Kisah Sang Pendekar

Kisah Sang Pendekar
Kembali Berlatih


__ADS_3

Yu Muha menggendong Jin Dun sampai ke sekte Elang Putih akhirnya sampai didepan gerbang sekte, anggota sekte yang berjaga didepan gerbang sudah mengenali Bing Suang dan lainnya membiarkan mereka masuk dan salah seorang menyapa.


“junior Bing mengapa anda cepat sekali kembali” ucap orang itu.


“kami kembali karena di tengah perjalanan kami mendapat musibah senior, dan kaki adik Jin terluka jadi kami kembali” ucap Bing Suang


“apa junior jin tidak apa-apa” ucapnya lagi.


“sudah tidak apa-apa Cuma perlu perawatan lebih lanjut” ucap Bing Suang.


“dan siap orang itu” ucapnya lagi


“dia adalah orang yang menolong kami, dia adalah pendekar pedang terbang Yu Muha” ucap Bing Suang


“benarkan, salam senior namaku Fu ping” ucap Fu Ping


“salam juga namaku Yu Muha” ucap Yu Muha.


“sebaiknya kalian cepat membawa Jin Dun ke balai pengobatan” ucap Fu Ping ke Bing Suang.


“kalau begitu saya pamit senior” ucap Bing Suang.


Setelah sampai didepan balai pengobatan Bing Suang masuk dan seorang tetua sekte menyapa mereka.


“mengapa anda kemari murid Bing” ucap tetua itu.


“adik Jin terkena gigitan serigala saat kami pergi melaksanakan misi tadi tetua Gu” ucap Bing Suang.


“oh cepat baringkan dia di tempat tidur” ucap tetua Gu


Yu Muha membaringkan Jin Dun di tempat tidur dan tetua Gu membuka perban yang dikaki Jin Dun untuk melihat lukanya dan mengobati luka dan membalut kembali lukanya.


“lukanya sudah tidak apa-apa akan sembuh total sekitar satu minggu lagi, memangnya apa misi yang kalian ambil sampai bisa seperti itu” ucap Tetua Gu.


“kami yang mengambil misi biasa saja tapi kami bertemu dengan seekor serigala dijalan, karena serigala itu menyerang kami jadi kami membunuhnya tapi tanpa sengaja kami sadari kawanannya marah dan kami tidak bisa melawan semua serigala itu dan saat kami terdesak kami ditolong oleh tuan pendekar Yu Muha” ucap Bing Suang.


“Yu Muha, apa Yu Muha pendekar pedang terbang” ucap tetua Gu sambil melihat seseorang yang bersama dengan ketiganya.


“salam kenal tetua Gu, nama saya Yu Muha” ucap Yu Muha.


“salam kenal juga namaku Gu Huya tetua sekte Elang Putih” ucap Gu Huya.


Dan tiba-tiba ada beberapa orang yang mendatangi balai pengobatan.


“Suang’er apa kau tidak apa-apa” ucap seseorang yang datang.

__ADS_1


“aku tidak apa-apa ayah, hanya adik Jin yang kakinya terluka” ucap Bing Suang.


Keluarga dari Gang Lou dan juga Jin Dun juga ikut datang bersama dengan ayah Bing Suang.


“sudahlah Guru Bing mereka tidak apa-apa, sebaiknya kalian membawa kembali anak-anak kalian” ucap Gu Huya.


“baiklah tetua Gu” ucap ayah Bing Suang.


Dan ketiganya dibawa oleh keluarganya masing-masing untuk pulang dan tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Yu Muha.


“tetua Gu karena saya sudah selesai disini saya ingin pamit untuk melanjutkan perjalanan saya” ucap Yu Muha.


“sekali lagi terima kasih sudah menolong murid sekte kami mari saya akan menemani anda sampai gerbang sekte” ucap Gu Huya.


Keduanya berjalan santai menuju gerbang sekte, disepanjang jalan banyak murid yang berlatih dan ada juga yang bertanding disebuah arena.


“sebentar lagi kami akan mengadakan kompetisi untuk mencari murid yang akan mewakili sekte untuk turnamen bela diri 5 bulan yang akan datang” ucap Gu Huya.


“oh begitu ya, saya sudah mendengar turnamen bela diri itu dan saya juga akan datang melihat juga nanti” ucap Yu Muha.


