
Perjalanan menuju kota jiwei berjalan lancar tanpa ada kendala sedikitpun, rombongan akhirnya sampai di salah satu kota yang bernama Kota Heping sebuah kota yang dijuluki kota damai karena kota ini bebas dari tindak kejahatan karena terletak didekat sekte besar aliran putih yaitu sekte Menara Ilahi yang berada di atas bukit yang terlihat jelas dari kota Heping.
Yu Muha yang sudah melihat sebuah bangunan megah yang berada di atas bukit secara spontan berucap
“ apakah itu sebuah kuil suci ”
Seorang yang berada didekat Yu Muha langsung berkata kepadanya.
“ itu adalah sekte Menara Ilahi yang melindungi kota Heping dari kejahatan dalam bentuk Apapun”
“ hooo. Sebuah bangunan yang sangat mencolok sekali apakah aku bisa pergi kesana untuk melihat-lihat”
“ bisa saja asalkan anda mendapat izin dari anggota atau seseorang yang berpengaruh di sana, karena sekte itu tidak mau menerima orang sembarangan”
“ hmm, terima kasih telah memberitahukan itu padaku”
Semua rombongan mulai masuk kedalam kota satu persatu karena harus melewati pemeriksaan di pintu gerbang terlebih dahulu. Walaupun rombongan ini berasal dari ibukota dan membawa bendara kerajaan Hi tetap harus menjalani pemeriksaan terlebih dahulu. Semua rombongan mulai menjalani pemeriksaan sampai akhirnya semua rombongan selesai di periksa termasuk Yu Muha rombongan berjalan menuju pusat kota menuju arah penginapan yang akan dipakai menginap sampai tiga hari kedepan karena permintaan dari Long Bian yang menginginkan untuk kembali kesektenya untuk 2 hari karena ada urusan penting.
Jadi rombongan terbagi menjadi 2 rombongan yang menuju penginapan dan anggota sekte Menara Ilahi yang kembali ke sektenya. Sebenarnya Yu Muha ingin ikut ke sekte Menara Ilahi tetapi setelah melihat ekspresi dari Long Bian dan anggotanya membuat Yu Muha mengurungkan diri untuk ikut dan akan mengawasi saja keadaan apa yang terjadi yang membuat Long Bian berekpresi seperti itu.
__ADS_1
Rombongan Long Bian kembali dengan tergesa-gesa menuju sektenya, setelah sampai di depan gerbang Long Bian sudah langsung di sambut oleh anggota sekte yang memberi tahukan bahwa semua tetua sudah berada di aula rapat yang membuat Long Bian terkejut dan langsung menuju aula rapat, setelah sampai di aula rapat sudah ada semua tetua dan juga ketua sekte juga sudah ada di aula rapat, setelah Long Bian duduk di tempat duduknya ketua sekte langsung memulai rapatnya.
“ hmmm, sepertinya semua sudah ada disini dan tetua Long juga sudah ada, maksud dari rapat kita saat ini adalah karena kasus pembunuhan yang terjadi kepada murid sekte kita yang terbunuh secara misterius di kota yang selama ini dianggap sebagai kota paling damai dikerajaan Hi ini ini sudah menjadi pukulan telak untuk kita yang menjaga kota Hipeng selama lebih dari seratus tahun tetap aman dari tindak kejahatan”
“ maaf menyela ketua sekte, bagaimana bisa ada pembunuhan di kota Hipeng memang apa yang sudah terjadi selama aku pergi ke ibu kota untuk memenuhi undangan Yang Mulia Raja” ucap Long Bian
“ semua terjadi pada 2 hari lalu tetua Long pada pagi hari 2 orang murid yang menjaga kota Hipeng di temukan terbunuh di tempat pembuangan sampah yang ada di kota Hipeng” sahut Ling bao
“ dan dari penyelidikan kedua mati hanya dengan satu tebasan di leher mereka” tambah Ling Bao
“ Hmm. Sebenarnya saat rapat di ibu kota kerajaan saya mendapat informasi bahwa dua hari sebelum saya sampai di istana kerajaan pada malam hari istana kerajaan di susupi oleh penyusup dan salah satunya pendekar dengan ilmu yang tinggi tapi untungnya semua itu bisa di cegah oleh seseorang yang berhasil membunuh semua penyusup seorang diri dan orang itu adalah orang yang sama yang membantu sekte Pedang api pada perang terakhir yaitu Yu Muha”
Semua orang yang ada di dalam ruangan langsung memasang ekspresi serius.
