
Dua hari berlalu dan besok adalah hari festival tahunan akan diadakan, Yu Muha sedang ada di penginapan karena hari ini tidak melatih Lin Chen bela diri, Yu Muha berencana untuk melihat persiapan untuk festival karena tidak ada yang mau dikerjakan olehnya.
Selesai sarapan pagi Yu Muha pergi ke kota bagian utara dan dia melihat banyak orang yang sibuk menghias kota di sepanjang jalan. Yu Muha hanya berjalan dan melihat-lihat sekali-kali dia berhenti untuk melihat orang-orang yang memasang sesuatu yang menarik perhatiannya, sampai di restoran tempat Hua Meili berkerja dan Yu Muha melihat Hua Meili juga sibuk memasang hiasan di depan restoran. Yu Muha hanya menyapanya dan melanjutkan perjalan karena tidak mau menggangu pekerjaan Hua Meili, setelah lama berjalan Yu Muha sudah melihat-lihat semua yang ada di kota bagian utara, saat mau kembali Yu Muha bersenggolan dengan seseorang yang sedang tergesa-gesa Yu Muha dapat merasakan bahwa orang itu seorang pendekar sakti.
“ hmm, kenapa dia tergesa-gesa, apa ada sesuatu yang gawat, apa dia dari prajurit kerajaan apa dari keluarga Guang melihat tingkat pendekarnya yang sudah pendekar sakti ” Yu Muha bertanya-tanya dalam pikirannya sendiri.
Yu Muha mengabaikan semua itu dan kembali berjalan untuk ke kota bagian Selatan untuk melihat-lihat. Dikota bagian selatan juga sibuk menghiasi jalanan dengan tali yang berwarna-warni yang membentang kearah sebuah lapangan tempat biasa pekerja distribusi mengemas barang sebelum berangkat. saat sampai didepan rumah keluarga Lin, Yu Muha bertemu dengan Lin Chen yang sedang mengarahkan pelayan dan penjaga untuk menghias pintu gerbang, Lin Chen yang melihat Yu Muha langsung menyapa
“ salam guru, ada apa guru kesini “
“ guru hanya melihat-lihat Chen’er “
“ apa mau aku temani guru untuk berkeliling”
“ apa kau tidak sibuk Chen’er”
“ tidak sibuk guru “
Lin Chen lalu menunjuk seorang pelayan untuk melanjutkan pekerjaannya.
“ mari guru “
Lalu mereka berdua pergi kearah lapangan yang banyak orang-orang yang berkumpul membangun sebuah tempat dengan banyak tabung yang panjang sekitar 70 cm yang berbaris rapi, dan Yu Muha bertanya kepada Lin Chen.
“ untuk apa tabung ini Chen’er”
__ADS_1
“ itu akan digunakan sebagai peluncur kembang api pada tengah malam besok “
“ kembang api, sepertinya akan seru, jujur guru belum pernah melihat kembang api”
“ kalau begitu guru harus melihatnya karena itu akan sangat mengagumkan guru” dengan semangat Lin Chen memberitahukan kepada gurunya.
“ baiklah Chen’er guru tidak sabar untuk melihatnya”
Dan mereka melanjutkan kearah kediaman bangsawan yang lainnya hanya untuk sekedar melihat-lihat.
Kesibukan tidak hanya ada di dalam kota juga ada di luar kota di kedalaman hutan sebelah timur kota ada sebuah kelompok orang yang membuat kemah dan sedang merakit sebuah alat yang sangat besar. Itu adalah kelompok sekte awan gelap dan mereka sedang merakit sebuah alat pelempar batu. Didalam kemah sudah ada tetua ke empat dan ada 200 anggota yang akan menyelinap kedalam kota untuk mencuri perlengkapan untuk perang, mereka sudah mendapatkan titik tempat industri yang membuat pedang, tameng dan lainnya. Hanya tinggal menjalankan operasinya pada malam hari besok.
Mereka juga membawa alat pelontar batu untuk menembakan batu kearah jalan penghubung antar bagian kota apabila operasi ini ketahuan u tuk menghambat pasukan bantuan yang datang dan memberi waktu kepada anggota sekta untuk melarikan diri.
“ semua sudah selesai tetua, dan alat pelempar batu juga sudah selesai dirakit, hanya tinggal melaksanakannya saja.
“ bagus sekali kita akan melaksanakannya pada jam 10 malam esok, itulah waktu yang tepat menurut informasi yang di kumpulkan oleh tetua kelima”
Kembali kedalam kota Yu Muha yang telah selesai berkeliling diarea kota bagian selatan bersama dengan Lin Chen, Yu Muha diajak untuk mampir ke rumah keluarga Lin untuk makan siang seperti biasanya.
Setelah selesai makan Lin Gong mengajak Yu Muha untuk berbincang.
Setelah lama berbincang Yu Muha pamit untuk pulang.
