
Semua murid yang sadar orang tersebut adalah Yu Muha atau pendekar pedang terbang langsung menyapa.
“salam senior Yu Muha” ucap beberapa murid yang menyapa.
“salam Juga” jawab Yu Muha.
Itu berlangsung sampai Yu Muha keluar dari area murid inti sekte dan mulai tenang perjalan menuju tempat tinggal Lin Chen yang jaraknya cukup jauh di sana lah semua sekte menengah dan kecil tinggal.
Melihat tempat itu Yu Muha sedikit terpukau karena tata letak rumah yang tersusun dengan rapi dan juga banyak pendekar yang sedang berlatih di halamannya. Keduanya memasuki pemukiman tersebut dan tak lama berjalan akhirnya mereka sampai ke tempat yang di tuju.
“ini adalah tempat tinggal sekte Pedang Api dan juga bangsawan Lin dari kota Tosan” ucap murid tersebut.
Yu Muha melihat ke area halaman sudah ada Lin Chen yang sedang berlatih dengan teknik bela dirinya.
“terima kasih telah menunjukan arah kamu bisa kembali karena aku sudah tahu jalan untuk kembali” ucap Yu Muha.
“kalau begitu saya pamit” ucap murid itu.
Yu Muha kembali melihat Lin Chen dan terus memantaunya sampai Lin Chen selesai dengan gerakan terakhirnya.
“sepertinya dia mendapatkan pembimbing yang baik setelah aku tinggalkan dia berkembang sangat baik dan sudah hampir menguasai teknik tarian burung merak” ucap Yu Muha.
Yu Muha langsung menghampiri Lin Chen sambil bertepuk tangan.
“sangat baik Chen’er kau sudah hampir menguasai dengan sempurna teknik itu” ucap Yu Muha.
Lin Chen yang mendengar itu langsung menoleh kearah datangnya suara. Melihat orang yang berbicara adalah gurunya sendiri Lin Chen langsung menghampiri dan memberi salam sambil membungkukkan badannya.
“salam guru Yu” ucap Lin Chen.
“apa kabar Chen’er” ucap Yu Muha.
“aku sangat baik sekali guru” ucap Lin Chen. Dan langsung memeluk Yu Muha karena dia sangat merindukan gurunya itu.
“aku juga merindukanmu Chen’er, guru terbang dari kota Jundui sampai kesini seharian karena takut terlambat menghadiri turnamen dan juga berharap bisa bertemu denganmu disini” ucap Yu Muha.
“benarkah guru, apa pedang guru memang bisa terbang aku ingin melihatnya” ucap Lin Chen.
“sayang sekali Chen’er guru meninggalkannya di kediaman guru” Ucap Yu Muha.
Lin Chen terlihat kecewa karena tidak bisa melihatnya sekarang.
“sudahlah Chen’er, guru akan menunjukannya nanti, guru membawakan mu hadiah, ini adalah pedang yang guru dapatkan dan sekarang pedang ini guru berikan kepada mu” ucap Yu Muha.
Lin Chen menerima pedang yang diberikan oleh Yu Muha.
“pedang itu bernama pedang merak merak, dan itu cocok dengan teknik bela dirimu Chen’er” ucap Yu Muha.
“ini pedang yang sangat bagus guru, terima kasih guru” ucap Lin Chen.
“cobalah Chen’er” ucap Yu Muha.
__ADS_1
Lin Chen memulai latihannya menggunakan pedang merak merah, yang dapat terlihat gerakan Lin Chen lebih gesit karena pedang yang lebih ringan dari yang biasa di gunakan nya.
Setelah Lin Chen memperagakan beberapa jurus, Lin Chen berhenti dan menghampiri Yu Muha.
“bagaimana guru” ucap Lin Chen.
“gerakannya sudah benar hanya tinggal sampai sejauh mana kau bisa mengembangkannya saja” ucap Yu Muha.
Dari dalam rumah Lin Wenli dan anggota sekte pedang api hanya melihat saja setelah beberapa lama akhirnya mereka menghampiri Lin Chen dan Yu Muha.
“salam senior Yu” ucap Lin Wenli.
“salam juga nona Lin” ucap Yu Muha.
“salam tuan Yu” ucap Ruan Yukai
“salam tetua Ruan” ucap Yu Muha.
“perkenalkan ini adalah tetua Tung Lung yang baru saja menjadi tetua menggantikan tetua yang baru saja pensiun, dan ini adalah Lu Yun dan Sin Tong murid sekte pedang api yang akan mengikuti turnamen bela diri” ucap Ruan Yukai.
“salam tuan Yu” ucap Tung Lung.
“salam juga tetua Tung” ucap Yu Muha.
