Kisah Sang Pendekar

Kisah Sang Pendekar
Keadaan setelah perang


__ADS_3

Esok hari Yu Muha menemui bibi Yuan untuk berpamitan untuk pergi berkelana kembali, setelah berpamitan dengan bibi Yuan Yu Muha pergi ke kediaman keluarga Lin untuk berpamitan juga dengan Lin Gong dan dia ingin memberikan kitab jurus tarian burung merak.


Sesampainya di depan rumah keluarga Lin Yu Muha masuk seperti biasanya dan bertemu dengan Li Chen.


“ anda sudah kembali guru, ada apa guru kemari”


“ guru kemari ingin bertemu dengan ayahmu Chen’er dimana beliau sekarang “


“ ayah ada ruang kerjanya guru, mari aku antar kan”


Lin Chen membawa Yu Muha ke ruang kerja ayahnya, sampai di depan pintu Yu Muha meminta Lin Chen untuk tetap diluar karena ada yang ingin dibicarakan berdua dengan ayahnya. Lin Chen mengikuti permintaan gurunya dan Yu Muha masuk kedalam ruangan, didalam Lin Gong yang melihat Yu Muha datang langsung berdiri dan mengajak Yu Muha untuk duduk.


“ ah guru Yu ada apa anda kemari dan kapan anda kembali dari sekte pedang api”


“ saya kembali setelah perang berakhir, anda pasti sudah mendapat kabar soal peperangan bukan”


“ yang saya sudah mendapatkan kabar soal peperangan yang di menangkan oleh sekte pedang api dalam waktu yang cukup singkat dan saya juga sudah mendapat kabar bahwa sekte awan gelap sudah musnah dan anggotanya mengambil jalannya sendiri-sendiri “


“ ya perang sudah berakhir dan sekte awan gelap juga sudah tidak ada lagi, jadi saya ingin melanjutkan pengelanaan saya”


“ apa tidak bisa ditunda sedikit lebih lama lagi guru Yu, bagaimana dengan Chen’er”


“ setelah ini saya akan menemuinya untuk berpamitan dan bisakah saya ikut dengan rombongan distribusi keluarga Lin menuju ke sebuah kota terdekat “


“ baiklah kalau itu sudah menjadi keputusan anda, saya akan mengantar anda pergi, mari guru Yu”


Mereka berdua keluar dari ruang kerja Lin Gong dan Lin Chen sudah ada didepan pintu menunggu.


“ Chen’er guru akan pergi melanjutkan perjalanan guru, dan ini adalah kita jurus tarian burung merak, rajinlah berlatih supaya kau bisa menjadi pendekar yang kuat di suatu hari nanti”


“ apa guru akan pergi mengapa guru pergi begitu cepat” sambil mengeluarkan air mata


“ sudah Chen’er kau sudah bisa berlatih sendiri sekarang, simpan kitab ini baik-baik”


“ kemana guru akan pergi”


“ entahlah Chen’er, guru akan pergi kemana saja mungkin”

__ADS_1


“ baiklah guru aku akan mengantar kepergian guru” sambil mengelap air matanya.


Ketiganya pergi ke tempat biasa orang-orang yang akan mendistribusikan barang dari kota tosan ke seluruh penjuru kerajaan, Lin Gong berbicara kepada seseorang dan kembali kearah Yu Muha,


“ guru Yu anda akan ikut dengan mereka menuju kota Kuang, salah satu kota terdekat dengan ibukota”


“ hmm. Tidak buruk untuk perjalanan berikutnya, baiklah saya berangkat Tuan Lin dan Chen’er”


“ berhati-hatilah guru Yu” ucap Lin Gong


“ selamat jalan guru suatu hari kembali lagi guru “ Ucap Lin Chen


Dan Yu Muha pergi bersama dengan rombongan distribusi menuju kota Kuang.


Di ibukota kerajaan Hi raja yang mendapat kabar dari informan kerajaan yang ditugaskan mengawasi jalannya perang mendapati informan nya yang sudah kembali begitu cepat untuk melapor.


Diruang tahta


“ ada apa mengapa kau sangat cepat kembali apa perangnya sudah selesai”


“ ya Yang Mulia perang sudah selesai”


Kemudian informan itu menceritakan bahwa sekte awan gelap langsung menyerang habis-habisan, ketua sekte pedang api dikeroyok dan hampir mati, kedatang pendekar misterius, sampai ketua sekte pedang api membawa kepala ketua sekte awan gelap dan perang selesai.


