
Dalam perjalan Yu Muha bertemu dengan petani yang sedang mendorong kereta barang karena rodanya tersangkut disebuah lubang, Yu Muha menghampiri orang-orang tersebut.
“biar aku bantu” ucap Yu Muha dan langsung membantu mendorong.
Karena bantuan Yu Muha yang memiliki kekuatan yang tidak biasa akhirnya kereta barang itu berhasil terbebas.
“Terima kasih tuan telah membantu kami” ucap petani itu
“iya sama sama” ucap Yu Muha.
Yu Muha kembali melanjutkan perjalanannya Yu Muha tetap terkesima dengan pemandangan yang ada di luar kota Weida walupun sudah beberapa kali melihatnya.
Setelah jauh berjalan sampailah Yu Muha di hutan yang dilalui saat ingin pergi kekota Yusu. Dengan pendengaran Yu Muha yang hebat Yu Muha mendengar ada sebuah pertarungan di dalam hutan.
“siapa yang bertarung di dalam hutan pada saat ini” Ucap Yu Muha.
Yu Muha langsung mendatangi pertempuran yang tempatnya cukup jauh di dalam hutan , sampai ditempat pertempuran Yu Muha melihat 3 orang anak-anak yang berusia sekitar lima belas tahun yang sedang di kerumuni oleh kawanan serigala yang sangat banyak, satu orang diantaranya sudah terluka parah di kakinya dan dua orang lagi berusaha melindunginya dan juga banyak serigala yang sudah mati disekitar mereka, melihat itu Yu Muha langsung turun tangan.
Tiga orang yang merupakan anggota sekte menengah yang bernama sekte Elang Putih yang sedang melaksanakan misi tanpa disengaja bertemu dengan seekor serigala yang menyerangnya dan terpaksa membunuh serigala itu yang membuat kawanan serigala murka dan menyerang ketiganya karena banyaknya serigala ketiganya harus lari kedalam hutan berharap bisa melarikan diri tapi malah menjadikan mereka terdesak karena salah satu temannya terkena gigitan serigala dikakinya yang mengharuskan dua lainnya harus melindungi temannya, disaat mereka sudah kehabisan tenaga ada seekor serigala yang menyerang disaat mereka berdua pasrah ada sebuah pedang yang menusuk serigala tersebut dan ada seorang yang melompat turun dari pohon.
“apakah kalian baik-baik saja sebaiknya kalian mundur agak jauh dari sini” ucap Yu Muha.
Karena ada seseorang yang menolong mereka langsung mengangkat temannya yang terluka untuk mundur sejauh mungkin dan berlindung di balik pohon.
Yu Muha menarik pedang kabut biru dari tubuh serigala, karena tidak terima kawanannya terbunuh semua serigala langsung menyerang Yu Muha”
“Aku akan mencoba pedang ini kepada serigala-serigala ini” ucap Yu Muha
“teknik pertama tarian Phoenix “ Phoenix mencabik mangsa”
Yu Muha bergerak dengan cepat dan menebas satu persatu serigala yang menyerangnya yang memberikan luka fatal sehingga membunuh semua serigala yang terkena tebasannya. Melihat kawannya mati begitu mudahnya pemimpin kawanan serigala melolong keudara dan semua serigala yang masih hidup lari mundur begitu juga dengan pemimpin kawanan serigala. Melihat orang yang menolong mereka dapat membunuh beberapa serigala dengan mudah dan hanya dengan satu jurus saja.
“terima kasih senior telah membantu kami” ucap salah seorang.
“sama-sama aku hanya kebetulan lewat, apa temanmu tidak apa-apa” ucap Yu Muha.
“dia tidak apa-apa, oh iya namaku Bing Suang dari sekte Elang Putih” ucap Bing Suang
“perkenalkan namaku Yu Muha” ucap Yu Muha.
Mendengar nama Yu Muha Bing Suang langsung teringat dengan seseorang.
__ADS_1
“apakah anda pendekar pedang terbang, Yu Muha” ucap Bing Suang.
“ya aku ingat kalau aku diberi julukan itu sekarang, salam kenal” Ucap Yu Muha.
“salam kenal juga saya tidak menyangka akan bertemu anda sekarang anda adalah seorang pendekar yang sangat hebat” ucap Bing Suang dengan antusias.
“sudahlah mari kita lihat temanmu yang terluka” ucap Yu Muha.
“ah iya” ucap Bing Suang
Bing Suang berjalan kearah kedua temanya diikuti oleh Yu Muha.
