
Rombongan pedagang yang sudah tahu akan ada perampok yang menghadang merasa tenang karena ada Lian Ki yang menemani mereka. Dan setelah semua perampok mengepung semua pedagang keluar seorang yang merupakan pemimpin perampok yang mengenali Lian Ki.
“ ternyata para pedagang yang menemukan orang kuat yang menemani mereka, pantas saja semua pedagang percaya diri pergi ke ibu kota, Lian Ki pendekar tongkat ilusi ”
“ ternyata ini semua ulah mu Suan Bo, mantan tetua dari sekte awan gelap “
“ kau pikir kau bisa melindungi semua orang yang ada disini”
Suan Bo mengangkat tangannya isyarat untuk siap menyerang yang membuat Lian Ki dan semua pengawal pedagang bersiap untuk bertarung. Yu Muha yang berada di belakang rombongan juga ikut bersiap. Dan akhirnya semua perampok akhirnya menyerang rombongan dan para pengawal bertarung dengan para perampok, Yu Muha juga ikut bertarung dengan perampok yang menyerangnya tapi dengan mudah dikalahkannya tanpa disadari oleh perampok yang lain. Setelah lama pertarungan berjalan para perampok sudah mulai jatuh satu persatu kebanyakan perampok jatuh ditangan Yu Muha, Lian Ki yang sudah mengetahui bahwa Yu Muha pasti akan bertindak hanya menahan Suan Bo sampai Yu Muha berhasil melumpuhkan semua perampok.
Setelah lama, semua perampok sudah berhasil dikalahkan oleh Yu Muha dan semua pengawal para pedagang, semua pengawal pedagang dan pedagang menyadari bahwa ada seseorang yang mambantu mulai bertanya siapa orang yang membantu mereka apakah teman dari Lian Ki atau orang lain . Suan Bo yang baru menyadari bahwa semua anak buahnya sudah tidak ada yang bertarung lagi mulai mengambil jarak dengan Lian Ki.
“ sepertinya kau tidak sendiri, ada orang lain yang memiliki kemampuan yang sama denganmu didalam rombongan pedagang, aku lengah tidak menyadari orang tersebut” berkata kepada Lian Ki.
“ kau benar aku memang bersama dengan seseorang yang kekuatannya lebih kuat dari ku, wajar kalau kau tidak menyadarinya karena Cuma aku yang tahu orang itu semua pedagang tidak ada yang tahu mereka hanya tahu bahwa aku sendiri yang mengawal mereka tapi sebenarnya ada satu orang lagi yang aku temui di kota Kuang dan mengajaknya”
Setelah selesai bicara Yu Muha sudah berada di samping Lian Ki yang membuat Suan Bo terkejut karena dia mengenali orang itu.
“ kau adalah pendekar yang membantu sekte pedang api dalam peperangan itu, kau yang membantu tetua pertama sekte pedang api lalu kau pergi ke arah ketua dan tak lama ketua sekte kami sudah tewas terbunuh”
“ sepertinya kau bisa mengenalku walaupun hanya melihat sekilas”
“ aku tak akan melupakanmu karena kau kami kalah perang dan terpecah belah seperti sekarang ini”
“ itu adalah balasan untuk kalian atas perbuat yang sudah kalian lakukan selama kalian masih menjadi sekte yang paling meresahkan” sambut Lian Ki.
“ jadi sekarang kalian mau apa, apa ingin membunuhku “
“ niatku seperti itu tapi aku hanya ingin kau memberitahukan dimana markas kalian terlebih dahulu, untuk mengambil semua yang telah kalian curi kepada pemilik aslinya” ucap Yu Muha karena masih penasaran dimana markas yang sudah dicarinya 2 hari kemarin.
“ kalau aku memberitahu apa untungnya buatku, apa aku akan tetap hidup, tidakkan”
__ADS_1
“ aku bisa mempertimbangkannya “ ucap Yu Muha.
“ aku pegang janji kau pendekar “
Suan Bo menunjukkan markasnya dan masih ada barang dagangan milik pedagang yang dirampoknya.
“ karena kau berbaik hati menunjukan markas kalian, dan barang yang dirampok masih ada walaupun sudah berkurang sesuai janjiku kau boleh pergi”
“ kau sangat baik pendekar “
Dan Suan Bo pergi ke setelah tidak terllihat lagi didalam hutan ternyata tanpa disadari bahwa ada pedang yang melayang kearahnya dan menusuk dadanya dari belakang dan mati tanpa tahu apa yang membuatnya terbunuh.
“ kenapa anda melepaskannya tuan Yu “
“ sudahlah sebaiknya kita mengabari kota Kuang untuk memberitahu tempat ini, dan dia tidak akan pernah muncul lagi “ dan meninggalkan Lian Ki kearah para pedagang untuk bertanya apa ada yang bisa kembali kekota untuk mengabarkan tempat markas perampok untuk mengambil kembali barang yang dicuri.
