
Keesokan harinya Lin Chen berangkat bersama ayahnya ke rumah yang ada di luar kota untuk menemui guru dari Lin Chen, sampai di sana belum ada seorangpun yang terlihat.
“ apa gurumu akan datang Chen’er “
“ sepertinya sebentar lagi ayah”
Lin Chen sembari menunggu gurunya dia mengulangi gerakan pertama dari tarian burung merak, ayahnya duduk di kursi yang ada di depan rumah dan melihat Lin Chen berlatih, setelah selesai memperagakan gerakan 1 kali Yu Muha datang menghampiri Lin Chen.
“ sepertinya kau sudah bisa menguasai gerakan pertama dengan cukup baik hanya perlu di latih saja lagi
“ Salam Guru Yu “
Melihat ada yang menghampiri anaknya ayah Lin Chen langsung berdiri dan menghampiri 2 orang itu
“ salam pendekar saya adalah Lin Gong ayah dari Lin Chen “
“ salam juga tuan nama saya Yu Muha”
“ terima kasih telah mengajari anak saya bela diri, saya sempat putus asa karena Chen’er tidak berbakat dalam bela diri ”
“ sama-sama tuan, saya hanya” dan Yu Muha menceritakan apa yang terjadi kemarin kepada Lin Gong
“ anda tinggal di mana Guru Yu “
“ saya menginap di penginapan yang berada di pinggir gerbang barat tuan “
Mendengar Yu Muha tinggal di penginapan yang ada di pinggir gerbang barat, Lin Gong mencoba mengajak Yu Muha untuk tinggal di rumahnya tapi Yu Muha menolaknya.
“ kalau begitu bagaimana kalau tuan mengajari Chen’er beladiri di rumah kami saja “
“ boleh saja, bagaimana Chen’er”
“ aku Mengikut saja Ayah, guru”
“ kalau begitu mari tuan “
__ADS_1
Dan mereka pun berjalan ke gerbang kota selatan, penjaga gerbang yang yang melihat Lin Gong Kepala keluarga Lin berjalan bersama dengan orang asing bertanya-tanya siapa orang tersebut, dan orang-orang yang sibuk mengangkat barang ke kereta kuda untuk distribusi juga bertanya-tanya, tak lama berjalan mereka sampai ke depan rumah keluarga Lin, Lin Gong mengajak Yu Muha untuk masuk ke ruang tamu untuk berbincang-bincang dengan Yu Muha menanyakan asal usul, apakah anggota dari suatu sekte dan lainnya, dan Yu Muha menjawab dia berasal dari desa Mokutan yang hancur 10 tahun lalu, dan tidak tergabung dalam sekte manapun dia hanya bilang bahwa dia bertemu dengan gurunya dan berlatih selama 10 tahun dan baru selesai dari pelatihannya setelah gurunya meninggal dunia karena sakit. Lin Gong juga bertanya tingkatan pendekar Yu Muha tapi dia tidak ingin memberi tahukan nya.
Mendengar Yu Muha berlatih selama 10 tahun Lin Gong bertanya umur Yu Muha dan dia menjawab 27 tahun. Sedang asyik berbincang masuk 2 orang wanita yang satu berumuran 50 tahun dan 1 lagi masih berumur 20 tahunan. Melihat itu Lin Gong memperkenalkan kedua orang tersebut.
“ ini adalah istriku bernama Fang Yin dan anakku Lin wenli ”
“ namaku Yu Muha nyonya dan nona”
“ ini adalah orang yang mengajarkan Chen’er bela diri”
“ apa dia yang mengajari gerakan yang di peragakan oleh Chen’er kemarin, tapi dia masih muda, tingkat pendekarnya paling hanya pendekar ahli akhir atau pendekar sakti” Lin Wenli menyatakan pendapatnya
Yu Muha hanya diam karena wajar tidak ada yang dapat melihat tingkat pendekarnya karena dia menyembunyikan nya.
“ apakah kau ingin bertanding dengan ku, aku ingin melihat seberapa kuat orang yang akan mengajari adikku beladiri “
“ boleh saja nona “ ucap Yu Muha karena kesal.
“ mari kita ke halaman untuk bertanding”
“anda mau kemana guru mengikuti kakak”
“ guru mau menguji ilmu bela diri dengan kakakmu”
“ apa guru ingin bertanding dengan kakak, bagus kalau bisa lukai wajahnya guru biar dia tidak bisa keluar dari kamarnya lagi biar tidak mengejekku lagi karna payah dalam bela diri”
Mendengar itu dari adiknya membuat Lin Wenli berhenti berjalan dan melirik kebelakang dan Lin Chen bersembunyi dibelakang Yu Muha dan mengejek kakaknya.
