Kisah Sang Pendekar

Kisah Sang Pendekar
Tie Duanzao


__ADS_3

Ketiganya sampai di tempat tinggal para prajurit keluarga Guang, ketiganya berjalan melewati para prajurit yang sedang beristirahat setelah pergantian jam jaga, semua prajurit merasa heran kenapa tuan muda Guang Feng datang ke tempat mereka bersama dengan seorang yang asing walaupun ada beberapa yang mengena Yu Muha dari peristiwa terakhir di kota Jiwei.


Para prajurit yang mengenal Yu Muha menghampiri Yu Muha dan mengucapkan salam.


“salam tuan Yu”


“salam tuan Yu”


Semua prajurit yang melihat beberapa prajurit bersikap hormat kepada orang yang bersama tuan muda mereka bertanya kepada prajurit yang mengucapkan salam tadi.


“hei siapa orang itu” tanyanya.


“oh dia adalah pendekar pedang terbang, Yu Muha” ucapnya.


Sontak semua prajurit terkejut karena orang yang dikabarkan juga menguasai teknik tinju keluarga Guang dan dia adalah pewaris sah dari teknik tersebut karena berguru kepada pemilik aslinya.


Ketiganya akhirnya sampai di ruangan orang yang ingin di temui.


“tok..tok...., apa anda ada didalam Kin Fuwen” ucap Guang Feng


“ya aku ada didalam” ucap orang dari dalam.


“mari masuk tuan Yu” ucap Guang Feng.


“iya” ucap Yu Muha.


Guang Feng membuka pintu dan keduanya masuk kedalam ruangan, Guang Suli juga ikut masuk bersama mereka. Melihat yang datang adalah Guang Feng Kin Fuwen langsung berdiri dari kursinya.


“ternyata itu anda tuan muda silahkan duduk” ucap Kin Fuwen.


“terima kasih komandan Kin, saya kesini hanya ingin mengantar tuan Yu” ucap Guang Feng.


“tuan Yu ini adalah Kin Fuwen komandan prajurit keluarga Guang dan orang yang memimpin pencarian tuan Tie dulu” ucap Guang Feng.


“salam komandan saya Yu Muha” ucap Yu Muha memperkenalkan diri.


“salam juga saya Kin Fuwen” balasnya.


“Yu Muha, apa anda adalah pendekar pedang terbang” ucap Kin Fuwen.


“ya itu saya” ucap Yu Muha.

__ADS_1


“ada apa seorang pendekar hebat menemui saya” ucap Kin Fuwen.


“saya sedang mencari Tie Duanzao” ucap Yu Muha.


“oh tuan Tie saya dulu mencoba mencarinya atas perintah kepala keluarga tapi tidak dapat menemukannya karena orang yang berkerja di bengkelnya saja tidak mengetahui kemana di pergi yang membuat kami mencari tanpa arah yang akhirnya itu dihentikan” ucap Kin Fuwen.


“apa aku bisa pergi ke bengkel Tie Duanzao” tanya Yu Muha.


“bisa saya akan mengantar tuan kesana” ucap Kin Fuwen.


Mendengar itu Guang Feng pamit untuk kembali sedangkan Guang Suli ingin ikut yang membuat Guang Feng membiarkan saya kakaknya tersebut berbuat sesukanya karena itu sudah biasa.


Guang Suli adalah kakak sepupu Guang Feng, Guang Suli memiliki bakat yang bagus sebagai pendekar jadi keluarga Guang melatih Guang Suli dengan ketat yang membuat Guang Suli selalu kabur dari latihannya tapi karena bakatnya keluarga Guang membiarkan kelakuan Guang Suli karena keluarga Guang berharap Guang Suli bisa menjadi pilar keluarga Guang di masa depan dengan bakat yang di milikinya. Walaupun dia perempuan tapi bakat bela diri adalah segalanya di keluarga Guang.


Kin Fuwen mengantar Yu Muha dan Guang Suli ke bengkel tempat kerja Tie Duanzao. Tempat itu berada di pinggir kota Jundui yang memakan banyak waktu untuk sampai kesana dengan berjalan kaki.


“ini adalah tempatnya tuan Yu” ucap Kin Fuwen.


Yu Muha masuk kedalam dan sudah diperlihatkan banyak pedang yang dipajang di dinding yang memiliki kwalitas yang sama dengan pedang kabut biru.


“walaupun di kota tosan adalah tempat para pengrajin membuat pedang berkumpul tapi pedang itu untuk kerajaan tapi kami juga memiliki pengrajin yang tidak kalah disini untuk memenuhi kebutuhan keluarga Guang” ucap Kin Fuwen.


