Kisah Sang Pendekar

Kisah Sang Pendekar
Pedang Gagak Hitam


__ADS_3

Setelah terkejut karena melihat sesuatu yang sangat hebat lagi Tie Duanzao berkata.


“saya akan membuatkan anda sebuah pedang dari beberapa senjata ini tapi sebagai bayarannya semua ini menjadi milikku bagai mana” ucap Tie Duanzao.


“saya tidak masalah dengan itu tuan Tie” ucap Yu Muha.


“kembalilah 10 hari lagi” ucap Tie Duanzao.


“terima kasih tuan Tie, saya pamit” ucap Yu Muha.


Yu Muha keluar dari ruangan dan menghampiri Kin Juwen dan Guang Suli.


“mari kita kembali tuan Tie sudah sutuju dan akan membuatkan pedang itu jadi sebaiknya kita kembali” ucap Yu Muha.


Yu Muha pergi mencari penginapan untuk tempat tinggal selama 10 hari kedepan Kin Juwen kembali ke keluarga Guang untuk memberi tahu kalau Tie Duanzao sebenarnya tidak kemana-mana dia hanya berada di ruang bawah tanah bengkelnya.


Yu Muha menemukan penginapan yang cukup bagus dan memutuskan untuk menginap di situ selama satu minggu kedepan.


Kin Juwen kembali bersama dengan Guang Suli ke kediaman keluarga Guang, Kin Juwen langsung menemui kepala keluarga Guang untuk memberitahukan apa yang baru saja dia lihat. Sedangkan Guang Suli kembali untuk berlatih dengan gurunya.


“Kepala keluarga saya memiliki sebuah informasi penting, tuan tie ternyata selama ini tidak kemana-mana dia hanya berdiam diri di ruang bawah tanahnya” ucap Kin Juwen.


“sudah aku sangka orang tua itu tidak bisa meninggalkan tempatnya dengan semudah itu, tapi dimana tuan Yu” ucap kepala keluarga.


“tuan Yu, katanya dia ingin pergi ke suatu tempat dan akan kembali 10 hari lagi untuk mengambil pedang yang di buat oleh tuan Tie untuknya” ucap Kin Juwen.


“baiklah kau bisa kembali” ucap kepala keluarga.


“saya permisi” ucap Kin Juwen.


Didalam penginapan Yu Muha bingung ingin melakukan apa selama 10 hari kedepan. Setelah termenung beberapa lama akhirnya Yu Muha memutuskan untuk melihat-lihat kota, Yu Muha keluar dari penginapan dan berkeliling kota Jundui.


Satu minggu berlalu Yu Muha selama 1 minggu ini hanya berkeliling kota dan kadang keluar kota hanya untuk mencari hiburan karena disekitar kota jundui banyak desa kecil yang memiliki berbagai makanan yang berbeda-beda yang membuat Yu Muha sedikit menghilangkan bosannya.


Karena terlalu banyak makan Yu Muha sekarang terlihat gemuk yang membuat Yu Muha terlihat berbeda saat Guang Feng dan Guang Suli bertemu dengan Yu Muha merasa heran.


“apakah anda tuan Yu” ucap Guang Feng.


“oh tuan muda guang, lama tidak bertemu” ucap Yu Muha.


“tuan Yu anda terlihat berbeda, anda sedikit lebih... itu” ucap Guang Feng.

__ADS_1


“oh ini sepertinya aku terlalu banyak makan beberapa hari ini” ucap Yu Muha sambil memegang perutnya.


“sebaiknya anda harus mulai menurunkan berat badan anda tuan” ucap Guang Suli.


“kalian benar sepertinya aku harus melakukan sesuatu dengan ini” Ucap Yu Muha sambil menunjuk perutnya.


“kalian mau kemana” ucap Yu Muha.


“kami ada sesuatu yang ingin dikerjakan di beberapa desa” ucap Guang Feng.


“kalau begitu kami pamit tuan Yu” ucap Guang Feng.


“iya” ucap Yu Muha.


Guang Feng dan Guang Suli pergi meninggalkan Yu Muha dan Yu Muha mulai berjalan untuk mencari tempat sepi untuk menurunkan berat badannya.


Yu Muha menemukan tempat yang sepi dan mulai berlatih teknik bela dirinya, Yu Muha melakukan itu sampai tiga hari, dan setelah tiga hari badan Yu Muha sudah kembali seperti semula dan kembali ke kota Jundui untuk pergi ketempat Tie Duanzao untuk melihat pedangnya.


