Kisah Sang Pendekar

Kisah Sang Pendekar
Keluarga Guang


__ADS_3

Kereta kuda yang membawa Yu Muha akhirnya sampai didepan gerbang kediaman keluarga Guang. Saat pintu gerbang dibuka sudah ada Guang Feng yang menyambut.


“selamat datang di keluarga Guang tuan Yu” ucap Guang Feng


“oh tuan muda Guang sudah lama kita tidak bertemu” Ucap Yu Muha.


“mari tuan Yu ikut saya ke ruang tamu” ucap Guang Feng


Yu Muha mengikuti Guang Feng menuju ruang tamu keluarga Gaung.


“apa benar anda juga menggunakan tinju penghancur semesta yang menjadi teknik bela diri keluarga kami” tanya Guang Feng.


“ya itu benar, itu adalah teknik bela diri yang diwariskan oleh guruku” jawab Yu Muha.


“aku sudah mendengar ceritanya dari paman Huo, dan aku juga kena marah oleh ayah karena tidak mengenali jurus itu saat anda menggunakannya di kota Tosan dulu” ucap Guang Feng.


Setelah lama berjalan akhirnya mereka sampai di ruang tamu.


“silahkan duduk tuan Yu” ucap Guang Feng.


“terima kasih tuan muda Guang” ucap Yu Muha.


Mereka berdua berbincang hanya basa basi saja sampai akhirnya Guang Huo datang ke ruang tamu.


“selamat datang tuan Yu apa anda kesulitan untuk sampai kesini” ucap Guang Huo.


“ya sebenarnya aku sedikit kesulitan untuk sampai kesini karena jalannya” ucap Yu Muha.


Guang Huo duduk disamping Guang Feng.


“memang dari mana anda memasuki wilayah kekuasaan keluarga kami” tanya Guang Huo.


“aku masuk dari wilayah timur” ucap Yu Muha.


“dari timur itu wilayah kekuasaan keluarga Su” ucap Guang Huo.


“iya sebelum kesini aku mengunjungi kota Yusu untuk melihat panti asuhan yang aku bantu dulu” ucap Yu Muha.


“oh panti asuhan itu” ucap Guang Huo.


Dan Guang Huo terus berbincang dengan Yu Muha sampai seorang pelayan mendatangi Guang Huo dan berbisik kepada nya.


“apa anda mau ikut dengan saya tuan Yu” ucap Guang Huo.


“mau kemana jendral Guang” tanya Yu Muha.


“bertemu dengan kepala keluarga Guang karena dia sudah menunggu anda untuk datang kesini “ Ucap Guang Huo.


“baiklah mari kita temui dia” ucap Yu Muha.

__ADS_1


Yu Muha mengikuti Guang Huo ke arah aula keluarga Guang sesampainya di sana sudah banyak orang yang duduk di kanan dan kiri.


“Selamat datang tuan Yu Muha di kediaman keluarga Guang orang tua ini bernama Guang Tian kepala keluarga Guang saat ini” ucap orang yang duduk di kursi paling depan memperkenalkan dirinya adalah kepala keluarga Guang saat ini.


“salam kepala keluarga Guang, nama saya Yu Muha”


“silahkan duduk tuan Yu” ucap Guang Tian sambil menunjuk sebuah kursi kosong


“terima kasih kepala keluarga Guang” ucap Yu Muha.


Yu Muha duduk begitu juga Guang Huo dan Guang Feng.


“saya sudah menunggu anda selama ini dan saya juga sudah mencari keberadaan anda tapi kami tidak menemukan anda di manapun” ucap Guang Tian.


“saya selama ini berada di suatu tempat untuk berlatih” ucap Yu Muha.


“oh begitukah, saya akan langsung ke topiknya saja, aku sudah mendengar semuanya dari Guang Huo tentang bagaimana kau bisa menguasai tinju penghancur semesta, tapi kami berharap anda tidak mengajarkan teknik itu kepada siapapun biarlah kami keluarga Guang yang akan menurunkan teknik tersebut kepada generasi kami” mohon Guang Tian.


“tidak masalah kepala keluarga Guang saya berjanji tidak akan mengajarkan teknik tersebut kepada siapapun” ucap Yu Muha.


“terima kasih tuan Yu atas pengertiannya” ucap Guang Tian.


Guang Tian memperkenalkan anggota keluarga Guang kepada Yu Muha setelah saling berkenalan Guang Tian mulai berkata lagi.


“mengapa anda datang ke kota ini tuan Yu” tanya Guang Tian.


“saya datang kekota ini ingin mencari seorang bernama Tie Duanzao” ucap Yu Muha.


