
Yu Muha yang mendengar Uzaki Sang hanya mengabaikan dan lebih terfokus dengan pedang terbang sepertinya pedang itu ungin mengatakan sesuatu kepadanya.
Tiba – tiba Yu Muha tersadar di sebuah tempat seperti di atas awan dan ada seorang pria berumur sekitar 50 tahunan.
“ selamat datang di dunia ku master, namaku Jian aku adalah roh dari pedang terbang” ucap Jian
“ roh dari pedang terbang apa maksudnya” tanya Yu Muha
“setiap pedang legenda memiliki roh yang menjaga pedang supaya tidak rusak termakan waktu, contohnya adalah pedang terbang yang sudah ada dari ratusan ribu tahun lalu saat semua penempah pedang berlomba-lomba menjadi yang terbaik” Ucap Jian
“ dan kau adalah masterku yang ketiga karena aku terkubur dalam gua yang dibuat oleh master terakhirku yang berhasil ditembus oleh gurumu, tapi aku tidak memiliki perasaan untuk menjadikan dia masterku, dan saat kau berada didekatku perasaan yang kurasakan sama dengan master keduaku dulu” Ucap Jian
“berhenti membahas itu aku memanggilmu karena karena 2 pedang tersebut, pedang itu adalah pedang yang dibuat oleh orang yang berbeda dari yang membuatku dan tentu saja roh yang didalamnya juga adalah musuhku jadi berhati-hatilah karena pedang itu bisa saja membakar dan membekukan dan aku tidak bisa membantumu apa bila terjadi sesuatu”
Yu Muha kembali sadar dan Uzaki Sang sedang memanggil-manggilnya terus menerus.
“ maaf tuan Uzaki saya tadi sedang menghayal” ucap Yu Muha
“ apa kau tidak apa-apa” Tanya Uzaki Sang
“ tidak apa-apa, aku baik-baik saja” ucap Yu Muha
Pedang terbang kembali kedalam sarungnya.
“ tidak menyangka kalau ada pedang yang bisa terbang di dunia ini” Ucap Uzaki Sang
“ pedang ini adalah pedang yang di dapatkan oleh guruku dulu dan pedang ini memilihku menjadi pemiliknya “ Ujar Yu Muha
“ sebaiknya kita keluar sepertinya 2 pedang itu tidak senang kalau ada kau disini” Ujar Uzaki Sang
__ADS_1
“iya aku juga berpikir yang sama dan aku mempunyai firasat buruk kalau lebih lama lagi disini” ucap Yu Muha
Keduanya keluar dari rumah. Dan karena tidak adanya yang dikerjakan, Uzaki Sang mengajak Yu Muha untuk sarapan pagi setelah selesai sarapan Uzaki Sang Mengajak Yu Muha kesebuah tanah yang cukup lapang.
“apa kau mau latihan bertarung denganku pendekar Yu” ucap Uzaki Sang
“apa anda serius tuan Uzaki” ucap Yu Muha
“tentu saja tapi kita akan bertarung menggunakan tinju saja, apa kau berani pendekar Yu, aku ingin melihat tinju penghancur semesta itu seperti apa” ucap Uzaki Sang.
“Baiklah aku terima tantanganmu” Ucap Yu Muha.
Yu Muha pergi ke pinggir untuk menaruh pedangnya dan kembali ketampat semula.
“sepertinya kau sudah siap” ucap Uzaki Sang dan langsung menyerang Yu Muha.
“kita akhiri sampai disini saja kalau dilanjutkan akan berbahaya untuk kita berdua” Ucap Uzaki Sang.
Yu Muha duduk bersilah untuk memulihkan diri. Setelah selesai Uzaki Sang Sudah berada di sampingnya.
“kau sudah selesai pendekar Yu, tinjumu masih ragu-ragu karena tidak adanya niat untuk melukai seseorang, itu baik tapi ada saatnya nanti itu akan merugikanmu apabila ada orang terdekatmu yang berkhianat” Ucap Uzaki Sang
“mari kita kembali untuk menunggu kedatangan rombonganmu” Ucap Uzaki sang
Keduanya kembali kedesa untuk menunggu, setelah lama menunggu akhirnya rombongan sampai didesa dan desa yang tadinya sepi menjadi ramai, Guang Huo dan 3 pendekar dari sekte besar berkumpul di dalam rumah Uzaki Sang untuk menyapa saja. Setelah beberapa saat rombongan memulai kembali perjalanan karena sudah terlambat 1 hari dan jalan yang akan dilalui lebih jauh daripada jalan utama yang membuat rombongan harus cepat takut membuat khawatir bangsawan Su yang sudah menunggu kedatangan rombongan dan Uzaki Sang memakluminya.