Sesampainya di bengkel Tie Duanzao Yu Muha masuk dan sudah ada yang menghampirinya.


“tuan Yu sebelah sini” ucap pegawai tersebut


“iya” ucap Yu Muha.


“kau sudah datang anak muda, ini adalah pedang yang kau inginkan” ucap Tie Duanzao.


Tie Duanzao menunjukan pedang yang berwarna hitam yang terlihat mirip dengan pedang terbang dan sarung pedang itu juga berwarna hitam total.


“Pedang ini aku buat berdasarkan pedang milikmu dan warna hitamnya itu karena aku terlalu banyak melelehkan senjata yang berbagai warna sehingga menjadi warna hitam itu” ucap Tie Duanzao.


Yu Muha mengambil pedang itu dan mencoba mengalirkan tenaga dalam ke pedang itu, hebatnya pedang itu terlihat biasa saja tidak seperti pedang Yu Muha sebelumnya yang bergetar setelah dialiri tenaga dalam yang banyak.


“ini pedang yang sangat bagus apa nama pedang ini” ucap Yu Muha.


“pedang itu belum memiliki nama, tapi karena saat aku menempa pedang itu aku seperti ingin dibunuh oleh pedang itu dan saat selesai diasah pedang itu melukai tanganku sedikit, aku ingin memberi pedang itu gagak hitam karena pedang itu seperti membawa kematian kemanapun di berada” ucap Tie Duanzao.


“itu nama yang cukup mengerikan tapi aku suka namanya” ucap Yu Muha.


“sesuai perjanjian aku boleh mengambil semua senjata yang telah kau keluarkan” ucap Tie Duanzao.


“apa aku boleh membeli sebuah pedang berwarna merah yang ada di depan itu” ucap Yu Muha.

__ADS_1


“ambil saja kalau kau mau aku masih bisa membuat banyak pedang yang lebih bagus dari semua rongsokan ini” ucap Tie Duanzao karena tidak peduli dengan senjata yang dipajang di depan.


pegawai Tie Duanzao terlihat terkejut tapi tetap mengarahkan Yu Muha untuk melihat pedang yang diinginkan.


“pedang mana yang anda inginkan tuan” ucap pegawai bertanya.


“yang itu” ucap Yu Muha sambil menunjuk kearah pedang berwarna merah.


Pegawai itu mengambil pedang tersebut dan memberikan kepada Yu Muha.


“pedang ini bernama pedang merak merah” ucap pegawai.


“benarkah” ucap Yu Muha.


Yu Muha terkejut karena nama pedang tersebut memiliki kata merak. Karena pedang ini ingin dia berikan kepada Lin Chen nantinya jadi pedang ini memiliki nama yang sama dengan teknik bela diri yang dia ajarkannya.


“sebuah kebetulan yang sangat bagus” ucap Yu Muha dalam hati.


Yu Muha mengambil dan menarik pedang itu terlihat di bilahnya ada ukiran bulu burung merak.


“sungguh pedang yang sangat indah” ucap Yu Muha.


“benar sekali tuan pedang ini dibuat oleh tuan Tie sendiri dan sudah banyak orang yang menginginkannya tapi tuan Tie tidak ingin memberikan kepada siapapun, tadi saya terkejut tuan Tie seperti acuh saja saat anda ingin mengambil pedang ini” ucap Pegawai itu.


“benarkah apa tidak apa-apa bila aku mengambil pedang ini” ucap Yu Muha.


“tidak apa-apa tuan karena itu adalah keinginan tuan Tie sendiri jadi kami tidak bisa membantahnya dan apabila pedang ini masih ada di sini saya akan terkena masalah jadi sebaiknya anda mengambil pedang ini” ucap pegawai itu.


“Baiklah aku ambil pedang ini” ucap Yu Muha.


“terima kasih tuan dan hati-hati dijalan” ucap pegawai itu.


Setelah Yu Muha pergi pegawai itu menghela nafas panjang karena tidak terjadi apa-apa. Dan Tie Duanzao menghampiri pegawai tadi.


“apa pedang itu sudah dibawanya” ucap Tie Duanzao.


“sudah tuan, mengapa anda memberikan pedang itu dengan mudah tuan” ucap pegawai itu.


“aku sudah muak dengan pedang itu jadi aku ingin membuangnya untung saja ada yang ingin mengambilnya” ucap Tie Duanzao dan kembali masuk kedalam.


Pegawai itu hanya bisa menggelengkan kepala

__ADS_1


__ADS_2