Kisah Sang Pendekar

Kisah Sang Pendekar
Keluarga Bangsawan Bu


__ADS_3

Semua penduduk yang melihat Yu Muha dengan mudah melumpuhkan semua prajurit keluarga bangsawan Bu juga terkejut tetapi juga merasa cemas kepada Yu Muha karena semua orang yang menyinggung keluarga bangsawan Bu pasti tidak akan selamat, semua orang banyak yang berbisik-bisik atas apa yang sedang terjadi.


“ siapa orang itu, apa dia tidak tahu apa yang akan terjadi kepadanya apabila membuat masalah dengan bangsawan Bu di kota ini” ujar seseorang


“ iya, aku jadi kasihan kepadanya” jawab orang disebelahnya


“ tapi melihat kekuatannya saat melumpuhkan prajurit itu sepertinya dia seorang pendekar yang kuat” ucap orang yang disebelahnya.


“ sekuat apapun dia, kalo keluarga bangsawan Bu sudah bertindak dia tidak akan bisa selamat” balas orang yang disebelahnya.


Bu Yan yang melihat sudah tidak ada prajurit lagi yang melindunginya hanya bisa mengancam dengan keluarganya.


“ apa kau tidak tahu siapa aku, aku adalah tuan muda kedua keluarga Bu penguasa kota ini” ucap Bu Yan secara spontan yang membuat semua orang yang menyaksikan merasa kesal tapi tidak bisa bersuara sedikitpun.


“ oh ternyata kau tuan muda kedua keluarga Bu pantas saja” ujar Yu Muha yang membuat semua orang bertanya-tanya


“ aku sudah tahu keluarga Bu adalah penguasa ini tapi aku tidak tahu kalau seorang bangsawan punya kelakuan seperti ini” ujar Yu Muha lagi.


“ aku hanya tidak suka dengan kelakuanmu itu, sebaiknya kau pulang ke rumahmu” ujar Yu Muha sambil minggir membuka jalan


Bu Yan yang melihat orang yang menghadang membuka jalan setelah mengetahui siapa dirinya langsung menaiki kudanya dan pergi dengan cepat meninggalkan semua prajurit yang sedang terbaring kesakitan di tengah jalan, Yu Muha yang melihat Bu Yan pergi dengan tergesa-gesa meninggalkan semua prajurit hanya bisa menggelengkan kepala dan menghampiri satu persatu prajurit itu untuk membantu mengurangi rasa sakit yang di alami semua prajurit. Prajurit yang pertama dihampiri oleh Yu Muha merasa ketakutan dan hanya bisa meminta maaf tapi semua ketakutan itu langsung hilang setelah Yu Muha membantunya duduk lalu Yu Muha memegang pundaknya dan setelah beberapa saat sakitnya langsung mereda dan dia sudah mulai bisa menggerakan tangan dan kakinya kembali.


“kalau kau sudah bisa bergerak sebaiknya kau minggir ketepi dan tunggu bantuan dari keluarga Bu” ujar Yu Muha


Prajurit itu langsung berjalan ke tepi jalanan dan duduk di depan sebuah toko. Yu Muha melakukan hal yang serupa kepada semua prajurit dan setelah selesai semua Yu Muha langsung pergi begitu saja.


Bu Yan yang sudah sampai di rumahnya langsung disambut oleh para prajurit penjaga yang merasa heran mengapa dia hanya sendiri.


“selamat datang tuan Muda kedua, kemana prajurit yang bersama anda” ujar penjaga


Bu Yan tidak memperdulikan para penjaga dia langsung turun dari kuda dan pergi ke aula pertemuan keluarga karena dia sudah tahu pasti ayah dan semua keluarga berada disana karena ada tamu penting yang berkunjung itulah yang membuatnya tadi tergesa-gesa tadi.

__ADS_1


Setelah sampai didepan aula pertemuan keluarga Bu Yan merapikan pakaiannya dan langsung masuk kedalam. Semua orang yang berada didalam aula melihat Bu Yan masuk dan Bu Sang yang merupakan kepala keluarga bangsawan Bu langsung memperkenalkan Bu Yan.


