Kisah Sang Pendekar

Kisah Sang Pendekar
turnamen hari pertama


__ADS_3

Mereka melakukan latihan masing-masing berdasarkan saran yang diberikan oleh Yu Muha Ruan Yukai juga turun tangan membimbing Lu Yun dan Sin Tong, Ruan Yukai juga mendapat sedikit arahan untuk teknik berpedang nya setelah membimbing kedua muridnya.


Mereka melakukan latihan sampai siang hari dan saat mereka ingin kembali kekediaman masing masing ada murid sekte Gunung Seratus Pedang yang menghampiri mereka.


“tuan Yu kami sudah menyiapkan makan siang untuk anda dan semua yang ada disini di kediaman anda” ucap murid tersebut.


“benarkan kalau begitu mari kita pergi ke tempat aku tinggal” ucap Yu Muha.


Mereka pergi ke kediaman Yu Muha disepanjang jalan semua orang saling berbisik karena dari jubah yang dikenakan beberapa orang yang rombongan itu berasal dari sekte pedang api dan yang lain tidak mereka ketahui dan Yu Muha berada di depan semuanya bersama dengan seorang murid sekte.


Sesampainya di kediaman Yu Muha sudah tersedia banyak makanan dan semuanya mulai makan.


Setelah selesai makan Lin Chen ingin kembali berlatih tapi Yu Muha menyarankan untuk beristirahat karena besok sudah mulai turnamen bela diri dan semua orang itu hanya menuruti ucapan Yu Muha dan kembali kekediaman tempat sekte pedang api tinggal.


Setelah semuanya kembali Yu Muha langsung di datangi oleh murid tadi.


“tuan Yu saya di suruh oleh ketua sekte untuk mengajak anda untuk bertemu dengan nya dan beberapa tetua” ucap murid tersebut.


“baiklah mari kita temui mereka” ucap Yu Muha.


Yu Muha pergi bersama dengan murid tersebut untuk menemui ketua sekte dan tetua sekte.


Sesampainya di tempat pertemuan sekte Yu Muha bertemu dengan Huan Lin.


“lama tidak bertemu pendekar Yu” ucap Huan Lin.


“iya tetua Huan” Ucap Yu Muha.


“mari masuk pendekar Yu ketua sekte sudah menunggu didalam” ucap Huan Lin

__ADS_1


“mari tetua Huan” ucap Yu Muha.


Keduanya masuk kedalam ruang pertemuan dan sudah banyak orang yang berkumpul tidak hanya dari sekte gunung seratus pedang tapi juga perwakilan dari dua sekte besar lain.


Semua orang yang ada di dalam melihat Yu Muha dan Huan Lin masuk melihat keduanya karena penasaran dengan Yu Muha yang dikabarkan masih muda tapi memiliki kekuatan yang sangat hebat.


“sepertinya tamu terakhir sudah datang jadi kita bisa mulai rapat untuk turnamen esok hari” ucap ketua sekte gunung seratus pedang.


Rapat dimulai membahas bagaimana sistem yang akan diterapkan pada turnamen supaya bisa mendapatkan hasil yang baik. Karena sistem yang lalu-lalu selalu ada peserta yang kuat tidak tersingkir diawal.


Setelah dua jam rapat berlangsung akhirnya di dapat sebuah kesepakatan tentang sistem yang akan di gunakan pada turnamen besok, setelahnya di tentukan orang-orang yang akan terlibat saat pertandingan besok seperti wasit dan lain-lain.


Yu Muha di minta untuk menjadi wasit pada pertandingan besok, awalnya Yu Muha menolak karena masih banyak yang lebih baik darinya, tapi setelah diberikan beberapa alasan oleh ketua sekte gunung seratus pedang kenapa Yu Muha adalah orang yang tepat untuk menjadi wasit pada pertandingan. Akhirnya Yu Muha menyetujuinya.


Setelah semua selesai di tentukan akhirnya rapat di bubarkan dan di anjurkan untuk beristirahat, Yu Muha kembali ke kediamann nya.


Keesokan harinya semua orang yang ada di sekte seratus pedang sedang menuju ketempat yang sama yaitu tempat turnamen yang akan diadakan sebuah tempat yang sangat luas dan terdapat 4 arena yang dikelilingi oleh tribun penonton yang sangat banyak.


Para murid sekte sibuk mengarahkan pada penonton untuk menuju tempat turnamen di adakan dan juga menjaga keamanan sekte dari ancaman yang tidak di inginkan.


