Kisah Sang Pendekar

Kisah Sang Pendekar
Sekte Gunung 100 pedang


__ADS_3

Yu Muha berangkat menuju sekte gunung seratus pedang dengan cara terbang lurus menurut arah peta yang sudah di tandai olehnya.


Satu hari penuh Yu Muha terbang sampai akhirnya Yu Muha dapat melihat sebuah Gunung yang memiliki banyak permukiman di sisi lerengnya dan di kaki gunung banyak orang yang mengantri untuk bisa masuk ke dalam pengunungan tersebut. Yu Muha turun dan mengantri.


Yu Muha mengantri untuk bisa masuk kedalam sekte gunung seratus pedang di paling belakang karena sudah tidak ada yang datang lagi karena sudah mau malam, Yu Muha dapat mengetahui banyak dari orang yang mengantri adalah anggota sekte aliran putih dari seluruh kerajaan Hi dan bangsawan yang juga mengikuti turnamen bela diri.


Yu Muha mengantri selama tiga puluh menit sampai akhirnya dia bisa masuk, saat Yu Muha menunjukan tanda pengenalnya penjaga yang memeriksa langsung bertanya.


“apa anda Yu Muha pendekar pedang terbang” ucapnya


“ya itu benar aku” ucap Yu Muha.


“selamat datang tuan Yu, kami sudah menunggu anda” ucap murid penjaga.


“silahkan ikut dengan saya tuan Yu, kami sudah menyiapkan tempat tinggal untuk anda” ucap murid sekte.


“baiklah” ucap Yu Muha.


Yu Muha di antar menuju ke tempat tinggal tetua dan guru-guru sekte gunung seratus pedang. Setelah lama berjalan akhirnya mereka sampai di tempat yang sudah disiapkan untuk Yu Muha.


Semua orang yang datang ke sekte gunung seratus pedang sudah di siapkan tempat tinggal oleh sekte tapi Yu Muha berbeda ketua sekte sudah memberikan perintah untuk menyiapkan tempat tinggal ditempat yang berbeda dari semua tamu. Tidak hanya Yu Muha utusan dari kerajaan dan juga 3 bangsawan besar juga.


“ini adalah tempat tinggal yang sudah kami siapkan untuk anda tuan” ucap murid sekte.


“terima kasih, apa keluarga bangsawan Lin dari kota tosan juga mengirimkan peserta untuk turnamen ini” ucap Yu Muha.


“saya kurang tahu tuan tapi saya akan mencari tahu dan akan memberikan kabar pada esok hari” ucap murid sekte.


“kalau begitu baiklah, maaf sudah menyusahkan mu” ucap Yu Muha.


“tidak masalah tuan, selamat beristirahat tuan saya undur diri” ucap murid sekte.


Yu Muha masuk kedalam rumah tersebut dan langsung meletakan 3 pedang yang dibawanya. Yu Muha mengeluarkan pedang merak saat ingin mengantri, membungkusnya dengan kain dan meletakan di pinggangnya untuk menghindari kecurigaan.


Yu Muha memilih untuk beristirahat karena terlalu banyak menggunakan tenaga dalam untuk terbang seharian.


“ku harap chen’er sudah ada di sini” ucap Yu Muha dan tidur.


Ke esok harinya Yu Muha bangun sangat pagi dan keluar dari rumah dia dapat melihat masih belum ada seorangpun dan tak lama ada seorang yang sedang berjalan menyapanya.


“apa anda tuan Yu Muha, salam kenal saya Pang Hung guru pengajar sekte gunung seratus pedang” Ucap Pang Hung.

__ADS_1


“saya Yu Muha salam kenal guru Pang” ucap Yu Muha.


“saya tidak menyangka akan bertemu dengan anda di sekarang, saya sudah mendengar kisah anda dan saya sangat mengagumi anda tuan Yu” ucap Pang Hung.


“tidak usah sungkan guru Pang, anda ingin kemana pagi-pagi begini” ucap Yu Muha.


“saya ingin ketempat latihan sekte karena tempat itu sekarang kosong karena tidak ada yang berlatih jadi saya bertugas membersihkannya setiap hari” ucap Pang Hung.


“saya baru di sini jadi saya ingin pergi berjalan-jalan tapi tidak tahu jalanan sekte ini, apa saya boleh ikut dengan anda” ucap Yu Muha.


“boleh saja” ucap Pang Hung.


“baiklah mari kita jalan guru Pang” Ucap Yu Muha.


Keduanya bejalan bersama menuju tempat latihan sekte gunung seratus pedang, disepanjang jalan Pang Hung banyak menerangkan tentang tempat-tempat yang ada di sekte nya kepada Yu Muha, seperti area tempat tinggal murid inti dan juga guru pengajar dan sekarang mereka menuju tempat latihan untuk murid inti.