Keesokan harinya semua penduduk kota Tanso sibuk untuk membuat stand untuk berjualan di sepanjang jalan yang ada di kota bagian utara. Yang membuat kota bagian timur yang dan barat sepi karena semua industri tidak ada yang berjalan dan penduduk kota yang ada di kota bagian barat semuanya adalah pedagang yang membuat stand di sepanjang jalan kota bagian Utara karena 70 % yang membuka stand dagangan adalah penduduk kota bagian barat.
__ADS_1
Yu Muha yang baru keluar dari penginapan melihat keadaan yang sepi hanya ada beberapa orang saja yang berjalan di kota bagian barat, Yu Muha berjalan ke arah dalam kota setelah sampai di jalan penghubung Yu Muha melihat banyak orang yang banyak orang yang mondar mandir disepanjang jalan kota bagian utara. Melihat keramaian itu Yu Muha pergi kekota bagian selatan. Ingin melihat tempat kembang api. Seharian dihabiskan oleh Yu Muha untuk melihat tempat untuk meluncurkan kembang api dan menawarkan diri untuk membantu.
Malam harinya Yu Muha setelah selesai mandi dan berganti pakaian turun dan makan malam sebelum pergi ke festival bersama dengan Hua Meili. Yu Muha mengajak Hua Meili untuk menjemput Lin Chen dan Lin Wenli ke kediaman keluarga bangsawan Lin, didalam perjalanan keduanya tidak ada yang mau bersuara dan akhirnya Yu Muha bertanya untuk memecahkan kehenigan.
“ apa nona Hua setiap tahun selalu pergi ke festival ini “
“ tidak setiap tahun karena hanya sekali-kali saja bersama dengan ibu dan ayah saat masih hidup dulu”
“ oh begitu ya “ dan kembali diam sampai di depan kediaman keluarga Lin.
Ternyata Yu Muha sudah di tunggu oleh Lin Chen dan Lin Wenli di depan rumahnya, Lin Chen langsung menghampiri Yu Muha dengan semangat, Yu Muha memperkenalkan Hua Meili kepada keduanya dan langsung pergi bersama.
selama berjalan Yu Muha selalu berada di samping Hua Meili karena Lin Chen dan Lin Wenli terlalu asyik membeli makanan yang yang di jual sepanjang jalan kota. Lin Chen selalu menunjukan makanan yang dibelinya dan terkadang Yu Muha membeli juga makanan yang di beli oleh Lin Chen, Yu Muha selalu membeli dua buah untuk di berikan kepada Hua Meili dan Hua Meili hanya mengucapkan terima dan memakan makanan yang diberikan oleh Yu Muha.
tidak terasa sudah 2 jam mereka berjalan-jalan menikmati suasana festival, Lin Chen dan Lin Wenli sudah kenyang karena makan terlalu banyak, setelah kenyang baru mereka berdua sadar bahwa mereka ke sini berempat dan kedua melihat sekeliling dan menemukan Yu Muha dan Hua meili sedang berduaan sambil menikmati makanan di depan stand jualan, keduanya terlihat menikmati kebersamaannya yang membuat Lin Wenli cemburu, Lin Chen yang menyadari bahwa kakaknya sedang cemburu langsung menghampiri gurunya untuk mengajak ketempat yang sering di gunakan untuk melihat kembang api.
Lin Chen menuntun jalan ketempat yang dituju, diikuti oleh ketiganya dibelakang setelah lama berjalan mereka sampai ketempat yang dituju dan duduk ditempat itu sembari menunggu kembang api dimulai, sembari menunggu mereka berbincang, setelah satu jam akhirnya kembang api dimulai terlihat warna-warni dilangit yang menerangi kota.
satu jam sebelumnya anggota sekte awan gelap sudah memulai penyusupan untuk mengambil perlengkapan perang yang di buat di kota Tosan, 200 anggota menyusup kedalam kota dan menuju ke ketempat masing- masing yang sudah diatur oleh tetua keempat. setelah berhasil mengambil barang yang diinginkan mereka diperintahkan untuk langsung pergi dan kembali ke sekte awan gelap, setelah satu jam anggota sekte awan gelap sudah menyelesaikan misi membawa barang jarahan 100 orang sudah meninggalkan kota dan kembali ke sekte.
masih ada anggota sekte yang masih ada di dalam kota dan tiba- tiba ada kembang api yang menerangi seluruh kota yang membuat penjaga yang menjaga dinding melihat orang-orang berpakaian hitam yang membawa bawaan yang besar di punggungnya sedang memanjat dinding panjaga itu langsung membunyikan lonceng sebagai sinyal bahwa ada sesuatu yang gawat di kota.
dan semua orang yang ada di kota dapat mendengar bunyi lonceng yang berbunyi dan semua prajurit yang sedang menikmati festival langsung berlari kearah lonceng itu berbunyi.
Yu Muha bertanya apa maksud dari lonceng itu kepada Lin Chen dan Lin Chen memberi tahu bahwa itu adalah lonceng sinyal bahwa ada sesuatu yang gawat di kota.
__ADS_1