Kisah Sang Pendekar

Kisah Sang Pendekar
Kota Kuang


__ADS_3

Kota kuang berada di timur kerajaan Hi, yang merupakan kota terdekat dengan ibukota kerajaan Hi yang ada di wilayah timur, kota yang disekelilingnya terdapat pertambangan disetiap sisinya, sebenarnya dulu tidak ada kota di sini tapi setelah ditemukan tambang yang besar pertamanya hanya desa kecil untuk tempat tinggal penambang dan seiring berjalannnya waktu banyak orang yang yang menjadi kan desa kecil tersebut sebagai tempat singgah sebelum ke ibu kota menjadikan desa kecil menjadi kota yang tidak besar hanya setengah luas kota Tosan dan dikota ini juga banyak pedagang dari kerajaan Kuki yang ingin pergi ke ibu kota kerajaan Hi.


Yu Muha yang sudah masuk kedalam kota mengetahui bahwa rombongan distribusi akan langsung pergi ke tempat selanjutnya setelah membongkar barang, langsung berpisah dengan rombongan. Yu Muha ingin tinggal di kota ini sampai besok, Yu Muha ingin pergi ke Ibu Kota kerajaan ingin melihat seperti apa ibu kota kerajaan tempat selama ini tinggal. Untuk menghabiskan waktu Yu Muha Berjalan-jalan melihat pertambangan yang ada di sekeliling kota, dalam perjalanan Yu Muha sudah dapat melihat banyak orang yang keluar masuk dari area tambang membawa bebatuan kedalam kota. Seharian dihabiskan Yu Muha hanya untuk berkeliling di area tambang satu persatu hanya untuk menebus rasa penasarannya saja.


Tanpa disadari hari sudah sore, Yu Muha mulai masuk kekota ingin mencari penginapan, tak sulit mencari penginapan karena kota ini karena kota ini tempat singgah pedagang yang ingin ke ibu kota. Setelah berjalan Yu Muha menemukan sebuah penginapan dan menginap satu malam dan penginapan juga mempunyai restoran jadi Yu Muha makan dahulu karena lapar seharian berkeliling. Saat Yu Muha duduk di kursi kosong restoran datang pelayan yang menanyakan pesanan dan Yu Muha memesan sesuatu, sambil menunggu pesanan Yu Muha mendengar percakapan antara pengunjung Restoran.


“ hei apakah kau tahu bahwa kemarin ada pedagang yang baru pergi ke ibu kota lalu kembali lagi kekota ini dengan rombongan tanpa barang bawaan”


“ ya aku mengetahuinya kata pedagang itu perampok itu hanya mengincar barang bawaan saja tidak yang lainnya”


“ kasihan sekali dia semua barang bawaannya diambil semua dan pengawalnya juga mati dibunuh oleh perampok dan mereka di biarkan pergi”


“ cukup aneh biasanya perampok akan menangkap semua orang biar tidak ada yang mengetahuinya”


“ sepertinya mereka hanya ingin memperkenalkan diri mereka saja”


“ sepertinya begitu”

__ADS_1


“ akibatnya banyak pedangan yang mengurungkan diri untuk pergi ke ibukota”


“ pemimpin kota sudah berusaha membuat tim investigasi menyusuri jalan menuju ke ibukota demi mencari markas perampok tapi tim itu pulang dengan kereta kuda yang di tinggal kan di hutan, semua barang bawaan sudah di bawa lari perampok ”


Sedang asyik mendengarkan, pesanan Yu Muha sudah sampai dan dia memakannya dengan cepat setelah selesai membayar Yu Muha pergi kekamarnya untuk beristirahat.


Keesokan harinya Yu Muha pergi untuk mencari apakah ada pedagang yang berani untuk pergi ke ibu kota setelah lama mencari tidak ada pedagang yang ingin pergi ke ibu kota, karena tidak ada Yu Muha pergi keluar kota untuk mencoba mencari markas perampok melalui udara, setelah lama Yu Muha terbang mengitari hutan sekitar jalan yang menuju ibu kota, tidak ada yang dapat dilihat oleh Yu Muha hanya ada hutan, Yu Muha bisa saja langsung ke ibu kota sendirian tapi kasus perampokan ini membuat Yu Muha ingin membantu sebisanya supaya tidak ada orang yang dirugikan lagi.


Setelah Yu Muha mencari lebih jauh juga tidak menemukan apapun akhirnya Yu Muha turun kebawah dan pulang dengan berlari di dalam hutan menuju kota Kuang. Disepanjang jalan Yu Muha tidak melihat yang mencurigakan karena Yu Muha berpikir apa markas perampok ada di dalam tanah. Pikiran Yu Muha tidaklah salam memang markas perampok berada dibawah tanah tapi di tempat lain yang pintunya tertutupi oleh semak-semak.


Tapi pada sore hari kota Kuang kedatangan tamu seorang tetua dari sekte menengah aliran putih yang ingin pergi ke ibu kota untuk menjalankan misi nama pendekar itu adalah Lian Ki yang bergelar pendekar tongkat ilusi karena jurus yang dipakainya sebuah jurus tongkat yang mengecoh lawan, semua pedagang langsung memintanya untuk mengawal mereka ke ibu kota dengan bayaran yang beragam, karena banyak yang menginginkannya untuk menjadi pengawal akhirnya Lian Ki membuat keputusan bahwa besok akan pergi bersama ke ibu kota setelah para pedagang setuju dan membubarkan diri Lian Ki Melihat Yu Muha berdiri tidak jauh dari tempatnya Lian Ki yang seperti pernah melihat foto dari orang itu langsung menghampiri Yu Muha dan bertanya :


“ salam tuan apakah anda pendekar Yu Muha, pendekar yang membantu sekte pedang api dalam perang kemarin “


Yu Muha terkejut mendengar perkataan dari orang yang menyapanya.


“ dari mana anda tahu bahwa itu aku “

__ADS_1


“ sekte kami sudah mendapat gambar wajah anda dan ciri – ciri anda”


“ oh seperti itu kah, apakah anda serius akan mengawal mereka semua besok hari “


“ sebenarnya saya agak ragu tapi saya tidak enak apabila menolak mereka semua “


“ sebenarnya aku juga ingin mengawal mereka, tapi aku tak tahu harus bagaimana menyakinkan mereka “


“ kalau begitu apa anda mau mengawal mereka bersama besok “


“ baiklah aku akan ikut tapi jangan memberitahu mereka siapa aku “


“ baiklah tuan Yu besok kita akan pergi bersama, saya pamit dahulu “


Dan Lian Ki pergi mencari penginapan


Keesokan harinya para pedagang sudah berkumpul semua di depan gerbang kota untuk bersama – sama pergi ke ibukota. Sudah terlihat Lian Ki yang menunggu semua pedagang siap dengan semua barang bawaaannya, setelah lama menunggu rombongan pedagang berangkat dan Yu Muha hanya mengikuti rombongan di belakang. Setelah berjalan cukup jauh masih tidak ada terlihat perampok yang menghadang perjalanan sampai tengah hari akhirnya perampok yang dikhawatirkan muncul juga menghadang rombongan.

__ADS_1


__ADS_2