“ehemmm kepala keluarga itu adalah nama tuan Tie penempah pedang yang telah membuatkan keluarga Guang senjata yang sekarang kita pakai” ucap seorang tetua keluarga.


“iya aku ingat dengan orang itu dulu dia sangat terobsesi untuk membuat sejata terutama pedang dan 5 tahun lalu dia menghilang tanpa jejak tampa memberi tahuku” ucap Guang Tian.


Guang Feng yang duduk dibelakang Yu Muha berkata.


“tuan Tie Duanzao adalah teman kepala keluarga dan sering membuatkan senjata untuk keluarga Guang walaupun sekarang masih berlanjut tapi semenjak kepergian tuan Tie kualitas senjata yang di buat sedikit menurun” ucap Guang Feng.


“kalau anda ingin mencarinya aku tidak bisa membantu karena aku juga tidak dapat menemukannya” ucap Guang Tian.


“tapi kalau anda ingin mencarinya aku bisa memerintahkan beberapa orang yang dulu mencarinya tapi menemui jalan buntu” ucap Guang Tian.


“terima kasih telah membantu saya kepala keluarga guang, saya akan menerima bantuan anda karena saya ingin bisa bertemu dengannya sebelum saya harus pergi ke sekte gunung seratus pedang” ucap Yu Muha.


“apa anda ingin menghadiri turnamen bela diri tersebut” tanya Guang Tian.


“benar karena saya berharap bisa bertemu dengan seseorang di sana” ucap Yu Muha.


“siapa itu tuan Yu” tanya Guang Huo pula yang penasaran.


“dia hanyalah seorang tuan muda dari sebuah keluarga di kota tosan” ucap Yu Muha.

__ADS_1


“apa itu tuan Muda Lin Chen” tanya Guang Feng.


“benar tuan muda Guang” ucap Yu Muha.


“apa hubungan anda dengan pemuda bernama Lin Chen itu taun Yu” tanya Guang Huo.


“dia adalah murid ku” ucap Yu Muha.


“tak di sangka anda sudah memiliki murid, apa anda juga mengajarkan teknik tinju itu juga” ucap Guang Tian.


“tidak aku mengajarkan dia teknik berpedang saja” ucap Yu Muha.


“sebaiknya anda kita akhiri pertemuan ini karena aku harus melakukan sebuah pekerjaan dan Feng’er dapat menunjukan kepada anda orang-orang yang mencoba mencari keberadaan si Tie itu” ucap Guang Tian.


Setelah mengatakan itu Guang Tian pergi ke suatu tempat dan semua orang juga mulai membubarkan diri.


“mari tuan Yu saya akan mengantar anda menemui orang-orang yang mencari Tuan Tie dulu” Ucap Guang Feng.


“mari tuan muda karena kita tidak hanya memiliki waktu kurang dari satu setengah minggu lagi” ucap Yu Muha.


Yu Muha bisa menarik nafas panjang karena bisa mendapat bantuan dari keluarga Guang untuk mencari Tie Duanzao. Saat mereka berjalan di lorong kediaman ada suara seorang wanita yang memanggil Guang Feng.


“Feng’er tunggu, aku ingin ikut dengan kalian” ucap wanita itu.


“kakak Suli apa kakak mau bolos latihan lagi” ucap Guang Feng


“siapa yang bolos latihan aku sudah dapat persetujuan dari guru” ucap Guang Suli.


“sudahlah kalau kau mau ikut tidak ada yang bisa mencegahnya” ucap Guang Feng.


“yeeee” ucap Gaung Suli.


“mari ikut saya tuan Yu” ucap Guang Feng mengacuhkan Guang Suli.


“ baiklah” ucap Yu Muha.


Guang Feng berjalan kesuatu tempat yang diikuti oleh Yu Muha dan Guang Suli mengikuti dibelakang.


“hei tuan Yu namaku Guang Suli” ucapnya.


“salam kenal juga nona namaku Yu Muha” balas Yu Muha.


“mengapa tuan mencari tuan Tie” tanya Guang Suli.


“aku ingin di buatkan sebuah pedang yang bagus” Ucap Yu Muha.


“apa pedang berwarna abu-abu ini pedang terbang, itu berbeda dari yang dikabarkan yang berwarna biru” ucap Guang Suli.


"pedang ini bernama pedang kabut biru, pedang terbang yang di bungkus kain ini nona" ucap Yu Muha.

__ADS_1


"oooo seperti itu" ucap Guang Suli.


setelah nya Guang Suli berhenti bertanya sampai mereka tiba di tempat yang dituju.


__ADS_2