“ awas kau Chen’er aku akan memberikan mu pelajaran setelah ini “
“ sudahlah Chen’er lebih baik kau lihat guru bertanding untuk melihat seberapa hebat jurus yang kau pelajari nantinya”
Setelah sampai dihalaman rumah Lin Wenli dan Yu Muha saling berhadapan Lin Wenli menggunakan pedang langsung menyerang Yu Muha dengan jurusnya.
“ jurus pedang salju, hujan salju”
__ADS_1
Lin Wenli menyerang dengan tusukan yang seperti hujan kearah Yu Muha dan mengenai nya dengan telak tercipta asap yang tebal di tempat Yu Muha berdiri, penonton yang melihat Yu Muha tidak bergerak merasa heran.
“ mengapa dia tidak bergerak apa dia terkejut dengan jurus nona Wenli ”
Setelah itu asap itu menghilang karena terhembus angin yang kuat Yu Muha Masih berdiri tegak di tempatnya.
“ serangan yang sangat kuat tapi belum cukup “
“ tarian burung merak, mengincar mangsa”
Yu Muha menerjang ke arah Lin Wenli dengan cepat mengayunkan pedangnya, Lin Wenli menahan dengan pedangnya karena terlalu kuat Lin Wenli termundur kebelakang dan Yu Muha memperagakan gerakan yang seperti menari dan menyerang kembali Lin Wenli dengan gerakan menusuk lawan masih bisa di tahan oleh Lin Wenli karena tusukan nya ditahan Yu Muha mengayunkan pedangnya dengan tebasan memutar yang mengenai perut Lin Wenli dan membuatnya terlempar kesamping dan Yu Muha kembali Memperagakan gerakan seperti menari tapi terlihat berbeda dari yang pertama dan kembali menyerang dengan melompat keudara dan menebaskan pedangnya kebawah kearah Lin Wenli yang sedang memegang perutnya karena kesakitan, serangan itu tidak mengenai Lin Wenli karena Yu Muha menghentikan Pedangnya sebelum mengenai Lin Wenli.
Lin Wenli yang mengetahui tidak terkena serangan jatuh lemas ketanah dan Yu Muha menyarungkan kembali pedangnya. Dan membantu Lin Wenli untuk duduk dan memegang pundak Lin Wenli untuk mengaliri tanaga dalam untuk meredakan sakitnya, Lin Wenli yang merasakan ada energi yang masuk kedalam tubuhnya sudah merasa kembali bugar dan sakit perutnya sudah reda. Setelah selesai Yu Muha mengulurkan tangannya untuk membantu Lin Wenli berdiri dan Lin Wenli menyambutnya dan berdiri.
“ Terima kasih Senior Yu “
“ sama-sama nona Lin, apa perutmu masih sakit”
“ tidak lagi senior “
“ maaf jurus tarian burung merak adalah jurus yang terlihat anggun tapi gerakan nya sangat mematikan untuk lawan ”
“ apa senior ingin mengajarkan jurus itu ke Chen’er”
“ ya, jurus ini memang mematikan tapi jurus ini akan berguna apabila melawan banyak musuh sekalian”
“ apa aku juga boleh belajar jurus ini “
“ jurus ini tidak cocok untuk perempuan nona Lin"
Lin Wenli menyadari tingkat pendekar Yu Muha sangat tinggi setidaknya berada di tingkat pendekar suci karena bisa membantu meredakan sakit dengan tanaga dalam begitu santainya karena pendekar sakti Sekalipun akan berkonsentrasi penuh untuk melakukannya dan perbedaan pendekar sakti dan suci cuma 1 tingkat tapi terdapat perbedaan yang jauh.
pelayan dan penjaga yang melihat itu tercengang melihat pertarungan itu, karena mereka mengetahui bahwa Lin Wenli adalah murid dalam dari sekte pedang api yang tingkat pendekar nya sudah di tingkat ahli tahap akhir dan sebentar lagi mencapai tingkat sakti bisa dikalahkan hanya dengan satu jurus saja.
Lin Wenli adalah murid dalam sekte pedang api dia masuk ke sekte 7 tahun yang lalu dan berlatih di sekte pedang api selama 6 tahun dan setahun yang lalu dia di desak oleh ayahnya untuk pulang karena khawatir akan terjadi perang antara sekte pedang api dan sekte awan gelap yang mulai meresahkan akhir- akhir ini. Lin Gong tidak ingin anaknya terlibat apabila terjadi perang.
__ADS_1