Kisah Sang Pendekar

Kisah Sang Pendekar
belanja


__ADS_3

Keesokan harinya Yu Muha kembali ingin melihat latihan para prajurit tapi pada hari ini orang-orang yang berada di tempat latihan jadi semakin banyak yang membuat Yu Muha penasaran apa yang sedang terjadi setelah Yu Muha sampai semua orang yang berada di situ langsung menghampirinya.


“tuan Yu saya ingin meminta pendapat anda tentang ilmu pedang saya”


“tuan Yu saya ingin anda melihat ilmu Golok saya”


“tuan Yu apa anda mau melihat kekurangan dari ilmu tongkat saya”


Masih banyak lagi orang yang meminta pendapatnya tentang ilmu silatnya masing-masing.


“maaf tuan-tuan semua saya hanya mendalami ilmu berpedang tidak memahami ilmu dari senjata lainnya, maaf sekali” Ucap Yu Muha


“dan saya sedang tidak ada waktu, maaf sekali tuan-tuan” ucap Yu Muha lagi


Semua orang yang berkumpul itu adalah para anggota dari 3 sekte besar dan prajurit yang sudah berpangkat lebih tinggi.


“Maaf tuan-tuan sekalian saya sedang tidak ada waktu untuk saat ini jadi saya permisi, maaf sekali lagi” ucap Yu Muha dan langsung pergi


Yu Muha menghampiri Bun Liang.


“maaf menggangu tuan Bun saya ingin keluar berkeliling kota jadi saya ingin meminta anda untuk menunjukan seseorang prajurit yang mengetahui seluk beluk kota ini karena saya ingin mengunjungi beberapa tempat” Ucap Yu Muha


“boleh saja tuan Yu tunggu sebentar” ucap Bun Liang


Bun Liang memanggil seseorang prajurit .


“ ini adalah prajuritnya tuan Yu” ucap Bun Liang


“baiklah saya mohon pamit tuan Bun” Ucap Yu Muha lalu pergi kearah gerbang kediaman.


setelah keluar dari kediaman keluarga Su Yu Muha bertanya tempat jasa renovasi rumah kepada prajurit yang bersamanya, prajurit itu langsung menuntun Yu Muha kesebuah tempat yang biasa merenovasi rumah-umah yang ada di kota Yusu.


Sampai ditempat yang dituju Yu Muha langsung dipertemukan kepada pimpinan tukang yang biasa merenovasi rumah yang bernama Hi lung.


“selamat pagi tuan Hi Lung” ucap prajurit tersebut


“selamat pagi tuan apa ada yang bisa saya bantu” ucap Hi Lung


“saya ingin merenovasi panti asuhan yang berada di daerah kumuh kota ini” ucap Yu Muha

__ADS_1


“panti asuhan yang di daerah kumuh itu, apa anda yakin tuan” ucap Hi Lung


“ya panti asuhan itu yang saya maksud” Ucap Yu Muha


“kalau panti asuhan itu akan memerlukan waktu yang cukup lama karena harus membongkar dan membangun kembali karena kalau hanya di renovasi tidak akan bertahan lama akan kembali seperti semula” ucap Hi Lung


“hmm. Kira-kira berapa lama” tanya Yu Muha


“mungkin akan memakan waktu 1 bulan tuan” jawab Hi Lung


“baiklah, saya ingin anda membangun kembali menjadi bangunan yang lebih besar sekaligus dengan isi-isinya akan memakan berapa biaya yang di perlukan” tanya Yu Muha


“soal biaya saya bisa bilang mungkin 10.000 koin emas tuan” jawab Hi Lung


“baiklah saya akan kembali besok untuk anda bisa mulai membangun ulang panti asuhan tersebut” Ucap Yu Muha.


Yu Muha pergi mengajak prajurit keluarga Su untuk pergi ke toko pakaian terbaik di kota ini, prajurit itu menuntun Yu Muha ke sebuah toko yang sangat besar yang menjual beragam pakaian. Yu Muha masuk kedalam toko tersebut dan ada seorang pelayan yang menyambut nya.


“apa ada yang bisa saya bantu tuan” ucap pelayan tersebut


“saya ingin membeli pakaian untuk anak-anak dan orang dewasa juga, tapi tunggu dahulu” ucap Yu Muha


“apa anda mengetahui berapa jumlah anak-anak yang berada di panti asuhan daerah kumuh itu” tanya Yu Muha kepada prajurit keluarga Su


“saya kurang mengetahuinya tuan Yu, mengapa anda tidak pergi kesana dan bertanya langsung kepada pengurus panti asuhan itu tuan” jawab prajurit itu


“hmm. Kemarin saya sudah pergi kesana dan salah satu anak bilang tidak semua anak yang bermain dihalaman itu anak dari panti asuhan dan pengasuhnya juga bilang kalau anak-anak yang sudah besar banyak yang berkerja” ucap Yu Muha.


