Kisah Sang Pendekar

Kisah Sang Pendekar
Pindah


__ADS_3

Didalam panti asuhan Yu Muha dan Ning Hilan duduk bersama dan Yu Muha langsung mengutarakan maksudnya datang.


“bibi Ning saya datang membawa beberapa pakaian untuk anak-anak panti asuhan.” Sambil menoleh kearah prajurit yang membawa 2 bungkusan besar kedalam panti asuhan.


“apa itu semua pakaian untuk anak-anak” tanya Ning Hilan


“benar karena saya tidak tahu ukuran dan jumlah anak panti jadi saya membeli berbagai ukuran” ucap Yu Muha


“terima kasih banyak tuan Yu, anda sudah banyak membantu kami semua yang ada di panti asuhan” ucap Ning Hilan


“sama-sama bibi Ning, dan saya sebenarnya ingin menyampaikan sesuatu kepada bibi Ning” ucap Yu Muha


“apa itu tuan Yu” tanya Ning Hilan


“saya bermaksud ingin merenovasi panti asuhan ini” ucap Yu Muha


“saya menerima niat baik tuan Yu tapi itu akan menggunakan banyak uang tuan Yu” ucap Ning Hilan


“kalau itu tidak masalah bibi Ning, dan soal tempat tinggal sementara waktu” Yu Muha menjeda perkataanya dan memanggil prajurit keluarga Su.


“apa ada sebuah rumah atau penginapan yang bisa menampung semua penghuni panti asuhan ini” tanya Yu Muha


“kalau untuk semua penghuni panti sebaiknya anda menyewa sebuah rumah saja, saya bisa membantu anda mencarinya” ucap prajurit


“hmm. Kalau begitu saya akan menunggu kabarnya” ucap Yu Muha.


“saya sudah mengetahui sebuah rumah yang cocok tuan Yu” ucap prajurit


“baguslah kalau begitu” ucap Yu Muha


“saya sudah mendapatkan tempat tinggal sementara untuk semua anak-anak panti asuhan bibi Ning” ucap Yu Muha


“saya menerima kebaikan anda tuan Yu, tapi kalau saya boleh tahu kenapa anda melakukan semua ini” tanya Ning Hilan


“saya hanya merasa bernasib sama dengan anak-anak pani asuhan ini” ucap Yu Muha

__ADS_1


“maksud tuan Yu” tanya ning Hilan


“saya berasal dari desa diutara kerajaan ini dan saya juga sudah kehilangan orang tua saya sejak umur belasan tahun karena penyakit dan beberapa tahun kemudian desa saya hancur karena perang antara dua sekte, dan akhirnya saya hidup sendiri mulai saat itu dan hampir mati diterkam harimau sampai akhirnya saya bertemu dengan guru dan hidup bersama dengannya sampai ia meninggal dunia” ucap Yu Muha.


Ning Hilan bisa mengerti keadaan Yu Muha yang desanya sama-sama hancur dan harus menjalani kehidupan yang sulit.


“baiklah tuan Yu Muha kami akan pindah kerumah yang sudah anda siapkan tapi harus menunggu semua anak-anak yang sudah dewasa kembali dari kerjanya” ucap Ning Hilan.


“kalau begitu malam hari nanti saya akan kembali dan membawa semua penghuni untuk pindah untuk sementara, saya pamit bibi Ning” ucap Yu Muha.


Yu Muha meninggalkan panti asuhan untuk kembali ketempat tukang renovasi untuk menentukan kembali harga renovasinya.


Setelah sampai Hi Lung menghampiri Yu Muha.


“pas sekali anda datang kembali kesini tuan, ada yang ingin saya katakan kepada anda” ucap Hi Lung


“oh. Apakah ada kejadian buruk” ucap Yu Muha


“ini soal biaya renovasinya tuan, setelah saya mengecek harga kayu dan juga perabotan harganya sudah naik jadi saya akan menambahkan 5.000 koin emas lagi tuan” ucap Hi Lung


“baiklah, saya akan membawa uangnya besok hari agar bisa dimulai pembangunannya” ucap Yu Muha


Prajurit memperkenalkan Yu Muha dengan pemilik rumah yang merupakan seorang kakek tua.


“Selamat sore kakek Sin” ucap prajurit


“oh ternyata nak Ku” ucap kakek Sin


“Saya kemari membawa seorang yang ingin menyewa rumah milik kakek Sin, perkenalkan ini adalah tuan Yu Muha, dia adalah tamu keluarga Su” ucap prajurit yang ternyata bernama Ku Lang.


“perkenalkan nama saya Yu Muha”


“nama kakek ini adalah Sin Bing”


“saya ingin menyewa rumah kakek untuk tinggal sementara penghuni panti asuhan yang berada di daerah kumuh karena saya ingin merenovasinya” ucap Yu Muha

__ADS_1


“sungguh mulia sekali kamu nak karena tidak ada orang yang peduli dengan mereka karena mereka adalah para pendatang” ucap kakek Sin


“sebenarnya saya merasa senasib dengan mereka, sama-sama orang yang kehilangan tempat tinggal karena sebuah peristiwa” ucap Yu Muha


“baiklah kakek akan menyewakan rumah itu kepadamu” ucap kakek Sin


“ terima kasih kakek Sin” ucap Yu Muha.


Akhirnya mereka sepakat sekaligus menentukan harga sewa untuk satu bulan kedepan.


Setelah sepakat dan Yu Muha membayar biaya sewa, Yu Muha pergi ke panti asuhan karena hari yang sudah sore dan sudah waktunya penghuni panti pindah sementara, dan Yu Muha tidak lupa juga menyewa sebuah kereta kuda untuk barang-barang penghuni panti asuhan.


Sesampainya di panti asuhan sebagian penghuni panti asuhan sudah mulai bersiap dengan semua barang bawaan masing-masing dan siap untuk berangkat . melihat Yu Muha datang semua anak-anak panti asuhan langsung menghampiri Yu Muha.


Yu Muha hanya bisa mendengarkan semua yang diucapkan anak-anak tersebut , ada yang berterima kasih, ada yang bertanya karena masih belum percaya dan masih banyak lagi.


Dari dalam panti bibi Ning keluar bersama dengan seorang perempuan yang belum pernah Yu Muha temui selama Yu Muha berkunjung ke panti asuhan.


“anda sudah datang tuan Yu, oh iya perkenalkan ini adalah anak bibi Ning Yubin” ucap Bibi Ning


“salam kenal nama ku Yu Muha<


“salam kenal juga tuan Yu, terima kasih sudah membantu kami” ucap Ning Yubin.


“sama-sama nona Ning” ucap Yu Muha


“apakah semua sudah siap bibi Ning” tanya Yu Muha


“sedikit lagi tuan Yu” jawab bibi Ning


Setelah menunggu sebentar akhirnya semua persiapan sudah selesai, prajurit yang bersama dengan Yu Muha langsung membantu membawakan barang bawaan dan sebagian di masukan kekereta kuda dan semuanya berangkat menuju rumah yang sudah disewa.


Setelah lama berjalan akhirnya sampai di rumah yang di sewa bibi Ning dan Ning Yubin mulai sibuk mengatur semuanya.


Setelah hari mulai malam semuanya sudah selesai Yu Muha pamit pulang kepada bibi Ning untuk kembali kekediaman keluarga Su.

__ADS_1


Keesokan harinya Yu Muha mendatangi Hi Lung untuk membayar biaya renovasi dan Hi Lung bersama anggotanya langsung memulai renovasi.


Yu Muha menghabiskan hari-harinya lebih banyak di rumah sewa tempat penginapan.


__ADS_2