
Setelah selesai dengan acara penyambutannya semuanya di bawa ketempat ke kamar yang sudah disiapkan oleh keluarga Su untuk semuanya, Yu Muha telah sampai dikamarnya langsung beristirahat karena ini pertama kalinya Yu Muha mengikuti acara penyambutan yang sangat lama dan membosankan menurutnya.
Yu Muha melihat sekitaran kamar merasa sedikit takjub karena kamarnya sangat besar dan dia akan tinggal sendirian disini selama waktu yang belum di tentukan sampai kapan.
Yu Muha langsung berbaring di kasur karena lelah dan tanpa sadar dia tertidur karena Yu Muha terlalu memaksakan diri untuk tidak tidur beberapa hari terakhir.
Diruang keluarga Su.
Su Mukyo bersama Chu Ying istrinya dan juga Su Tian duduk bersama.
“setelah aku melihat pendekar bernama Yu Muha ini aku tidak dapat merasakan suatu yang istimewa dari orang ini. Dia sama saja dengan pendekar lainnya dan tingkat pendekarnya adalah pendekar Bumi, apakah itu benar karena dia tidak memancarkan aura yang sama dengan 3 pendekar dari sekte besar” ucap Su Mukyo
“pendekar Yu memang seperti itu dia tidak ingin menunjukan kekuatannya kepada orang lain tapi fakta sudah membuktikan bahwa dia adalah orang kuat yang tidak bisa kita singgung sekarang” Ucap Su Tian.
“sebaiknya rumor itu benar adanya kalau memang di seorang pendekar yang kuat maka masalah kita akan mudah selesai karena ini menyangkut keluarga kita yang tidak memiliki kekuatan militer seperti keluarga Guang” Ucap Su Mukyo
“ayah tenang saja kita akan melewati krisis ini dengan mudah karena kerajaan sudah menyalurkan bantuan untuk kita hanya tinggal kita saja yang mengatur supaya masalah ini cepat selesai” ucap Su Tian.
“aku mengandalkanmu Tian’er, aku berharap semuanya selesai tanpa ada korban sama sekali” Ucap Su Mukyo
“lalu bagaimana cara kamu menyelesaikannya Tian’er” ucap Chu Ying.
“ibu tenang saja aku sudah memikirkan tindakan setelah markas mereka di temukan” ucap Su Tian
“hati-hati Tian’er” ucap Chu Ying
“aku akan selalu hati-hati ibu aku akan selalu bersama dengan pendekar Yu jadi itu tidak perlu khawatir” ucap Su Tian yakin
“aku mohon undur diri untuk menyusun rencana” ucap Su Tian lalu pergi.
“apakah semua akan baik-baik saja, aku takut apabila lawan yang akan dihadapi mempunyai kekuatan yang lebih tinggi” Ucap Chu Ying
“kamu tenang saja aku sudah memerintahkan sebuah kelompok siap mati apabila terjadi sesuatu yang tidak di inginkan” ucap Su Mukyo.
Hari berlalu dengan cepat pada esok harinya kota Yusu lebih sibuk dari biasanya karena rombongan prajurit yang datang bersama dengan prajurit kota Yusu berpatroli di setiap sudut kota yang menandakan bahwa rencana dari Su Tian sudah di mulai.
__ADS_1
Yu Muha yang dari pagi hari tadi tidak melakukan apapun merasa bosan, keluar untuk berkeliling kota mana tahu ada sesuatu yang menarik perhatiannya, supaya tidak ada yang menyetahui kalau dia pergi Yu Muha memilih jalan dari atas atap dengan kecepatannya tidak ada yang mengetahui bahwa Yu Muha sudah keluar dari kediaman keluarga Su.
Yu Muha berjalan dengan santai dijalan kota dan pemandangan yang dapat dilihat masih sama dengan kota-kota yang sudah di disinggahinya sebelumnya. Yu Muha terus berjalan-jalan sampai tidak sadar dia sudah berada di daerah yang kumuh, Yu Muha yang pertama kali menjumpai daerah kumuh seperti ini di kota yang pernah di singgahinya melihat semua orang yang berada disini hidup serba pas-pasan hingga sampai Yu Muha didepan sebuah bangunan yang cukup besar dari rumah-rumah yang ada di sini bertuliskan panti asuhan.
Yu Muha melihat ada banyak anak-anak yang bermain dihalamannya dan Yu Muha masuk untuk menyapa anak-anak tersebut.
“halo adik-adik sedang apa” sapa ramah Yu Muha.
“halo juga paman, ada apa paman kemari” ucap seorang anak laki-laki yang terlihat paling dewasa dari semuanya
“paman tadinya hanya berkeliling kota Yusu tapi paman malah tersesat kesini” jawab Yu Muha
“paman tersesat, apa paman ingin kembali kekota tapi tidak tahu arahnya” tanya anak tersebut.