“apa kau akan ikut turnamen Chen’er” ucap Yu Muha.
“iya guru aku akan mewakili keluarga Lin” ucap Lin Chen.
“baik guru aku akan mengingatnya” ucap Lin Chen.
“guru ingin mengajakmu ke suatu tempat, aku kau bisa ikut” ucap Yu Muha.
“mau kemana guru” ucap Lin Chen.
“apa aku bisa ikut senior Yu” ucap Lin Wenli.
“boleh saja dan kalau kalian semua mau ikut boleh saja” ucap Yu Muha.
Semua orang yang ada disitu langsung mau ikut karena penasaran apa yang ingin dilakukan oleh Yu Muha.
Karena semuanya ingin ikut jadi Yu Muha berjalan di depan bersama dengan Lin Chen dan Lin Wenli yang di ikuti oleh semuanya.
Setelah lama berjalan akhirnya sampai di tempat latihan yang pagi tadi dibersihkan.
“guru ingin menguji kemampuanmu Chen’er jadi guru mau kau latih tanding dengan guru” ucap Yu Muha.
“baiklah guru” ucap Lin Chen.
Keduanya langsung berdiri berhadapan di arena latihan dan Lin Chen langsung memulai menyerang Yu Muha tanpa ragu karena yang sedang dilawannya adalah gurunya sendiri.
Yu Muha yang melihat Lin Chen sangat serius menghadapinya langsung menghadapi serangan Lin Chen dengan mengurangi kekuatannya.
__ADS_1
Pertarungan itu terlihat seimbang karena keduanya menggunakan jurus yang serupa walaupun yang melihat mengetahui Yu Muha mengurangi kekuataan nya tapi pertarungan itu cukup hebat karena jurus-jurus yang di keluarkan.
Lu Yun dan Sin Tong yang melihat itu juga terpana karena baru pertama kali melihat pertarungan yang cukup hebat dengan jurus-jurus yang sama hebatnya Lu Yun dan Sin Tong mulai berfikir apabila berhadapan dengan Lin Chen keduanya pasti akan menang tapi akan menghabiskan banyak waktu dan stamina.
Setelah lama berlalu akhirnya Lin Chen menyerah karena kehabisan tenaga.
“aku menyerah guru” ucap Lin Chen.
“kau terlalu berlebihan menggunakan tenaga mu kalau kau dalam keadaan pertarungan yang nyata kau akan cepat mati” ucap Yu Muha.
“kau harus bisa mengontrol tenaga mu” ucap Yu Muha.
“itu pertarungan yang sangat bagus senior Yu” ucap Lin Wenli.
“benar tuan Yu” ucap Ruan Yukai.
“apa kalian tidak ingin berlatih tanding dengan ku juga” ucap Yu Muha.
“tidak tuan Yu terima kasih” ucap Ruan Yukai.
“baiklah tapi dua murid yang dibelakang itu sepertinya ingin” ucap Yu Muha.
“kalian berdua apakah itu benar” ucap Ruan Yukai.
“tetua Ruan kami ingin tapi” ucap Sin Tong.
“majulah jangan ragu-ragu” ucap Yu Muha.
Keduanya langsung masuk kedalam arena.
“apa anda keberatan apabila kami berdua bergabung” ucap Lu Yun.
“tidak masalah majulah” ucap Yu Muha.
Keduanya langsung menyerang Yu Muha dengan pedangnya masing-masing dan mengeluarkan jurus yang sama. Yu Muha menghadapi serangan dengan biasa saja.
Keduanya menyerang terus menerus sedangkan Yu Muha hanya menangkis semua serangan sampai keduanya kecapekan sendiri karena terlalu banyak menggunakan tenaga dalamnya.
“aku sudah melihat jurus-jurus yang kalian berdua gunakan, itu memang jurus yang sangat hebat tapi kalau aku bisa memberi saran kalian harus.
Yu Muha memberikan beberapa saran kepada keduanya yang langsung di peragakan oleh keduanya yang membuat sedikit peningkatan dari teknik mereka berdua.
“cobalah mengulangi gerakan itu beberapa kali” ucap Yu Muha.
Melihat Yu Muha memberikan saran kepada kedua muridnya Tung Lung langsung menghampiri Yu Muha.
“maaf senior apa kau bisa memberikan saran kepada jurus ku” ucap Tung Lung.
“boleh saja mari kita lihat jurus mu” ucap Yu Muha.
Tung Lung memperagakan jurus miliknya sampai gerakan terakhir. Yu Muha hanya mengamati jurus milik Tung Lung dan dapat melihat beberapa kekurangan lalu memberikan beberapa saran untuk jurus Tung Lung.
__ADS_1