan pernah menyerah." Lama kelamaan, tubuh Reza semakin memudar dan perlahan menghilang.
Seketika Cilla terlihat panik, air mata mengalir di kedua pipinya, dia terus berteriak memanggil nama suaminya terus menerus, namun Reza tak terlihat kembali. Seberapa keras teriakannya namun tak ada jawaban, mencari ke segala sudut kamarnya namun tak ada. Dia mencari ke seluruh ruangan yang berada di dalam rumah, tak ada. Cilla keluar rumah, mencari di halaman sampai gerbang rumah tetap tidak ada sosok Reza yang di carinya. Dia hanya terduduk sambil menangis meratapi sosok Reza yang telah menghilang.
" Nak, bangun sayang... Cilla, ini bunda sayang, bangun! Kamu kenapa? Bangun sayang." Suara Bunda Sarah membangunkan Cilla.
Cilla segera memeluk Bunda Sarah, sambil masih terisak.
" Bun, Reza... Bun. Reza.... Hilang.... Reza tiba-tiba hilang, padahal tadi dia memelukku tapi tiba-tiba langsung hilang." Ujar Cilla masih memeluk bundanya sambil meracau.
" Iya, iya... Kamu pasti mimpi buruk, tenang yah sayang. Semoga nanti Reza dapat segera di temukan." Ujar Bunda Sarah menenangkan.
Cilla melepaskan pelukannya, mengusap air mata yang mengalir di pipinya.
" Bunda, aku harus sehat. Aku harus kuat dan terlihat cantik di hadapan Reza, kan. Jadi aku mau mandi, makan dan ganti baju. Yah... Bun." Sambil tersenyum Cilla sangat bersemangat. Bunda Sarah hanya terperangah dengan sikap Cilla yang berubah secara mendadak.
Cilla bangun dari tempat tidurnya, lalu ia hendak berdiri namun tubuhnya yang lemah membuatnya terhuyung hingga Bunda Sarah menahan Cilla yang hendak terjatuh.
" Bunda... Aku sulit berdiri, tolong bantu aku untuk membersihkan diri." Cilla tak patah semangat walau tubuhnya lemah.
" Baik, Bunda bantu sampai kamar mandi." Bunda Sarah memapah tubuh Cilla hingga sampai ke kamar mandi.
Bunda menyuruh pelayan membawakan sebuah kursi untuk Cilla duduk. Tak lama pelayan pun datang membawa kursi kayu kecil dan meletakkannya di bawah Shower. Bunda Sarah mendudukkan Cilla di sana untuk bisa mandi di bawah guyuran Shower. Bunda Sarah mendekatkan peralatan mandi di dekat Cilla agar Cilla lebih mudah membersihkan dirinya.
" Kamu yakin akan mandi sendiri?" Tanya Bunda Sarah yang Khawatir.
" Iya bunda, aku kan bukan anak kecil lagi. Aku masih bisa bergerak walaupun tubuhku lemah." Ucap Cilla dengan yakin.
__ADS_1
" Yasudah, Bunda tunggu depan pintu kamar mandi, kalau sudah selesai kamu bisa memanggil bunda."
" Iya, Bunda cepat keluar. Aku mau mandi."
Bunda Sarah menutup pintu kamar mandinya, dan menunggu dengan sabar di depan pintu kamar mandi tersebut.
Tak berapa lama Cilla selesai mandi, Bunda Sarah memapahnya kembali hingga Cilla duduk di atas tempat tidur.
" Bunda, tolong ambilkan aku baju yang cantik, aku ingin terlihat cantik di hadapan Reza." Cilla terlihat tersenyum cerah tak seperti biasanya.
" Iya, bunda akan memilihkan baju yang kamu suka." Bunda Sarah menuruti permintaan putrinya.
Bunda Sarah membantu Cilla berpakaian dan berdandan sesuai keinginan Cilla. Dress motif bungan berwarna merah muda di tambah riasan wajah natural yang membuat Cilla terlihat Cantik.
" Wah Cantiknya, terimakasih bunda. Pasti nanti saat Reza pulang, pasti dia suka sekali. Benar kan Bunda?" Ucap Cilla sambil terus memegang sebuah cermin untuk melihat wajahnya yang di rias.
" Iya sayang, kamu sangat cantik. Pasti Reza akan selalu menyayangimu." Bunda Sarah tersenyum tipis namun terlihat khawatir dengan perubahan sikap anaknya.
" Yasudah, kamu istirahat lagi, agar saat Reza kembali, kamu terlihat segar."
" Aku gak mau, nanti riasanku rusak!"