“oiii apa kalian tahu siapa yang membantu kita” teriak Bing Suang.
“kakak Bing adik Jin lukanya terus mengeluarkan darah” ucap teman Bing Suang
“perkenalkan senior yang terluka bernama Jin Dun dan satu lagi bernama Gang Lou” ucap Bing Suang.
“oi perkenalkan ini adalah pendekar pedang terbang Yu Muha” ucap Bing Suang.
Mendengar nama Yu Muha keduanya langsung berteriak bersama.
“salam senior nama saya Gang Lou dari sekte Elang Putih” ucap Gang Lou.
“nama saya Jin Dun dari sekte Elang Putih” ucap Jin Dun.
“salam Kenal namaku Yu Muha, apakah lukanya dalam sebaiknya kita mengobatinya terlebih dahulu” ucap Yu Muha.
Gang Lou membalut luka Jin Dun dengan kain dan berhasil menghentikan darah yang keluar dari lukanya, Bing Suang mengeluarkan pil dan menyuruh Jin Dun untuk menelannya dan dengan konsentrasi Jin Dun mencoba menyerap khasiat pil yang diberikan oleh Bing Suang dan berhasil menghentikan pendarahannya.
“sepertinya sudah baik-baik saja”ucap Yu Muha.
“senior apa pedang ini adalah pedang yang bisa terbang itu”ucap Bing Suang sambil menunjuk pedang kabut biru.
“tidak pedang ini bernama pedang kabut biru” ucap Yu Muha.
“jadi dimana pedang terbang itu senior” ucap Gang Lou.
Yu Muha mengambil bungkusan kain di punggungnya dan membuka bungkusan untuk mengeluarkan pedang terbang.
“ini adalah pedang terbang itu” ucap Yu Muha.
__ADS_1
“apa aku boleh memegangnya senior” tanya Bing Suang.
Yu Muha tidak menjawab tapi meletakan pedang terbang di tanah.
“silahkan” ucap Yu Muha.
Bing Suang yang sudah mendapat persetujuan Yu Muha langsung mencoba mengangkat pedang terbang tapi tidak bergerak sama sekali.
“mengapa pedang ini tidak bisa diangkat senior” ucap Bing Suang.
“ha ha ha” tawa Yu Muha karena melihat ekspresi Bing Suang saat mencoba mengangkat pedang terbang.
“pedang ini agak istimewa karena pedang ini seperti memiliki perasaan sendiri dia tidak akan mau diangkat oleh sembarang orang kecuali orang yang diakui olehnya” ucap Yu Muha sambil mengangkat pedang terbang dan menggunakan kontrol pedang untuk membuat pedang itu melayang di udara.
Ketiga anak yang melihat pedang yang melayang diudara langsung terpesona karena pertama kali melihat pedang yang bisa terbang di udara. Dan setelah lama pedang terbang melayang-layan diudara Yu Muha mengembalikan pedang terbang ke sarungnya.
“Sepertinya kita sudah lama beristirahat sebaiknya kalian kembali ke sekte kalian aku akan menemani kalian kembali” Ucap Yu Muha.
“Baiklah mari adik Jin aku akan mengendongmu” ucap Bing Suang.
“biar aku saja kakak Bing” ucap Gang Lou.
“sudah nanti kalau aku sudah capek kita akan gantian” Ucap Bing Suang.
Jin Dun digendong oleh Bing Suang dan berjalan untuk kembali ke sektenya diikuti oleh Gang Lou , Yu Muha yang melihat itu diam saja dan mengikuti dari belakang.
Di tengah perjalanan Gang Lou bergantian untuk menggendong Jin Dun dan setelah beberapa lama Bing Suang kembali menggendong Jin Dun. Melihat itu Yu Muha langsung bertanya.
“apa sekte kalian masih jauh” tanya Yu Muha.
“tidak jauh lagi senior” ucap Bing Suang.
“kalian seperti sudah kelelahan menggendongnya, mari aku bantu menggendongnya sampai ke sekte kalian” ucap Yu Muha.
“tidak apa-apa senior kami masih kuat” ucap Bing Suang.
“sudahlah aku akan menggendongnya” ucap Yu Muha sambil berjogkok didepan ketiganya.
jin Dun yang merasa kedua kakak seperguruannya sudah lelah langsung menurut untuk digendong oleh Yu Muha.
Bing suang berjalan terlebih dahulu untuk menunjukan jalan ke sekte mereka.
__ADS_1