“bagaimana kalau anda membelikan pakaian untuk anak-anaknya saja” ucap Prajurit itu


“sepertinya itu ide yang bagus” ucap Yu Muha


Yu Muha kembali menjumpai pelayan kembali.


“saya ingin ingin membeli pakaian untuk anak laki-laki dan perempuan” ucap Yu Muha.


“kalau begitu, sebelah sini tuan” Ucap pelayan tersebut


Pelayan toko mengarahkan Yu Muha ke tempat bagian pakaian anak-anak, setelah sampai Yu Muha langsung membeli banyak pakaian anak-anak laki-laki maupun perempuan pelayan yang tidak sanggup menangani semua pesanan Yu Muha memanggil dua temannya untuk membantunya.

__ADS_1


Setelah semua pakaian yang ingin beli sudah terkumpul dan Yu Muha membayar semua belanjanya, dan membawa semua pakaian yang sudah dibeli yang diletakan di dua bungkusan kain yang besar dan membawanya ke arah panti asuhan.


Sepanjang perjalanah keduanya terlihat mencolok karena keduanya membawa bungkusan yang besar. kalau saja bukan prajurit keluarga Su yang mengikuti seorang yang sama-sama membawa bungkusan besar itu maka akan diberhentikan oleh prajurit penjaga kota.


Semua orang yang melihat hanya bisa bertanya-tanya siapa orang yang berada di depan prajurit keluarga Su tersebut, karena orang tersebut bisa bersama dengan prajurit keluarga Su yang berarti orang tersebut bukanlah orang yang memiliki status yang tinggi, tapi mana ada orang yang berstatus tinggi yang mau membawa bungkusan besar di punggungnya.


Setelah lama berjalan prajurit keluarga Su dan juga prajurit kerjaan yang sedang berpatroli bersama melihat Yu Muha bersama dengan seorang prajurit membawa bungkusan besar langsung menghampiri keduanya.


“tuan Yu apa yang sedang anda bawa di dalam bungkusan besar ini” ucap Seorang prajurit.


“oh ini hanya pakaian yang ingin ku bawa ke panti asuhan yang ada di daerah kumuh” ucap Yu Muha


“sebaiknya anda menurunkannya biar kami saja yang membawakannya untuk anda tuan Yu” ucap Prajurit tersebut.


“tidak perlu sebaiknya kalian kembali berpatroli aku bisa membawanya sendiri” Ucap Yu Muha


“tidak tuan Yu biar kami saja yang membawanya” ucap prajurit


“apa lagi yang kalian tunggu cepat ambil bungkusan yang dibawa oleh tuan Yu dan sisanya kembali patroli” ucap prajurit yang merupakan kapten dari prajurit keluarga Su.


Yu Muha akhirnya menurunkan bungkusan supaya bisa dibawa oleh prajurit dan melanjutkan perjalanan.


Prajurit yang bersama dengan Yu Muha dari awal ditanyai oleh kapten prajurit mengapa membiarkan Yu Muha membawa bungkusan besar tersebut, prajurit itu hanya bisa berkata kalau dia sudah menganjurkan untuk membawanya dengan gerobak tapi Yu Muha langsung mengangkat bungkusan dan langsung pergi yang membuat dia mau tidak mau ikut dengan membawa bungkusan 1 lagi.


Perjalanan menuju ke panti asuhan semuanya masih menjadi perhatian sampai ke daerah kumuh, setelah sampai ke panti asuhan Hu Ling langsung menyambut Yu Muha.


“selamat datang kembali tuan Yu, apa yang anda bawa itu tuan Yu” ucap Hu Ling.


“sebaiknya kita masuk saja Ling’er, bibi Ning adakan” ucap Yu Muha


“ada tuan Yu, Mari masuk” Ucap Hu Ling


Hu Ling langsung masuk ke dalam panti asuhan untuk memanggil bibi Ning Yu Muha mengikuti dari belakang bersama dengan prajurit.


“selamat datang tuan Yu” ucap Ning Hilan


“saya datang sesuai dengan janji saya semalam bibi Ning” Ucap Yu Muha


“mari masuk tuan Yu” Ucap Ning Hilan

__ADS_1


Prajurit keluarga Su yang merasa heran bagaimana Yu Muha bisa akrab dengan orang yang ada di panti asuhan ini padahal dia baru 2 hari berada di kota ini.


__ADS_2