Kisah Sang Pendekar

Kisah Sang Pendekar
Murid Kedua


__ADS_3

Makanan Yu Muha akhirnya datang, Yu Muha makan dan tidak bersuara sama sekali dan orang-orang yang semeja dengannya tidak mengajak Yu Muha bicara, setelah Yu Muha selesai makan Chian Tu mulai mengajak Yu Muha berbicara.


“tuan Yu mau kemana anda sehingga melewati kota ini” ucap Chian Tu


“aku ingin ke wilayah keluarga Guang untuk mencari seorang yang bernamaTie DuanZao” Ucap Yu Muha.


“Tie Duanzao......Tie Duanzao..... oh penempa pedang itu” ucap Chian Tu.


“ya saya sedang mencari orang tersebut” ucap Yu Muha.


“orang itu sudah tidak diketahui lagi keberadaannya karena tidak ingin didatangi oleh orang-orang jadi dia bersembunyi entah dimana sehingga tidak ada yang mengetahui dia dimana” ucap Chian Tu.


“begitukah sepertinya akan sulit dan turnamen bela diri tinggal beberapa minggu saja lagi” ucap Yu Muha.


“apa anda akan kesekte gunung seratus pedang sekarang” tanya Chian Tu.


“tidak sekarang aku akan mencoba mencari Tie Duanzao terlebih dahulu, apa anda tahu dimana tempat tinggalnya dulu” ucap Yu Muha.


“dulu dia tinggal di kota Jundui, kota tempat bangsawan besar Guang Tinggal, setelah itu dia menghilang tanpa jejak bahkan Bangsawan Guang juga tidak mengetahuinya”ucap Chian Tu.


Yu Muha melihat peta dari kota Lesuo ke kota Jundui masih sangat jauh.


“sepertinya aku harus ke kota Jundui terlebih dahulu, terima kasih telah memberikan informasi tuan” ucap Yu Muha.


“sama-sama tuan Yu” ucap Chian Tu.


Yu Muha beranjak dari tempat duduknya dan membayar makanannya lalu pergi keluar restoran.


“apakah benar itu tadi pendekar pedang terbang dia memang masih muda seperti yang dikabarkan” ucap orang semeja Chian Tu.


“itu memang dia” ucap Chian Tu.

__ADS_1


“tapi pedangnya berwarna abu-abu yang kabarnya pedangnya berwarna biru”


“apa kalian tidak melihat bungkusan kain yang dibawa tadi aku yakin itu pedang yang bisa terbang itu” ucap Chian Tu.


“sudahlah lupakan saja dia hanya singgah di kota ini saja kuharap tidak ada yang terjadi nantinya” ucap Chian Tu lagi.


Yu Muha berjalan didalam kota setelah mengetahui semua yang berada dikota ini adalah para penjahat yang ada di kerajaan Hi berkumpul membuat Yu Muha yang melihat ada beberapa orang yang sedang memalak seseorang yang masih muda hanya membiarkannya saja setelah orang-orang itu mendapatkan yang diinginkannya orang-orang itu melepaskan orang tersebut.


Pemuda itu berjalan seperti tanpa semangat kearah gerbang kota sepertinya ingin keluar kota Yu Muha mengikuti saja dari belakangnya. Benar saja pemuda itu keluar dari kota Lesuo penjaga gerbang yang melihat pemuda itu keluar berkata.


“sebaiknya kau pergi saja dari kota ini, aku menjadi kasihan kepadamu” ucap penjaga.


Pemuda itu tidak menanggapi hanya berjalan saja kearah hutan.


Yu Muha juga keluar dari kota dan penjaga hanya diam saja, Yu Muha ingin bertanya kepada penjaga gerbang tapi mengurungkan niatnya dan pergi kearah pemuda itu tadi pergi.


“bukankah itu orang yang tadi baru saja masuk” tanya penjaga kepada temannya.


Yu Muha terus mengikuti pemuda itu sampai di tempat yang cukup luas dan tidak ada apapun di sana.


Pemuda itu menuju sebuah pohon dan ternyata ada sebuah pedang usang yang disembunyikannya dibawah pohon yang di tutupi oleh dedaunan dan pemuda itu mulai mengayunkan pedang tersebut beberapa kali, Yu Muha hanya melihat itu dari atas pohon setelah lama melihat Yu Muha merasakan ambisi yang sangat kuat dari pemuda itu. Dan akhirnya Yu Muha menghampiri pemuda itu. Melihat ada yang datang pemuda itu langsung mengambil posisi siaga.