Cilla pun akhirnya berbaring dengan sebelumnya sudah meminum beberapa obat yang dokter resepkan.
__________
Sementara itu, Hardi mendapatkan kabar baik jika Reza telah terlihat di sebuah apartemen xxxx di tengah kota Melbourne. Sebuah foto juga di lampirkan di dalam email-nya dan memang terlihat seseorang yang di duga Reza namun tak terlalu jelas wajahnya. Namun perawakan dan ciri-cirinya mirip menantunya tersebut.
Hardi menelpon Rio untuk memastikan kebenaran dari foto yang di kirimnya.
Hardi : Kamu sudah yakin dengan orang yang ada di foto tersebut adalah Reza?
Rio : Kalau di lihat dari ciri-cirinya, 85% mirip tuan Reza.
Hardi : Tolong kamu datang kesana dan pastikan dengan benar lalu segera hubungi saya secepatnya.
Rio : Baik, saya akan segera kesana.
Hardi sangat berharap jika yang ada dalam foto tersebut benar adalah Rio, ia ingin semua pencarian ini segera berakhir dan mungkin penderitaan putrinya akan kembali membaik seiring di temukannya Reza.
__ADS_1
Di tempat lain, Rio sedang berada di dalam sebuah mobil bersama beberapa orang pengawal bawahan Hardi, menuju ke apartemen tersebut.
Selang 1 jam, akhirnya Rio berhasil sampai di tempat tersebut. Ia segera masuk dan menaiki lift menuju lantai 14 dimana no 156 berada di lantai tersebut.
Setelah sampai, Rio segera memencet tombol bell di apartemen tersebut. Setelah beberapa kali di tekan dan menunggu namun tak ada seorangpun yang keluar. Dengan terpaksa, Rio meminta staf apartemen yang bersangkutan untuk membuka pintu apartemen tersebut, setelah sebelumnya sudah bernegosiasi terlebih dahulu.
Pintu pun terbuka, Rio dan 4 orang lainnya langsung menerobos masuk mencari penghuni yang tinggal di sana. Semua ruangan di cek tanpa terkecuali, namun tak ada seorangpun di sana. Semua ruangan kosong, tak ada penghuni seorangpun, namun ada sebuah gelas yang berisi soda yang sepertinya masih baru saja di tuang dan di minum. Dengan itu, Rio beranggapan jika penghuni apartemen tersebut baru saja meninggalkan tempat tersebut.
" Cepat cari ke setiap sudut ruangan, cari juga jikalau ada ruang rahasia yang tersembunyi." Perintah Rio pada 4 orang bawahannya.
Setelah beberapa lama, tak di temukan apapun dan tak ada ruangan tersembunyi di apartemen tersebut.
Lalu Rio mengambil ponselnya untuk menghubungi Hardi, memberitahukan jika pencariannya di apartemen tersebut hasilnya nihil. Hardi yang mendengarnya kembali kecewa padahal, dia berharap hari ini akan menemukan Reza, demi putrinya yang sekarang dalam keadaan terpuruk.
________
Elya sedang berada di restoran mewah di sebuah hotel yang cukup terkenal di daerah Melbourne. Elya sedang bertemu dengan rekan kerjanya dalam acara makan-makan teamnya karena telah memenangkan suatu tender.
Ketika sedang berbincang, sekilas Elya melihat seseorang yang terasa sangat familiar baginya. Dia menajamkan pandangannya untuk memperjelas siapa orang yang berada tak jauh dari tempatnya duduk. Betapa terkejutnya ketika dia melihat dengan jelas orang itu dan ternyata itu Reza suaminya Cilla. Reza sedang bersama seorang pria dan seorang wanita muda, mereka sedang duduk bertiga mengobrol sambil menikmati hidangan masing-masing.
Elya segera merogoh tasnya untuk mengambil ponselnya, lalu ia menghubungi Bunda Sarah untuk mengabarkan orang yang dia lihat di hadapannya.
Sarah : Hallo Nak Elya !!
Elya : Iya tante, aku mau mengabarkan hal baik untuk Cilla dan keluarga.
Sarah : Kabar apa?
Elya : Saya melihat Reza.
Sarah : Apa ? Benarkah;? Dimana ? ( Dengan nada terkejut)
Elya : Saya sedang berada di Hotel xxx, tak jauh kok dari kediaman tante. Saya harap, ada yang segera kemari, takutnya Reza pergi.
Sarah : Baik, nanti tante akan segera memberitahukan pada om, untuk secepatnya datang kesana. Terimakasih yah Elya.
Elya : Iya tante, sama-sama.
Bersambung.........
__ADS_1