“perkenalkan Jendral Guang ini adalah anak kedua saya namanya Bu Yan” ucap Bu Sang


“salam kenal jendral Guang” ucap Bu Yan


“salam kenal juga tuan Muda Bu Yan” balas Guang Huo


Bu Yan tetap berdiri seperti ada sesuatu yang ingin disampaikannya. Bu Sang yang melihat anaknya dengan seksama menyadari kalau pakaian Bu Yan ada bagian yang kotor


“apa ada sesuatu yang terjadi Yan’er kenapa bajumu kotor” ujar Bu Sang


“saat aku sedang kembali dari luar kota aku dihadang oleh seorang dan melumpuhkan semua prajurit yang bersamaku tapi dia melepaskanku setelah aku bilang aku adalah tuan muda kedua dari keluarga Bu” ucap Bu Yan


“ apa kau terluka Yan’er” tanya Bu Sang


“ aku hanya terlempar jatuh dari kuda tapi semua prajurit yang bersamaku semuanya dihajar sampai tidak bisa bergerak lagi” jawab Bu Yan


“siapa orang itu Yan’er” ujar Bu Sang


“tidak tahu ayah” jawab Bu Yan


“bagaimana ciri-cirinya” tanya Bu Sang lagi


Tapi sebelum Bu Yan menjawab Guang Huo langsung menyela.


“ apa orang itu memakai baju biru dan membawa 2 pedang berwarna biru juga di punggungnya” tanya Guang Huo


“benar jendral Guang, apa anda mengenalnya jendral Guang” ujar Bu Yan


“ya aku mengenal orang itu dan sebaiknya kalian mengabaikan peristiwa ini karena dia bukanlah orang yang harus kalian jadikan musuh” ucap Guang Huo.

__ADS_1


Semua orang yang berada didalam aula merasa penasaran siapakah orang itu yang sampai membuat seorang jendral Guang mengingatkan mereka.


“baiklah jendral Guang saya akan mengabaikan kejadian ini” ujar Bu Sang


“sepertinya hari sudah mulai sore saya akan izin untuk kembali kepenginapan” ujar Giang Huo.


“baiklah kalau anda ingin kembali jendral Guang saya akan mengantar anda sampai gerbang” ujar Bu Sang


Guang Huo beranjak dari tempat duduknya dan diikuti oleh pengawalnya, didalam perjalanan Bu Sang yang merasa penasaran kepada orang yang menghentikan Bu Yan tadi memberanikan diri untuk bertanya.


“maaf jendral Guang kalau saya boleh tahu siapa orang yang menghentikan Yan’er tadi” tanya Bu Sang


Guang Huo menghela nafas dan menjawab.


“orang itu bernama Yu Muha salah satu pendekar kuat yang ada didalam rombongan dan aku mengingatkan sekali lagi jangan memperpanjang prihal ini lagi kalau tidak ingin keluarga Bu hancur” jawab Guang Huo


“baiklah jendral Guang saya akan mengingat semuanya” ujar Bu Sang


Setelah sampai di gerbang Guang Huo langsung masuk kedalam kereta kuda dan kembali kepenginapan.


Sesampai ke penginapan Guang Huo langsung masuk kedalam kamarnya dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi antara Yu Muha dan Bu Yan, tak lama berselang datang seorang prajurit dan prajurit itu langsung menjelaskan semua yang telah terjadi kepada Guang Huo.


Setelah mendengar semua yang disampaikan oleh prajurit Guang Huo dapat memahami mengapa Yu Muha melakukan semua itu dan dapat lega setelah prajurit mengatakan bahwa Yu Muha membantu memulihkan semua prajurit yang terluka.


“baiklah kalian semua lupakan apa yang telah terjadi anggap saja tidak pernah terjadi” ucap Guang Huo


Semua kembali keaktivitasnya masing-masing dan sedangkan Yu Muha hanya berdiam diri didalam kamarnya.


Keesokan harinya semua rombongan berkumpul di antara 2 kota, setelah semua rombongan semua berkumpul semuanya kembali melanjutkan perjalanan menuju kota berikutnya.


Tujuan berikutnya adalah kota Yusu, kota pusat dari keluarga bangsawan besar Su.

__ADS_1


Perjalanan berjalan dengan lancar tanpa ada halangan sampai akhirnya ditengah jalan rombongan berhenti karena ada tanah longsor yang menutupi jalan yang membuat rombongan harus menuruni bukit untuk mengambil jalan memutar tapi jalan yang akan di tempuh adalah jalanan memutar yang membuat kereta kuda tidak akan bisa dipakai untuk menuruni bukit yang membuat rombongan mau tidak mau harus menyingkirkan longsor demi bisa membuka jalan tapi hari sudah mulai sore dan longsor cukup tinggi dan panjang yang membutuhkan beberapa hari untuk menyingkirkan longsor.


__ADS_2