“ hmm. Siapa pendekar itu apa dia orang yang sama yang membunuh tetua kelima sekte awan gelap”


“ seperti dia orang yang sama Yang Mulia”


“ kalau dia orang yang sama, sebenarnya sekuat apa orang ini, dia bisa membunuh pendekar suci dengan mudah, apa tingkatan pendekarnya ”


“ saya tidak bisa melihat tingkatan pendekarnya Yang Mulia, melihat dari kekuatan yang digunakan seharusnya tingkat pendekar bumi atau lebih tinggi lagi”


“ pendekar bumi diumur 27 tahun, ini cukup mengerikan karena pendekar bumi yang ada dikerajaan ini sudah berumur 50 keatas dan tidak mudah untuk mencapai tingkat pendekar bumi, contohnya Luan Zikai ketua sekte pedang api yang sudah lama berada di tingkat pendekar suci”


“ baiklah terima kasih atas informasinya, kau boleh pergi “


“ sama-sama Yang Mulia saya undur diri”

__ADS_1


Informan itupun pergi meninggalkan raja sendirian.


“ Xinxi kau disana ”


“ saya disini Yang Mulia “ sahut orang yang tiba-tiba muncul dan berlutut di samping Raja


“ cari informasi tentang pendekar itu “


“ baik Yang Mulia “ dan kembali menghilang


Raja pun beranjak dari tahtanya kembali ke tempat kerjanya.


Semua sekte kecil, menengah, maupun besar aliran putih dan hitam, semuanya sedang membicarakan musnahnya sekte awan gelap dikarenakan terbunuhnya Lang Kuni dan beberapa tetua sekte yang membuat semua anggota sekte yang masih hidup memilih untuk berjalan sendiri-sendiri sesuai dengan yang di inginkan masing-masing, dan yang menjadi pertanyaan ke semua sekte adalah waktu perang yang sangat singkat tidak sampai setengah hari, dari informasi yang dikumpulkan bahwa sekte pedang api mendapat bantuan dari seorang pendekar yang sangat kuat dan asumsinya pendekar itu adalah orang yang juga membunuh tetua kelima sekte awan gelap. Tidak ada yang tahu seperti apa wajah pendekar itu dan sekte pedang api dan aliansinya juga tidak ingin memberitahukan ciri-ciri dari pendekar itu dengan alasan tidak ingin membuat masalah dengan nya.


Sekte aliran putih merasa senang karena 1 sekte menengah aliran hitam sudah lenyap, tapi tidak untuk sekte aliran hitam disebuah sekte besar aliran hitam yang bernama sekte Gagak Neraka ketua sekte sedang mengadakan rapat dengan semua tetua sekte karena mereka kedatangan seorang tamu yaitu tetua ketiga sekte awan gelap yang masih hidup dan menceritakan apa yang terjadi di medan perang kepada semua yang hadir pada rapat tersebut, semua yang hadir dirapat itu mendengarkan dengan seksama sampai selesai, setelah selesai mereka semua mempunyai pemikian yang sama, siapa pendekar yang datang membantu sekte pedang api itu, dari mana asalnya.


“ apa kau tahu tingkat pendekar itu” tanya seorang tetua


“ saya tidak bisa melihat tingkat pendekarnya, tapi sudah pasti dia pendekar bumi”


“ apa kau tahu namanya” tanya tetua itu lagi


“ saya sempat mendengar tetua pertama sekte pedang api memanggilnya tuan Yu “


“ tuan Yu, apa itu nama keluarganya, hmm apa kah ada nama keluarga Yu di sekte besar aliran putih “ sahut ketua sekte


“ tidak ada nama keluarga Yu di sekte besar aliran putih Ketua” sahut tetua urusan informasi


“ saya juga yakin pendekar ini tidak berasal dari sekte manapun di kerajaan ini, karena saya baru melihatnya” sahut tetua sekte awan gelap


“ kalau begitu berarti dia adalah orang yang memiliki dendam dengan kalian” sahut ketua sekte


“ bisa jadi begitu karena kalian sudah banyak menghancurkan desa – desa, bisa saja dia berasal dari desa yang telah kalian hancurkan” sahut seorang ketua.


“ anggap saja seperti itu, sekarang bagaimana ciri-ciri orang itu “ sahut ketua sekte


Tetua itu mulai menyebutkan ciri-cirinya, usianya kisaran 25 – 30 tahun, tinggi tegap, memakai pakaian berwarna biru, mambawa pedang di punggungnya, dan lain-lain.

__ADS_1


Setelah 4 hari Yu Muha akhirnya sampai di kota Kuang yang merupakan kota pertambangan di kota inilah tempat menambang bijih besi, aluminium dan tembaga yang yang dipakai oleh pengrajin kota Tosan.


__ADS_2