Setelah lama bejalan akhirnya mereka tiba ditempat yang dituju, sebuah tempat yang luas dan di kelilingi oleh pepohonan yang tinggi.


“saya ingin membersihkan dedaunan yang ada di sini dan anda bisa melakukan apapun yang anda inginkan” ucap Pang Hung.


“apa saya bisa membantu anda guru Pang” ucap Yu Muha.


“apa tidak apa-apa tuan yu, saya menjadi tidak enak dengan anda” Ucap Pang Hung.


“kalau begitu saya ucapkan terima kasih” ucap Pang Hung.


“tidak masalah guru Pang” ucap Yu Muha.


Yu Muha langsung mengambil sapu dan langsung pergi ke sisi lainnya lapangan untuk menyapu, dan Pang Hung juga mulai menyapu lapangan karena harus menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat dan dia juga cukup senang karena ada yang membantunya saat ini.


Satu jam berlalu dan keduanya sudah selesai menyapu dedaunan yang ada di lapangan.


“terima kasih tuan Yu saya sangat terbantu” ucap Pang Hung.


“sama-sama guru Pang, apa tidak ada yang latihan disini, apa saya bisa memakainya untuk latihan” ucap Yu Muha.


“tidak apa-apa tuan Yu karena untuk dua hari ke depan kami semua sibuk dengan persiapan turnamen bela diri jadi tidak ada yang berlatih kecuali murid yang akan mengikuti turnamen tapi itu dilakukan di tempat lain” ucap Pang Hung.


“kalau begitu saya mohon izin untuk memakai tempat latihan ini” ucap Yu Muha.


“tidak masalah tuan Yu, mari kita kembali karena sudah pagi dan waktunya untuk serapan” ucap Pang Hung.

__ADS_1


“iya guru Pang” ucap Yu Muha.


Mereka berdua kembali ke tempat tinggalnya masing-masing disepanjang perjalan mereka berdua menjadi perhatian karena Pang Hung yang berjalan dengan seseorang yang asing bagi mereka, para murid seperti tidak peduli dengan Pang Hung dan hanya tertuju dan bertanya-tanya siapa orang yang bersama dengannya.


Sesampainya di kediaman tempat tinggal Yu Muha sudah ada murid sekte yang kemarin mengantarnya kesini.


“selamat pagi tuan Yu dan guru Pang Juga” ucap murid tersebut.


“selamat pagi juga” ucap Yu Muha” ucap Yu Muha.


“selamat pagi” ucap Pang Hung.


“kalau begitu saya pamit tuan Yu” ucap Pang Hung.


“iya terima kasih telah mengajakku jalan-jalan” ucap Yu Muha.


“seharusnya saya yang berterima kasih karena sudah membantu saya” ucap Pang Hung.


Pang Hung lalu pergi untuk kembali ke rumahnya.


“tuan Yu untuk pertanyaan yang kemarin, murid dari sekte Pedang Api sudah sampai bersama dengan kedua anak dari keluarga Bangsawan Lin dari kota Tosan” ucap murid itu.


“benar kah apa bisa mengantar ke mana mereka tinggal” ucap Yu Muha.


“bisa tuan mari kita ke sana” ucap Murid itu.


“tunggu ada sesuatu yang ingin aku bawa” ucap Yu Muha.


Lalu Yu Muha masuk untuk mengambil pedang merak merah dan pedang gagak hitam di dalam rumah dan meninggalkan pedang terbang.


“maaf untuk kali ini aku akan tinggalkan kau di sini” ucap Yu Muha kepada pedang terbang dan pedang terbang terbalik sendiri seperti orang membalikan mukanya.


Melihat itu Yu Muha hanya tertawa dan keluar dari rumah.


“mari kita ketempat tinggal mereka” ucap Yu Muha


Murid tersebut langsung mengarahkan Yu Muha untuk ketempat tinggal Lin Chen dan murid sekte pedang api, di perjalanan Yu Muha kembali menjadi pusat perhatian karena membawa dua pedang yang semua orang dapat melihat kalau kedua pedang itu bukanlah pedang biasa.


“siapa paman itu tadi dia bersama dengan guru Pang dan sekarang dia bersama dengan senior dan lihatlah pedang yang dibawanya aku bisa melihat kedua pedang itu adalah pusaka” ucap salah satu murid.


“benar apa dia salah satu tamu yang datang ke sekte ini” ucap temannya.

__ADS_1


“kalau dia tamu dan berada di sini, apakah dia” ucap temannya menahan perkataannya.


“dia adalah pendekar Yu Muha atau Pendekar pedang terbang”


__ADS_2