“tenang anak muda aku hanya ingin menyapa saja” ucap Yu Muha.


“siapa kau dan mau apa kau” tanya pemuda tersebut.


“namaku Yu Muha”


Mendengar nama Yu Muha pemuda itu mulai berfikir.


“Yu Muha ..... sepertinya aku tidak asing dengan nama itu”

__ADS_1


“pendekar pedang terbang” sahut Yu Muha.


Pemuda itu langsung mengingat dan tambah waspada dengan Yu Muha.


“tenang saja aku tidak ingin melakukan sesuatu yang buruk kepadamu, aku hanya melihatmu dikota Lesuo sedang di palak oleh beberapa orang dan mengikutimu sampai kesini” ucap Yu Muha.


“mau apa kau dariku aku tidak memiliki apapun lagi” ucap pemuda itu.


“aku hanya ingin menyapa saja dan aku sudah melihatmu saat mengayunkan pedang itu seperti ada ambisi yang ingin kau capai” ucap Yu Muha.


“bukan urusanmu” ucap Yu Muha.


“baiklah aku akan pergi dari sini” ucap Yu Muha.


Yu Muha berbalik dan melompat keatas pohon dan kepohon yang lainnya. Pemuda itu hanya melihat Yu Muha pergi dan kembali berlatih mengayunkan pedangnya. Yu Muha tidak pergi begitu saja tapi dia melihat pemuda itu dari atas dan Yu Muha mengeluarkan sebuah kitab jurus yang bernama “jurus taring harimau” yang menurut Yu Muha cocok dengan pemuda itu.


Yu Muha juga menulis sesuatu yang diletakan di dalam kita tersebut. Dan melemparkan kitab tersebut kearah pemuda itu. Pemuda itu tiba-tiba terkejut karena ada sesuatu yang terjatuh dari atas langit dan setelah melihat keatas dia dapat melihat Yu Muha yang sedang terbang, Yu Muha hanya melambaikan tangannya dan pergi dari tempat itu.


Pemuda itu melihat sesuatu yang terjatuh itu dan dia mengetahui bahwa itu adalah sebuah kitab jurus bela diri dia langsung mengambil kitab bela diri tersebut dan membaca sampulnya yang bertuliskan “jurus taring harimau” dia langsung membuka dan melihat isi kitab tersebut sampai ditengah halaman ada selembar kertas yang terjatuh dia membacanya.


“simpan baik-baik kitab ini dan jangan sampai ada yang mengetahuinya sampai kau cukup hebat untuk melindunginya, aku mengetahui kalau kau sepertinya memiliki dendam dari saat kau mengayunkan pedangmu seperti kau ingin membunuh seseorang, tapi aku hanya ingin berkata kau boleh memiliki dendam tapi jangan sampai dendam itu membuatmu hilang akal dan melakukan sesuatu yang ceroboh yang akan membuatmu menuju kematian dan yang terakhir kau memiliki bakat untuk menjadi pendekar yang hebat teruslah berusaha”


Pemuda itu meneteskan air mata karena masih ada seseorang yang memperhatikannya. Pemuda itu bernama Sung Golan anak dari pasangan penjahat yang cukup kuat tapi sebulan yang lalu kedua orang tuanya tewas saat mencoba merampok seorang pedagang yang ternyata dikawal oleh seorang pendekar tingkat tinggi yang membuat keduanya dan juga anggotanya tewas meninggalkan dirinya sendiri dan para pengikut orang tuanya berpaling darinya dan sekarang sering memalak dirinya saat dikota Lesuo dimulai dari uang miliknya dan sekarang rumah orang tuanya sudah diambil oleh saingan ayahnya dulu sekarang dia hanya tinggal di sebuah gubuk di tepi kota dan hidup dari uang yang diberikan oleh orang-orang yang menyuruhnya melakukan sesuatu seperti mengangkat barang hasil rampokan dan lainnya.


Dan sekarang dia memiliki dendam kepada pengikut kedua orang tuanya dan juga orang yang sudah mengambil rumahnya yang membuat nya bertekat menjadi kuat supaya bisa membalas mereka semua.


“terima kasih... terima kasih” ucap Sung Golan sambil menangis.


“dengan adanya jurus ini aku yakin akan bisa membalas mereka semua, tapi aku harus mencari tempat yang baik untuk mempelajari semua ini” ucap Sung Golan


Sung Golan mulai saat ini akan meninggalkan kota Lesuo, dia masuk lebih dalam kehutan untuk belajar jurus taring harimau sebuah teknik bela diri yang berfokus pada tusukan pedang.

__ADS_1


__ADS_2