“sebenarnya murid dari sekte menengah sepeti kami tidak memiliki kesempatan untuk memenangkan turnamen tapi semua murid ingin mengikuti untuk menunjukan kemampuan mereka” ucap Gu Huya.


“ya aku juga sudah melihat murid-murid dari sekte besar saat misi kemarin semuanya adalah pendekar yang berbakat” ucap Yu Muha.


“begitulah dunia persilatan mereka yang berbakat akan selalu berkumpul dengan yang berbakat juga” ucap Gu Huya.


“saya pamit tetua Gu” ucap Yu Muha.


“hati-hati pendekar Yu semoga kita bertemu lagi” ucap Gu Huya.


Yu Muha langsung berlari dengan cepat menggunakan teknik meringankan tubuhnya dan dengan sekejap sudah tidak terlihat lagi.


“sungguh pendekar yang sangat hebat di usia yang masih muda” ucap Gu Huya.


Setelah Gu Huya berbalik badan ada orang yang memanggilnya.


“tetua Gu, apa pendekar pedang terbang sudah pergi” ucap seseorang.


Setelahnya orang yang memanggilnya sudah berada di depan Gu Huya.


“ketua sekte pendekat Yu baru saja pergi karena harus sampai disuatu tempat katanya” ucap Gu Huya.


“sayang sekali aku tidak bisa bertemu dengannya” ucap ketua sekte.


Yu Muha bergerak setelah dirasa jauh Yu Muha menggunakan pedang terbang untuk terbang dengan cepat kearah desa Guli.

__ADS_1


Sebelum malam Yu Muha sudah sampai di jalan menuju desa Guli Yu Muha melanjutkan sampai di desa Guli. Yu Muha turun di depan gerbang desa dan berjalan sampai kerumah Uzaki Sang.


“permisi, apa anda ada didalam tuan Uzaki” ucap Yu Muha.


“sebentar” suara dari dalam rumah.


“ternyata itu adalah kamu nak Yu” ucap Uzaki Hana.


“dimana tuan Uzaki Nyonya” Ucap Yu Muha.


“kau masih memanggilku seperti itu nak Yu, panggil saja aku bibi” ucap Uzaki Hana.


“baiklah Bibi” ucap Yu Muha.


“suamiku masih belum pulang dari berburu, dia jadi sering berburu setelah bertemu dengan kamu entah apa yang membuatnya seperti itu” ucap Uzaki Hana.


“saya kesini ingin meminta saran dari tuan Uzaki” ucap Yu Muha.


“kalau begitu tunggulah dia pulang” ucap Uzaki Hana.


Dan tak lama kemudian Uzaki Sang pulang dan sudah mengetahui bahwa ada Yu Muha di dalam rumahnya.


“apa yang membuat seorang pendekar hebat datang kemari” ucap Uzaki Sang


“saya ingin anda melatihku supaya bisa lebih hebat” ucap Yu Muha.


“apa yang membuatmu ingin aku melatihmu” ucap Uzaki Sang.


Yu Muha menceritakan apa yang sudah dia lalui Uzaki Sang dan Uzaki Hana mendengar cerita Yu Muha sampai selesai.


“sepertinya kau hanya kurang di latihan fisik saja itulah yang membuat kau cepat kehabisan tenaga, aku memakluminya karena kau bertarung mengandalkan tenaga dalammu dan juga pedang itu” ucap Uzaki Sang.


“aku hanya akan membimbing kau berlatih fisik mulai besok” ucap Uzaki Sang.


“terima kasih tuan Uzaki telah mau membimbingku” ucap Yu Muha.


“Sebaiknya kau beristirahat karena besok akan kita mulai latihannya” ucap Uzaki Sang.


Yu Muha mencari rumah yang cukup bagus untuk beristirahat dan ke esokan Uzaki Sang membawa Yu Muha kesebuah bukit yang di bawahnya banyak batu-batu besar.


Disinilah latihan fisikmu akan dilakukan, cobalah untuk mengangkat batu besar itu keatas bukit, seharusnya kau mengetahui latihan seperti ini pasti gurumu pernah mrnuruh yang serupa” ucap Uzaki Sang.


“ya aku juga melakukan hal yang sama saat belajar jurus tinjuku” ucap Yu Muha.


“baguslah kau bisa memulainya sekarang” ucap Uzaki Sang.

__ADS_1


Yu Muha memulai latihan fisiknya kembali guna bisa bertarung dengan waktu yang lebih lama dari sekarang.


__ADS_2