“ada apa tuan Kin datang kemari apa ada yang dibutuhkan” ucap orang itu.


“saya kesini hanya mengantar tuan ini karena ada yang ingin di tanyakan” ucap Kin Fuwen.


“salam saya Yu Muha saya ingin mencari tuan Tie Duanzao karena saya ingin dibuatkan sebuah pedang yang cukup baik karena pedang yang ku pakai selama ini selalu patah dan saya dapat kabar kalau ada seorang penempa pedang yang sangat terkenal jadi saya ingin menemuinya” ucap Yu Muha.


“tidak ku sangka seorang pendekar yang sangat kuat ingin menemuiku” ucap seorang kakek tua dari dalam.


“tuan Tie mengapa anda keluar” ucap pegawai tersebut.


“sudahlah sebaiknya kau kembali berkerja lagi” ucap Tie Duanzao.


“aku adalah orang yang sedang kau cari, Tie Duanzao”


“tuan Tie ternyata selama ini anda tidak kemana-mana” ucap Kin Juwen.


“aku hanya ingin tidak diganggu oleh siapapun oleh sebab itu aku bersembunyi di ruang bawah tanah bengkel ini” ucap Tie Duanzao.


“salam tuan Tie saya Yu Muha”

__ADS_1


“akhirnya aku bisa bertemu dengan anda pendekar pedang terbang apa benar pedang kau bisa terbang aku ingin melihatnya sendiri” ucap Tie Duanzao.


Yu Muha membuka bungkusan kain dan pedang terbang langsung terbang dengan sendirinya.


“sepertinya pedang ini benar-benar bisa terbang dengan sendirinya” ucap Tie Duanzao.


“benar sekali tuan pedang ini memang bisa melayang sendiri” ucap Yu Muha.


“apa aku bisa memegangnya” tanya Tie Duanzao.


Yu Muha memanggil pedang terbang dan meletakan di lantai.


“silahkan tuan” ucap Yu Muha.


Tie Duan heran mengapa Yu Muha meletakan pedangnya di lantai tapi diacuhkan olehnya dan mulai mengangkat pedang itu tapi pedang itu tidak bergerak sama sekali.


“bagaimana pedang ini tidak berkutik sama sekali” ucap Tie Duanzao.


Beberapa orang yang berada disana juga mencoba untuk mengangkat pedang terbang tapi tidak ada yang bisa. Setelah semua orang mencoba Yu Muha mengangkat pedang terbang seperti tidak terjadi apa-apa.


“sungguh pedang yang sangat luar biasa aku baru pertama kali melihat yang seperti ini” ucap Tie Duanzao.


“itu benar pedang ini menurut guruku dari pertama kali menemukannya tidak pernah melakukan sesuatu yang aneh hanya pedang biasa tapi semenjak aku pertama kali melihat pedang ini seperti memilih tuannya dan mulai saat itu tidak ada yang bisa mengangkatnya kecuali aku” ucap Yu Muha.


“Sepertinya akan percuma, aku tadinya ingin mencoba menerbangkannya menggunakan tenaga dalam” ucap Tie Duanzao.


“pedang seperti apa yang kau inginkan anak muda” tanya Tie Duanzao.


“aku hanya ingin pedang yang kuat apabila di aliri tenaga dalam yang tinggi, karena pedang yang terakhir ku pakai rusak karena tidak bisa menahan tenaga dalam yang aku aliri” ucap Yu Muha.


“kalau ingin membuat senjata seperti itu kau harus menyediakan bahan pembuatannya” ucap Tie Duanzao.


“kalau soal itu aku memilikinya tapi apa kita bisa berdua saja tuan Tie” ucap Yu Muha.


“sepertinya kau memiliki sesuatu yang bagus anak muda” ucap Tie Duanzao.


“ayo ikut ke ruanganku” ucap Tie Duanzao lagi sembari berbalik badan dan berjalan kedalam.


Yu Muha mengikuti Tie Duanzao ke sebuah ruangan dan didalam Yu Muha langsung mengeluarkan senjata-senjata yang sudah rusak ada hampir 30 puluh buah senjata seperti pedang tombak dan lainnya. Walaupun sudah rusak tapi senjata-senjata itu dulunya adalah sebuah pusaka.


Tie Duanzao melihat semuanya senjata keluar dari ruang hampa terkejut karena dia mengetahui bahwa itu adalah sebuah cincin angkasa sebuah pusaka yang bisa menyimpan benda mati didalamnya.

__ADS_1


__ADS_2