“ ya, Ketua sekte pendekar Yu ikut bersama kami menuju kekota Jiwei dan sekarang dia ada di kota Hipeng bersama dengan rombongan” jawan Long Bian
“ apakah benar pendekar yu ini masih muda tapi sudah memiliki kekuatan yang hebat” tanya salah satu tetua.
“ ya dia memang masih berumur 27 tahun sekarang dan untuk kekuatannya saya tidak bisa melihat tingkat pendekarnya tapi saya bisa berasumsi kalau dialah yang sudah menerobos ke pendekar Langit beberapa hari yang lalu” ujar Long Bian
__ADS_1
“ sudah pasti dialah yang sudah menerobos ke pendekar langit itu tetua Long, sungguh sosok yang sangat mengerikan sepertinya kita harus membuat hubungan baik dengan pendekar ini” ujar Ketua sekte
“ Semua orang yang menyusup berasal dari organisasi Pohon Surgawi yang sekarang sedang di buru oleh kerajaan Hi, kalau sampai anggota organisasi ini ada di ibu kota tidak menutup kemungkinan mereka juga ada di kota heping ini “ ujar Long Bian
“ kita sudah mengetahui siapa pelakunya dan sepertinya kita harus meningkatkan penjagaan di kota hipeng supaya tidak terjadi lagi hal yang serupa” ujar ketua sekte
Rapat terus berlangsung membahas masalah – masalah yang sedang dihadapi oleh sekte menara Ilahi.
Dan pada malam hari di dalam penginapan di kota hipeng Yu Muha yang sedang berdiri didepan jendela sambil melihat kearah sekte menara Ilahi sambil berfikir apa yang telah terjadi mengapa Long Bian pergi dengan tergesa-gesa kembali ke sektenya. Dan akhirnya yu Muha memutuskan keluar dan berkeliling kota karena merasakan firasat yang tidak enak dari dalam kota.
Yu Muha berdiri di atas penginapan dan langsung berkonsentrasi merasakan semua pergerakan yang ada didalam kota setelah sekian lama Yu Muha merasakan ada seseorang yang sedang bertarung. Yu Muha langsung bergerak kearah tempat pertarungan.
Dalam gang sempit antara dua bangunan sedang terjadi pertarungan antara dua orang dari sekte menara Ilahi melawan satu orang yang menutup wajahnya dengan topeng seorang lagi yang juga memakai topeng melihat saja pertarungan itu, walaupun sedang melawan dua orang sekaligus tapi orang bertopeng itu terlihat tidak kewalahan karena perbedaan tingkat pendekar.
Sebenarnya dua orang dari sekte Menara Ilahi ingin melarikan diri tapi tidak bisa dikarenakan tempat pertarungan yang berada di antara 2 bangunan besar dan jalan untuk lari sudah di tutup oleh satu orang lagi yang membuat mereka hanya bisa terus melawan.
“ apa kau sudah selesai bermainnya kalau sudah selesai cepat bunuh saja mereka dan kita pergi dari sini” ucap orang yang hanya melihat pertarungan
“ sebentar lagi aku masih ingin melihat muka putus asa mereka”
__ADS_1
Pertarungan terus berlanjut tapi hanya untuk orang bertopeng dua orang dari sekte Menara Ilahi hanya melawan dengan putus asa sampai akhirnya orang bertopeng tersebut akhirnya bosan dan berencana untuk membunuh kedua orang dari sekte Menara ilahi, saat senjata orang tersebut hampir mengenai orang yang paling depan tiba-tiba berhenti karena ditahan oleh seseorang yang baru datang tanpa ada yang dapat merasakan kehadirannya.
Semua orang yang berada di tempat itu terkejut karena ada seseorang yang tiba-tiba datang dan yang paling terkejut adalah orang bertopeng yang hanya melihat pertarungan karena dia sama sekali tidak dapat merasakan bahwa ada orang yang datang. Orang bertopeng yang bertarung tadi langsung melompat kebelakang dan teman yang hanya melihat langsung bergabung di sampingnya.