“ baiklah aku akan membimbing kalian untuk melewati bukit ini” cap Uzaki Sang
Semua rombongan kembali berangkat dengan bimbingan dari Uzaki Sang.
__ADS_1
Jalan yang dilewati sangat sulit karena sudah di tumbuhi oleh semak dan juga ada pohon kecil yang tumbuh di tengah jalan jadi harus ada orang yang memiliki jurus memotong udara untuk membuka jalan dan Huan Lin bersama dengan anggota sekte Gunung Seratus Pedang yang mempunyai jurus tersebut berada di paling depan.
Guang Huo yang melihat jalan yang dilalui sebernarnya lancar tapi karena adanya rumput yang tinggi serta pohon kecil membuat perjalanan sedikit lambat. Setelah perjalanan sulit yang dilewati akhirnya sampai pada jalan yang mulus seperti jalan utama, Uzaki Sang pamit untuk kembali kedesanya. Guang Huo yang menyarankan seseorang untuk menemani pulang di tolak oleh Uzaki Sang.
Sebelum pergi Uzaki Sang menghampiri Yu Muha dan berpesan.
“sebaiknya kau mengingat perkataanku jangan ragu-ragu karena dia adalah orang yang kau kenal sebelumnya” Ucap Uzaki Sang
“saya akan mengingatnya tuan Uzaki” ucap Yu Muha
“sampai bertemu kembali pendekar Yu karena aku yakin kita akan bertemu cepat atau lambat” ucap Uzaki Sang lalu berjalan kembali kedesanya.
Rombongan kembali berjalan melanjutkan kembali perjalanan karena mereka harus sampai di jalan utama sebelum hari malam.
Perjalanan dilalui dengan lancar tanpa hambatan yang berarti dan akhirnya rombongan sampai di jalan utama pada hari hampir petang.
tiga hari berlalu akhirnya rombongan sampai di kota Yusu, di depan gerbang kota sudah ada Su Tian yang berdiri menyambut rombongan.
“selamat datang di kota Yusu, mari ikut saya kekediaman keluarga Su dan semua rombongan akan diurus oleh semua prajurit keluarga Su” ucap Su Tian
Su Tian, Guang Huo,Yu Muha dan 3 pendekar dari sekte besar pergi kekediaman pusat keluarga bangsawan Su untuk bertemu dengan kepala keluarga Su yang sudah menunggu dari 2 hari lalu.
“maaf tuan muda Su kami datang terlambat karena jalan utama tertutup longsor jadi kami harus mencari jalan lain agar bisa sampai lebih cepat” ucap Guang Huo.
“ya kami sudah tahu tentang longsor tersebut dan itu juga yang membuat ayah khawatir dengan kondisi rombongan dari ibu kota” Jawab Su Tian
Perjalanan masih berlanjut hingga sampai di depan kediaman keluarga Su, Su Tian langsung mengarahkan semuanya untuk ke aula pertemuan keluarga yang mana sudah menunggu semua anggota keluarga Su, disana sudah menanti Su Mukyo kepala keluarga Su saat ini dan semua keluarganya.
Su Mukyo merasa senang karena akhirnya rombongan sampai dengan selamat sampai ke kota ini, Su Mukyo menyambut semua tamunya dengan baik dan sudah menyiapkan tempat tinggal untuk semua pendekar dan rombongan yang mana akan berada di kota ini sampai dengan seminggu kedepan untuk mencari keberadaan Organisasi Pohon Surgawi yang mana pada awalnya akan di lakukan di kota Jiwei diubah kekota Yusu supaya lebih menjaga keamanannya karena ada informasi dari mata-mata keluarga Su bahwa anggota organisasi sudah bertambah banyak yang berasal dari pendekar-pendekar di kerajaan Hi ini jadi akan menjadi sesuatu yang berbahaya apabila anggota organisasi yang baru di rekrut tersebut mengenal rombongan yang mengincar mereka.
__ADS_1