Di tempat turnamen di adakan sudah banyak orang-orang berkumpul dari yang menonton dan juga para tetua dari sekte-sekte yang mengikuti turnamen yang sudah di susun secara rapi oleh sekte Gunung Seratus Pedang yang membedakan tempat duduk para penduduk biasa tetua dari sekte kecil menengah dan dari sekte besar.


Ketua sekte gunung seratus pedang berdiri dan mulai berbicara.


“selamat datang di turnamen bela diri yang sekarang di adakan di sekte Gunung Seratus pedang dan saya sebagai ketua sekte menyatakan turnamen bela diri di buka” ucap ketua sekte Gunung Seratus Pedang.


Dan ada dimasing-masing arena sudah ada seorang tetua dari tiga sekte besar dan Yu Muha yang menjadi wasit. Dan seorang tetua dari sekte Gunung seratus pedang berdiri di antara arena pertandingan untuk mengundi peserta.


“hari ini kita akan mengadakan pertandingan antar sekte kecil dan juga dari keluarga bangsawan, jadi para peserta dari sekte kecil dan keluarga bangsawan silahkan mengambil nomor untuk bertanding.

__ADS_1


Para peserta mulai maju satu persatu dan mengambil nomor masing masing, setelah selesai para wasit mulai memanggil peserta untuk mulai bertanding. Dan semua peserta mulai bertanding satu persatu begitu juga dengan Lin Chen.


Karena para peserta berasal dari sekte kecil jadi pertandingan terlihat biasa saja karena teknik yang di gunakan hanya teknik kelas rendah dan ada juga kelas menengah. Tapi setelah Lin Chen bertanding dia menunjukan sebuah teknik bela diri tingkat tinggi yang dapat mengalahkan lawannya dengan mudah yang menjadikan pertandingan Lin Chen selalu menjadi perhatian dari para penonton dan juga beberapa lawan Lin Chen lebih memilih menyerah sebelum bertanding karena mereka masih memiliki satu kesempatan lagi dan apa bila kalah lagi maka akan dinyatakan gugur sampai tersisa lima orang orang terbaik yang akan lanjut ke tahapan berikutnya besok melawan murid sekte menengah.


Lin Chen menjadi peserta pertama yang lolos karena sebagian dari lawannya memilih menyerah dan ada juga yang mencoba melawan tapi hasilnya tetap saja di menangkan oleh Lin Chen.


Pertandingan terus berlangsung para peserta sudah mulai tersingkir satu persatu Lin Chen yang sudah dipastikan lolos ke tahap berikutnya hanya bisa menunggu.


Banyak orang yang membicarakan Lin Chen karena dia berasal dari keluarga Bangsawan di kota Tosan tidak dari sebuah sekte tapi memiliki kekuatan yang sangat hebat setingkat murid dari sekte menengah, ada beberapa tetua yang berkeinginan untuk mengajak Lin Chen bergabung dengan sekte mereka tapi bakat seperti itu setelah turnamen berakhir sudah pasti akan di tarik oleh sebuah sekte besar terlebih lagi teknik bela diri miliki Lin Chen semua orang bisa melihat itu adalah teknik bela diri tingkat tinggi yang kemungkinan sekte yang menariknya juga kemungkinan memiliki teknik bela diri tersebut sebagai teknik bela diri sekte, tapi ada sesuatu yang janggal dari mana Lin Chen mendapatkan teknik bela diri tersebut pasti ada seseorang yang sangat hebat memberikan kepadanya atau dia mendapatkannya di suatu tempat.


Tidak hanya teknik bela dirinya saja yang hebat tapi pedang yang digunakannya juga bukanlah senjata biasa pedang itu merupakan senjata kelas tinggi.


Pertandingan hari ini akhirnya selesai sudah didapatkan lima peserta terbaik untuk bertanding esok hari melawan murid dari sekte menengah.


“pertandingan hari ini sudah selesai kita akan melanjutkan esok hari dan selamat kepada peserta yang berhasil lolos ketahap berikutnya” ucap ketua sekte.


Semua orang mulai membubarkan diri kembali ketempat tinggal masing-masing, Lin Chen berusaha mencari Yu Muha tapi dia tidak menemukan gurunya di manapun.


“apa yang kau cari Chen’er” ucap Lin Wenli


“aku sedang mencari guru tapi aku belum menemukannya” ucap Lin Chen


“mungkin senior sedang sibuk karena tadi di bertugas sebagai wasit juga kan” ucap Lin Wenli


“kakak benar” ucap Lin Chen.


“ayo kita kembali karena besok kau akan kembali bertanding” ucap Lin Wenli


“iya kak” ucap Lin Chen.

__ADS_1


Keduanya kembali ke tempat tinggalnya sedangkan Yu Muha melihat keduanya dari jauh.


__ADS_2