Seorang pengawal pedagang menawarkan diri, orang itu pergi ke arah kota kuang dan rombongan pengawal mulai mengangkat barang curian dari bawah tanah.
Setelah malam hari semua orang membuat api unggun dan semua mengelilingi api sambil bernyanyi dan menari menghabiskan waktu, Yu Muha hanya melihat semua itu dari bawah pohon. Malam semakin larut dan semua orang mulai tidur dan para pengawal berjaga bergantian.
Setelah pagi semua orang kembali sibuk untuk bersiap pergi ke ibu kota, setelah semua siap rombongan kembali berjalan di pimpin oleh Lian Ki dan Yu Muha yang berjalan bersama semua pedagang mengetahui bahwa orang itu adalah yang membantu melawan perampok kemarin saat Lian Ki melawan pimpinan perampok, semua pedagang hanya penasaran dengan identitas pendekar itu tapi tidak ada yang berani bertanya, tapi siapapun itu mereka merasa senang ada 2 orang yang menjaga mereka saat ini dan setelah sampai di kota mereka akan bertanya kepada Lian Ki dan berterima kasih.
Setengah hari berjalan akhirnya kota ibu kota sudah terlihat dari jauh dan Yu Muha yang baru melihat kota yang sangat besar.
“ Kota ini bernama Kota Weida, kota ibu kota kerajaan Hi”
“ itu sangat luas ini 5 kali lebih besar dari kota Tosan”
“ ya, kota Weida adalah kota terbesar di kerajaan ini “
Dan mereka kembali berjalan ke arah kota, disepanjang jalan menuju kota Weida dapat melihat area pertanian yang besar dan orang-orang yang berkerja di area pertanian.
__ADS_1
“ semua area pertanian ini adalah milik kerajaan dan bangsawan yang ada di kota, yang akan digunakan untuk menopang seluruh pangan kota Weida karena dalam kota tidak ada area yang bisa digunakan sebagai lahan pertanian”
Setelah lama berjalan rombongan akhirnya sampai didepan gerbang kota Weida banyak prajurit yang memeriksa semua orang yang akan masuk ke dalam kota, Yu Muha, Lian Ki dan rombongan pedagang mengantri giliran untuk diperiksa, tak lama ada kereta kuda dengan banyak penjaga berkuda yang ingin masuk kedalam kota, semua prajurit tahu itu adalah kereta kuda keluarga Su, 4 keluarga besar kerajaan semua pedagang dan orang yang mengantri minggir dari jalan untuk memberi jalan kereta kuda tersebut.
Yu Muha juga minggir untuk memberi jalan, setelah semua rombongan itu masuk dan semua orang kembali mengantri, Yu Muha bertanya kepada Lian Ki
“ apa semua keluarga bangsawan besar kerajaan semua seperti itu”
“ tidak semua seperti itu tuan, tapi biasanya ada sesuatu yang gawat yang dibawa oleh keluarga Su”
“ Hmm. Seperti itukah, apa yang membuat mereka sampai seperti itu”
Setelah lama mengantri akhirnya giliran Yu Muha dan Lian Ki yang diperiksa, Lian Ki menunjukan tanda pengenalnya yang menandakan dia adaah anggota sekte teratai putih, Yu Muha menunjukan token yang dibuat di kota Tosan prajurit yang melihat itu bertanya’
“ apa ini baru dibuat di kota Tosan baru-baru ini”
“ ya, itu dibuat dikota Tosan baru 4 bulan yang lalu, apa ada masalah tuan prajurit ”
“ tidak disini tertulis nama anda adalah Yu Muha, nama anda sama dengan orang yang membantu kota tosan dan orang yang membantu sekte pedang api, apakah anda orang itu”
Semua orang yang mengantri terkejut bahwa orang yang ada didalam rumor itu ada didepan mereka dan pedagang yang bersama dengan Yu Muha juga terkejut dan rasa penasaran mereka terjawab dengan tidak sengaja.
“ ya itu memang saya ada apa kalau saya boleh tahu”
“ apa anda membawa token yang diberikan oleh utusan kerajaan”
“ ya ini “ Yu Muha mengeluarkan dan memberikan kepada prajurit “
Prajurit itu melihat dan mengembalikan token itu lalu memanggil prajurit lain, prajurit itu mendatangi orang yang memanggilnya
“ beliau adalah tuan Yu Muha orang yang di tunggu yang mulia kedatangannya, kamu antarkan tuan Yu Muha ke istana menemui yang mulia”
__ADS_1
Prajurit itu juga terkejut tapi langsung mengajak Yu Muha untuk mengikutinya. Tapi Yu Muha meminta waktu sebentar untuk berpamitan dengan rombongan, setelah selesai Yu Muha mengikuti prajurit itu dan Yu Muha di suruh untuk masuk kedalam kereta kuda, Yu Muha hanya mengikut saja dan masuk kedalam kereta kuda dan prajurit itu kedepan untuk menjadi kusir dan kereta kuda berjalan kedalam kota dengan kecepatan sedang.