“iya seperti itulah, apa kalian tinggal disini semua” Ucap Yu Muha
“tidak hanya sebagian saja” Ucap anak itu
“kalian tinggal bersama siapa di sini” Tanya Yu Muha
“apa paman bisa bertemu dengan Bibi Ning itu” tanya Yu Muha
“bisa saja ayo ikut aku paman” ucap anak itu lalu berlari kedalam panti asuhan sembari memanggil bibi Ning.
Yu Muha hanya mengikuti dari belakang dan menunggu didepan pintu masuk sampai akhirnya anak itu keluar dengan seorang perempuan berusia sekitar empat puluh tahun.
“salam kenal bibi Ning mana saya Yu Muha” Ucap Yu Muha
“salam kenal juga nama saya Ning Hilan pengasuh panti asuhan ini “
“mari masuk tuan” ajak Ning Hilan
keduanya masuk kedalam dan duduk saling berhadapan.
“maaf ada apa tuan datang ke panti asuhan ini” tanya Ning Hilan
__ADS_1
“saya baru saja sampai di kota ini dan berkeliling kota tanpa sadar saya tersesat kesini dan melihat banyak anak-anak yang bermain membuat saya penasaran mengapa ada panti asuhan di daerah yang kumuh ini” Jawab Yu Muha
“panti asuhan ini adalah tempat menampung anak-anak yang sudah tidak memiliki orang tua lagi, kalau diceritakan maka akan panjang” ucap Ning Hilan.
“kalau boleh tahu saya ingin mendengar ceritanya” Ucap Yu Muha
“ Itu terjadi lima tahun yang lalu sebenarnya saya bukanlah penduduk kota ini begitu juga dengan anak-anak dan semua orang yang ada di daerah ini kami berasal dari desa Liyi yang berada sangat jauh dari kota ini, pada suatu hari desa kami tiba-tiba didatangi oleh seekor hewan buas yang sangat besar bersama dengan segerombolan hewan buas yang jumlahnya sangat banyak dan menghancurkan desa kami, ada penduduk yang menjadi korban jiwa akibat berusaha melawan hewan tersebut dan sebagian lagi kami melarikan diri dari desa dan pergi kekota terdekat untuk meminta tolong, awalnya kota terdekat ingin menolong kami tapi setelah prajurit kota tersebut mengecek desa kami tersebut sudah tidak ditemukan apapun kecuali desa yang sudah hancur dan korban jiwa dari serangan hewan buas tersebut dan kami tidak lagi berani untuk kembali kedesa, dan keluarga bangsawan Su yang mendapat kabar tersebut membawa kami kota Yusu, kami semua akhirnya ikut kekota ini dan mulai tinggal di sini dengan bantuan dana yang diberikan oleh bangsawan Su untuk memulai hidup baru dan panti asuhan ini berdiri karena adanya anak-anak yang tidak memiliki orang tua lagi. Dan kepala keluarga Su selalu memberikan kami donasi setiap bulan agar panti asuhan tetap berjalan tapi karena bertambahnya anak-anak yang ada dipanti asuhan menjadikan donasi yang diberikan oleh keluarga Su selalu mencukupi untuk semua anak-anak, sekarang anak-anak yang sudah dewasa mencari kerja untuk tambahan pendapatan panti asuhan dan supaya bisa memperbaiki panti supaya lebih bisa di huni oleh adik-adiknya” cerita Ning Hilan.
Mendengar cerita dari Ning Hilan membuat Yu Muha merasa mempunyai nasib yang sama dengan semua anak-anak yang ada di sini.
“memang berapa kira-kira biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki panti asuhan ini” ucap Yu Muha.
“itu akan memerlukan banyak biaya tuan, dan saya tidak tahu berapa jumlahnya” Ucap Ning Hilan.
“kalau begitu saya memiliki sesuatu untuk panti asuhan ini”
Yu Muha mengeluarkan sebuah kantong besar berisi 5.000 koin emas yang membuat Ning Hilan terkejut karena jumlahnya sangat banyak.
“anggap saja itu saya berdonasi kepada panti asuhan ini dan saya pamit undur diri karena saya tidak bisa terlalu lama karena akan ada yang mencari saya karena tidak ada ditempat” Ucap Yu Muha
“terima kasih tuan Yu saya akan menggunakan pemberian tuan dengan baik-baik” ucap Ning Hilan
“apa ada seorang anak yang bisa mengantar saya sampai ke jalan utama kota” ucap Yu Muha sambil menggaruk kepala.
“Tentu saja tuan”
Ning Hilan memanggil anak yang tadi menyapa Yu Muha
“lin’er antar tuan ini ke jalan utama kota dan setelah itu langsung kembali ya” ucap Ning Hilang kepada anak yang bernama Hu Ling.
“ mari paman saya antarkan” ucap Hu Ling
“saya pamit bibi Ning saya akan kembali lagi besok” ucap Yu Muha
“hati-hati tuan Yu” ucap Ning Hilan
__ADS_1